Tuesday, October 18, 2011

Catatan Anti Galau : Big Girls Don't Cry


dicari dari google
Selepas SMA, saya merasa sudah dewasa. Sudah melewati usia tujuh belas tahun yang katanya merupakan usia kedewasaan, punya SIM, KTP dan ijazah SMA. Diterima di STAN dan siap meninggalkan rumah, merantau untuk pertama kalinya. Jauh dari orang tua, mengambil keputusan sendiri dan mengatur keuangan sendiri (walau masih uang kiriman ortu). Ada perasaan siap menjadi dewasa.

Namun rupanya, titik dewasa saya tak benar-benar mulai disana. Usia sembilan belas, saat masih duduk di tingkat dua, ada satu hal tak enak yang membuat sedih, kecewa, terluka hingga memikirkannya berbulan-bulan hingga sekarang pun jika terlintas hal tersebut masih meninggalkan sedikit rasa sakit. Itu cobaan terberat yang pernah saya alami. Saya keliru. Setahun berikutnya saat tingkat tiga, saya mengalami hal yang lebih tak enak lagi. Berhentikah? Setahun berikutnya saya mengalami hal yang jauh lebih tak enak. Beberapa bulan yang lalu lebih tepatnya.

Saya menangis dan berteriak, mengapa hal ini terjadi. Saya merasa lemah dan tak mampu menghadapinya. Mengapa harus saya? Mengapa bukan orang lain? Mengapa harus cobaan ini, mengapa bukan cobaan yang lain?

Berat badan saya merosot drastis pada waktu itu, sering menangis memikirkannya, tak selera makan, tidur tak nyenyak, mendadak sering sakit kepala, masuk angin dan sakit perut. Pikiran pun sering tak fokus dan lebih sering berpikiran negatif.

Status facebook yang saya tulis waktu itu “I wish i could just cry and then my problem’s solved but as i’m getting older, it can’t be that simple,”

Iya, saya harap dengan menangis semua selesai seperti waktu kecil tinggal menangis dan ada orang tua yang menyelesaikan masalah atau bahkan esok harinya sudah lupa, kembali pada keriangan dunia kanak-kanak.
Suatu idiom terkenal menyebutkan “What doesn’t kill you makes you stronger”. Idiom yang pada akhirnya menunjukkan tuahnya. Badai pasti berlalu dan masalah pasti berakhir. Insya Allah. Dan ya, perlahan-lahan masalah tersebut (yang nampak amat ruwet pada mulainya) mulai mengurai solusinya perlahan-lahan, dengan cara yang kadang-kadang ajaib.

Bismillah. Berikut ini hal-hal yang insya Allah saya bagi kali ini :
1. Masalah akan selalu ada dalam setiap fase kehidupan manusia dan semakin bertambah usianya, semakin berat pula masalah yang akan dihadapinya. Namun kemampuan manusia juga semakin meningkat , insya Allah ^^ #ingatkandiri


2. Hati-hati dengan apa yang kamu ucapkan, yang sengaja atau tidak atau bahkan yang kamu sembunyikan dalam hati. Kata-kata adalah doa dan kalau Allah berkehendak kata-katamu (atau hal yang kamu pikirkan) itu bisa menjadi nyata (merasa sedikit banyak ada unsur kualat hiks) #ingatkandiri.

3. Masalah itu membuat seseorang merasa lemah dan membuatnya mendekat pada Yang Maha Kuat. Mungkin Allah SWT suka mendengar tangis kita, mungkin Dia mengingatkan hamba-Nya yang kerap lalai, menyentilnya. Saat ujian datang, manusia cenderung lebih rajin beribadah bukan? #ingatkandiri

      “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah mengingkari (ni’mat)-Ku” (trj. Q.S Al Baqarah :152)
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (trj. Q.S. Al Baqarah : 153) 

4.   Masalah kehidupan merupakan ujian keimanan seseorang. Salah satu rukun keimanan yang dikatakan ‘beriman pada kitab-kitabNya’ mungkin tak hanya sekadar meyakini kebenaran adanya kitab-kitab tersebut atau bahwa kitab tersebut benar-benar diturunkan dari Tuhan. Misalnya saat  seseorang benar-benar merasa down dengan masalahnya, sejauh mana ia meyakini misalnya “sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”,“Allah tidak membebankan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (dalam Q.S Al Baqarah:286)dan sejauh mana keyakinannya akan bertahan di saat ia merasa benar-benar lemah. #ingatkandiri

5.     Well, Allah telah menurunkan surat cinta-Nya kepada para hamba. Saya merasa amat takjub mendapati beberapa permasalahan yang saya alami benar-benar sesuai dengan deskripsi kitab yang ditulis lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu dan merasa sangat tertohok mendapati saya belum pernah menyelesaikan membaca seluruh arti kitab suci ini (belum tadabbur secara penuh seluruh juz). Peringatan bukan? #ingatkandiri

6.    Tak ada yang tak mungkin bagi Allah SWT dengan segala kemahaan-Nya, tiba-tiba saja dari arah yang tak disangka-sangka ada saja orang-orang yang seperti dikirimkan-Nya pada saat yang tepat, ada saja hal-hal yang terjadi, hal-hal yang mungkin di luar logika manusia. Tak ada yang tak mungkin bagi-Nya kan? Selalu ada jalan keluar. #ingatkandiri

      “... dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya : “Jadilah”. Lalu jadilah ia,” (trj. Q.S. Al Baqarah :117)

7.     Berprasangka baiklah pada Allah SWT, bahwa Allah sesuai prasangka hamba-Nya adalah kebenaran yang menakjubkan. #ingatkandiri

      “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku terhadap diri-Ku dan Aku selalu bersamanya apabila ia selalu mengingat-Ku” (hadist Qudsi)
8.     Berharaplah hanya pada-Nya, berharap pada manusia hanya akan meninggalkan kekecewaan. Pada akhirnya saya diperingatkan-Nya, beberapa kali. #ingatkandiri
      “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap,” (trj. Q.S. Al Insyirah : 8)

9.     Manusia akan mencari berbagai cara untuk menyelesaikan masalahnya, mulai dengan menggunakan cara-cara yang sesuai dengan tuntunan agama hingga cara-cara yang menyimpang. Cara kita menyelesaikan masalah kita adalah suatu pilihan, pilihan yang kelak akan dipertanggungjawabkan secara mutlak. #ingatkandiri

      “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,” (trj. Q.S As Syams : 8)

10.     Pada akhirnya menyelesaikan masalah dengan cara yang semu (cara yang tidak benar-benar menyelesaikan masalah) hanyalah akan menambah kegundahan (misal saat pikiran sedang kacau  lalu lari ke mal dan berbelanja atau makan banyak) tapi cara tersebut (you can call it impulsive action maybe) bisa digunakan untuk sedikit menjernihkan pikiran. Dengan pikiran yang jernih, akan dapat memikirkan jalan keluar permasalahan. #ingatkandiri

11. Tak ada yang sia-sia dengan ikhtiar walau mungkin ikhtiar tak menghasilkan hal yang sesuai keinginan. Misal menginginkan sesuatu dengan amat sangat dan telah mengerahkan segala upaya untuk mendapatkannya tapi tak berhasil juga. Tak ada kata gagal. Tak ada perbuatan yang tak dihitung dan ikhtiar hanya akan membuat seseorang menjadi lebih kuat.  #ingatkandiri

12. Masalah membuat seseorang mencari akar permasalahannya untuk menemukan solusi. Dan pada akhirnya, seseorang akan semakin mengenali dirinya, mengenali kelemahannya dan mengenali kelebihannya. #ingatkandiri

13.  Masalah merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Coba manusia dibiarkan oleh Allah dengan istidraj (dibiarkan terlena dengan dosa). Pernah kah Anda mendengar seseorang (yang diketahui melakukan suatu perbuatan dosa) berkata “Nyatanya saya tidak kenapa-kenapa?”#ingatkandiri

14.  Masalah adalah salah satu bukti kecintaan Allah pada hamba-Nya. Masalah akan meninggikan derajat ketakwaan hamba-hamba yang berhasil melewatinya sesuai dengan jalan yang telah diperintahkan. Untuk lulus sekolah ada ujian kelulusan bukan? #ingatkandiri

15.  Masalah hanya akan membuat manusia semakin berserah pada-Nya, menyadari betapa kecil dan lemahnya ia, menyadari bahwa ia membutuhkan Yang Maha Besar. Mengikis kesombongan manusia. #ingatkandiri

16.  Jangan pernah sombong mengatakan “Ini masalah terbesar yang pernah saya alami” karena bagi Allah amatlah mudah menjadikan seseorang memiliki masalah yang lebih berat lagi dan lagi. #ingatkandiri

17.  Fitrah manusia adalah suci dan baik, ia akan sampai pada suatu titik bahwa tidak ada jalan kembali melainkan melalui jalan yang menunjukkan ke arah kebenaran. #ingatkandiri

18.  Pada akhirnya kita akan menyadari hal-hal yang membuat pernah membuat kita terpuruk, seberapa pun dalamnya itu, adalah hal yang akan membuat kita lebih tangguh menjalani kehidupan. #ingatkandiri

 19. Seperti perkataan Mario Teguh bahwa galau pada anak muda adalah tanda pertumbuhan, seperti kata Salim A.Fillah bahwa ada hikmah dibalik kegelisahan yang menggerakkan. Seperti kata bijak "Tua itu pasti dan dewasa adalah pilihan."

20. Hidayah adalah sesuatu yang harus dicari dan diperjuangkan, bukan ditunggu. Betapa banyak ayat Allah yang diakhiri dengan “...kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya”.  Saya pernah bertanya kepada ustadz Salim A. Fillah (via twitter) tentang bagaimana cara agar menjadi salah satu orang yang dikehendaki-Nya dan beliau menjawab dengan terjemahan AlQuran surat Al Ankabut : 69, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami,”#ingatkandiri

21. Tak seharusnya seorang Muslim merasa galau karena dalam Q.S. Ali Imran : 139 yang terjemahannya berbunyi ,"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman,"

Wallahu 'alam. Mudah-mudahan saya dan Anda termasuk golongan orang-orang yang lulus dalam ujian kita masing-masing dan semoga seberapapun bolak-baliknya kita karena suatu masalah, hati kita selalu terjaga dalam ajaran agama ini. Yaa Muqollibal Qulub, tsabit qolbi ‘ala diinika. (Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

But I've got to get a move on with my life
Its time to be a big girl now
And big girls don't cry (Fergie-Big Girls Don’t Cry)

every time you feel like you cannot go on
you feel so lost and that you’re so alone
all you see is night and darkness all around
you feel so helpless you can’t see which way to go
don’t despair and never lose hope
’cause Allah is always by your side (Maher Zain-Insya Allah)
Ditujukan secara tegas untuk diri saya sendiri sebagai pengingat diri ^^
Ditujukan secara khusus untuk orang-orang yang pernah atau sedang merasa terpuruk dengan masalahnya, yang pernah merasa galau atau tak menemukan jalan keluar, yang sedang sedih, kecewa atau merasakan hal tak enak lainnya, i know you (and i) are tough ^^

Cheers, big girls (guys) don’t cry ^^

5 comments:

  1. MoMoooon... Maaf koreksi. Ada kesalahan dalam menterjemahkan Ya Muqollibal Qulub, tsabit qulub ‘ala diinika wa thoatika. Seharusnya begini: Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, Tetapkanlah hati kami pada tali agamaMu dan ketaatan kepadaMu.

    Koreksi ya rivalku!

    ReplyDelete
  2. wah ternyata dari sering adanya masalah malah bisa menjabarkan dan mengatasinya melalui tulisan ini ya

    ReplyDelete
  3. makasii, sayang..udah mengingatkan An..udah meredakan kegelisahan An..

    yap, benar, Mon..
    perlu diperbaiki makna doanya:
    Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, Tetapkanlah hati kami pada tali agamaMu dan ketaatan kepadaMu.

    ReplyDelete
  4. Wawawa astaghfirullah nulisnya kmrn pas udah ngantuk jd gak konsen, astaghfirullah T.T
    Makasih banyak ya temen-temen, udah diedit, udah dilengkapi pula, silahkan membaca versi lebih lengkapnya ^^

    ReplyDelete
  5. If God bring you to it, He will bring you through it
    Jadi dewasa bukan berarti kita ga boleh salah lho =)

    ReplyDelete