Wednesday, June 20, 2012

Book Review #19 : Life Traveler


picture taken from Goodreads
“The world is a book and those who do not travel read only one page.”  (Augustine of Hippo)

Some people say that sometimes it is not about the destination but more about the journey itself...

Perjalanan selalu memberikan kenangan tak terlupakan di setiap sudut ruang. Terlebih lagi untuk seseorang yang jeli menangkap pesan tersembunyi di balik setiap kejadian yang terjadi. Menangkap laku bisu interaksi manusia melalui isyarat gerak yang terkadang jauh lebih berbicara dibanding kata-kata dan memotret indahnya saat kita mau untuk sekadar…  lebih memahami…

Windy Ariestanty merangkum cerita demi cerita perjalanan yang ia punya melalui buku yang mengalun manis nan lembut : “Life Traveler”. Ia mengajak pembaca berkeliling negara-negara Indochina dan beberapa negara di Eropa sekaligus sekaligus mengajak pembaca merenungkan sejenak arti sebuah perjalanan. Cinta yang tak semarak antara dua orang kakek nenek di sebuah taman di Siem Reap, bercakap-cakap dengan turis Rusia yang tak bisa bahasa Inggris menunjukkan bahwa di atas bahasa-bahasa yang ada di dunia, pemahaman antara seseorang dengan lainnya yang lebih berbicara hingga ketika ia menemukan kembali arti kisah cintanya melalui kejadian demi kejadian. 

Pantaslah kiranya buku ini dilabeli dengan kata ‘Life Traveler’ : petulang kehidupan. Cerita demi cerita tentang kehidupan mengalir dengan puitis ringan dan dengan dilengkapi foto-foto nan menarik. Saya rasa itulah kelebihan buku ini. Selain itu, seperti pada umumnya sebuah buku yang membahas mengenai perjalanan, dalam buku ini dimuat tempat-tempat wisata yang menarik pada suatu negara dan tips dari penulis. Kalau boleh membandingkan, buku yang menggunakan ilustrasi manis ini berada di antara pertengahan ‘Garis Batas’ dan ‘The Naked Traveler’. Kelemahannya menurut saya terletak bahwa ada beberapa kalimat di beberapa bagian yang seperti menggantung dan menyisakan rasa penasaran pembaca. 

Nice one :)

8 comments:

  1. Haha.. Baru kemarin saya beli bukunya. Tertarik dengan sinopsis di bagian belakang bukunya:
    "Tapi, yang paling menyenangkan dari sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun.."

    Nonjok!
    Mari membacaaaa.. :)

    ReplyDelete
  2. Udah punya bukunya, tapi belom sempet dibaca...hehehe

    ReplyDelete
  3. pinjem bukunya dong mbaa.. :)

    ReplyDelete
  4. “The world is a book and those who do not travel read only one page.” (Augustine of Hippo)

    ckckck. Prinsip yang aneh sekali

    ReplyDelete
  5. cocok nih ma saya yang suka jalan2,, gratis.. hehe.. mahal ga ya bukunya..??

    ReplyDelete
  6. wah... kayaknya buku di atas bagus, jadi pengen beli...

    ReplyDelete
  7. Sepertinya menarik buat dibaca.. belum banyak buku Indonesia yang seperti ini, bukan?", thanks for sharing, Mon;)

    ReplyDelete