Thursday, March 22, 2012

Book of The Week #16 : Indonesia Mengajar

“Mendidik adalah tugas setiap orang terdidik,” (Anies Baswedan)

Pendidikan sebagai sebuah amanat Undang-Undang Dasar dan amanat Undang-Undang untuk mengalokasikan dua puluh persen anggaran negara untuk pendidikan rupanya belumlah menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan agaknya masih merupakan suatu barang mewah di negara kita. Anies Baswedan dengan dukungan Indika Energy Group sepakat untuk berkontribusi di bidang pendidikan melalui Gerakan Indonesia Mengajar yang didirikan pada tahun 2010. Tercatat 1.383 calon mendaftarkan diri sebelum terseleksi menjadi lima puluh satu Pengajar Muda.

Buku “Indonesia Mengajar” merupakan kumpulan kisah para Pengajar Muda di daerah penempatan. Daerah-daerah yang mungkin terdengar asing di telinga dimana listrik masih merupakan suatu barang langka. Berbagai kisah diceritakan dalam empat bagian : Anak-Anak Didik Pengajar Muda, Memupuk Optimisme, Belajar Rendah Hati, Ketulusan Itu Menular dan dilengkapi dengan peta penempatan para pengajar, profil Indonesia Mengajar serta Profil Pengajar Muda.

Membaca buku ini seperti membuka mata betapa akses pendidikan belum menyentuh semua. Diawali dengan kisah tentang seorang bocah laki-laki bernama Rizki yang tinggal di daerah Passau, sebuah daerah yang sama sekali tak dialiri listrik. Sang Pengajar Muda dengan kegigihannya tak pantang menyerah mendekati sang anak hingga akhirnya terucaplah kata “Puang, yakkuq meloq maassikola, (Puang, saya mau sekolah),”. Kisah demi kisah pun mengalir, mulai dari anak kecil yang tak jadi putus sekolah lantaran bertemu guru yang menyenangkan (sang Pengajar Muda), para penduduk yang ‘memaksa’ si Pengajar Muda untuk memberi  nama anak-anak mereka, hingga anak-anak yang terbiasa dengan didikan keras, dipukul untuk bisa diam. Cara-cara kreatif para Pengajar Muda dalam menyampaikan pengajaran pun patut mendapat acungan jempol, misalnya saat sang anak yang tak bisa diam saat pelajaran bahasa Inggris disuruh untuk menghitung nyamuk dalam bahasa Inggris (bermain tepuk nyamuk).

Sayangnya, tak seperti Gerakan Indonesia Mengajar yang menurut saya patut mendapatkan apresiasi lima bintang, buku Indonesia Mengajar rasanya tak terlalu mengesankan. Entah karena keterbatasan halaman atau apa, banyak cerita yang rasanya ditulis dengan buru-buru. Cerita-cerita yang mungkin bisa lebih dieksplorasi sebelum mencapai klimaks seperti disudahi begitu saja. Beberapa cerita juga rasa-rasanya terlalu datar. Beberapa kesalahan pengetikan dan konsep cerita berulang-ulang yang kurang terorganisir membuat kurang nyaman, mungkin karena buku ini merupakan kompilasi jurnal harian dan postingan blog para pengajar.

Anyway, buku ini merupakan salah satu buku yang layak untuk dijadikan koleksi. Buku ini akan membuka mata para pembaca, mengenai arti pendidikan sebagai sebuah amanat bangsa, rasa syukur atas nikmat pendidikan yang tak semua orang bisa mengakses hingga bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap anak bangsa dan rela berkontribusi nyata. Tak mengutuk kegelapan tetapi memilih menyalakan lilin. Memancarkan optimisme untuk Indonesia. Gerakan yang kemudian menginspirasi beberapa perguruan tinggi terkemuka untuk melakukan gerakan yang sama. Kebaikan itu nyata dan kebaikan itu menular. Indahnya!

13 comments:

  1. Blognya Adik makin kinclong aja..
    review buku, wah ini hrs diketemukan Asriani Amir dan Rie Ramadhani pasti bakal seru Reviewnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah boleh tuh mas ane dikenalin.. boleh link blognya, mas Insan? ^^

      Delete
    2. eh udah nemu mas *googling.. hihi.. bagus blognya, udah ane follow :)

      Delete
    3. astagaaa.. ternyata mas insan yg promosiin sya di maree. jdi terharu.. #lebay hehehheh..

      jgn percaya mbak, sya bikin reviewnya abal2 saja koq. :) dak seperti disini, reviewnya cerdas. makanya begitu nemu blog ini tempo hari dah langsung masuk my reading list. seringnya mampir jdi silent reader. salam kenal yaahh.. :)

      Delete
    4. salam kenal ya mbak, maap br bls, br sempet online lagi ^^

      Delete
  2. Menurutku, buku ini wajib dimiliki atau setidaknya dibaca dan dihayati oleh para guru dan para pendidik yg lain. benar begitu, kan, Sobat?

    ReplyDelete
  3. semoga bisa menjadi inspirasi agar guru semakin bersemangat..
    bahwa mereka jg punya andil besar mengubah sejarah bangsa ini....
    :)

    ReplyDelete
  4. Waahh...boleh niih pinjem bukunya :D

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. mantap. terima kasih banyak atas review + masukannya mbak :)

    Keep on reading, writing, and reviewing the books ^^

    ReplyDelete