Tuesday, December 31, 2013

[Short Essay] Should A New Year Mean New Resolution?

2013 is just about to end in few hours, and 2014 is about to begin...

I just suddenly thought that new resolution that commonly expressed in last days of a year is just like 'lip service'. It is just recurring. I mean, does someone really make new resolutions which are 'new' that he didn't make those in the previous year? New resolution like 'I wanna be more diligent in 2014' is a normative way of saying, or a way of stating something convincingly yet find one self secure of feeling 'not doing something at all' (since 'diligent' can be interpreted widely).

People need 'moment in life' to do something or not to do something. The students will study when they will have had the exam in a few days (some students I mean, like me), a smoker will say "I will stop smoke if i get new better job", or someone will always says to God "I will do this if I get this,". A turn of the year seems to be a perfect moment to change. To reflect what has already been done or achieved yet to evaluate what has been missed. Then a new resolution is made. There is nothing wrong with it.

Living your life like the flow of water is like letting your life go with no direction. You don't know where you are going exactly. Resolution can focus yourself on what things that are important to your life and eliminate the small things you shouldn't waste your time on it. If resolutions are the goals you wanna achieve in a year, let me cite a theory in strategic management. A goal or objective should be SMART.

S stands for Spesific
M stands for Measurable
A stands for Attainable
R stands for Relevant
T stands for Time bound

A spesific objective will lead to the exact result you want. "I wanna be slimmer," is not a spesific objective unless it is stated clearly how slim you wanna be. A measurable one will keep you the number you want so you know whether you have already achieved your objective or not. You know your objective attainable when you feel you are desirable, the objective may not easy but you know you have chance to make it happen ('going to the moon' is not attainable i think for 'common people'). A relevant objective should connect between who make resolution and what he makes ('to make better education system' is not relevant to those who are not dealing with the education system). Last but not least, time-bound will keep resolution in spesific time how long someone expect it to happen that it will not be another new resolution in subsequent year.

So, what is your resolution for 2014? One of mine is to write more and more. It is sad to realize that in 2013 I only have a half number of my writing in 2012. Ah,  I have ever written about this yet it just didn't change me. I was just not that determinant. :(

I bet that new resolution will not work for those who are not determinant. Or a procrastinator. Someone who always makes excuse and excuse not to do something to obtain what he wants. Your resolutions are the things you'll buy with the 'price' you are willing to 'pay'. Right?

A list of (new) resolutions (and only list) will not help until you get yourself up and struggle for what you really want. Doesn't it?


   

Monday, November 25, 2013

[Terios7wonders] Jelajahi Negeri, Temukan Arti


Apa yang akan dilakukan untuk membuktikan bahwa sebuah mobil memang handal dan tangguh untuk segala medan? Mengiklankannya di televisi dengan kata-kata bombastis? Memajangnya di pameran otomotif dengan menampilkan spesifikasi produk yang ada. Bisa jadi. Namun, apa jadinya jika sebuah brand mobil ternama mengadakan sebuah perhelatan akbar menjelajah tujuh surga tersembunyi negeri ini melanjutkan kesuksesan menjelajah surga kopi di Pulau Sumatra tahun lalu? Tak sekadar promosi biasa, tetapi lebih dari itu, program ini juga menunjukkan kecintaan yang luar biasa akan negeri ini sekaligus membawa misi mulia. Indonesia tak sekadar itu-itu saja. Kali ini mari menjelajah tujuh surga tersembunyi : Sawarna, Kinahrejo, Tengger, Baluran, Sade, Sumbawa, dan Pulau Komodo.

Tarik Nafas dan Bacalah
Bagaimana mungkin seorang yang menyukai travelling tidak iri dengan keberuntungan yang menggelayuti tujuh blogger, tujuh awak media, tujuh driver dan tiga kru memiliki kesempatan menjelajah tempat-tempat yang membuat mata berdecak kagum dan berkali-kali memuji nama Tuhan akan keindahan apa yang telah Ia ciptakan? Saya menarik nafas dalam-dalam saat membaca tulisan para blogger, seolah-olah mata saya menatap landscape demi landscape yang terlukis sempurna itu melalui mata telanjang, bukan hanya melalui gambar. Seolah-olah saya yang berada di di jok tengah Terios, menikmati antusiasme yang ada pada setiap jangkah petualangan hingga bersiap menemukan kejutan apa yang akan saya temukan. Bukan sekadar menikmati keindahan wisata saja, melainkan terlampau mahal harga dari sebuah pengalaman sensasional perjalanan darat empat belas hari. Dari ‘mendaki’ gunung, mengarungi lembah, hingga menyeberangi lautan.

Surga Pantai Itu Ada di Indonesia
Keindahan Indonesia tak sekadar ada di Bali, pesona Indonesia tak sekadar tempat-tempat yang telah populer. Siapa nyana tak jauh dari Jakarta, tepatnya di selatan provinsi Banten ada sebuah desa nan indah bernama Sawarna. Tak sekadar menyajikan pemandangan indah pantai Tanjung Layar dengan karang-karangnya yang merupakan ikon desa Sawarna, Sawarna juga memiliki gua Lawuk dan Gua Lalay yang ada di bukit karst. 

Batu Layar di Sawarna

Lalu, siapa nyana pulau Komodo yang terkenal sebagai habitat reptil fenomenal itu ternyata menyimpan pesona pantai yang luar biasa bernama Pantai Pink. Kata Harris Maulana, salah seorang blogger yang mengikuti perjalanan tersebut, tak perlu diving untuk menyelami keindahannya cukup dengan snorkeling, keindahan tersebut terpampang begitu jelas di depan mata. Air yang begitu jernih, pemandangan dalam laut menyodok indera penglihatan untuk membelalak. 
Pink Beach

Lalu ada pula Lakey Beach di Dompu yang terkenal untuk surfing, pantai Pede di Labuan Bajo, pantai Pink (iya, namanya Pink juga) dan Selong Belanak di Lombok serta pantai Bama di Taman Nasional Baluran yang menyimpan pesona bawah laut yang belum banyak diketahui orang. Aih, Indonesia memang merupakan surga pecinta pantai bukan?

Arti Sebuah Gunung, Pesona Danau dan Sensasi Menembus Sabana
Keindahan alam di Indonesia tak semata-mata pantai saja. Surga tersembunyi ada dimana-mana. Gunung juga merupakan kekayaan alam yang menyimpan magnet bagi siapa yang hendak menyibak. Tak ketinggalan, gunung Merapi nan mahsyur merupakan salah satu dari tujuh destinasi kali ini. Siapa yang tak ingat Mbah Maridjan, sosok yang sempat fenomenal kala itu? Sang abdi dalem yang bersikeras tak mau dievakuasi dari desa Kinahrejo tatkla erupsi Merapi pada tahun 2010 lalu.

Performa Daihatsu Terios di uji di segala medan, termasuk saat mendaki gunung Merapi. Debu dan pasir menemani sepanjang perjalanan. Perjalanan kali ini bukanlah perjalanan biasa. Di Musium Sisa Hartaku misalnya, sebuah museum yang menyimpan kerangka barang yang tersisa setelah erupsi Merapi, tersimpan pelajaran untuk meresapi apa arti hidup ini.
Petualangan panjang tentu harus didukung mobil sahabat petualang

Lalu beranjak ke Ranu Pane, danau (ranu) yang terletak di kaki gunung Semeru yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tak sekadar pemandangan danau biasa tetapi juga keindahan gunung Semeru ada di depan mata. Selain Ranu Pane juga terdapat Ranu Kombolo yang merupakan salah satu tempat syuting film 5cm.

Ranu Pane

Belum lengkap rasanya jika telah menjelajah pantai, gunung, danau tetapi tidak mengarungi padang sabana yang ada di Indonesia. Ya, Taman Nasional Baluran yang disebut-sebut sebagai Africa van Java merupakan destinasi menakjubkan lainnya. Vegetasi sabana merupakan daya tarik utama Taman Nasional ini, dilengkapi dengan safari mengamati kehidupan para penghuni Baluran. Tak perlu jauh-jauh ke Afrika bukan?

Memasuki Baluran

Kearifan Lokal Indonesia Nan Amat Kaya
Berada di sebuah destinasi, terlalu picik rasanya jika hanya semata-mata menikmati keindahan alam saja. Buka pikiran dan buka hati, kearifan lokal siap menanti. Mulai dari masyarakat Kinahrejo yang amat menghargai harmoni dengan gunung Merapi, sinergi masyarakat Tengger dengan gunung Semeru, keahlian masyarakat desa Sade Rembitan di Lombok Tengah dalam menenun hingga proses memeras susu kuda liar di Sumbawa.

Tak lepas juga berbagai atraksi budaya menarik merupakan suguhan istimewa selama perjalanan. Sebut saja tarian Jathilan yang disajikan masyarakat Kinahrejo, pertunjukan Gendang Belik yang merupakan ucapan selamat datang yang ditampilkan oleh masyarakat Sasak, dan tarian Amak Tempengus oleh masyarakat pulau juga.

Gendang Belik

Memerah Susu Kuda Liar
Kearifan lokal tentulah melibatkan budaya yang begitu mendarah daging pada masyarakat setempat. Budaya Indonesia begitu kaya, misalnya wanita yang di desa Sade belum boleh menikah jika belum bisa menenun atau penduduk desa di Sumbawa yang memelihara kuda liar sebagai hewan ternak layaknya ayam, melepas kuda-kuda itu sendiri kemudian mengambil susunya.

Nikmati Momennya
Aih, siapa yang akan menolak menikmati sunrise di Taman Nasional Baluran atau sunset dengan siluet kuda liar di Pulau Sumbawa atau menikmati gemerlap bintang di kaki gunung Semeru? Momen demi momen tak terlupakan tentu begitu banyak terekam dari perjalanan panjang selama dua minggu ini. Mulai dari kebersamaan yang terjalin antar keduapuluh empat para petualang, ‘tersesat’ di padang sabana, ‘mendaki’ gunung, mengarungi lautan, menikmati atraksi budaya dan kearifan lokal serta momen demi momen lainnya. 

Gemerlap Bintang di Kaki Gunung Semeru

Berbagi Kepedulian
Tak sekadar mengambil, tetapi juga memberi. Begitu mungkin salah satu filosofi yang dianut oleh pihak Daihatsu Terios. Tak sekadar menjelajah destinasi, tetapi juga berbagi kepada masyarakat sekitar destinasi. Misalnya saat tim memberikan tong sampah beserta alat kebersihan di Ranu Pane sebagai wujud kepedulian, memberikan bantuan tujuh ekor kambing di Labuan Bajo, hingga memberikan bantuan buku untuk perpustakaan sekolah di Lombok.
Memberikan bantuan hewan kurban

Perjalanan Ini Merupakan Bukti
Menyusuri perjalanan tujuh destinasi dalam dua minggu ini (melalui tulisan-tulisan yang ada tentunya) membuka mata saya akan banyak hal :

Bahwa Indonesia begitu kaya, tak sekadar tempat-tempat wisata yang sudah menjadi tempat tourisity tetapi juga surga-surga lain yang masih tersembunyi. Kekayaan Indonesia begitu beragam, mulai dari keindahan berbagai objek wisata alam hingga kearifan lokal. Hal-hal menakjubkan tersebut tentu tak akan bisa didapatkan hanya dengan melihat foto-foto yang ada di internet atau memutar video di Youtube. Kemasi barang dan masukkan ke dalam tas, adakan perjalanan demi perjalanan, eksplorasi negeri ini. Jika bukan kita siapa lagi yang akan mencintai negeri ini. 

Dan tentu seperti kata Soe Hok Gie bagaimana kita bisa mencintai ibu pertiwi jika kita tak pernah menjelajah negeri!  

Catatan :
Foto di tulisan ini seluruhnya diambil dari blog Harris Maulana, salah satu blogger pemenang.  


Saturday, November 23, 2013

Let's Move On (Lemon) Bersama Hijab Alila



Lebih dari seribu perempuan berhijab memadati ballroom Graha K-Link Gatot Subroto lantai 5 dari pagi hingga menjelang maghrib tadi. Wajah-wajah penuh antusias tampak dari para peserta acara bertajuk Lemon (Let’s Move On) yang diselenggarakan oleh Hijab Alila, salah satu brand hijab syar’i yang kian mendapat tempat di hati para Muslimah Indonesia. Lemon sendiri merupakan serangkaian acara berbagi hikmah hijrah (move on) dari para pembicara, peluncuran model gamis dan bergo sekaligus pembentukan program nasional Komunitas Hijab Syar’i dari brand yang pada bulan November ini genap berusia satu tahun.

Dalam pengantarnya, ustadz Felix Siauw selaku pemilik Hijab Alila menyatakan bahwa Hijab Alila dibangun karena dakwah. Ummu Alila, ustadz Felix Siauw, menyatakan keresahannya pada sang suami atas kesulitannya mendapatkan hijab syar’i di pasaran sehingga kemudian timbul gagasan untuk membentuk sebuah label pakaian yang sesuai dengan pakem syariat. Selanjutnya, diharapkan dengan Hijab Alila para Muslimah didorong untuk berhijab dari segi pakaian (berpakaian syar’i) kemudian untuk selanjutnya berperilaku secara syar’i. Apabila wanita baik maka akan melahirkan generasi emas yang merupakan generasi Qur’ani. Diharapkan Hijab Alila mampu menjadi salah satu penggerak geliat Islam dan berkontribusi untuk dakwah.

Akal Membawa Kepada Keyakinan
Gambarnya dari jauh hehe
Ustadz yang digelari sebagai ‘ustadz Twitter’ ini mengawali sesi berbagi ghirah hijrah dengan menceritakan pergumulan batinnya dalam mencari Tuhan saat ia duduk di bangku kelas dua SMP. Ia terus bertanya dan bertanya tentang Tuhan, apakah Tuhan ada dan Tuhan hendak ia sembah dalam agama apa. Laki-laki berusia dua puluh sembilan tahun ini menyukai pelajaran Biologi dan ilmu pasti lainnya dan pergolakan akalnya akan ilmu pasti membawanya pada keyakinan bahwa Tuhan itu ada. Tak mungkin jagat raya tercipta secara kebetulan, ada begitu saja. Pada hitungan matematis yang ditampilkan, probabilitas bahwa alam semesta tercipta secara kebetulan adalah satu per sepuluh pangkat sepuluh pangkat seratus dua puluh tiga atau lebih dari impossible. Jikapun seseorang tidak bisa membuktikan bahwa satu hal ada, tidak otomatis satu hal tersebut tidak ada, sebelum memang bahwa hal tersebut dapat dibuktikan tidak ada. Tak lupa, sang ustadz juga menyentil umat Islam yang sebagian besar beriman tanpa melalui proses berpikir atau berdasarkan ‘pokoknya’ saja. Keyakinan timbul berdasarkan bukti, bukti menghasilkan keyakinan. 

Pada akhir sesi, laki-laki yang juga merupakan penulis buku best seller ‘Udah Putusin Aja’ ini menegaskan bahwa akidah Islam harus masuk akal, sementara syariat tidak harus masuk akal. Ia menganalogikan dengan hubungan pasien dengan dokter, pasien tidak bertanya mengapa dokter memberi resep obat untuk diminum dua kali sehari mengapa tidak tiga kali sehari. Begitu juga dengan syariat, umat Islam tidak selayaknya mempertanyakan mengapa sholat Subuh dua raka’at tidak tiga atau empat raka’at. Kalau seseorang sudah mempercayai Allah SWT sebagai Tuhannya, maka sami’na wa atho’na. Apapun yang Allah minta, akan dilakukan.

Ketika Gemerlap Dunia Hiburan Melelahkan
Peggy Melati Sukma membuka sesi kedua dengan membacakan sebuah puisi yang menyentuh jiwa. Dalam puisinya, perempuan yang tenar dengan ucapan “Pusiiiiiiiing” ini menceritakan kegelisahannya betapa dunia yang telah digenggamnya malah semakin membuatnya rindu akan Tuhan. Ia rindu akan dekapan Illahi yang mampu membuatnya tenang, bukan nikmat dunia yang tak akan habis dikejar. Selepas membacakan puisi, ia menceritakan mengenai latar belakang kehidupan dan berbagai profesi atau kegiatan yang digelutinya, sebut saja berbagai kegiatan keartisan seperti pemain sinetron, pemain film, penyiar, model hingga berbagai aktivitas sosial yang ditekuni serta profesinya sebagai pengusaha. Pendek kata, Peggy Melati Sukma dikenal sebagai sosok dengan banyak pencapaian.

Namun, pencapaian demi pencapaian tidak membuat hidupnya tenang. Ia melukiskan bahwa ia merasa terpontal-pontal dengan bisingnya dunia, ketika keyakinan menjadi ritual dan hati tidak mampu hadir sepenuhnya pada ibadah yang dilakukan. Hingga pada suatu hari ia sampai pada suatu titik tanya : betulkah apa-apa yang dilakukannya, semua pencapaiannya, merupakan hal yang dilakukannya secara lillah atau semata-mata hanya karena Allah. Para peserta acara diajak untuk mempertanyakan kembali dasar dari apa-apa yang dilakukan selama ini. Apakah niat yang hadir sudah karena Allah, apakah ibadah yang dilakukan bukan sekadar ritual penggugur kewajiban. Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab, begitu kata Sayyidina Umar bin Khattab. Saat kita merenung, kita akan mampu pulang ke hati karena dikatakan bahwa hati merupakan mukjizat yang nyata. Hati merupakan segumpal daging dalam tubuh, apabila segumpal daging itu baik maka baiklah hal lainnya. 

Perempuan pemilik akun Twitter @peggymelatis ini kemudian menceritakan pengalaman hidupnya yang penuh liku-liku kehidupan, tatkala ia dirundung berbagai masalah yang ternyata tidak mampu diselesaikannya dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya. Lebih lanjut lagi, ia menegaskan bahwa ketika kita mengimani syahadat, semua yang terjadi adalah hikmah. “Selesaikan masalahku dengan cara-Mu, bukan caraku,” begitu doa yang dipanjatkannya dan Allah begitu mudah menyelesaikan semua permasalahan hamba-Nya. Hidup adalah hijrah dari keadaan yang buruk menjadi baik, dari tidak berjilbab menjadi berjilbab misalnya. Maka pesannya, jangan takut berhijrah dan jangan pernah mengecewakan orang tua.

Hijrahlah dan Berjama’ahlah
Bagi para pembaca ‘Udah Putusin Aja’ dan ‘Yuk Berhijab’ tentu tak asing dengan karya perempuan ini. Pemilik nama lengkap Emeralda Noor Achni atau tenar dikenal sebagai Benefiko ini merupakan sosok dibalik desain visual kedua buku tersebut. Ia mengisahkan perjalanan hidupnya, dari saat ia tidak berhijab, berhijab dengan gaya yang disebutnya sebagai rock n roll syariah hingga kemudian ia berhijrah kepada hijab syar’i. Berbagai pujian dilayangkan kepadanya tetapi pujian justru membuatnya takut. Pujian merupakan sebuah hal mematikan yang dapat membuat manusia lupa bahwa jika ia hebat maka itu karena Allah.

Selain pujian yang datang, ia juga tak lepas mendapat cacian dari orang-orang yang tak suka dengan hijrahnya, terutama saat ia berganti penampilan lalu kemudian aktif berdakwah melalui akun Twitter @benefiko. Ia dikucilkan dari pergaulannya selama ini tetapi ia meyakinkan dirinya bahwa surga lah tujuannya. Ia menegaskan bahwa pentingnya seseorang untuk berhijrah dan kemudian berjama’ah dengan komunitas yang satu visi. Kita harus khawatir jika kita belum bisa move on dari suatu keburukan. Berhijrah haruslah segera, tanpa nanti tanpa tapi.

Tak Sekadar Berjualan Hijab Saja
Pada acara kali ini, Hijab Alila memberikan kesempatan kepada para Muslimah yang hadir untuk menjadi peri (pejuang syar’i) yang akan membumikan hijab dan perilaku syar’i di daerah masing-masing. Para muslimah yang mendaftar menjadi peri kemudian akan diseleksi dan akan dibimbing langsung oleh ustadz Felix Siauw dan Benefiko selama delapan bulan sebagai bekal dalam perjuangannya. Bayangkan pahala yang terus mengalir dari kebaikan yang timbul satu demi satu hingga ikatan ukhuwah antar Muslimah yang terjalin. Menjadi cantik merupakan hal yang penting tetapi berakhlak baik merupakan hal yang lebih penting.

#YukBerubah
Di penghujung acara, ustadz Asep Supriatna atau yang lebih tenar dengan nama Asep Fakhri telah siap untuk membakar semangat para muslimah untuk berubah. Hijrah merupakan hal yang berat, tidak mudah bagi seseorang untuk berubah tetapi berubah merupakan sebuah pilihan. Hidup adalah ibarat BCD, birth choice and death. Kelahiran adalah pasti dan kematian adalah sebuah keniscayaan, pilihan ada di antara kelahiran dan kematian. Apakah kita akan memilih untuk menjadi pribadi yang istimewa atau biasa saja adalah sebuah pilihan. Yang harus kita khawatirkan bukanlah kematian, tetapi pilihan-pilihan apa yang akan kita ambil. 

Untuk berubah tidaklah mudah, diperlukan pendorong yang kuat agar mampu berubah secara istiqomah. Misalnya untuk suami, kebutuhan istri dan anak dapat menjadi salah satu pendorong agar lebih giat mencari rezeki halal lebih banyak lagi. Laki-laki pemilik akun twitter @asepfakhri ini menyatakan bahwa banyak orang menunda untuk berubah sementara ada orang-orang yang menunggu orang yang menunda tersebut untuk menjadi hebat. Selanjutnya, ia meminta para peserta untuk menuliskan sepuluh pendorong sukses masing-masing orang, mengapa seseorang harus sukses, berhasil dan hebat. Untuk berubah bukanlah bagaimana dan seperti apa perubahan itu melainkan mengapa kita harus berubah. Ustadz yang mampu membuat audiens tertawa dan meneteskan air mata ini menutup acara dengan lagu yang dipersembahkannya untuk ibu.

Semangat hijrah mewarnai acara yang berlangsung meriah ini. Lepas acara, para peserta acara tampak antusias mendekati para model koleksi gamis dan bergo terbaru Hijab Alila. Tak lepas doa semoga hijab syar’i semakin membumi di Indonesia dan semoga Hijab Alila mampu menjadi salah satu penggerak komunitas hijab syar’i sekaligus menjadi bagian dari dakwah Islam.

Wednesday, November 20, 2013

People Around Me : Pemimpin yang Benar-Benar Pemimpin



Kehidupan membuat kita belajar. Salah satunya melalui tindakan orang-orang yang menjadi pemimpin kita atau dalam konteks yang sederhana, atasan kita. Ada atasan yang dihormati bawahan karena jabatannya, karena ditakuti bawahannya dan ada pula yang memang dihormati karena memperoleh respek dari anak buahnya. Tak semua atasan bisa menjadi pemimpin, bukan?

Sepertinya tak ada yang tak kehilangan saat bapak ini melepaskan jabatan eselon tiga untuk promosi menjadi eselon dua di pulau seberang. Bagaimana tidak, sosoknya amat berkesan untuk orang-orang yang ada di kantor. Beliau tak sekadar atasan yang bisa menyuruh tanpa memberi contoh, tetapi juga ia mengajak anak buahnya bersama-sama menjalankan apa yang dicontohkannya. Ia memberi kebebasan anak buah untuk mengeluarkan ide-ide terbaik dalam ruang lingkup pekerjaan dengan tidak lupa membimbing dan memberikan arahan yang diperlukan. Bukan mengekang sehingga anak buah tertekan, bukan pula melepaskan sehingga anak buah tanpa arahan. 

Hal mengesankan yang saya kagumi dari bapak berusia empat puluh lima tahun ini adalah beliau bukan hanya sekadar sosok yang mengejar target pekerjaan dengan menyuruh anak buah, melainkan juga sosok yang memberikan semangat dan motivasi serta menciptakan hal-hal yang membangun semangat kekeluargaan. Misalnya, saat beliau mengajak kami makan siang bersama-sama di Monas atau di pinggir danau di Menteng dengan menyantap bekal yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tak perlu mewah untuk merekatkan hubungan antar pegawai tetapi bagaimana menciptakan makna.

Sebagai seorang pria Minang, bapak ini terkadang memperdengarkan alunan musik Melayu dari speaker yang terpasang di sebelah komputernya, terkadang pula memperdengarkan alunan musik lembut maupun oldies. Saya juga masih ingat betul lantunan ayat as Shof yang dibacakannya dengan merdu tempo itu, pada saat mengimami sholat jama’ah bersama di kantor. Salah satu hal yang amat saya kagumi dari beliau adalah pengetahuan agamanya yang luas, beliau tak jarang menyisipkan nasihat-nasihat agama melalui cerita-cerita yang disampaikan kepada kami.

Saat perpisahan beberapa hari yang lalu, beliau tak lupa berpesan agar kami sekolah setinggi-tingginya, meskipun kami perempuan (kebetulan saat itu beliau berpesan kepada saya dan seorang rekan kantor perempuan) untuk menempuh tingkat pendidikan terbaik yang bisa kami capai. Walaupun mungkin suatu hari nanti kami harus memilih antara karier atau keluarga, memiliki ilmu tinggi tak akan pernah rugi, minimal dapat menjadi modal untuk mendidik anak kelak. 

Sungguh, saya belajar banyak dari beliau. Dari beliau yang senantiasa menyempatkan diri membaca buku di sela-sela padatnya aktivitas, kebiasaannya membuat mind-map, caranya menyampaikan sesuatu dengan tegas tetapi tetap santun, hingga keteladanan-keteladanan lain yang beliau tunjukkan. Semoga Bapak selalu mendapatkan kemudahan dan kekuatan dari-Nya dimanapun Bapak berada, pemimpin yang benar-benar pemimpin.

Friday, October 18, 2013

Tips Mengerjakan Tes Bahasa Inggris dengan Tepat dan Cepat


Bismillah. Melanjutkan postingan sebelum ini mengenai tips lolos USM D-IV STAN, kali ini saya ingin berbagi tips mengerjakan tes Bahasa Inggris dengan cepat dan tepat (sepengetahuan saya tentunya :D).

Tes Bahasa Inggris yang ada (baik tes USM D-III maupun D-IV STAN, atau TOEFL pun untuk structure and written expressions atau error recognition sebenarnya polanya gitu-gitu saja dalam arti tentu tak ada grammar yang berubah, hanya variasi soal saja (dan tingkat kesulitan/jebakan tentunya). Namun, tentu saja ada beberapa tips yang bisa dibagi agar tak hanya tepat mengerjakan tetapi juga cepat (target satu soal bahasa Inggris untuk structure and written expressions atau error recognition dapat dikerjakan dalam waktu sepuluh-lima belas detik per soal, untuk bacaan /reading comprehension memang kadang dibutuhkan waktu yang lebih lama). 

Here we go :
1.    Yang pertama tentu saja, pelajari kembali dasar-dasar grammar, untuk mengingat-ngingat kembali jika ada tata bahasa Inggris yang terlupa. Buku Longman cukup sederhana dan mudah dipahami. Ambil intinya saja :D. Atau shortcut yang lebih cepat lagi, identifikasi jenis tata bahasa yang sering keluar, cari materinya. Baiknya sih yang pertama hehe.

2.    Secara umum, dalam mengerjakan soal Bahasa Inggris, sebisa mungkin tidak perlu membaca soal secara menyeluruh.  Mengapa buang-buang waktu mengerjakan yang berharga dengan membaca keseluruhan soal jika dengan satu, dua, tiga kata langsung bisa tahu jawaban. Tak percaya?
Contohnya :
1) After ...... the South Pole, Amundsen spent three days in taking measurement of the vicinity.
a. reached                                           c. reaches
b. reaching                                         d. reach
Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
Tips :
a.       Mengerjakan soal ini hanya perlu membaca kata after, Amundsen dan opsi jawaban (bentuknya verba semua, lihat sekilas saja opsi jawaban), tak perlu baca kata-kata lainnya (hemat waktu, ingat tiap detik berharga saat mengerjakan)
b.      After = preposisi, setelah preposisi opsi jawaban bentuk verba semua. Verba setelah preposisi selalu dalam bentuk gerund (V-Ing) atau dikenal dengan gerund as object of preposition, apalagi Amundsen merupakan orang/subjek suatu pekerjaan. Sehingga jawaban yang tepat adalah reaching.
2) .... to the earth, a massive tidal wave will occur.
          a. if the moon were too close     c. If the moon will too close
          b. if the moon was too close       d. If the moon is too close
          Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
          Tips :
a.       Jika ada titik-titik di bawah kalimat, langsung lihat opsi jawaban untuk mengira-ngira ini soal bentuknya apa, oh ternyata if clause
b.      Kemudian setelah tahu soal tentang if clause, tak perlu membaca seluruh soal. Cukup cari anak kalimat kedua will dalam bentuk apa (will, would atau would have). Jadi dalam soal di atas cukup membaca sekilas opsi jawaban (if semua), dan will (occur) saja.
c.       If clause> > will >> langsung ingat bentuk kalimat setelah if pasti dalam bentuk present tense. Langsung lingkari jawaban (d)
Hint :
If clause/conditional tense (pengandaian) ada tiga tipe : type 1, type 2, type 3.
Type 1  >> showing probability >> If + (present tense sentence), S + will + Vo
Type 2 >> showing something unreal in the present >> If + (past tense sentence/ tidak nyata di masa sekarang, bentuk tense mundur dari present ke past), S + would +Vo.
Ingat  to be yang digunakan setelah if selalu were, apapun subjeknya.
Contoh : If I were the president of Indonesia, Indonesia would be rich
Type 3 >> showing something unreal in the past >> If + (past perfect sentence/tidak nyata di masa yang lampau, bentuk tense mundur dari past ke past perfect), S+ would have + V3
3) ..... establish a great new religion, but his revoit against Hindu deeply influenced Hinduism itself.
         a. Buddha only did not                   c. Not only did Buddha
         b. Only Budha did not                     d. Not only Buddha did
         Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
         Tips :
a.    Jika ada titik-titik di awal kalimat, baca sekilas opsi jawaban terlebih dahulu
b.    Jika ada negative expression (seperti no, not, never, hardly, barely, only, etc) pada awal kalimat, maka subjek dan verba posisinya dibalik (inverted)
c.     Cukup baca sekilas opsi jawaban >> baca pada semua opsi ada kata only >> dapat dipastikan jawaban yang tepat adalah yang dalam bentuk inverted atau opsi jawaban (c) not only did Buddha
Hint :
Bentuk klausa awalnya Buddha did not only establish a great new religion, tetapi kemudian di-invert menjadi Not only did Buddha establish a great new religion, bentuk inverted clause menjadi seperti pertanyaan >> (not only, as negative expression) + did (as helping verb) + Buddha (S) + Vo + Object

3.    Dalam structure and written expression sebenarnya polanya berulang atau itu-itu saja. Maka hendaknya mempelajari pola-pola yang sering muncul dalam soal seperti :
a.       Gerund
Ingat gerund (bentuk V-ing yang bertindak sebagai noun/noun clause) memiliki beberapa fungsi seperti :
1)      Gerund as object of preposition,
Example : After going to the library, she went to restaurant (bukan went, meski dalam kalimat bentuk past tense)
2)      Gerund as subject
Example : Swimming is my hobby (swimming merupakan subjek kalimat ini, ingat jika ada kata kerja mengawali kalimat maka bentuknya adalah gerund)
3)      Gerund as object
Example : I love swimming (swimming sebagai objek, ingat tidak boleh ada dua kata kerja dalam bentuk dasar berjajar bersama-sama tanpa ada pemisah (misal love dan swim dalam contoh kalimat), salah satunya harus dalam bentuk gerund)
Etc, silahkan dicari seluruh fungsinya ^^
b.    If clauses/conditional tense, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
c.     Penggunaan kata yang diikuti oleh to-inf atau gerund
Misal : want + to, decide+to, mind+ v-ing, look forward to + v-ing, avoid + v-ing, etc
d.    Penggunaan tense yang tepat , biasanya melalui kombinasi tense seperti  future perfect tense, future continous tense, etc.
Tips : perhatikan kata keterangan waktu, jika ada kata keterangan waktu now biasanya ada bentuk continous (sedang/v-ing), perfect tense biasanya ada kata keterangan waktu since/for
e.    Kalimat preferensi, seperti prefer + v-ing/ noun/noun clause, to+v-ing/noun/noun clause atau rather+V1, than
Example :
People prefer spending the first day of id at their house to .... public fasilities
a.    visiting                               c. visits
b.    visit                                     d. visited
Jawaban : visiting, ingat prefer+ v-ing/ noun/noun clause. Jika memegang dasar ini, tak ada sepuluh detik untuk menjawab ^^
f.     Parallelism (menunjukkan pola/bentuk yang sama)
Example : I love reading, writing and swimming(bentuk gerund semua, tak boleh ada yang to-inf)
g.    Penggunaan must have, should have, could have, might have
Baik must have, should have, could have, would have harus diikuti V3.
Ketiganya memiliki arti yang berbeda (dilihat dalam konteks kalimat):
1)    Should have + V3: menyarankan bagaimana seharusnya seseorang bertindak di masa lalu,
Example : Your score is bad. You should have studied hard before exam.
2)    Must have + V3 : menunjukkan tingkat kepastian/keyakinan akan suatu kejadian di masa lalu.
Example : He didn’t come to class yesterday. He must have been sick.
Etc
h.      Penggunaan other, the other, another, others, etc.
Another + singular noun, other + plural noun. Penggunaan article ‘the’ sesuai konteks penggunaan article.
i.         Penggunaan reduced adjective clause, jeli terhadap manakah yang merupakan kata kerja sebenarnya dalam kalimat.
Example :
1)      The man standing in front of the door is my uncle. (kalimat awal : the man who is standing/stands in front of the door is my uncle. Kata kerja kalimat tersebut adalah to be is, bukan standing)
2)      The people ... to the benefit of mankind will be awarded with Nobel Prize
a.       contribute                            c. contributed                   
b.      contributing                         d. to contribute
Waktu mengerjakan : di bawah 10 detik
Tips :
Curigalah dengan bentuk kata kerja setelah subjek. Dalam soal di atas, cukup membaca subjek, opsi jawaban sekilas (untuk meraba bentuknya, dalam hal ini kata kerja semua) dan will be. Tentukan mana subjek dan kata kerja kalimat. Kata kerja dalam kalimat adalah will (be) sehingga bentuk contribute harus dalam bentuk v-ing (aktif, bertindak sebagai kata sifat menerangkan the people)
j.        Penggunaan who, whom, that, which, whose
Tips :
1)      who menerangkan subjek yang merupakan orang, whom menerangkan objek yang berupa orang
      tips : lihat opsi jawaban (misal who/whom), jika setelah titik-titik adalah kata kerja maka menggunakan who, jika setelah titik-titik adalah orang maka menggunakan whom
2)      that bisa digunakan untuk menerangkan subjek orang atau benda
3)      who selalu diikuti oleh Verb
4)      whom selalu diikuti oleh orang
5)      whose diikuti oleh benda
k.    Subject verb agreement
     Intinya subjek dan kata kerja pola harus sama, dalam arti misal subjek berbentuk they, kata kerja haruslah dalam bentuk yang menunjukkan pronoun tersebut. Jenis subject verb agreement ini banyak (terlalu panjang jika ditulis di mari semua), silahkan dicari sendiri yak ^^
Contohnya :

     1) Everyone is happy now (everyone sebagai subject, to be is merujuk kesesuaian dengan    everyone)
     2) Neither the student nor the teacher comes. (comes merujuk pada subjek yang paling dekat dengannya/the teacher)
l.      Penggunaan adjective dan adverb
Adjective >> menerangkan noun
Adverb >> menerangkan verb atau adjective, jika menerangkan kata kerja letaknya setelah kata kerja, contoh : she danced Kecak beautifully, tetapi jika menerangkan kata kerja pasif, adverb (of manner) berada di antara to be dan kata kerja pasif, contoh : Kecak is beautifully danced (by her) >> biasanya pengecoh pada error recognition
m.    Penggunaan preposisi yang tepat, kalau ini memang harus tahu makna
n.      Penggunaan appositive >> menerangkan orang di depannya, kedudukan setara dengan yang diterangkan
Example : ...., Winston Churchill was regarded as the greatest leader of the 20th century.
a.       He is a british former prime minister
b.      That Britih former prime minister
c.       It was a British former prime minister
d.      A British former prime minister
Jawaban : Identifikasi kalimat apakah sudah sempurna unsurnya (minimal ada subjek dan kata kerja). Jika sudah berarti titik-titik di awal kalimat subjek yang sudah diterangkan noun sesudahnya (Winston Churcill sebagai appositive) sehingga jawaban yang tepat adalah (d) A British former prime minister).
o.      Penggunaan neither.. nor;  either.. or; not only.. but also;  so... that; both... and
p.    Subjunctive
       Digunakan untuk menunjukkan urgency/importance. Terdapat expressions atau verba yang diikuti dengan subjunctive. Contoh : It is important that...., it was important that...., it is essential that.. it was essential that...
      to advise (that)
      to ask (that)
      to command (that)
      to demand (that)
      Example :
      It is crucial that you be on time for the meeting
      It is important that she work harder
      I requested Fifi join our trip
      Lala insisted that Dita not be at the meeting
      Tips : perhatikan bahwa kata kerjan dalam subjunctive selalu dalam bentuk kata kerja dasar, apapun bentuk tense dan subjeknya (apakah orang pertama/kedua/ketiga).       
q.      Penggunaan conjuctor (kata hubung) yang tepat
Misal : but, although, because etc.
Tips : because diikuti oleh kalimat, because of  diikuti oleh noun/noun clause 
Etc 

4.    Dalam structure and written expression, jangan jiper dengan panjangnya kalimat. Cukup identifikasi subjek, kata kerja dan objek. Selebihnya hanyalah keterangan menerangkan. Tidak perlu membaca keseluruhan soal.

5.    Untuk mengerjakan error recognition, menurut saya lebih mudah daripada mengerjakan structure and written expression karena mencari-cari mana yang salah lebih mudah dari mencari mana yang benar bukan, kita tak perlu tahu apa jawaban benar walau tahu itu salah hehe. Tips pertama dalam mengerjakan error recognition adalah baca sekilas opsi jawaban, lihat kata sebelum dan sesudah opsi jawaban. Terkadang kita bisa langsung tahu jawaban. Selanjutnya pegang apa yang tidak digarisbawahi sebagai pedoman.
Example :
1)      At 1845, James Pork invoked the doctrine against British threats in California and Oregon
A                                   B                                  C                    D
Waktu mengerjakan : tiga detik
Tips : Membaca opsi jawaban A dan kata sesudahnya, A pastilah opsi jawaban yang salah karena tahun menggunakan preposisi in, jadi ya langsung lingkari A saja tak perlu membaca yang lain-lain :D
2) Some puppetry is very simple in technique, while some is remarkable complicated
                    A                                      B              C                           D
Tips : Cukup membaca sekilas, jawaban d jelas salah karena complicated merupakan adjective yang diterangkan oleh adverb bukan oleh adjective (adjective tidak menerangkan adjective) sehingga seharusnya remarkably

6.    Jebakan yang biasa ada pada error recognition :
a.       Parallelism
Example :
1)      Wolves are known for their keen intelligent, skilled hunting dan highly organized social structure
Tips : Dalam kalimat, diperlukan kata benda yang paralel, social structure (tidak digarisbawah) adalah noun, hunting sudah tepat, nah intelligent pasti opsi jawaban yang salah karena bukan bentuk kata benda (akhiran –ent menunjukkan kata sifat) sehingga jawaban yang tepat adalah intelligence (-ence menunjukkan kata benda). Atau sebenarnya membaca opsi jawaban intelligent sudah pasti itu opsi yang salah karena keen adalah kata sifat yang pasti mendahului bentuk kata benda.
2)      The factory workers were ready, able and quite determine to do a great job
Tips : dalam kalimat dibutuhkan bentuk paralel dari kata sifat. Determine merupakan kata kerja, kata sifatnya seharusnya determined.
b.      Penggunaan if clause
Example : Were an artist to retain copyright, the collector would have violated the artist’s rights by making his copies.
Tips : bentuk asli kalimat were an artist adalah dari if an artist were (conditional tense type 2), langsung ingat polanya if + (past sentence), s+would+Vo, jadi opsi jawaban yang salah adalah would have violated seharusnya would violate.
c.       Subject Verb Agreement
Example : Last night, the neighborhood was surprised by the attack of armed gunman while they were sleeping.
Tips : perhatikan kata they tidak digarisbawahi, artinya subjek dalam bentuk jamak. Was surprised merupakan opsi jawaban yang salah karena menunjukkan kata kerja untuk orang tunggal.
d.      Penggunaan bentuk verb/adjective
Example : Throughout history, people have considered bats to be dangerous and frighten creatures of the night.
Tips : frighten seharusnya bukan dalam bentuk kata kerja tetapi kata sifat menerangkan bats sehingga jawaban yang tepat adalah frightening.
Etc

7.    Untuk soal bacaan (reading comprehension), sebisa mungkin tak perlu membaca keseluruhan bacaan. Akan menghabiskan waktu. Tembak langsung soal :
1)      Dari opsi pilihan a, b, c, d langsung cari jawaban di bacaan. Misal pertanyaan akan seputar “pernyataan yang sesuai dengan bacaan, pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan, yang dimaksud X pada baris ke Y”. Lihat soal, langsung cari jawaban di bacaan.
2)      Jika perlu, baca sekilas bacaan temukan kalimat utama di tiap paragraf (ingat kalimat utama saja). Saat pelatihan speed reading diajarkan bahwa teknik speed reading salah satunya dengan :
“Letakkan telunjuk di tengah-tengah paragraf. Lalu biarkan bola mata Anda menemukan inti kalimat dari suatu paragraf. Dengan meletakkan telunjuk di tengah paragraf, jangkauan pandang mata akan lebih luas sehingga lebih cepat memahami bacaan”. Try this.
3)      Lewati pertanyaan “what is the best title for the passage?” akan menghabiskan banyak waktu. Lebih baik kerjakan beberapa soal lain daripada membaca seluruh bacaan. Kecuali waktu sudah longgar :D

8.    Tips mengingat tata Bahasa Inggris : kebetulan saya tak suka menghafal rumus, cepat lupa selain itu membosankan. Jadi saya pasti membuat contoh kalimat yang menarik/menggambarkan saya banget sesuai dengan pelajaran bahasa Inggris saat itu. Sampai sekarang insya Allah, contoh kalimat yang dibuat dari SMP/SMA masih teringat terus :D
Sekian tips mengerjakan tes Bahasa Inggris. Sedikit banyak semoga bermanfaat. Silahkan jika ada yang ingin menambahi atau mengoreksi di kolom komentar ya :D