Wednesday, June 22, 2016

Cara Mudah Mencari Modern Hijab Style Terkini Melalui Internet



Kategori jenis kerudung atau hijab yang saat ini ditawarkan melalui pasar online sudah amat beragam. Jenis kategori modern hijab style terkini merupakan model yang paling banyak dicari karena selain sesuai dengan tren yang tengah digandrungi oleh para hijaber, kualitas serta jenis kerudung tersebut banyak yang telah sesuai dengan ketentuan syari yang diwajibkan bagi perempuan Muslimah dalam berhijab. Jadi, bisa dikatakan stylish dengan tidak meninggalkan unsur syari. Terdapat banyak kategori jenis kerudung yang saat ini tengah menjadi tren fashion modern di negara kita, salah satu diantaranya adalah jenis pashmina. Dan bagi Anda yang tengah membutuhkan produk yang satu ini, mudah sekali menemukannya melalui internet :

Sumber : Quadrantcenter
1 . Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan sebuah online shop yang saat ini telah sering dilakukan. Seperti yang telah kita ketahui bersama, sistem jual beli online di internet secara perlahan digandrungi oleh para pengguna internet karena memiliki banyak sekali keunggulan dalam berbelanja di antaranya seperti cara pembelian yang jauh lebih mudah, tidak perlu repot pergi ke suatu pusat perbelanjaan dan berbagai kelebihan lainnya yang tentunya memberikan berbagai kemudahan bagi setiap orang.

2 . Selain dengan mengakses internet, Anda pun dapat mencari referensi kategori jilbab berkualitas terbaik dengan menggunakan sebuah mesin pencari yang digunakan untuk menemukan berbagai informasi bermanfaat yang tengah dibutuhkan melalui penggunaan kata kunci. Kemudian, sebuah mesin pencari akan memberikan rekomendasi jenis kerudung yang saat ini tengah populer di kalangan pecinta busana muslim di negara kita. Anda tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Cara mudah lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan pemesanan melalui hijup.com yang merupakan salah satu toko online terbaik penyedia aneka busana muslim dengan kualitas terbaik. Di situs tersebut pun terdapat berbagai jenis modern hijab style yang saat ini tengah populer dikenakan oleh para hijaber di negara kita. Selain itu, koleksi yang terdapat pada online shop yang satu ini merupakan koleksi terbaik rancangan dari desainer terkenal di negara kita.

Jadi, bagaimana gaya berhijab favoritmu? Dan, cara berbelanja bagaimana yang paling membuat nyaman?  

Sunday, June 19, 2016

Jenis-Jenis Ciput dalam Bentuk dan Fungsi yang Berbeda

Ciput ninja. Sumber foto : Hijup
Bagi pengguna hijab atau kerudung tentu tidak asing lagi dengan penggunaan ciput. Ciput atau dalaman hijab ini menjadi salah satu kebutuhan wajib bagi para muslimah. Penggunaan ciput ini juga berfungsi dalam membantu tampilan kerudung tetap rapi dengan rambut yang terjaga supaya tidak terlihat. Apabila kebetulan sedang menggunakan kerudung dengan bahan yang tak terlalu tebal, ciput dapat menjadi penolong yang sangat baik. Nah, muslimah pasti pakai ciput kan ya?

Ciput dapat juga berfungsi sebagai bahan dalam membuat kreasi kerudung yang lebih stylish dengan kreasi-kreasi terbaru. Dan untuk lebih jelasnya berikut ini jenis ciput yang dapat dikreasikan berbeda sesuai dengan bentuk dan fungsinya :

1.    Fungsi dari jenis ciput bandana. Menggunakan ciput bandana berfungsi hanya dalam menutup dahi serat membantu rambut pada bagian poni supaya tidak keluar. Bahkan bagi sebagian muslimah menggunakan ciput ini hanya sebagai aksesoris saja. Sehingga untuk menggunakan ciput ini wajib menggunakan hijab yang tebal supaya tidak terlihat ke dalam.

2.    Fungsi dari jenis ciput ninja. Ciput yang satu ini merupakan jenis ciput yang paling banyak digunakan. Hal ini karena manfaat dari ciput ini yang dapat menutup secara maksimal dari rambut sampai dengan leher. Sehingga sangat aman digunakan oleh para muslimah. Nah, ciput jenis ini favorit banget deh.

3.    Fungsi dari jenis ciput topi (pet). Dalam bentuknya ciput ini ada yang seperti ciput bandana atau pun ninja, bedanya ada pada pelindung seperti topi. Dengan adanya bagian seperti topi menjadikan kerudung yang dipakai tidak menyentuh dahi secara langsung. Selain itu menggunakan ciput ini juga dapat menyamarkan bentuk wajah dari penggunanya.

4.    Fungsi dari ciput turban. Untuk ciput bandana sendiri merupakan jenis ciput yang hampir mirip dengan turban karena dalam penutupannya tidak menutup sampai leher. fungsi dari ciput ini sendiri hanya dapat membungkus untuk rambut saja.

Jadi ciput mana yang kamu suka?

Penggunaan ciput yang benar sebenarnya dapat dilakukan dari awal pemilihan ciput yang berkualitas, untuk hal ini bisa lho para Muslimah memilih berbagai jenis ciput hanya di hijup.com yang menyediakan berbagai ciput untuk kebutuhan hijab.

Saturday, June 11, 2016

Masak Sih Puasa Nggak Boleh Ngemut Permen?




Bulan Ramadhan yang penuh berkah sudah berjalan kurang lebih enam hari. Gimana puasanya? Semoga ibadah bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ngomong-ngomong soal puasa, yuk memanjakan diri dengan kenangan puasa saat masa kecil. Masa ketika kepolosan kanak-kanak berkenalan dengan ibadah puasa. Cekidot

Yah, kesiangan! Sahurnya pagi aja ya?
Namanya anak-anak, susah sekali buat bangun pagi, apalagi sebelum Subuh sekitar 03.30. Walhasil kala itu, Monika kecil berusia sekitar enam tahun sering terlewat alias nggak bangun pada saat sahur. Bangun-bangun udah jam 6 pagi dan kemudian nangis, “Yah, aku nggak ikutan sahur. Huwaaaaa”. Eyang dan Mama kemudian kompak menenangkan,”Nggak papa, Monik sahurnya pagi aja sebelum sekolah,” Sahur apa sarapan ya? Hihi. 

Pilih puasa bedug apa puasa Maghrib?
Orang tua sering kali mulai mengajarkan anaknya untuk berpuasa dimulai dari setengah hari, yang disebut sebagai puasa bedug (‘buka puasa’ pada saat azan Dhuhur kemudian dilanjut puasa lagi hingga Maghrib). Dulu, waktu kecil, aku berpikir bahwa puasa bedug ini beneran ada, alias boleh lho makan dulu jam 12 siang dilanjut lagi puasanya. Kadang-kadang malah ‘buka puasa’ pas azan Ashar lanjut puasa lagi sampai Maghrib. Teringat Mama pernah berkata,”Nggak papa kalau anak kecil puasa bedug,” habis itu Mama yang sedang ‘berhalangan’ mengajakku dan adik makan gado-gado. Nyari temen ya ma hihi.

Jadi, dulu aku senang sekali jika azan Dzuhur berkumandang, buru-buru mencari makanan dan dipuas-puaskan hingga jam 1 siang, batas waktu aku disuruh melanjutkan puasa lagi sampai Maghrib. 

Yey, puasaku penuh, dapat dua ratus lima puluh
Waktu SD dulu, salah satu cara orang tua memberikan motivasi berpuasa adalah dengan memberikan hadiah. Dulu waktu SD, Mama membuat ‘kartu puasa’ untuk mencatat perkembangan puasa anak-anaknya. Kalau puasanya bisa ‘penuh’ hingga azan Maghrib (alias nggak puasa bedug), Mama memberikan hadiah dua ratus lima puluh perak per puasa. Jadi kalau dalam sebulan ada dua puluh puasa penuh, aku bisa dapat lima ribu rupiah. Jumlah yang besar untuk anak SD saat itu. Wohoo.

Masak sih puasa nggak boleh ngemut permen?
Pengertian puasa yang dipahami olehku saat masih kecil adalah “Nggak makan dan nggak minum dari terbit hingga terbenam matahari,” Wah, kalau gitu, puasa boleh dong ‘ngemut’ permen? Kan nggak makan dan nggak minum? Pikirku kala itu. Terus, melihat Om yang nggak merokok pada saat puasa, ku bertanya, “Om nggak merokok?” “Kan lagi puasa,” “Loh, kan rokoknya nggak dimakan atau diminum, Om,” Om cuma geleng-geleng. Hihi. Kalau teringat saat itu, aku tersenyum sendiri.

Ketika mulai beranjak remaja, baru kupahami bahwa membiarkan sahur jam 7 pagi, puasa bedug maupun iming-iming hadiah merupakan cara orang tua mengenalkan dan mengajarkan anaknya berpuasa. Seiring dengan bertambahnya usia, kesadaran dan pemahaman atas hakikat puasa datang, diri sudah tidak kaget untuk berpuasa. 

Jadi, apa kenangan puasa masa kecilmu yang berkesan? Atau gimana cara orang tua mengajarkanmu berpuasa? Share, yuk!
Happy fasting all   

Tuesday, May 31, 2016

Berharap

Mungkin, Allah membuat manusia mengecewakanmu untuk membuatmu semata-mata berharap kepada-Nya...

Mungkin, Allah membiarkanmu nyaris putus asa agar kau semakin dalam mengiba...

Mungkin, Allah ingin mendengar rintihan dan rengekan panjangmu di kala malam tinggal sepertiga...

Mungkin, Allah ingin kau semata-mata bergantung pada-Nya....

Karena, bagi-Nya teramat mudah saja, memberikan dunia seisinya, mudah saja....

Wednesday, April 20, 2016

Ikut Komunitas Blogger, Bagaimana Caranya?

Sebagai seorang blogger, saya akui saya tak terlalu 'meleburkan' diri dalam komunitas blog. Bagaimana ya? Bukannya kenapa-kenapa, kadang saya hanya bingung saja. Semisal, saya masuk grup Facebook sebuah komunitas blog, saya belum ada kenalan dan kadang bingung mau kenalan gimana. Takut nggak asik atau gimana. Hehe.

Atau, ketika melihat komunitas blog yang terkadang menurut saya isinya blogger itu-itu saja sementara yang lain hanya seperti penggembira (seperti saya). Saya sudah jiper duluan.

Belum lagi kegiatan komunitas blog yang kerapkali diadakan di hari kerja yang notabene saya nggak bisa ikutan. Di situ kadang saya merasa 'tersisih'.

Namun, secara pribadi, sebenernya saya lebih suka berada di 'kerumunan kecil' dibanding 'kerumunan besar'. Lebih suka ngobrol intens dan dalam dengan sedikit orang dibandingkan obrolan selintas lalu dengan banyak orang. Hehe.

Kadang, saya kagum dengan blogger yang eksis di mana-mana, ikut banyak komunitas, ikut banyak kegiatan. Punya banyak teman blogger yang dikenal di dunia nyata. Contohnya mba Reh Atemalem yang aktif berkegiatan dan membuat reportasenya di blog. Ulasannya menarik untuk disimak.

Bukan berarti saya nggak suka bersosialisasi lho ya. Saya suka banget, sebagai seorang sanguinis ekstrovert. Cuma ya kadang-kadang, bingung bagaimana agar bisa melebur, sering nggak bisa ikutan acaranya di hari kerja (apakah memang didesain untuk ibu rumah tangga atau full time blogger?).

Anybody wants to share opinion? Do you like to join blogger community?