Friday, June 29, 2012

Selintas


Tuhan selalu mendengar… sekalipun… rintihan paling lirih dari ruang hati yang paling tersembunyi…
Lisan yang malu-malu berucap atau bahkan bisikan hati yang sekadar.. selintas datang…

Dua minggu yang lalu saya tiba-tiba berpikir, “Ya Allah, aku ingin ke Kalimantan,”. Entah mengapa tiba-tiba terpikir pulau tersebut. Cuma selintas saja. Lalu tiba-tiba seminggu kemudian secara tak terduga pada Rabu sore ditawari atasan untuk pergi menghadiri sebuah undangan di ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan yang tak saya duga dan juga pas kebetulan atasan berhalangan hadir sehingga saya yang menggantikannya. Jadilah keesokan harinya saya berangkat. 

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba membatin, “Wah, sudah lama nggak makan ayam XXX, pengen juga”. Selintas aja. Dua hari kemudian seorang teman perempuan membelikan ayam goreng itu. Secara tak terduga.

Beberapa hari yang lalu berdoa (kali ini benar-benar berdoa, tak sekadar membatin saja) agar diberi rezeki lebih untuk kebutuhan lebih di bulan ini dan bulan depan. Kemarin tiba-tiba mendapatkan rezeki tak terduga dari arah yang tak disangka-sangka (bukan gaji ketiga belas, kalau ini sih sudah ‘terduga’ hehe). Subhanallah. Dalam waktu kurang dari satu minggu Dia mengabulkan, dengan cara yang tak bisa saya reka-reka.

Kemarin terpikir selintas ingin berbincang dengan seorang sahabat lama yang lama tak bertukar kabar. Hari ini tiba-tiba dia menghubungi sembari bertukar cerita. Kemarin  terpikir selintas untuk mengajak jalan seorang teman perempuan yang menurut saya seru untuk diajak mengobrol dan bercerita. Tiba-tiba saja hari ini dia mengajak jalan sebelum saya mengajaknya.

Tak ada hal yang terjadi secara kebetulan. Bahkan untuk sekadar gugurnya daun dari ranting...

Ah, Tuhan Maha Baik. Senantiasa mendengar. Bahkan suara hamba yang terkadang lalai. Ia lebih dekat, bahkan daripada urat nadi…
Sesuatu yang mungkin kadang terlupa… 

Bahkan yang hanya sekadar terlintas oleh hati…
Apalagi yang diucapkan berkali-kali… Yang dimunajatkan dalam hening sepertiga malam… 
dalam rintihan kelemahan seorang hamba...
 
Saya bergumam. Betapa penyayangnya Dia, suatu pikiran buruk tak dihitung sebagai dosa sebelum benar-benar dilakukan. Sesuatu yang baik, insya Allah, telah dicatat sebagai sebuah kebaikan meskipun masih berupa niat di dalam hati. Yang harus saya lakukan adalah terus dan menerus menanamkan semua pikiran yang baik dan baik saja. Harapan. Optimisme. Cukup itu saja.

 
Kepada Dia yang tak pernah lelah dan merasa berat mengurus
Kepada Dia yang Maha Dekat


“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh)? Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah,” (terjemahan Q.S. Al Hajj:70)

10 comments:

  1. so sweet, mon.........
    miss u... :*

    kapan ke kalimantannys??
    yup,
    oleh2,yaa

    ReplyDelete
  2. sesuatu yang baik akan dicatat hal yang baik pula..
    yupp aku selalu percaya itu :)

    ReplyDelete
  3. Hehe... baru terlintas di benak sudah terijabahi oleh-Nya...
    Emang Allah Maha Mendengar ya, Mbak.

    Salam kenal dari Semarang.
    Maaf baru sempat berkunjung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh Semarangnya mana? aku juga orang Semarang hehe... Di Ngaliyan..

      Delete
  4. hmmmm... kita tak pernah tahu apa rencana Allah swt. Namun ketika suatu niat yang tulus lagi ikhlas tersemat di hati, ada saja jalan yang tak terduga untuk membawakan kita pada niat ikhlas sebelumnya. Ini yang disebut rahmat Tuhan yang maha kuasa terus saja ada bagi kita yang punya niat dan hati mulia. hehehe... salam!

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah.. selalu diperhatikan Allah ya.. selalu dapat rezeki yang tak disangka-sangka..

    ReplyDelete
  6. Subhanallah... makasi sudah share, Mon", benar2 menyejukkan hati...

    ReplyDelete
  7. begitulah kalo emg slalu dekat dg Tuhannya :D

    ReplyDelete
  8. hi ... nice blog, visit back my blog. http://devilovekucing.blogspot.com

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah...., terlintas keinginan: dikabulkan; bahkan masih banyak sekali anugerah-Nya, yang meski kita secara kata-kata jarang memintanya, Tuhan begitu penuh rahmat memberikan kepada kita, misalnya udara yang kita hirup, detak jantung, sel-sel dalam tubuh, kemampuan mata melihat, telinga mendengar, otak berpikir, dan masih banyak lagi....

    ReplyDelete