Wednesday, October 17, 2012

Cahaya Harapan yang Senantiasa Berpijar




Tanggal dua puluh tujuh bulan ini, tepat enam puluh tujuh tahun berdirinya perusahaan negara yang bergerak di bidang kelistrikan. PT Perusahaan Listrik Negara (biasa disebut PLN), perusahaan yang pada awalnya berbentuk jawatan ini berubah bentuk menjadi perseroan sejak tahun 19941. Dengan mengusung moto ‘Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik’, PLN dituntut untuk senantiasa memberikan pelayanan pelayanan prima kepada para masyarakat, sesuai dengan tujuan dibentuknya BUMN itu sendiri. 
sumber dari sini

Tak dipungkiri, dewasa ini listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Dari pertama membuka mata dan menyalakan lampu kamar, menghidupkan air dengan menggunakan pompa air listrik, memasak menggunakan rice cooker, bekerja menggunakan komputer, apa saja. Masyarakat tak bisa hidup tanpa listrik. Itulah mengapa mati listrik merupakan salah satu hal yang paling tak disuka. Harapan terbesar untuk PLN tentu saja, tolong senantiasa sediakan listrik, kapan saja. Beberapa waktu yang lalu, listrik mati saat saya kebetulan berada di dalam lift. Untunglah setelah menekan tombol emergency, pintu lift terbuka. Sensasinya cukup menegangkan. Hehe.

Di tengah-tengah kebutuhan masyarakat akan listrik yang amat besar, PLN berusaha mengatasinya dengan membangun berbagai macam pembangkit listrik yang disesuaikan dengan kondisi daerah terkait. Sebut saja Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan sebagainya. Semoga PLN mampu mengatasi krisis listrik di negara ini sehingga rasio elektrifikasi di negara Indonesia tinggi. Tak hanya penduduk kota-kota besar yang bisa menikmati listrik tetapi merata di seluruh Indonesia hingga ke pelosok negeri. Listrik dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia sehingga dapat secara optimal menyokong ekonomi masyarakat, dengan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang terjangkau. 

semoga PLN bisa menerangi seluruh wilayah Indonesia, sumber gambar dari sin
Dalam berbagai berita yang pernah saya baca, kinerja PLN masih dianggap kurang efisien sehingga menyebabkan kerugian. Untuk periode Semester I Tahun 2012 misalnya disebutkan bahwa laba bersih PLN anjlok sebesar 99,7% dari laba bersih periode yang sama pada tahun lalu lantaran rugi selisih kurs dan kenaikan beban keuangan2. Masyarakat sebagai pengguna layanan PLN tentu amat berharap bahwa PLN dapat meningkatkan kinerja dengan beroperasi secara efisien sehingga dapat bekerja secara optimal. Hal tersebut tentu akan meningkatkan laba PLN sehingga PLN akan menyediakan listrik dengan harga yang semakin terjangkau, pemerintah dapat mengurangi subsidi listrik sehingga mengurangi beban APBN dan subsidi listrik dalam jumlah cukup besar tersebut (dalam APBN-P tahun 2012 diperkirakan sebesar Rp64,9 Triliun3) dapat dialihkan pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan lainnya.

Saat membaca catatan demi catatan Direktur Utama PLN (saat itu) yang dirangkum dalam sebuah buku berjudul Dua Tangis dan Ribuan Tawa (resensinya bisa dibaca di sini), saya seperti tersedot dalam pusaran energi yang dibawa oleh Dahlan Iskan dalam memimpin PLN maupun semangat para pegawai PLN dalam menjalankan tugasnya. PLN tentu diharapkan memiliki pegawai yang berdedikasi dalam melayani masyarakat, bekerja sebaik-baiknya dan tentu, tidak mengutip pungutan liar dalam menjalankan apa yang telah menjadi kewajibannya. Semoga tak ada lagi berita oknum PLN yang menarik pungli. 

Salah satu wujud komitmen untuk PLN bersih, sumber dari sini

Menggeliat.  Itulah kesan yang saya tangkap dari PLN beberapa tahun ini. Dari mengalami kerugian dalam jumlah yang cukup fantastis pada tahun 2008, 12 triliun, PLN bangkit dan membukukan laba 10 triliun pada tahun berikutnya4. Tekad PLN untuk terus melakukan inovasi tampak dalam berbagai terobosan maupun perubahan yang ditunjukkan oleh PLN sebut saja penggunaan listrik prabayar (listrik pintar), Lomba Karya Inovasi yang rutin diadakan oleh PLN dalam rangka menggali ide-ide unggulan (bisa dilihat di inovasipln.co.id), pencanangan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASS), dan sebagainya. Ya, inilah yang kami sebagai masyarakat inginkan, inovasi tiada henti dan dari berbagai aspek.


PLN juga diharapkan menjadi perusahaan yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Tak  ada pungli dalam pemasangan sambungan listrik, tak ada KKN dalam pengadaan barang dan jasa, apa saja. PLN agaknya menyadari benar bahwa tekad tersebut harus dilakukan melalui berbagai aspek dan melibatkan berbagai pihak. Untuk mewujudkan PLN yang bersih, PLN menggandeng Transparency International Indonesia (TII), sebuah jaringan global NGO (non-governmental organization) antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil5, dalam mengawal sistem pengadaan barang dan jasa maupun sistem pelayanan pelanggan6. Dalam upaya transparansi terhadap pelanggan, informasi tagihan rekening pelanggan, simulasi rekening dan biaya dapat diakses publik melalui situsnya. Pengajuan penyambungan baru atau perubahan daya maupun pembayaran dapat dilakukan secara online. Metode online akan mengurangi interaksi petugas dengan pelanggan sehingga diharapkan akan mencegah adanya ‘deal’ tertentu. Hal-hal yang patut diapresiasi dari PLN dan terus ditingkatkan, PLN diharapkan dapat senantiasa menjaga komitmen akan transparansi.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, PLN tentu perlu melibatkan pandangan masyarakat sebagai sang pelanggan utama. PLN diharapkan mau mendengar aspirasi masyarakat. Survey Good Corporate Governance (GCG) yang dilakukan melalui situs resminya (saya sudah mengisi lho, bagaimana dengan Anda? Hehe) dan workshop kelistrikan yang diadakan PLN baru-baru ini menunjukkan bahwa PLN berusaha mendengar aspirasi masyarakat. Selain itu tak dapat disangkal, situs jejaring sosial dewasa ini memiliki peran yang cukup besar bagi perusahaan dalam menyerap aspirasi pelanggan. Sayangnya, hal tersebut agaknya belum dikelola secara maksimal oleh PLN. Dalam fanpage PT PLN (Persero) misalnya, saya melihat masih cukup banyak keluhan yang dilayangkan oleh masyarakat kepada PLN tetapi sayangnya pengelola fanpage tersebut tak terlalu responsif, saat saya mencari akun twitter PLN pun menemukan beberapa akun terkait PLN seperti PLNKita, Sahabat PLN, PT_PLN maupun pln_123 tetapi tak ada satupun yang aktif secara rutin setiap hari. Saya yakin, apabila perusahaan sebesar PLN mampu mengelola dua jejaring sosial tersebut dengan baik akan banyak manfaat yang didapatkan, utamanya dalam hal menyerap aspirasi masyarakat, menyampaikan informasi secara cepat dan masif maupun image-building kepada masyarakat. PLN menurut saya juga masih perlu meningkatkan pemberitaan di berbagai media (media elektronik, cetak maupun internet) dalam memberitakan kebijakan, program maupun kinerja sehingga masyarakat semakin well-informed terhadap PLN sehingga diharapkan PLN akan memiliki keterikatan emosional dengan pelanggan. Apabila masyarakat merasa lebih  dekat dengan PLN, kepercayaan dan dukungan masyarakat kepada PLN akan semakin meningkat sehingga akan memudahkan PLN dalam melayani masyarakat.

Yang terakhir, tentu sebagai satu-satunya perusahaan yang melayani listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, PLN diharapkan mampu menjadi perusahaan seperti yang apa yang selama ini menjadi visi PLN ‘Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani7’. Hal yang tak mudah tentu saja, tetapi dengan komitmen dan tekad yang kuat dari seluruh jajaran PLN dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kinerjanya, dukungan masyarakat sebagai pelanggan utama, dan tak lepas dari sokongan Pemerintah RI sebagai sang pemegang saham tunggal, bukan mustahil hal tersebut perlahan-lahan akan terwujud. Semoga PLN dapat menjelma menjadi perusahaan yang membanggakan bangsa dan negara, memberikan cahaya harapan yang senantiasa berpijar.  Semoga.

Selamat Hari Listrik Nasional ke-67!


Referensi :

10 comments:

  1. moga aja Pelayanan PLN ditngkatan lagi ya...biar pelanggannya nyaman dan senang.

    ReplyDelete
  2. Semenjak setelah lebaran kemaren, PLN Kalbar rada jarang mutusin aliran listrik.. walau dikatakan 100% 24 jam belum bisa, setidaknya udah ada kemajuan. Moga-moga harapan kita; amanah kita, dijalankan dengan sebaik2nya oleh yang terhormat punggawa2 PLN.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk saya main ke rumah bang adam sering mati lampu ah XD malahan pas pertama kerumahnya saja udah di sapa dengan mati lampunya :D hahai peace. semoga pas nanti saya jadi orang pontianak, kagak sering mati lampu lagi ya, mendingan mati tukang PLN nya saja :v haghaghag. astagfirulloh

      Delete
  3. good luck ya kaka, semoga berhasil... PLN jangan sering padami listrik lagi ya

    ReplyDelete
  4. wah, keren nih tulisannya. semoga menang lombanya. dan semoga PLN bisa terus mengurangi frekuensi mati lampu :)

    ReplyDelete
  5. heh panjang bgd mon, aku ampe ga bisa bacanya mataku lagi kumat. hehe

    ya intinya smoga jangn srng mati, eh tapi skrang alhamdulillh ga sesering dulu

    ReplyDelete
  6. selamat ultah PLN,, semoga pelayanan'y lebih baik :)

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete