Saturday, February 11, 2012

Tips Bepergian Aman Ala Monika

“Naik busway digrepe-grepe, naik bus dicopet, naik angkot diperkosa, jalan kaki ditabrak Xenia, ngesot ditendang satpam,” (Guyonan di twitter pada suatu hari)

Well, kalau di postingan sebelumnya berbicara tentang tips nyaman di Jakarta ala Monika, kali ini yuk mari berbicara tentang tips aman bepergian menggunakan angkutan umum di Jakarta  ala Monika. Check it out :D

1.       Pakai alas kaki yang nyaman. Kalau memang kemana-mana menggunakan angkutan umum ya sebaiknya jangan pakai high heels yang membuat gerak terbatas dan membuat kaki cepat lelah. Alas kaki yang nyaman dan bisa diajak untuk lari juga, kalau ada hal-hal tak diinginkan terjadi (na’udzubillah).

2.       Letakkan tas di depan dan jangan biarkan menggantung begitu saja. Pegangin. Bisa jadi sasaran empuk tuh. Kalau naik bajaj, letakkan tas di sisi dalam bajaj (banyak kasus penjambretan penumpang bajaj juga)

3.       Sediakan uang kecil dan letakkan di kantong luar, jadi tidak perlu mengeluarkan dompet. Minimalisir mengeluarkan hape juga di angkutan umum. Bisa mengundang. Perhiasan apalagi.

4.       Benda seperti payung selain sebagai pelindung dari hujan juga bisa digunakan sebagai alat perlindungan darurat. Jika terpaksa, kembangkan payung dan ambil jarak dengan penjahat, pukulkan. Lalu cepat-cepat lari. Hehe.

5.       Usahakan jangan bepergian terlalu malam. Kalau terpaksa, menurutku gunakan angkutan taksi yang sudah punya reputasi atau naik bajaj. Kalau aku sih lebih suka naik bajaj, lebih ‘terbuka’ daripada taksi dan bisa lebih cepat kabur kalau ada apa-apa. Hehe.

6.       Kalau menggunakan jasa taksi :
a.     Pilih taksi yang sudah punya reputasi jangan asal naik taksi abal-abal (terutama jika malam  hari), lebih baik bayar lebih. Hehe.
b.      Lihat dan catat nomor taksi dan nama pengendara
c.       Sebisa mungkin tahu jalan jika naik taksi, soalnya kalau penumpang nggak ngerti jalan sering diputar-putarin sama sopir taksi, jadi lebih mahal ongkosnya. Pernah juga dulu karena saya dan sopir taksi sama-sama nggak tahu jalan, saya disuruh sopir taksi turun menanyakan jalan. Ckckck. Waktu itu saya menurut saja soalnya sopir taksinya bertampang preman (dan kebetulan bareng teman juga sih)
d.      Siapkan uang pas (kan bisa mengira-ngira ongkos taksi sekitar berapa). Beberapa kali naik taksi dan sopir taksinya nggak punya uang kembali, sopir taksinya diam saja nggak mau turun menukarkan uang. Alhasil saya yang terpaksa turun. Ckckck.
e.      Lihat bagasi (kalau ini aku juga belum pernah) hanya saja kemarin dapat cerita dari teman sekantor kebetulan naik taksi yang ada orang di dalam bagasi. Serem.
f.        Ajak mengobrol supir taksi
Dari obrolan bisa diketahui kalau sopir taksinya berniat jahat misalnya (pemilihan kata dan intonasi bisa mengindikasikan) atau setidaknya membuatnya berpikir-pikir kalau mau niat jahat. Mudah-mudahan.

7.       Kalau naik busway atau naik bus mayasari yang biasanya penuh sesak, usahakan membawa jaket dan tas selempang/ransel. Bisa digunakan untuk menjadi pemisah kalau terpaksa berdesak-desakkan dengan lawan jenis. Cari posisi ujung busway (pojok kiri depan dekat supir paling aman tuh), menghindari ‘digrepe-grepe’ orang, kalau di bus cari posisi dekat pintu dan usahakan di depan. Kalau naik metromini, terkadang ada yang meminta uang dengan paksa. Jika keadaan tak memungkinkan, kasih saja nominal uang terkecil. Cari aman.

8.       Kalau naik mikrolet, cari mikrolet yang sudah ramai dan ramainya oleh penumpang laki-lak dan perempuan. Jangan naik mikrolet terlalu malam juga. Pilih posisi duduk di sebelah sopir.

9.       Kalau jalan kaki, berjalanlah dengan cepat, waspada kanan kiri, dekap erat tas dan pasang tampang jutek. Jangan sekali-kali pasang tampang bingung. DI Jakarta ini lebih baik pasang tampang sok tahu hehe.

10.   Waspada dengan orang yang mendekati, bicara tegas dan jaga jarak. Hidup di Jakarta memang tingkat kewaspadaan harus lebih tinggi (dibanding Semarang misalnya hehe) dan harus selektif memercayai orang. Hiks.

Yang terpenting adalah berdoa sebelum bepergian. Bismillahi majreha wa mursaha, la haula wala quwwata illa billah karena sesungguhnya tak ada hal yang terjadi kecuali dengan izin Allah. Dan banyak-banyak bersedekah karena sedekah menolak bala. Bi’idznillah. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita.

Semoga  (sedikit banyak) bermanfaat ^^

Silahkan jika ada yang ingin menambahkan ^^

9 comments:

  1. tips yang sangat bagus nih mba, boleh juga bawa bodyguard kalo memang punya, haha "piss" :D

    salam kenal

    ReplyDelete
  2. Salam kenal Mas.. Makasih kunjungannya ^^

    ReplyDelete
  3. tips bepergian aman bagi perempuan ya bareng mahramnya kali ya...
    ...atau stay di rumah...karena wanita mukminah stay di rumah

    ReplyDelete
  4. Sesama wanita muslim mahram kan ya :D

    Klo ane stay di rumah, ndak kerja, ndak belajar agama dari para ustadz, ndak pengajian :D

    ReplyDelete
  5. Itu kenapa aku ga mau kuliah di jakarta. Kemana-mana ribet :D

    Ah, ya. Kalo boleh nambah,
    12. Belajar Bela Diri. Setidaknya kalo mau kemana-mana ga perlu takut :)

    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih kepikiran, cuma belum nemu beladiri yg pas hehe.. salam kenal Zazuli, makasih kunjungannya :)

      Delete
  6. Mau menyoroti yang no 11, itu artinya "Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)" adalah kutukan Allah untuk orang-orang kafir. Hati-hati jangan mudah percaya dengan kutipan Quran dijadikan mantra seperti itu. Ntar jadinya bisa syirik lho. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, ini mempertanyakan kok sayah hehe.. Mkasih komenna :)

      Delete