Thursday, May 3, 2012

Ululko Hotcat

Si Ulul waktu lagi hamil

Namanya Ulul, usianya saya tak tahu pasti. Dia sering mondar-mandir di kos saat saya masih kuliah tingkat tiga. Ia berbulu abu-abu putih. Ya, Ulul adalah seekor kucing. Kucing betina yang lucu. Ia menjadi kesayangan penghuni kos lantai atas bahkan saking sayangnya teman-teman membuat akun facebook untuk Ulul dengan nama Ululko Hotcat dan menulis status serta mengunggah foto. Hihi.

Hobi Ulul ‘kelekeran’, sepemahaman saya untuk istilah dalam bahasa jawa yang berarti kegiatan ‘duduk atau tidur terlentang santai’. Tanpa beban *ya iyalah namanya juga kucing.

Enak ya jadi kucing, pikir saya suatu hari melihat si Ulul ‘kelekeran’ sambil menggeliat-liat. Tak ada hisab (walaupun ada yang mengatakan kelak hewan juga di-qishash. Wallahu a’lam). Tak seperti manusia yang menanggung kewajiban kekhalifahan *pikirannya jadi kemana-mana*

Dari Ulul juga saya pertama kali melihat proses kelahiran, menahan nafas melihatnya gelisah tak karuan di dalam kardus. Menatap tanpa kedip menunggu makhluk baru hadir di muka bumi. Wow, melihat proses kelahiran kucing saja saya bisa takjub apalagi kelahiran seorang manusia. Subhanallah. Tubuh mungil kucing yang baru lahir seperti tikus kecil yang ‘buta’, meraba-raba sekitarnya sebelum menyusu pada sang induk.

Ah, jadi kangen Ulul. Terakhir saya lihat dia mondar-mandir di bagian Akhwat Masjid Baitul Maal kampus STAN beberapa waktu yang lalu. Tubuhnya kurus seperti kurang makan. Ia dibuang dari kos karena dianggap mengganggu dengan anaknya yang banyak.

Ngomong-ngomong soal hewan, saya tak pernah tertarik memelihara hewan. Malas repot memeliharanya. Hehe. Satu-satunya hewan yang pernah dipelihara di rumah hanyalah ikan di akuarium. Selain itu paling memberi makan kucing yang datang silih berganti. Si adek bungsu, Hilmy, malah pernah memberi makan sepotong daging ayam untuk untuk kucing sementara ia belum makan. Haha.

Hewan yang saya suka cuma kucing walau kucing-kucing yang saya kenal cuma kucing-kucing kampung yang singgah di rumah hehe. Bagi saya semua kucing itu berparas ‘menarik’ ditambah matanya yang besar. Bulu-bulunya juga lembut di belai-belai apalagi jika menggeliat-geliat.

Ah, cuma segini saja cerita saya tentang hewan kesukaan. Mudah-mudahan Naya yang memberi tema berkenan menerima atau mungkin ada yang mau cerita tentang hewan kesayangannya? I’ll be looking forward to ;)

4 comments:

  1. ;) makasi juga mon... kucingnya lucu...;)

    ReplyDelete
  2. haha si ulul, jadi inget ulul..
    *lho?

    ReplyDelete
  3. hihihihihihi gemes sekali tuh kucingnya..... :)

    ReplyDelete