Wednesday, May 9, 2012

Tentang Mengeluh


Hujan yang singgah atau panas yang merekah sama-sama menimbulkan kesah. Ah, manusia diciptakan berkeluh kesah lagi kikir1 bukan? Lagi-lagi soal socmed, socmed memicu manusia untuk mudah menumpahkan keluh kesahnya, secara terbuka, ya baik melalui status Facebook atau tweet (ini luput saya masukkan di postingan kemarin hehe).  Mudah sekali rasanya menge-klik tombol ‘update’ ketika emosi sedang diaduk. 

Hal buruk harus dikurangi dan dilawan. Termasuk keluhan. Salah satu pusaka kebajikan adalah merahasiakan keluhan2. Pelan-pelan saya mencoba mengurangi mengeluh. Cara pertama, terkait dunia maya, setiap kali ‘secara emosional’ menuliskan keluhan di Facebook atau Twitter, tahan sejenak, jangan langsung memencet tombol ‘update’. Baca lagi apa yang ditulis dan cermati apa hal seperti itu perlu dibagikan. Membagikan keluhan. Trust me it really works. 

Yang kedua terkait kehidupan di dunia nyata, jika ada hal-hal yang tak berkenan di hati jangan langsung berkomentar. Diam sejenak. Tarik nafas panjang dan tersenyum. Iya tersenyum, mengangkat kedua ujung bibir. Secara ajaib hal ini akan membantu menghilangkan rasa ingin mengeluh. Cobalah. I’ve proven it ^^

Saya belajar banyak dari seorang ibu di kantor yang menurut saya ‘orang yang nggak pernah mengeluh’. Ketika saya datang menceritakan keluhan kepadanya, ia hanya tersenyum, “Udah jangan ngeluh, enak nggak enaknya diterima saja, ditelan saja,”. Saya diam dan mencerna kata-katanya. Diterima saja. 

Mama mengajarkan banyak tentang ‘menata hati’. Untuk legawa dan menerima apa-apa yang ada. Kalau ada orang yang membuat kita kurang nyaman atau menzalimi kita, tak usah mengeluh, tak usah membalas. Doakanlah. Ada Allah SWT yang tak pernah luput membuat perhitungan, akan menggantinya dengan kebaikan. Insya Allah.  Dan menggenggam mindset itu membuat hati menjadi jauh lebih lapang. 

Dan tentu saja mengeluh tak menyelesaikan masalah. I should emphasize it.


Referensi :
1.       Sesungguhnya manusia diciptakan berkeluh kesah lagi kikir (terjemahan Q.S Al Ma’arij : 19)
2.    Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)




3 comments:

  1. InsyaALLAH trus belajar buat kaga ngeluh *smile

    ReplyDelete
  2. membuat hati menjadi lapang itu betapa pentingnya ya, Mbak...
    hmmm, senang saya membaca postingan yang penting dan asyik ini.

    ReplyDelete