Monday, February 5, 2018

Rendang Umak : Masakan Cita Rasa Rumahan yang Nagih

Siapa suka masakan Minang? Saya adalah salah satu fans garis kerasnya meski saya berdarah Jawa tulen. Sebosan-bosannya saya akan makanan atau sebingung-bingungnya saya mau makan apa, masakan Minang akan selalu menjadi pilihan. Haha. Pedas dan berbumbu adalah cita rasa yang susah untuk ditolak.

Nah, salah satu pilihan menu masakan Padang paling popular adalah rendang, masakan berbahan dasar daging. Bahkan, rendang pernah dinobatkan sebagai “Most Delicious Food in The World” pada tahun 2011 oleh CNN International . Siapa yang tak ketagihan dengan daging bercita rasa kaya akan bumbu dan rempah-rempah ini?

Ngomong-ngomong, proses memasak rendang ini tak sebentar lho, bisa berjam-jam hingga dihasilkan daging yang kering dan pekat. Memasaknya harus sabar dan telaten karena potongan daging yang dimasak bersama bumbu dan santan harus diaduk pelan-pelan dan ditunggui.

Cara praktisnya ya tinggal melipir ke rumah makan Padang saja dan pesan deh. Namun, ada cara yang lebih praktis lagi untuk menikmati lezatnya rendang yakni menyimpan rendang kemasan di dapur. Ya, sudah banyak yang menjual rendang santap saji dalam kemasan, tinggal dipanaskan saja sebelum dihidangkan.

Masakan Cita Rasa Rumahan yang Nagih

Nah, rendang kemasan favorit saya adalah merk Rendang Umak. Kenapa favorit? Banyak alasannya.
Pertama, rasanya enak, bumbunya nendang dan cita rasanya rumahan. Hmm, gimana ya. Kadang kan kalau kita beli masakan, engga kerasa makan masakan rumahan, nah kalau Rendang Umak ini menurut saya cita rasanya masakan rumahan gitu.

Monday, January 8, 2018

7 Tips untuk Semakin Nyaman dengan Diri Sendiri


Sudahkah kamu merasa nyaman dengan dirimu sendiri? Apakah kamu merasa tak percaya diri atau merasa sesuatu harus diperbaiki tapi tak tahu mulai darimana? Bagaimana jika kita memulai tahun 2018 ini dengan “menjadi semakin nyaman dengan diri sendiri”? Ya, jika kamu semakin merasa nyaman dengan dirimu, kamu akan semakin mencintai dirimu. Jika kamu semakin mencintai dirimu, auramu akan semakin terpancar dan niscaya orang lain akan semakin menyukaimu. Setuju?
Hidup adalah rangkaian dari berbagai pilihan yang bisa jadi tampak sederhana, tetapi membentuk diri kita bukan?
Nah, ada tujuh tips sederhana agar kita semakin nyaman dengan diri sendiri :
1.   Keep your inner peace
Inner peace adalah kedamaian yang ada pada dirimu. Kamu bisa merasa nyaman, tentram, meski mungkin kondisi sekitarmu sedang kurang bersahabat. Inner peace adalah sesuatu yang bisa kamu upayakan.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kedamaian diri :
a.      Memperbanyak ibadah dan berdoa
Ya, tidak ada kedamaian yang lebih baik selain timbul dari kedekatan dengan Sang Maha Pencipta. Perbanyaklah ibadah dan berdoa.
b.     Self-acceptance
Terima dirimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Berdamailah dengan masa lalu dan lepaskan hal-hal yang mengganjal dari pikiranmu. Let it go!
c.     Worry less
Hindari overthinking,  ada hal-hal yang di luar kuasamu. Keep calm.

2.   Workout
Ya, olahraga, gerakkan badanmu. Berolahraga akan memicu timbulnya hormon rasa rileks dan kebahagiaan. Berusahalah berolahraga setiap hari meski hanya gerakan sederhana seperti plank, push-up, atau sit-up. Berkeringatlah. Rasakan perbedaan kenyamanan diri sebelum dan sesudah berolahraga.

3.   Jaga kebersihan dan kerapian
Kamar yang bersih dan rapi akan membuatmu semakin nyaman dan bersemangat dalam menjalani aktivitas. Ruang kerja yang tertata akan membuatmu semakin betah. Setuju?

Monday, January 1, 2018

Bahkan di dalam Perut Ikan Paus, Ada Harapan

Bagaimana mungkin Zakaria as tidak masygul, usianya sudah senja dan ia belum juga beroleh keturunan, sementara istrinya mandul?
Yang bisa dilakukannya adalah berdoa sebagaimana dikisahkan dalam Q.S Al Anbiyaa:89, "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri...."

Namun, Allah adalah Zat yang Maha Berkehendak. Dia kabulkan permintaan sang nabi sebagaimana terdapat dalam Q.S Maryam:7. "Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya...."

Bahkan Zakaria as yang mendapati firman Tuhan-Nya seakan tak percaya, Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua," (terj. Q.S Maryam:8)

Ya Mujiib....

Sunday, December 31, 2017

Inspirasi dari Astra : Belajar dari Sang Raksasa


William Soeryadjaya
William Soeryadjaya mungkin tak akan pernah menyangka bahwa perusahaan kecil bernama PT Astra Internasional yang didirikannya bersama adiknya, Tjia Kian Tie, dan temannya, Lim Peng Hong pada 20 Februari 1957 berkembang menjadi sebuah perusahaan multinasional dengan 212 anak perusahaan dalam kurun waktu enam puluh tahun. Berawal dari sebuah ruangan sederhana di Jalan Sabang No. 36 A Jakarta, perusahaan dagang yang mulanya hanya memiliki empat karyawan telah tumbuh pesat menjadi sumber kehidupan bagi lebih dari 200.000 karyawan. 


Nama Astra yang diusulkan oleh Kian Tie adalah sebuah nama dewi dalam mitologi Yunani kuno, Astrea, yang merupakan dewi terakhir yang terbang ke langit dan kemudian berubah bentuk menjadi bintang yang bersinar amat terang. Nama tersebut agaknya menjadi sebuah doa yang terkabul, PT Astra Internasional Tbk (selanjutnya disebut Astra) merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dengan total aset senilai Rp261,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp18,3 triliun pada tahun 2016. 

Logo Astra mula-mula
Siapa menyangka bahwa  Astra yang merupakan salah satu perusahaan terbuka yang memiliki saham tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai  saham bluechip (saham dengan kapitalisasi pasar tertinggi) nyaris karam akibat ‘badai’ yang menerjangnya di tahun 1975-1977?

***

Saya yakin banyak dari kita yang memiliki ikatan emosional dengan Toyota yang merupakan salah satu merk kendaraan paling populer di Indonesia. Toyota Kijang merupakan mobil pertama bagi keluarga saya dan mungkin bagi banyak keluarga lainnya. Tak mengherankan karena Toyota Kijang merupakan mobil yang sudah diproduksi oleh Astra sejak tahun 1977. Bisa dibilang, Toyota Kijang merupakan mobil terlaris sepanjang masa di Indonesia. 

Monday, December 4, 2017

Impian untuk Terbang dan Tiket Pesawat yang Mahal

Naik pesawat itu cuma buat orang kaya,”
Saya tertunduk, perkataan Ibu terngiang-ngiang dengan amat jelas. Monika kecil harus tahu diri, hampir seluruh keluarganya ada di sekitar Semarang, kota kelahirannya. Tak perlu menggunakan moda transportasi pesawat untuk berkumpul. Satu-satunya kemungkinan ia bisa naik pesawat adalah apabila keluarganya pergi berekreasi ke luar Jawa Tengah, hal yang nyaris mustahil mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang sederhana. Tiket pesawat itu mahal, mahal sekali.

Di depan layar televisi antik berkaki kayu, mata gadis berusia tujuh tahun itu mengerjap-ngerjap menyaksikan sebuah pesawat membelah langit. Bagaimana rasanya ‘terbang’ di angkasa? Bagaimana sensasinya ketika tubuh berada sepenuhnya di udara? Apakah nanti tubuh akan mual-mual bila naik pesawat? Berbagai pertanyaan menemani angan tentang terbang. Setiap ada pesawat yang melintasi langit, saya berhenti sejenak. Memandangnya dengan penuh khidmat sebelum jejak putih pesawat menghilang di angkasa.

Enam belas tahun berlalu, kesempatan pertama mengangkasa akhirnya tiba pada bulan Februari 2012. Setelah satu tahun bekerja, mengumpulkan rupiah demi rupiah dari gaji pegawai negeri golongan dua. Bali, here I come! Promo tiket murah dari sebuah maskapai penerbangan adalah sebuah kesempatan emas.

Apakah kamu ingat bagaimana rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya? Saya ingat betul. Beberapa hari sebelum berangkat, saya sibuk bertanya kepada beberapa orang. “Nanti di bandara harus bagaimana? Nanti di pesawat merasa pusing atau mual tidak? Nanti di pesawat dapat makanan tidak?”. Bagaikan anak kecil yang memiliki mainan baru, begitulah antusiasme saya demi mengetahui bahwa dalam beberapa hari ke depan saya akan naik pesawat untuk pertama kali. Bolehlah dibilang norak, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa salah satu impian sederhana adalah bisa merasakan sensasi ‘terbang’ di udara.

Saya menarik nafas panjang. Kedua telapak tangan basah, dada terasa berdebar. Beberapa saat lagi, pesawat lepas landas meninggalkan bandara Soekarno Hatta. Aih, begini rasanya.

***

Ngomong-ngomong, pada akhir tahun 2011 ketika saya membeli tiket pesawat pertama, situs pencarian pesawat di Indonesia belum terlalu popular dan aktivitas traveling belum menjamur seperti sekarang. Informasi terkait promo tiket murah maskapai penerbangan masih tersebar via Google Talk (sekarang Google Hangouts), Whatsapp belum lazim digunakan di Indonesia, ponsel berbasis Android belum banyak beredar. Praktis, informasi tentang tiket murah bukanlah hal yang mudah diperoleh pada saat itu. Jika ingin memesan tiket, calon penumpang harus ke bandara, menghubungi agen travel, atau membuka situs maskapai satu per satu.

Bagaimana cara menjawab berbagai keinginan calon penumpang pesawat untuk membeli tiket pesawat dengan harga terbaik (best deals), proses pemesanan mudah, praktis dan tak perlu repot, transaksi aman sekaligus nyaman?