Friday, October 27, 2017

Mama Cerewet?

Mama
Setua ini, Mama selalu menelpon sekitar jam tiga pagi. Memastikan putri sulungnya ini terbangun sehingga bisa salat Tahajud. “Tiap hari harus Tahajud, walaupun cuma dua raka’at,” tegas Mama. “Sedekah pas waktu Subuh,” pesan Mama berulang-ulang. “Gimana caranya Ma?” Mama lantas memberikan sebuah kotak kenclengan milik salah satu yayasan Islam ketika saya pulang ke rumah.
“Ini tiap subuh diisi. Nanti seminggu atau sebulan sekali kamu transfer ke rekeningnya,”

Kadang, saya merasa agak bosan mendengarkan pesan yang sama dari Mama secara berulang-ulang. “Sudah tahu Ma, Mama sudah sering bilang,” kata saya setengah merajuk. “Lho, itu Ustadz ngasih ceramah itu juga diulang-ulang. Biar ingat, biar meresap. Namanya juga manusia, tempatnya salah dan lupa,” tukas Mama santai.

Adalah Mama yang tak lelah mengingatkan : untuk sholat tepat waktu, sedekah, mengunjungi kerabat dalam rangka memperpanjang silaturahim dan lain sebagainya. Yang memperbanyak puasa sunnah agar semakin mustajab doanya untuk anak-anaknya. Yang tak pernah lelah mendoakan, minimal lima kali sehari katanya.

Thursday, September 7, 2017

Serunya Blogger Muslimah Meet Up

Perempuan mana yang tak ingin tampil cantik? Blogger mana yang tak ingin memiliki karya dalam bentuk buku yang diterbitkan? Siapa yang tak ingin menuliskan kisah fiksi yang mampu memikat pembaca? Tak berlebihan kiranya jawaban ketiga pertanyaan tersebut membuat tiga puluh orang blogger berduyun-duyun mengikuti rangkaian kegiatan Blogger Muslimah Meet Up yang diselenggarakan pada Minggu (27/08) di Nutrifood Inspiring Center, Jakarta Timur. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00-15.00 WIB diselenggarakan oleh Blogger Muslimah, sebuah komunitas yang didirikan dengan tujuan untuk menggugah para muslimah agar terus menulis di media daring, sebuah media yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Membaca Dunia, Menulis Semesta

Konsistensi menulis merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh sebagian besar penulis. Begitu pula hal yang dirasakan oleh Novia Syahidah Rais, pendiri komunitas Blogger Muslimah. Perempuan yang telah menerbitkan sembilan buku pribadi dan dua puluh buku kolaborasi ini berbagi latar belakang Blogger Muslimah yang didirikan pada 1 Desember 2014, selepas ia mengalami masa pasang surut kepenulisan. Salah satu cara agar terus menulis adalah adanya komunitas yang memiliki visi dan misi yang selaras.

Dalam kegiatan Blogger Muslimah Meet Up lalu, tema yang diusung adalah “Membaca Dunia, Menulis Semesta,”. Membaca adalah sebuah kegiatan yang tak bisa dilepaskan dari menulis, bukan? Membaca bukan hanya sekadar mengeja kata dalam buku, melainkan ‘membaca’ apa yang dirasa oleh panca indera, menelisik hikmah di balik setiap peristiwa. Termasuk di antaranya ‘membaca’ tumbuh kembang anak, dunia muslimah, dan hal-hal lain yang bisa dituliskan di blog. Blogger Muslimah berupaya untuk mendorong para Muslimah untuk menulis di blog secara rutin dan berkualitas dengan semangat berbagi.

Bagaimana Cara Menembus Penerbit?

Tentu, mereka yang suka menulis ingin memiliki karya yang diterbitkan. Namun, bagaimana cara menembus ketatnya dunia penerbitan? Rahmadiyanti Rusydi dari Noura Publishing tak pelit untuk berbagi ilmu dan pengalamannya.

Wednesday, August 30, 2017

Inilah 8 Barang Pribadi yang Paling Harus Kamu Bawa Saat Mendaki Gunung

Mari mendaki bersamaku. Lokasi : Gunung Papandayan
Mendaki gunung adalah salah satu cara menghabiskan waktu liburan yang paling seru. Banyak pengalaman menarik yang akan sulit untuk dilupakan seumur hidup. Rasanya sangat disayangkan sekali kalau kamu belum pernah mencoba mendaki gunung meskipun cuma satu kali. Kalau saya sendiri sudah (atau baru?) dua kali mendaki gunung. Yuk, mencoba mendaki gunung mumpung masih musim kemarau.

Untuk mendaki gunung, ada perlengkapan khusus yang wajib dibawa. Ada perlengkapan yang diperuntukan untuk banyak orang, ada juga barang-barang yang diperuntukan untuk diri sendiri. Bagi kamu yang belum pernah mendaki gunung, mungkin belum tahu perlengkapan pribadi apa saja yang harus kamu bawa saat mendaki gunung. Apa saja daftar barang yang wajib kamu bawa di gunung? Yuk, check them out!

Carrier
bunga Edelweis di Gunung Papandayan (dok. pribadi)
Carrier atau keril adalah tas khusus yang punya daya tahan dan daya tampung yang besar. Dalam tas ini, kamu bisa menyimpan tenda, pakaian, obat-obatan, keperluan konsumsi, item gunung lainnya, dan masih banyak lagi. Ukuran dan jenis keril juga berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan kemampuan pendaki saat membawanya. Merek keril yang paling terkenal antara lain Deuter The North Face, Jack Wolfskin, Eiger, Karimor, Consina, Avtech, dan Lowe Alphine. Harga keril yang bagus biasanya dibanderol mulai dari harga 350 ribu - jutaan rupiah.

Matras
Jangan remehkan benda tipis yang satu ini. Fungsi matras saat berada di gunung sangat signifikan untuk untuk membuatamu tetap nyaman dan lebih hangat saat tidur di dalam tenda. Matras juga bisa membuat alas tidurmu menjadi lebih empuk.

Tuesday, August 8, 2017

7 Tips Menjaga Kesehatan untuk Pegawai Kantoran


Well, pegawai kantoran yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan komputer (bahkan bisa sampai lebih dari 9 jam sehari) rentan terkena berbagai penyakit, semisal lantaran kurang bergerak. Nah, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan?

1. Nggak sempet lari? Nggak ada salahnya naik turun tangga
Kalau ruang kantor di lantai atas, alih-alih menggunakan lift, nggak ada salahnya menggunakan tangga. Kadang-kadang, saya naik tangga sampai lantai 6 sebelum melanjutkan menggunakan lift untuk mencapai ruangam kerja di lantai 11.

2. Minum air putih dengan cukup
Minimal delapan gelas sehari untuk menjaga kesehatan ginjal. Jumlah ini seyogianya lebih apabila kita meminum air yang bercita rasa.

3. Mengalihkan pandangan dari monitor setiap berapa menit
Terlalu banyak menatap monitor bisa menyebabkan sakit mata, sakit kepala, dan sebagainya. Jangan lupa untuk menatap sudut lain setiap 20 menit.

Monday, August 7, 2017

Berjilbab Lebar Ternyata Tak Cukup bagi Perempuan

Saya pikir, berjilbab lebar akan cukup untuk membentengi diri dari fitnah akibat masih menjadi seorang perempuan single (belum menikah). Tentu, selain berusaha menjaga sikap dan perkataan dari hal-hal yang sekiranya bisa mengundang fitnah, seperti berkata-kata dengan nada manja, dsb. Namun, ternyata, berusaha menjaga penampilan dengan senantiasa mengenakan hijab lebar (minimal menutup dada dengan sempurna) serta menjaga sikap dan perkataan itu tidak cukup. Ada saja 'cibiran' orang.

Suatu sore, ada anak seorang rekan kantor yang ikut ibunya ke ruangan. Bocah lelaki berusia tiga tahun itu sungguh menggemaskan. Saya pun dengan gemas menggendongnya. Menggendong layaknya seorang ibu menimang anaknya.