Thursday, May 24, 2012

Jilbab : Dulu dan Sekarang (Bagian Pertama)


Dekade 80-an merupakan era kebangkitan Islam di Indonesia yang salah satunya dipengaruhi oleh pergerakan Islam di Iran. Kesadaran memakai jilbab mulai tumbuh di kalangan perempuan meski di era ini perempuan yang mengenakan jilbab bisa dilabeli sebagai pengikut aliran sesat hingga mengalami berbagai penolakan atas jilbab yang dikenakannya. 

Saya masih ingat benar, pada saat SMP dua orang teman yang sudah mengenakan jilbab harus menyerahkan pas foto untuk keperluan sekolah yang memperlihatkan kedua telinganya. Saat saya lulus SMA tahun 2007, seluruh siswi berjilbab di sekolah (entah ini peraturan sekolah atau peraturan dari mana) diwajibkan untuk membuat surat pernyataan bersedia menanggung risiko apa saja (atas jilbab yang dikenakan) sebelum kami lulus. Hingga sekarang saya pun masih belum bisa memahami apa makna di balik aturan pas foto harus memperlihatkan telinga dan surat pernyataan tersebut. 

Beberapa tahun belakangan ini, kesadaran menutup aurat (berjilbab) berkembang dengan pesatnya dalam masyarakat. Jilbab telah diterima dengan luas dalam berbagai lingkup masyarakat misalnya dalam profesi tertentu yang dahulu mensyaratkan karyawannya tidak berjilbab. Busana Muslimah dengan aneka model, jilbab dengan aneka gaya hingga berbagai aksesoris menarik. Pendek kata, terdapat berbagai kemudahan dalam upaya menutup aurat. Perempuan berjilbab dapat ditemui dimana-mana.

Sekarang ketika jilbab ramai dikenakan dimana-mana, ada beberapa hal yang saya lihat yang membuat saya kurang nyaman secara pribadi :

1.    Celana Legging
Dulu sebelum marak model perempuan berjilbab mengenakan legging sebagai pakaian luar, saya mengenal legging sebagai pakaian yang digunakan dalam senam. Celana legging membentuk lekuk kaki dengan sempurna lantaran melekat pada kulit. Pakaian yang , menurut saya, kurang pantas digunakan sebagai pakaian luar seorang perempuan Muslimah. Kecuali legging dikenakan sebagai pelapis rok panjang tentu saja :)

2.    Rok mini
Beberapa kali saya melihat perempuan berjilbab mengenakan atasan panjang lalu bawahan rok mini yang dikombinasikan dengan celana legging atau stocking. Jujur buat saya pribadi, saya tak habis pikir dengan model seperti ini.

3.    Kaos manset
Kaos manset adalah kaos yang biasanya digunakan sebagai pelapis pakaian lengan pendek. Yang menjadi masalah, menurut saya, jika kaos manset ini digunakan sebagai pakaian luar. Bahan kaos manset biasanya spandex atau katun yang jatuh di kulit membentuk lekuk tubuh bagian atas. Pernah saya melihat seorang perempuan berjilbab seleher pada waktu itu mengenakan kaos manset berwarna muda (sebagai pakaian luar) sebagai atasannya, busana yang tak hanya membentuk lekuk tubuh dengan sempurna tetapi juga memperlihatkan (maaf) pakaian dalamnya.

4.    Jilbab setengah-setengah
Pertama kali melihat fenomena ini pada saat SMA saat bertemu adik kelas yang berjilbab pada saat sekolah tetapi di mal ia berjalan-jalan tanpa mengenakan jilbab. Ada ya seperti itu? pikir saya pada waktu itu. Namun semakin hari rasa-rasanya saya melihat fenomena itu lebih banyak lagi. Misalnya saat kuliah/bekerja mengenakan jilbab, saat sudah tidak berada di kampus/kantor melepas jilbabnya.

5.    Jilbab yang terlalu tipis
Semakin banyak jilbab dari hari ke hari tetapi rasa-rasanya semakin tipis kain jilbabnya. Jilbab yang tipis (apabila tidak dilapisi tentu saja) memperlihatkan leher secara terawang sementara leher merupakan aurat yang semestinya ditutupi.

6.    Full-pressed body
Pakaian atas dan bawah amat sangat ngepas di badan.

Pakaian Muslimah yang kita  kenakan seyogyanya -meminjam istilah akuntansi- bersifat substances over form (subtansi melebihi bentuk) artinya tak sekadar berbentuk menutup aurat dalam arti hanya memperlihatkan muka dan telapak tangan saja tetapi lebih dari itu ada substansi yang jauh lebih penting dari bentuknya, bahwa jilbab yang dikenakan memiliki tujuan agar Muslimah mudah dikenal (akan identitas keislamannya tentu saja) dan tidak diganggu.
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak permepuanmu dan isteri-isteri orang mu’min : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka “. Yang demikian itu supaya mereka lebih mdah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu….” (terjemahan Q.S Al Ahzab:59)
“… Dan hendaklah merka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya…” (terjemahan Q.S. An-Nuur:31)

Sayang rasanya kalau perempuan Muslimah sudah mau menutup aurat tetapi pakaian yang dikenakan dapat mengundang pikiran atau pandangan negatif dari lawan jenis. Seorang teman laki-laki pernah meminta saya untuk memberitahu seorang teman perempuan (berjilbab) agar tak mengenakan pakaian yang seksi dan terlampau membentuk lekuk tubuhnya lantaran beberapa teman laki-laki membicarakannya secara (maaf) ‘kurang pantas’. 

Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang istiqomah dalam berjilbab dan berjilbab secara ‘substansi’nya. Aamiin.


                          Karena yang berharga, disimpan secara hati-hati bukan? :)


---
Catatan :
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini, sama sekali tak ada maksud menyinggung siapapun secara pribadi. :)






22 comments:

  1. Mari menegur.
    Mari memperingatkan dalam kebaikan.
    Dan lagi, banyak juga yang modelnya macam-macam ya. Pribadi berpendapat, sederhanalah.. Karena banyak orang di luar sana yang mencintai kesederhanaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. :)

      Makasih komentarnya Arya.. Salam kenal:)

      Delete
    2. Iya mba Monika. Komentar saya di atas sepertinya komentar perdana di sini.
      Salam persahabatan dariku. :)

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Kenapa di bagian akhirnya ada tulisan "minta maaf"? Justru itu ngga perlu... Tulisan ini keren dan semoga cewek2 berhijab jaman sekarang membaca tulisan ini dan segera memperbaiki gayanya... :D

    Nice post by the way... :D Eh, yg baca baru cowo semua... XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Takut ada yang kesinggung hehe..

      Aamiin..

      Salam kenal ya kang Admin :D

      Delete
  4. apalagi jilbab model punuk unta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohya.. Lupa nulisinnya *tepokjidat

      Syukron deady :)

      Delete
  5. akhirnya ada cewek yg berkomentr ya....^_^
    nice post mbak...smoga istiqomah
    salam ukhuwah^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga istiqomah..

      Sering2 maen ya Uty hihi

      Delete
  6. Jilbab setengah-setengah bisa terjadi saat penggunaan jilbab itu menjadi suatu kewajiban, bukan dari kesadaran sendiri sebagai seorang muslim. Ini terjadi di tempat ku bekerja saat ini. Di Kabupaten serta di SMA, yang wanita wajib untuk berjilbab. Akibatnya, saat selain bekerja atau sekolah mereka melepas jilbab, disamping itu, pakai jilbab pun tidak benar, rambut kelihatan, dan semacamnya.

    waktu foto ijazah kuliah kemarin, saya masih disuruh tanda tangan surat pernyataan seperti yang mbak Monika sampaikan diatas. dan ternyata hal itu masih berlaku sampai saat ini yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo SMA sama kantorku ga da kewajiban berjilbab jadi ku tulis di postingan :)

      Klo sekarang kurang tahu masih ada begituan enggak hehe..

      Makasih kunjungannya Arma, salam kenal :)

      Delete
  7. Aamiin..:)

    iye, Nay juga sering liat begono, miris banget dah akh.. kayaknye jilbab cuman buat trend doang buat mereka..Nauzdubillah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nay, aye sedih nih ngeliatnya :(

      smoga kita selalu dilindungi dr hal2 sperti itu dan selalu istiqomah, aamiin..

      Delete
    2. semoga kita istiqomah.. amiin..
      menutup aurat memang harus dibarengi dengan kemauan menuntut ilmu..

      Delete
  8. Saya setuju nih mbak, kalo anak sekolahan zaman sekarang beda lagi, mereka berjilbab, tapi roknya nanggung sampe bawah...

    Saya sendiri ngga pernah nemui yang namaya wanita yang menutup auratnya secara sempurna diganggu, malahan yang pake pakaian biasa ato seksi yang dilecehin (disiulin misalnya) ato yang lebih parah.

    saya jadi member ke 112 kak, berhubung kita satu almamater ...ce ileee^^

    Salam solid!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam solid Sabda, maap kelewatan balas komennya hehehe...

      Makasih yah komennya :)

      Delete
  9. memang sekarang banyak muslimah yg blum mngetahui hukum syara' jilbab

    ReplyDelete
  10. saya baru berkomentar hehehhe...

    Klo inget SMA kata @Armae.hehe beda lagi sama diriku. Dari SMP sampai SMA saya berjilbab. walpun dirumah saya ga berjilbab hhah ketahuan deh. dulu lah masa jahiliyah. Tapi pas Kelas Waktu pemotretan foto ijzah sruuh di lepas. disitu gak ada kerelaan hatiku.
    rasanya ingin marah. Tapi wajib hukumnya. aih yg nyuruh pdahal pake jilbab. KOk Aneh yah?

    Sejak itu merasa saya sudah terbiasa berjilbab dan perlahan-lahan hingga akhirnya mencintai secara kaffah.

    Zaman skrnag jagn ditiru. Sederhana dari kecil saya gak suka rame dan norak.apalgi yg alay. Sangat membanggakan pakaian yg gak ada santunnya.he,,koment paling panjang yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. An Nuur, senang dirimu kembali ke perbloggeran *lebay :D

      Mudah2an kita selalu istiqomah.. Aamiin..

      Delete
  11. "Menutup aurat itu berbeda dengan membungkus aurat, hehe..."

    ReplyDelete
  12. ijin share ya........ :)

    ReplyDelete