Friday, December 2, 2016

Yang Bergemuruh di dalam Dada


: dua satu dua

Adakah yang bergemuruh di dalam dada
Tatkala pekik takbir menembus telinga
Dari jutaan manusia berakidah sama, menggelora
Dari seluruh penjuru nusantara, satu suara
Damai, damai yang kau rasa

Adakah yang bergemuruh di dalam dada
Para ulama, mereka yang mulia, menyerumu turut serta
Mendoakanmu, mendoakan negeri yang teramat kau cinta
Doa adalah senjata, orang-orang yang percaya

Adakah yang bergemuruh di dalam dada
Tatkala Qunut Nazilah panjang menggema
Tatkala semua orang seperti berlomba-lomba
Memberi apa yang mereka bisa
Adakah yang lebih indah dari perasaan bersaudara?

Ini tak ada hubungannya dengan mereka yang berbeda
Ini adalah tentang rasa
Yang tak akan bisa dipahami mereka yang tak satu irama
Yang tak akan bisa dimengerti bila mata hati enggan terbuka

Yang bergemuruh di dalam dada
Membuatmu lirih berucap,
“Irhamna, irhamna!”

 : dua satu dua

Adakah yang bergemuruh di dalam dada?


Sumber : Republika

Wednesday, November 30, 2016

Menikah untuk Bahagia?



"Kamu lama nggak nikah-nikah kok kayaknya happy-happy aja?”

Jleb. Nggak ada angin nggak ada hujan, kemarin seorang rekan kantor tiba-tiba menanyakan hal itu ke saya yang secara nggak sengaja lewat di depannya. 

“Hah, terus aku harus gimana?”

“Ya, keliatan merana gitu kek, nangis sebulan, kamu kayaknya enjoy aja,”

Duh Gusti, paringono sabar (dalam hati), “Ya, terus aku harus nunggu menikah dulu buat bahagia? Aku bahagia dengan apa yang ada sekarang dan menikah adalah alat untuk melipatgandakan kebahagiaanku. Bukan menikah untuk bahagia, tetapi menikah untuk (lebih) bahagia,”

“Oh gitu ya. Berarti nggak nikah nggak papa juga, kan udah bahagia?”

Saya ngeloyor. 

**                                                     
“Please deh, kamu harus berubah,” Saya menatap tajam seorang teman perempuan. Ada saja kelakuan messy nya yang mengacaukan suasana. Ketika itu, sebilah pisau baru saja terjatuh di kepala saya, untung cuma gagang kayunya. Posisi saya waktu itu bersandar di ranjangnya, rupanya ia secara serampangan meletakkan pisau di ranjangnya.

I need somebody to save me,” suaranya lirih, “Aku bisa berubah kok kalau ada yang memintaku berubah,”

Saya geleng-geleng. “You should save yourself first,”

***

Usia saya dua puluh tujuh tahun lewat dua bulan, di usia sekarang ini ada beberapa teman seangkatan yang sudah menggendong anak ketiganya. And, i am still single. Namun, haruskah saya menunggu menikah dulu untuk bahagia? Haruskah saya jadi seorang gadis menye-menye, galau, tak berkeinginan melakukan apa-apa lantaran merisaukan jodohnya? Atau menjadi gadis yang merutuki nasibnya, menangis dan merasa rendah diri lantaran belum menikah?

Jodohmu sudah ditetapkan, lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi...

Yang pertama saya sadari, umur kedewasaan seseorang berbeda-beda. Mungkin ada yang berumur dua puluh satu tahun sudah dewasa lalu segera menikah. Kalau saya pribadi, sejujurnya, saya baru sepenuhnya menyadari bahwa siap menikah di usia dua puluh enam lewat sekian bulan. Sebelumnya mungkin masih ‘ingin’ saja, melihat kanan dan kiri sudah menikah, enak berduaan ke mana-mana. Siap adalah ketika saya paham betul apa konsekuensi dari sebuah pernikahan dan bersedia menanggung semua konsekuensi yang ditimbulkan. Saya siap menjadi istri dengan segala konsekuensinya, siap menjadi seorang ibu dengan segala konsekuensinya, siap menjadi seorang menantu dengan segala konsekuensinya, dan sebagainya.

Saya ingat betul perkataan tante ketika saya ‘galau-belum-menikah’ di usia ke-24 kala itu, “Udah tenang aja Monik, nanti ada masanya kamu ingin settle down, udah nikmati saja dulu apa yang ada. Tante dulu nikah di umur 27 ketika tante sudah puas ke sana ke mari dan kemudian tante pengen menikah,”

Waktu itu saya belum paham.

Tetapi seiring waktu, perkataan tante terbukti benar. Misalnya, saya yang dulunya sibuk berburu tiket promo sudah tak terlalu antusias, sudah cukup puas bertualang ke beberapa daerah di Indonesia, sudah puas ikut beraneka kursus mulai dari kursus pranikah hingga bahasa Mandarin, mengambil kesempatan belajar agama selama dua tahun di sebuah sekolah tinggi Islam tiga kali dalam sepekan. Secara emosional, dulu saya yang sempat merasa terganggu dengan tangisan dan rengekan anak kecil (kemudian istighfar) kini memandang anak kecil dengan sudut pandang berbeda. Tangisan mereka terdengar merdu, saya merasa sabar dan bisa mengatasi mereka, bahkan tiap melihat anak kecil saya sholawatin. Emosi terjaga stabil. Then, i talk to myself, “I am ready to settle down. I wanna settle down and make family,”

Ya, saya sempat merasa galau dengan kesendirian. Lebih-lebih melihat kebahagiaan yang dipamerkan oleh teman-teman di media sosial, kemesraan mereka dengan pasangan, kebahagiaan mereka dengan sang buah hati. Their lives seem perfect.

Hingga kemudian saya bertanya kepada diri, “Apa iya saya menunggu menikah dulu baru berbahagia?”

Dengan menikah bukan berarti masalah akan selesai, malah akan menimbulkan masalah baru. Kehidupan bukanlah dongeng Disney yang berakhir dengan kalimat “and they live happily ever after,” Ya, setiap fase kehidupan pasti ada tantangan masing-masing. Ketika SD ada ujiannya, ketika SMP ada ujiannya, bentuk ujiannya berbeda. Ketika masih single ada ujiannya, ketika sudah menikah pasti beda lagi bentuk ujiannya. 

Then, i choose to be happy and thankful for what I have now...

Saya punya keluarga yang amat menyayangi dan mendukung, punya teman-teman dekat luar biasa baiknya yang rasanya sudah kayak keluarga, punya pekerjaan tetap yang cukup untuk menghidupi dan bertahan di ibukota, dan masih banyak lagi hal yang harus saya syukuri. Jejaring koneksi yang cukup luas, teman komunitas ini dan itu, serta ada saja kegiatan ini dan itu. Mumpung masih single, pergiat cari ilmu ini itu, bergaul seluas-luasnya, ikut kegiatan ini itu, baca buku sebanyak-banyaknya. For now, i enjoy my life to the fullest and i feel good about myself. 

Bukan berarti nggak pengen segera menikah ya. Hanya mencoba mensyukuri dan menjadikan yang terbaik dari apa yang ada untuk saat ini.

Saya yakin semua hal ada hikmahnya. Begitu juga mengapa Allah belum mempersatukan saya dengan mas jodoh. Mungkin Allah pengen saya memperbaiki diri dulu, menyelesaikan urusan yang belum selesai, begitu juga dengan si mas jodoh. Mana tahu dia di sana harus ABC dulu, menunggu urusan XYZ selesai dulu. 

Yang saya yakini, saya dan dia akan dipertemukan dalam sebaik-baik keadaan. Dan saya yakin ketika pada akhirnya kami dipersatukan, akan terjawab semua tanya mengapa. Allah selalu punya rencana terbaik, bukan?

Ya, saya bahagia dan menikah adalah alat untuk melipatgandakan kebahagiaan saya nantinya. Menikah bukan untuk bahagia, melainkan menikah adalah untuk lebih bahagia.

Ngomong-ngomong, mohon doanya ya supaya segera dipersatukan dengan lelaki terbaik. Mana tahu doa kamu yang sedang membaca tulisan ini adalah doa yang mustajab, bukan?




  

Wednesday, October 12, 2016

Berlibur Seru bersama Keluarga di Villa Istana Bunga Lembang

Komunikasi merupakan masalah keluarga secara umum. Rata-rata, keluarga di perkotaan jarang bertemu muka, kecuali saat menjelang tidur. Anak-anak bersekolah hingga sore, bahkan tak jarang mampir dulu ke tempat nongkrong bersama teman-temannya. Ayah pulang malam lepas berlembur sementara ibu pun memiliki banyak aktivitas di luar. Berlibur bersama keluarga merupakan salah satu jalan untuk memperbaiki kualitas kebersamaan di antara anggota keluarga.

Villa Istana Bunga, sebuah penginapan di Lembang dapat menjadi pilihan tempat berlibur bersama keluarga yang menyenangkan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di kawasan Sukabumi, Lembang, dan Bandung banyak bertebaran villa-villa mewah dan megah sebagai tempat berlibur. Villa-villa itu dapat disewa dengan harga yang cukup terjangkau untuk seluruh anggota keluarga.

Kita dapat menikmati udara segar pedesaan yang masih murni dan pemandangan alam yang masih asri seraya bercengkerama bersama keluarga, sesuatu yang bisa jadi sangat mahal di tengah kesibukan sehari-hari. Terdapat beraneka macam fasilitas yang tersedia di Villa Istana Bunga, seperti tempat bermain anak dan kolam renang. Ada pula taman bunga yang indah yang bisa digunakan sebagai latar foto yang instagrammable.

Selain menikmati liburan di Villa Istana Bunga, kita juga bisa berjalan-jalan ke obyek wisata yang ada di sekitarnya. Apa saja tempat wisata di dekat Villa Istana Bunga? 

Wisata ke Perkebunan Teh
Di dekat Villa Istana Bunga terdapat perkebunan teh dengan pemandangan yang indah. Hijau daun teh akan segera memanjakan mata kita, belum lagi udara yang sejuk. Selain dapat menyaksikan proses pemetikan teh, Anda juga bisa melihat proses penggilingannya. Tentunya, obyek wisata ini akan memberikan pengetahuan baru yang seru dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Anak-anak tentu suka minum teh, salah satu minuman yang sangat terkenal di Indonesia dan sudah banyak disajikan dalam bentuk botol atau kotak yang dapat diminum langsung. Jika melihat pembuatannya secara langsung, anak-anak pasti akan tertarik. Orangtua bisa menjelaskan tentang kebuh teh itu kepada anak-anak sehingga komunikasi pun terjalin semakin erat.
Sumber foto : travellingyuk.com
Dusun Bambu
Berlokasi di Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung, tempat wisata Dusun Bambu ini sangat mudah ditempuh lantaran letaknya yang strategis. Suasana pepohonan yang teduh dan nuansa Sunda sangat terasa. Di sisi kanan kiri, Anda akan melihat bentangan sawah yang cantik disertai danau yang memesona.

Terletak di kaki Gunung Burangrang, Dusun Bambu menyediakan tempat bermain anak, tempat kemping, bersepeda, dan kegiatan luar ruangan lainnya. Biaya tiket masuknya sangat terjangkau. Anda juga bisa mencicipi kuliner yang disajikan di Restoran Dusun Bambu, khususnya kuliner tradisional khas Sunda. Tersedia juga masakan internasional, seperti steak dan spaghetti.

Restoran Burangrang, namanya. Tak hanya menyajikan masakan enak, tetapi juga suasana yang mengesankan. Ada tempat makannya yang seperti rumah Lutung Kasarung, terbuat dari ranting-ranting kering. Sesuai namanya, Dusun Bambu, maka di sini terdapat banyak gazebo yang terbuat dari bambu. Wow, cantik dan memikat sekali suasananya. Pasti akan membuat betah.

Acara makan bersama keluarga akan sangat menyenangkan dan berbeda bila dilakukan di tempat yang eksotis ini. Apalagi dengan menu masakan tradisional yang barangkali jarang menyentuh lidah anak-anak masa kini. 

Sumber foto: initempatwisata.com
Menikmati Curug Cimahi
Curug Cimahi yang berada di Jalan Kolonel Masturi Nomor 325 ini adalah wisata air terjun yang berasal dari Gunung Tangkuban Perahu. Ketinggiannya sekitar 87 kilometer dan merupakan air terjun tertinggi di kawasan Bandung. Harga tiket masuknya relatif terjangkau. Bagi Anda yang memiliki energi berlebih, bisa menghabiskannya di sini karena Anda harus menyusuri anak tangga yang lumayan panjang.

Udara di sekitarnya sangat sejuk, sebab air terjun ini dikelilingi oleh pepohonan. Airnya pun sangat bersih. Akan lebih menyenangkan jika datang ke sini pada saat bukan musim hujan. Di musim hujan, Anda tidak bisa bebas bermain karena airnya sangat deras. Bila membawa anak-anak, Anda harus menjaga mereka dengan hati-hati agar jangan sampai terbawa arus airnya. Kondisi fisik dan stamina anak-anak juga mesti dipersiapkan. 
Sumber foto: bandung.jacktour.com
Jangan lupa memakaikan pakaian hangat kepada anak-anak, karena udara di sekitar Villa Istana Bunga ini memang sangat dingin yang barangkali kurang cocok untuk anak-anak yang terbiasa berada di daerah hangat atau panas.

Seru, bukan? Jadi, apakah Villa Istana Bunga masuk destinasi wisata Anda selanjutnya?

Tuesday, October 11, 2016

Ayat Ayat Hujan

Photo by Ricky Kharawala
Hujan adalah rahmat. Ayat-ayat apa saja dalam Al Qur'an yang menyebutkan tentang hujan?

Al Baqarah
1.         [2:19] atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
2.         [2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
3.         [2:264] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
4.         [2:265] Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

An Nisa
1.         [4:102] Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir.

Al An’am
1.         [6:6] Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
2.         [6:99] Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Al A’raf
1.         [7:57] Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

Al Anfal
1.         [8:11] (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).

Yunus
1.         [10:24] Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

Hud
1.         [11:44] Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."
2.         [11:52] Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

Yusuf
1.         [12:49] Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur."

Ar Ra’d
1.       [13:17] Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

Ibrahim
1.       [14:32] Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

Al Hijr
1.       [15:22] Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

An Nahl
1.       [16:10] Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
2.       [16:11] Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
3.       [16:65] Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

Al Kahfi
1.         [18:45] Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Thaha
1.         [20:53] Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

An Nuur
1.         [24:43] Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

Al Furqan
1.         [25:48] Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.
2.         [25:50] Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (ni'mat).

Ar Ruum
1.         [30:24] Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
2.         [30:48] Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.
3.         [30:49] Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.

Luqman
1.         [31:10] Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
2.         [31:34] Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

As Sajdah
1.         [32:27] Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanaman yang daripadanya makan hewan ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?

Asy Syuura
1.         [42:28] Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Al Jaatsiyah
1.         [45:5] dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.

Al Ahqaaf
1.         [46:24] Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih.

Adz Dzaariyaat
1.         [51:2] dan awan yang mengandung hujan.

Al Hadid
1.         [57:20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Nuh
1.         [71:11] niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat

Ath Thaariq
1.         [86:11] Demi langit yang mengandung hujan

***

Credit :
1. http://www.dudung.net/quran
2. Al Qur'an Bahasa Indonesia (Android)