Monday, May 7, 2012

Antara Friendster, Facebook dan Twitter : KEPO



Friendster adalah situs jejaring sosial yang saya kenal untuk pertama kalinya. Kalau tak salah dibuat saat awal-awal kuliah (tahun 2007). Lalu kemudian membuat akun Facebook pada bulan Juni 2009 dan akun twitter pada Februari 2010. *Ketahuan  ‘agak telat’ gaulnya.

Ada beberapa perbedaan yang saya amati dan rasakan sebagai pengguna situs-situs jejaring sosial tersebut :

1.       Friendster
Nama-nama akun Friendster nyaris tak ada yang menggunakan nama asli tanpa modifikasi. Dulu saya memakai nama akun ‘Monmonika Heavenhunter’. Haha. Apakah itu alay? Dipikir-pikir mungkin pas zaman SMA kacamata kita memandang diri sendiri biasa saja tetapi mungkin orang yang lebih dewasa memandang kita ‘masih labil’. Friendster ada semacam ‘wall’ (aduh apa ya namanya? Ada yang mau bantu mengingatkan?). Bullbo (Bulletin Board) adalah fitur kesukaan di situs jejaring sosial ini. Sering-seringnya sih dulu menulis curhatan :p. Gara-gara bullbo saya isinya keluhan terhadap sikap seorang teman dan ternyata dia baca jadilah kami saling diam beberapa waktu *hela napas*. Selain itu, di FS ada fitur ‘Who’s viewed me?’ yang bikin mikir dua kali kalau mau jalan-jalan ke FS orang *mengurangi stalking

2.       Facebook
Beda FS dan FB yang pertama dari nama akun. Nama-nama yang ‘lumrah’ di FS bisa langsung dicap sebagai ‘alay’ di FB. Di FB sebagian besar menggunakan nama asli pemberian orangtua. Dulu awal-awal menggunakan FB bisa update status sampai tiga kali sehari *berasa minum obat*. FB memperlihatkan sisi lain dari seseorang yang terkadang amat berbeda dari dirinya di dunia nyata. FB juga mempertemukan kembali dengan orang-orang yang lama tak berjumpa *banyak reuni yang terjadi lantaran jasa FB bukan? Terkadang melihat FB seseorang bisa membuat saya merasa cukup mengenal dia walau di dunia nyata jarang berinteraksi. FB adalah salah satu sarana eksistensi sebagai makhluk sosial. Sisi negatifnya bisa jadi membuat seseorang rentan untuk ‘pamer’ atau kecanduan. Dan yang paling menonjol dari FB adalah begitu mudahya mendapatkan informasi dari sini bahkan kita bisa mengetahui kehidupan orang yang tak kita kenal. Si X sedang mengalami kejadian tertentu, dia suka ini, dia nggak suka itu. Facebook adalah wadah yang begitu terbuka.

3.        Twitter
all pictures are taken from internet
Bedanya Facebook dan Twitter yang paling menonjol tentu adalah status/tweet. Kalau di FB meng-update status beberapa kali sehari bisa membuat orang lain ‘eneg, di twitter mau berkicau berkali-kali sehari dianggap biasa. Tweet ‘tak penting’ seperti “lapar,” pun tak dianggap aneh. Haha. Informasi tersebar begitu cepatnya di Twitter mengingat frekuensi tweet pengguna yang luar biasa (awas Twitter bikin kecanduan :p). Pengguna Twitter begitu mudahnya berbagi dan tak jarang melakukan ‘curcol’. Sikap dan sifat orang bisa terbaca dengan akurat dari apa-apa yang dikicaukannya *menurut saya sih. Hehe. Pernah saya menuliskan tentang Twitter di mari.

Overall, yang paling menarik dari situs jejaring sosial adalah evolusi interaksi yang terjadi antar manusia. If I may say so. Dua orang yang duduk bersebelahan bisa jadi tak saling bicara di dunia nyata tapi saling berbincang-bincang dengan serunya di dunia maya. Orang-orang sibuk dengan handphone di tangan untuk ber-facebook ria atau saling berbalas mention di Twitter. Tak memerhatikan sekitarnya. Selain itu betapa banyak informasi yang masuk dari apa-apa yang kita baca di situs jejaring sosial yang sebenarnya tak perlu untuk diketahui yang justru kalau kita tahu membuat sakit hati. Istilah populernya KEPO (Knowing Every Particular Object)

Situs jejaring sosial bisa jadi pedang bermata dua, bijak-bijaklah menggunakannya. :D

11 comments:

  1. Bener banget mon... dahsyat perubahan cara sosialisasi kita",

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang mikir apa lebih baik dulu ya pas ga ada socmed hehe..

      Delete
  2. Memang salut juga sama temen2 yang bisa istiqamah menolak senjata freemasonry berwujud media sosial ini.. *padahal malah bikin kita asosial ya?! {Dua orang yang duduk bersebelahan bisa jadi tak saling bicara di dunia nyata tapi saling berbincang-bincang dengan serunya di dunia maya.}

    akhirnya.. saya mah pake senjata mereka untuk kick back aja ah.. biar senjata makan tuan.. hehehe

    btw, Neng.. ini apresiasi balasan atas awardnya.. skali lagi makasih ya.. http://muxlimo.blogspot.com/2012/05/oase-di-tandus-padang-indonesiana.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung pemakainya Mas mau dipakai buat apa :)

      makasih apresiasinya Mas, cek komennya ya..

      Delete
  3. di FS wall-nya namanya testimonial mon, biasanya kalo testi-nya banyak berasa keren hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohya itu cha xixi dulu happening bgt deh :D

      Delete
  4. hihii...aye dulu juga kecanduan update status kaga siang kaga malem, sekarang malah jenuuuhhh :D

    FS? barengan ame kriboo, soalnye dulu gaptek banget, sekarang juga masih gaptek siih... hahahahhaa :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener2, lama2 bosen juga hoho...

      sama ane juga gaptek, ga pinter ngutak ngatik html blog jadi tampilannya masi biasa hiks hiks

      Delete
  5. analisisnya keren :)
    yup, transformasi cara bersosialisasi kita sudah berubah. saya punya tetangga depan rumah yg jarang banget buat ngobrol (emang pendiem orangnya) tapi klo di jejaring sosial bisa sangat kocak dan ngobrol panjang lebar, tp klo ketemu lsg cuma sapa bentar terus senyum doang. hehe.. aneh ya :D
    dan bener banget antara sikap seseorang di dunia nyata dan di dunia maya bisa berbeda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, beberapa kali nemuin teman yang kayak gitu :)

      Delete
  6. paling enak ya ngeblogs. Lebih panjangs spacenya

    ReplyDelete