Wednesday, March 7, 2012

Nyari yang Haram Saja Susah!

Kalau Anda iseng-iseng mencari ‘arti sukses’ pada mesin penelusuran terbesar, Google, Anda akan menemukan sekitar 12.800.000 hasil. Agaknya, manusia memiliki betapa banyak arti mengenai sebuah kesuksesan. Ada yang mengartikan sukses sebagai suatu pencapaian yang dapat dilihat secara kasat mata seperti banyaknya gelar yang melekat pada nama, tingginya jabatan yang disandang atau seberapa panjang digit nominal tabungan. Tak salah memang karena tak ada definisi baku untuk kesuksesan. Relatif, sebagaimana manusia memandangnya.

Namun sayangnya, bermacam-macam cara dilakukan untuk disebut sebagai ‘orang sukses’. Ada yang rela menggelontorkan uang pelicin ratusan juta demi mendapatkan status sebagai PNS, ada yang rela melakukan apa saja demi memiliki harta menumpuk. Tergelitik rasanya mendengar salah seorang yang saya kenal berkata,”Nyari yang haram saja susah, apalagi yang halal!” tatkala ada yang menegur kebiasaannya berjudi togel. Miris. Kesuksesan tak lagi dimaknai sebagai sebuah proses melainkan hasil jadi. Yang penting hasilnya, entah caranya bagaimana itu nomor sekian.

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Ungkapan itu menggambarkan bahwa seseorang dikenang melalui amal perbuatannya semasa hidup. Harta melimpah ruah pun tak akan dibawa ke liang lahat. Bekerja keras lagi kepayahan di dunia, melakukan apa saja hingga mengabaikan hukum Tuhan dan norma masyarakat lalu mati dan tak membawa apa-apa selain kain putih yang membungkus badan, belum ditambah pertanyaan “Dari mana hartamu dan untuk apa kau habiskan?” saat dibangkitkan kelak.

Sukses mulia. Slogan yang dipopulerkan oleh motivator terkemuka Jamil Azzaini rasanya tepat menggambarkan bagaimana untuk mendefinisikan sebuah kesuksesan. Sukses tak hanya sukses semata tetapi ada misi yang diembannya. Mulia. Mulia dalam cara untuk mencapai apa yang diyakini seseorang sebagai sebuah kesuksesan dan mulia dalam pemanfaatannya. Alangkah indahnya, jika manisnya sukses yang direguk di dunia diikuti dengan kemuliaan di akhirat nanti. ^^

previously posted in http://filsafat.kompasiana.com/2012/03/07/nyari-yang-haram-saja-susah/

10 comments:

  1. Wah kompasianer juga ya? :)

    Saya setuju dengan "kesuksesan dilihat dari proses, bukan hasil". Dan memang, tak jarang orang hanya mengejar duniawi saja sehingga harus mendapatkan hasil yang maksimal, apapun caranya. :)

    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tertatih di kompasiana hihi..

      Makasih kunjungannya Ayu, salam kenal ya.. :)
      Blognya menarik, sudah saya follow :)

      Delete
  2. saya ingat kata teman , lihat prosesnya bukan hasilnya ...

    ReplyDelete
  3. ya terkadang tertipu dengan hasil hingga melupakan proses yg benar...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo kalimat "nyari yg haram saja susah" menurut saya sih bukan tertipu tp sengaja menabrak, wong udah tau haram hehe..

      makasih kunjungannya mas, salam

      Delete
  4. Bersyukur banget ya kita-kita jadi PNS dengan modal istiqamah, bukan uang pelicin.. hiyy..

    Betul, Neng.. orang yang melontarkan kalimat seperti di judul itu gak sadar.. alibinya itu sama dengan menyekutukan Allah.. >.<"

    Pakabarnya,Neng Monika? maaf lama gak BW, saya hiatus 2 bulan kemaren .. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bii khoir, katanya dua bulan di pedalaman kalimantan ya? *baca di grup :D

      Iya bersyukur ga ngeluarin duit sedikitpun buat jadi PNS :)

      Delete
  5. Sukses...hanyalah sebuah mindset, bagaimana menempatkan diri kita secara tepat. ketika kita mampu melewati kerikil demi kerikil, kita sudah menjadi pribadi yang sukses, sukses atau hasil yang berbentuk uang dll, adalah dampak dari apa yang telah kita kerjakan, nice sharing Jeng :)

    ReplyDelete
  6. memang benar,,,,
    jarang sekali sukses tanpa mengeluarkan uang,,
    pastinya semua ingin mempunyai jabatan harus mengeluarkan uang ratusan juta,

    ReplyDelete
  7. kalau orang jawa bilang sawang sinawang, atau rumput tetangga lebih hijau, sering jadi alasan untuk mengambil jalan pintas, untuk mencapai tujuan, terlihat banget pingin jadi orang lain. nice posting :D

    ReplyDelete