Thursday, February 2, 2012

Kalau Kau Paling Paling

Kalau kau seorang menteri dan menggunakan kereta api listrik untuk menuju istana Negara, akan ada orang yang menyebutmu paling-paling sedang melakukan pencitraan

Kalau kau seorang muslimah dan ingin berubah meninggalkan hal-hal jahiliahmu, akan ada yang berkata bahwa paling-paling kau berubah karena ingin menjadi istri seorang ikhwan

Kalau kau seorang yang diberi anugerah kemampuan menghafal tiga puluh juz kitab suci dan kebetulan kau berkulit albino, akan ada yang berkata wajar saja kau bisa menjadi seorang penghafal lantaran dengan kekuranganmu paling-paling kau malu bersosialisasi, mengurung diri dan Al Qur’an lah satu-satunya pelarianmu

Kalau kau bersedekah dan menunjukkannya untuk syiar agama, akan ada yang berkata bahwa paling-paling kau riya’ dan menyebut ibadahmu percuma

Kalau kau punya niat baik dan tak jadi bergerak lantaran kau takut akan perkataan orang kepadamu, alangkah ruginya dirimu, karena hanya niatmu yang dicatat sebagai kebaikanmu…

Kalau kau yakin niatmu tertuju pada Yang Maha Satu, tetap bertahanlah dengan niatmu dan teruskan pekerjaanmu karena hanya kau dan Dia yang tahu… Kalau kau rasa niatmu melenceng, perbaharuilah niatmu tapi janganlah hentikan langkahmu…

Mengutip perkataan ustadz Akhlak, “Kewajiban orang yang melakukan suatu perbuatan (kebaikan) adalah ikhlas dan kewajiban orang yang melihatnya adalah khusnudzon,”

Mengutip perkataan Fudhail bin ‘Iyadh, “Beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’ dan ikhlas adalah Allah menyelamatkanmu dari keduanya”. 


*terinspirasi dari berbagai perkataan orang tentang orang lain*


5 comments:

  1. Ini menjadi pelajaran buat kita semua, keikhlasan kita di uji disini dan sebis a mungkin niatkan diri Lillahi ta'la,. ^_^

    ReplyDelete
  2. setuju sekali mon,
    hal yang baik harus disegerakan, biar gak cuma niat.. :)

    ReplyDelete
  3. betul sekali, terkadang kita gak jadi melakukan suatu kebaikan lantaran takut akan perkataan orang lain. padahal itu suatu kerugian buat diri sendiri. thanks, artikel yg sangat menarik....

    ReplyDelete
  4. Jadi inget cerita seorang pengemis di China yang menyelamatkan seorang anak korban tabrak lari ketika orang lain hanya berjalan tak peduli. Pengemis itu dianggap masyarakat sedang mencari perhatian agar mendapat imbalan.
    Ingat kisah seorang anggota Dewan di Indonesia yang memilih mengundurkan diri daripada malu karena kelakuan Dewan yang berfoya2.. Beliau dianggap mencari muka agar mendapat simpati masyarakat..

    Dilema ketika hendak melakukan suatu kebaikan.. (bukan Dilema-nya CherryBelle loh,,haha)

    ReplyDelete