Tuesday, May 16, 2017

Perhatikan Hal Ini Saat Mencuci Hijab Baru Anda

Hijab merupakan hal yang wajib dikenakan bagi muslimah jika sedang bepergian keluar rumah. Karena pentingnya hijab bagi muslimah, maka perawatan hijab pun harus diperhatikan pula, bukan? Hijab yang dirawat dengan baik akan bertahan lama saat pemakaiannya. Lantas, bagaimana perawatan hijab yang benar? Nah, sebaiknya perhatikan hal ini yuk saat mencuci hijab kesayanganmu :

1.              Jangan Gunakan Mesin Cuci
Aneh memang, tapi ini sangat berpengaruh. Mesin cuci dapat merusak serat-serat kain hijab yang mana jika dibiarkan terus-menerus akan membuat hijab Anda menjadi lebih mudah rusak. Sebenarnya, ini bukan hanya berpengaruh pada hijab saja. Masalah ini juga berpengaruh terhadap seluruh pakaian. Terlebih lagi, tidak selamanya mesin cuci dapat menghilangkan noda lebih baik daripada pencucian secara manual menggunakan tangan.

2.              Jangan Sikat Keseluruhan
Jangan menyikat seluruh permukaan hijab baru Anda. Sikatlah pada bagian yang terdapat noda saja. Sisanya, kucek saja menggunakan tangan. Pasalnya, bila menyikat keseluruhan hijab, bahan atau kain hijab dapat rusak dan hijabpun terlihat tak menarik lagi. Tentu Anda tidak mau, bukan?

3.              Jangan Campur dengan Pakaian Lain
Supaya warna hijab tidak luntur, usahakan untuk tidak mencampur pakaian lain saat merendamnya. Kemungkinan luntur semakin besar ketika Anda mencampur pakaian terang dengan pakaian gelap sebab perbandingan warna keduanya jauh berbeda. Belum lagi warna hijab bisa tercampur dengan warna hijab lain. Warna luntur dapat merusak nilai estetik hijab menjadi tidak menarik.



4.              Jangan Gunakan Pemutih
Umumnya, bahan yang dipakai hijab tidak sama dengan bahan untuk pakaian. Bahan yang dipakai hijab lebih lentur dan tipis. Jika dituangkan pemutih, maka kemungkinan besar yang terjadi  pudarnya warna hijab. Selain itu, pemutih juga dapat membuat serat kain menjadi lebih mudah rusak.

5.              Hindari Menjemur Langsung dibawah Terik Matahari
Jangan langsung menjemur hijab dibawah terik matahari langsung, walaupun cepat kering, warna hijab kesayangan pun akan cepat memudar dan warnanya tak cerah lagi. Meski demikian  jangan gunakan pengering mesin cuci karena bisa membuat bahan hijab cepat rusak. 

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan hindari saar mencuci hijab kesayangan. Seberapa lama awetnya hijab itu tergantung pada diri yang merawatnya. Jika Anda tidak dapat merawat hijab dengan baik, hijab yang Anda punya pun mungkin hanya dapat bertahan dalam hitungan minggu saja. Sayang sekali, kan?

Friday, March 31, 2017

3 Wisata Malam Makassar yang Wajib Kamu Kunjungi

Buat kamu yang ingin mencari tempat liburan selain Bali, Makassar mungkin bisa menjadi alternatif yang akan memberikanmu pengalaman lebih seru. Ibukota provinsi ini memang berbeda dari kota-kota lain di Nusantara.

Ada banyak peninggalan sejarah yang bisa kamu temui di kota ini, terutama peninggalan kerajaan Gowa Tallo yang melegenda. Ada juga makam Pangeran Diponegoro dan raja-raja Tallo di daerah sekitar Makassar. Selain itu, jangan lewatkan Benteng Fort Rotterdam yang dibangun pada abad ke-17 dan masih berdiri kokoh hingga kini, memberikan petunjuk bahwa Makassar merupakan kota penting sejak ratusan tahun yang lalu.

Saat ini, begitu banyak tempat wisata menawarkan berbagai hiburan. Mulai dari wisata alam yang memanjakan mata, wisata budaya yang menambah wawasan, wisata religi yang membuatmu lebih mensyukuri hidup, hingga wisata kuliner yang akan memanjakan lidah.

Ngomong-ngomong, tahukah kamu kalau Makassar juga memiliki wisata malam yang tidak hanya menarik tetapi juga romantis? Bukan wisata yang negatif ya, karena wisata malam di Makassar ini cocok dikunjungi remaja sampai keluarga. Yuk, kita obrolin tiga wisata malam di Kota Makassar yang harus kamu kunjungi.

1. Pantai Losari Makassar
Pantai yang dijuluki pantai meja panjang ini termasuk pantai yang asyik buat berwisata malam. Dulu, para pengunjung dapat menikmati aneka hidangan di warung makan yang berjejer di Pantai Losari dengan meja tersambung sepanjang 1 km. Namun, saat ini oleh pemerintah Makassar, warung makan ini digantikan oleh anjungan dan diberi nama sesuai dengan nama suku khas Sulawesi—Bugis, Makassar, Toraja, dan juga Mandar. Setiap anjungan juga memiliki berbagai macam patung yang unik dan juga mewakili nama suku tersebut.

Pantai yang menawarkan keindahan memesona ini saat malam hari berubah menjadi tempat untuk menikmati hidangan laut yang ditawarkan warung-warung di anjungan. Satu lagi alasan kenapa Pantai Losari enak buat nongkrong di malam hari adalah fasilitas hotspot gratis.

Untuk menikmati wisata sempurna, datanglah pada sore hari untuk menyaksikan matahari terbenam yang spektakuler. Lalu, nikmati seafood yang lezat. Jangan lupa memakai pakaian hangat ya, karena udara malam di pantai bisa membuatmu dingin.
                Pantai Losari Makassar (Sumber : indonesianholic.com)

2. Societeit De Harmonie Makassar
Tempat yang juga dikenal sebagai Gedung Kesenian Kota Makassar ini merupakan tempat berkumpulnya para seniman, aktivis seni budaya, dan juga penikmat seni. Kamu bisa menghabiskan malam kamu dengan menikmati beragam pagelaran seni dan budaya kota Makassar dan bahkan menonton pemutaran film indie buatan anak muda Makassar.

Jangan khawatir jika lapar melanda saat malam hari, karena pada bagian depan gedung kesenian Kota Makassar ini ada berbagai macam warung kaki lima yang siap melayani kamu. Mulai dari minuman hangat, nasi kuning sampai mi siram dijajakan di sini. Kamu juga bisa nongkrong dengan para seniman di depan Societeit De Harmonie.

Saturday, March 18, 2017

7 Tips Traveling Bareng Balita



7 Tips Traveling Bareng Balita. Traveling bareng balita? Kenapa engga? Beberapa waktu lalu, saya dan dua orang sahabat melakukan trip bareng ke Batu-Malang dan Pulau Lombok. Yang istimewa, (tentu saja) dua sahabat saya bersama istri dan anak mereka. Sahabat yang satu, Zuman, dengan istri yang saat itu sedang mengandung enam bulan dan putra mereka yang waktu kami jalan kemarin berusia tiga tahun kurang dua bulan. Sahabat kedua, Rahmad, dengan istri dan putri mereka yang waktu kami jalan kemarin berusia tujuh bulan. Kami memang bertekad untuk mengagendakan traveling bareng setiap tahunnya. Bisa dibayangkan kan gimana serunya?

Sempat ada yang berkomentar (selain ngomentarin saya yang masih sorangan tentunya) bahwa traveling dengan balita, apalagi bayi itu ribet, dan sebagainya. Kalau menurut saya sih, selama dipersiapkan dengan matang dan dibawa senang, insya Allah seru dan menyenangkan. Enam hari liburan kami merupakan salah satu perjalanan yang paling berkesan bagi saya yang cukup sering traveling. Maklum, baru pertama ini traveling dengan balita dan ibu hamil. 

Nah, ini tips-tips traveling dengan balita versi saya :
1.    Pilih destinasi liburan yang ramah buat balita
Karena rombongan kami merupakan keluarga dengan anak kecil, kami cenderung memilih destinasi wisata keluarga yang sebisa mungkin nggak melelahkan dan kira-kira bisa bikin anak kecil happy (selain orang dewasanya yang happy, tentu saja). Mulai dari museum angkut di Batu, Batu Park Zoo, hingga berbagai pantai cantik di Lombok.

2.    Sewa alat transportasi yang nyaman
Karena traveling dengan anak-anak, tentu nggak bisa liburan gaya backpacker yang seringkali meminimkan biaya transportasi, misal dengan ‘ngeteng’ angkutan. Kami menyewa Avanza dan Innova selama perjalanan. Selain itu, ketika menyeberang menuju Gili Trawangan, kami menyewa kapal yang besar yang lebih stabil untuk perjalanan. 

3.    Bawa ricecooker buat bayi yang masih MPASI
Ketika kami traveling, si cantik Nasywa masih berusia tujuh bulan kurang beberapa hari, artinya dia sedang mengalami tahap awal membutuhkan Makanan Penunjang Air Susu Ibu (MPASI). Saya dengan suka rela membawakan rice cooker kecil agar Nasywa terpenuhi kebutuhannya. Mulai untuk mengukus umbi sebelum dilumerkan, hingga membuat nasi tim super lembut.

4.    Sadari bahwa anak-anak pasti rewel. Sabar
Ya, namanya juga anak-anak, di dalam suatu perjalanan pula, wajar banget kalau pasti ada rewelnya.  Hal tersebut harus disadari baik-baik. Jadi, ya dibuat enjoy aja kalau anak sedang rewel. Kalau Fadhil, bocah menggemaskan berumur tiga tahun kurang beberapa bulan, mulai ‘merajuk’ hingga menangis, ditenangkan dulu dan ditunggu hingga reda tangisannya. Perjalanan akan ‘terganggu’ beberapa saat dan terulang beberapa kali, tapi sabar-sabar saja. Dibuat enjoy saja.
Fadhil mau maen air dulu ya

Thursday, March 16, 2017

5 Benda Penunjang Penampilan Muslimah


Tak dapat dipungkiri bahwa perempuan berhijab itu merupakan cerminan dari seorang muslimah. Oleh karena itu, tak heran bahwa penampilan kita sudah selayaknya diperhatikan. Apa saja sih lima benda yang bisa mendukung penampilan Muslimah?

1.        Kerudung
Kerudung sudah pasti jadi benda wajib pertama perempuan berhijab. Yuk, bikin checklist terkait kerudung :
a.       Apakah kerudung yang dikenakan sudah memenuhi ketentuan syariat? Nggak tipis atau menerawang dan bisa digunakan menutup dada?
b.      Apakah kerudung nyaman digunakan? Bahannya nggak licin, nggak bikin gerah, nggak lari kemana-mana pas dipakai?
c.       Apakah kerudung sudah sesuai dengan situasi? Nggak pas kan kalau kerudung buat di rumah dipakai untuk acara pesta.
Nah, kamu bisa beli aneka kerudung di Tokopedia dengan pilihan model dan bahan banyak. Sepertinya, segala jenis kerudung ada saking banyaknya pilihan. 

2.        Dalaman kerudung
Dalaman kerudung atau ciput tak hanya digunakan untuk menutup rambut sebelum mengenakan kerudung, tetapi juga bisa digunakan untuk mendukung penampilan. Apalagi saat ini ciput sudah tersedia dalam berbagai bahan dan model. Mulai dari ciput topi, ciput renda, ciput arab, ciput model Risty Tagor, hingga ciput rajut. Kalau kamu suka ciput model yang mana?

Jangan Lihat Orang dari Luarnya (Saja) : A Tribute to Cumi Lebay


Kabar kepergian Cumi Lebay, salah seorang travel blogger papan atas Indonesia, pada tanggal 3 Maret 2017 lalu terasa mengejutkan. Mas Cumi merupakan salah satu blogger yang paling berkesan bagi saya selama mengikuti Newmont Bootcamp Batch V pada 14-23 Februari 2016 lalu. Kepulangannya ke haribaan Sang Pencipta mengingatkan tentang kenangan-kenangan dari almarhum. Ingatan saya melayang ke status Path yang saya tulis tepat setelah selesainya Newmot Bootcamp.
"Sembilan hari ini kami menjelajah NTB bersama salah seorang travel blogger terkenal. Di balik pembawaannya yang 'nyablak' dan ketidakrisihannya hanya memakai (maaf) celana dalam berwarna gonjreng saat di pantai atau air terjun, terdapat fakta menarik tentangnya. 
Di tengah padatnya jadwal #NewmontBootcamp, di antara godaan lezatnya santapan bercita rata pedas menggoda dan di bawah teriknya panas matahari Sumbawa yang membuat keringat bercucuran deras, ia berpuasa. Ya, puasa Senin dan Kamis.
Tergelitik, saya pun bertanya, "Serius puasa?", ia menjawab, "Iya, puasa Senin Kamis udah kebutuhan buat gw, gak bisa gw tinggalin. Dulu gw malah puasa Daud,"