Monday, September 3, 2012

Buku yang Tak Usai-usai

Beberapa buku digeletakkan begitu saja. Ada yang terasa begitu membosankan untuk dilanjutkan, ada yang rasa-rasanya meminta 'energi lebih' untuk memahami kata demi kata. Ah, ya sering kali kita ingin merasa 'terhibur' bukan. Memilih komik misalnya (Conan tetap pilihan pertama) dibandingkan buku biografi, memilih buku tipis dibandingkan buku tebal.

Seperti dikatakan sebuah film yang kurang lebih mengatakan, "Hidup seperti toko buku, kita memilih yang ringan dan meninggalkan yang berat,"

Hanya perlu sehari untuk menyelesaikan sebuah novel tetapi dengan tebal yang sama, buku agama bisa jadi diselesaikan berminggu-minggu lamanya. Kitab berjudul 'Shahih Fiqih Wanita' misalnya satu jam membacanya paling saya cuma dapat sepuluh halaman, terkadang perlu berulang kali membaca sebelum paham. Mungkin itulah mengapa belajar memerlukan guru, tak bisa semata-mata dari buku. Beberapa buku bagus masih dibaca sebagian hingga sekarang.

Beberapa buku ada yang memang sengaja tak diselesaikan...

Ah ya, seperti itu mungkin hidup. Ada yang bisa kita lewati selintas saja, ada yang membuat kita berhenti dan termangu memikirkannya, ada yang harus dihadapi meskipun pelan-pelan kaki melangkah...
Mungkin...

I wish i could finish these books like reading a novel ;)


4 comments:

  1. kemungkinan besar kalo buku yang dibeli tapi sering gak ada mood untuk membaca ya buku itu bukan buku yang kita inginkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan gak mood dead, ga selesei2 gara2 perlu waktu ekstra membacanya.. kayak shahih fiqih wanita itu buatku perlu waktu dan pikiran ekstra membacanya, tebelnya aja 500 halaman, klo sehari bisa sepuluh halaman aja perlu 50 hari kan ahaha..

      Delete
    2. iya juga sih
      lha ini Syarah Kitabut Tauhid aja aku gak selese"
      lha akunya di sini, kitabnya di Surabaya. Gimana mau selese?

      tapi aku ada kitab Shahih Adabul Mufrad. Wihhh gak nyangka baca kitab kek baca novel. Cepet bangetttt. Lha isinya adab" sih

      Delete
  2. hehe, aku juga ada buku yang belum selesai-selesai dibaca, mbak monik. mentok di halaman 20 an karena gaya bahasanya loe gue, dan pake maju mundur alurnya. jadi agak bingung :D mungkin memang harus pelan-pelan dicicil dulu, hehe

    ReplyDelete