Sunday, February 19, 2012

Book of The Week #12 : Eliana

Bagi yang sempat menonton serial Anak Kaki Gunung di SCTV tempo hari lalu, tentu tak asing dengan sosok Eliana, seorang gadis remaja pemberani. Ia adalah anak sulung dari empat bersaudara yang amat menyayangi ketiga adiknya : Burlian, Pukat dan Amelia. Eliana merupakan judul buku keempat dari serial Anak-anak Mamak, serial yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan keluarga yang ditulis oleh Tere Liye.

                Tere Liye agaknya semakin memosisikan diri sebagai seorang penulis cerita dengan gaya penulisan khasnya : cerita mengalir dengan bahasa sederhana, deskripsi latar yang kuat, nuansa Sumatera yang kental, tokoh cerita yang berasal dari keluarga sederhana dan karya-karya apik nan menyentuh bahkan tak jarang membuat pembaca mengeluarkan air mata.

                Eliana, meski untuk ukuran ‘menyentuh’ masih kalah dengan Hafalan Sholat Delisa dan Bidadari-Bidadari Surga, dibuka dengan apik oleh cerita bahwa seorang gadis remaja pemberani mati-matian membela sang ayah yang dihina oleh pengusaha kaya lantaran kemiskinannya. Ia adalah gadis pintar di sekolah yang rajin membantu orang tuanya hingga pada suatu hari ia merasa bahwa ia benci menjadi anak sulung, ia benci dimarahi Mamak atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh ketiga adiknya. Satu-satunya hal yang dipikirkannya adalah kabur dari rumah. Ini adalah bagian yang paling menguras emosi dari buku ini saat Eliana akhirnya menyadari kesalahannya dan memeluk Mamak.
                “Jangan pernah membenci Mamak kau, Eliana. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian,”
                Bagian yang paling menarik dari buku ini menurut saya adalah petualangan Eliana bersama tiga rekannya, Geng Empat Buntal, dalam usaha mereka mengusir penambang pasir dari desa mereka. Mulai dari menggembosi ban truk-truk pengangkut pasir hingga masuk ke hutan lubuk larangan. Perjuangan yang sekaligus menghasilkan sebuah cerita sedih. Cerita sedih apakah itu? Tak seru rasanya jika dibocorkan di sini hehe.

                Recommended!

Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Mon’s rating : 4/5 stars ^^

N.B : Ohya buku-buku Tere Liye juga bisa dipesan melalui toko buku online yang dikelola istrinya (bisa dibuka di tbodelisa.blogspot.com), lumayan mendapat diskon :D

6 comments:

  1. sayangnyaku ga up to date soal elliana ini. :)

    ReplyDelete
  2. wew, baru tahu saya, maklum jarang nonton tv sih :D

    ReplyDelete
  3. iye, sudha pernah baca sinopsisnya tapi lupa hihi..

    buku bang tere liye ini selalu menarik di hati...

    yg mngalir ceritanya dalh sebuah kisah masyarakat indonesia.

    ReplyDelete
  4. monik, kamu jakartanya mana say??
    hehe kapan2 kopdar yukk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kantorku di Lapangan Banteng, kos di Cempaka Baru (deket Senen), sama2 Jakarta Pusat juga hehe..

      Sip2, kabar2in aja yak klo mau kesini, akan kusambut dgn senang hati :D(insya Allah setiap hari online internet, jd buka email tiap hr gitu).. monikayulando@gmail.com (takut publish nomer hape di internet hehe)

      Delete
  5. anak yang tangguh , aku suka baca kisah yang seperti itu...

    ReplyDelete