Thursday, May 31, 2012

P.A.S.S.I.O.N


Apa cita-citamu saat kecil?

Sewaktu kecil setiap ditanya mengenai cita-cita, saya bingung menjawabnya. Saya belum terpikir untuk menjadi apa saat besar nanti. Sempat latah bercita-cita menjadi seorang dokter seperti kebanyakan teman tetapi menyadari bahwa saya tak tahan melihat darah, luka dan semacamnya. Gagal. Hidup mengalir saja hingga SMA. Belum terpikir menjadi apa, yang penting sekolah dulu. Hihi. Hingga pada SMA kelas XII baru menyadari bahwa pokoknya saya tak mau berhubungan dengan ilmu alam. Titik. Cita-cita saya maju satu langkah. Saya mau berkecimpung di ilmu sosial, entah apa itu bentuknya.

Singkat kata, akhirnya saya berkuliah di STAN (yang tak ada ilmu alamnya sama sekali tentu saja hoho), di sana saya menemukan passion yang selama ini saya cari-cari dan belum menemukannya : mengajar. Berbagi ilmu bahasa Inggris dengan siswa-siswa yang berjuang untuk lulus tes masuk kampus STAN. Ya,mengajar bimbel. Belum pernah saya merasakan semangat dan gairah yang meletup-letup seperti pada saat saya mengajar. Saya menunggu-nunggu jam mengajar, setelah mengajar saya mempersiapkan bahan untuk diajarkan keesokan harinya, membuat ringkasan materi untuk adik-adik yang saya ajar, hingga mencarikan jalan pintas agar siswa cepat paham dan melebihkan jam mengajar tanpa diminta. Sungguh mengajar membuat hidup saya lebih hidup. Binar mata murid-murid saat mereka paham apa yang saya ajarkan rasanya luar biasa. Kepuasan yang tiada terukur. Saya merasa berguna…

Saat pengumuman instansi kerja saya sangat berharap bisa bekerja di BPPK (Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan) lalu ditempatkan di kampus STAN dan mendaftar menjadi widyaiswara (dosen). Atmosfer dunia ajar-mengajar membuat saya merasa amat nyaman. Ketentuan Yang Di atas, keinginan itu tak terkabul. Saya bekerja di tempat yang tak bersinggungan dengan dunia pendidikan. Tak mengapa.

Mengajar dan belajar adalah satu paket yang tak terpisah. Meningkatkan satu sama lain. Ya, apa yang mau diajarkan kalau tak ada yang dipelajari sebelumnya. Mencari ilmu adalah sebuah kewajiban. Ulama zaman dahulu melintasi batas negeri demi mempelajari satu buah hadits, zaman sekarang yang mana segala fasilitas dan kemudahan belajar di depan mata seharusnya membuat pencarian ilmu menjadi jauh lebih bersemangat. Seluruh waktu, biaya dan pikiran yang tercurah bukanlah sebagai sebuah ‘biaya’ melainkan ‘investasi’, di dunia maupun di akhirat.

Salah satu keinginan terbesar saya dalam hidup adalah membuat sekolah untuk anak yang kurang beruntung. Mengajarkan macam-macam, mulai ilmu dasar Aqidah, Fiqih hingga Bahasa Arab, Mandarin dan beraneka keterampilan.Saya membayangkan berada di depan kelas, memegang spidol atau berada di taman yang rindang menggenggam cangkul, mengajarkan ilmu bercocok tanam. Ah, mimpi untuk sepuluh hingga lima belas tahun lagi. Dengan izin Allah tentunya.

Saya juga tak sabar mengajarkan beraneka rupa ilmu untuk anak saya nanti (walaupun saya masih belum tahu siapa ayahnya hehe). Ilmu-ilmu yang harus saya pelajari dari sekarang. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ia membentuk pondasi dasar sang anak. Karenanya ia harus pandai, paham ilmu agama nomor satu dan ilmu kehidupan setelahnya.

Doakan saya dapat menjadi pengajar yang baik untuk anak-anak saya nanti dan mendirikan sekolah yang diidam-idamkan. Saya terlambat sadar bahwa dunia pendidikan adalah passion saya, sesuatu yang membuat hidup ini lebih hidup tetapi insya Allah, saya akan berada di jalan ini… Mungkin kini, mungkin suatu hari nanti…

Karena salah satu pahala yang terus mengalir adalah ilmu yang bermanfaat…. 

----
Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes giveaway yang diadakan oleh Mbak Awal (pemilik blog Khansa with Passion) :)


7 comments:

  1. insyaallah dirimu udah menempati space khusus dalam permintaaku kepada-Nya.. jaga terus passion nya, saat usaha keras, tawakkal dan kesabaran saling mendukung maka rencana indah telah dipersiapkan Allah..
    tunggu pengumumannya ya..;)

    ReplyDelete
  2. Subhanallah... cita2 yang mulia banget sis..:)
    ikut mendoakan mba Monika, semangaatt ya mba ^__^

    ReplyDelete
  3. Semangat, mba...
    Semoga menang kontes, semoga cita-cita terwujud.. :)

    ReplyDelete
  4. butuh ketekunan dan kesabaran untuk meraih itu... :)

    ReplyDelete
  5. aha..., dunia pendidikan.... sungguh aku juga suka...
    semoga terkabul apa yang dicita-citakan ya mbak....

    semoga sukses pula ngontesnya....

    ReplyDelete
  6. kunjungan gan .,.
    Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete