Friday, February 1, 2013

Ketika Engkau Merindukan Sholat Tapi Tak Boleh



Pernahkah merasakan begitu ingin menyentuhkan keningmu lekat-lekat di tengah heningnya malam tapi tak bisa? Pernahkah jiwa terasa hampa dan ingin menderas ayat-ayatnya tapi menyentuh surat cinta-Nya saja tak boleh? Pernahkah ingin menenangkan jiwa melalui puasa tapi tak bisa? Dan pernahkah semua itu terasa begitu menyiksa dan ingin cepat-cepat mengakhirinya?

Bagi para perempuan yang telah mencapai masa dewasa (dan tidak sedang hamil tentu saja) , menstruasi merupakan tamu yang datang di setiap bulan. Mulai dari tiga hingga empat belas hari, berulang melalui siklus rata-rata dua puluh delapan hari. Selain manfaat-manfaat kesehatan yang diperoleh perempuan melalui menstruasi seperti pembersihan tubuh maupun penanda kesuburan , masa menstruasi bisa jadi menyimpan hikmah-hikmah nonmedis bagi para muslimah. Apa saja?

Yang pertama, menjelang menstruasi serangan ‘gejolak hormonal’ merupakan hal yang harus dihadapi, Pre Menstrual Syndrom (PMS) istilahnya. Ketika tubuh terasa amat tak nyaman dan emosi menjadi labil. Menjaga emosi sehingga jangan sampai melalaikan ibadah ketika serangan rasa malas melanda. Menjaga emosi agar jangan sampai mengeluarkan perkataan atau melakukan perbuatan yang membuat tak nyaman orang lain. 

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah ketika menstruasi, para muslimah tak diperkenankan melaksanakan ibadah mahdhah seperti sholat, puasa dan membaca Al Qur’an. Hmmm, bagaimana rasanya jika tak melaksanakan ibadah yang katakanlah menjadi nafas kita sehari-hari (kecuali puasa tentunya tak setiap hari)? Hampa, seperti tanaman yang kekurangan air. Ibadah ghairu mahdhah tentu saja, tetapi ada keistimewaan-keistimewaan ibadah mahdhah yang tak dapat tergantikan bukan. Yang tak terkatakan. Seperti ketika haus meneguk air, ketika lapar menyantap makanan, ada yang kurang saat hal tersebut tak dilakukan. 

Hal yang patut disyukuri bahwa saat para muslimah tidak sedang mendapatkan tamu bulanan, ia memiliki kemudahan-kemudahan untuk melaksanakan ibadahnya. Kita tak tinggal di sebuah negeri yang mana azan dilarang diperdengarkan, tak harus sholat di bawah desingan peluru, bukan pula orang yang susah menemukan air bersih untuk bersuci. Betapa banyak kemudahan untuk melakukan ibadah. Betapa indahnya tinggal di Indonesia. 

Rasa-rasanya saat tamu bulanan datang, ingin segera mengakhirinya. Ingin segera sholat dan mengaji.  Ketika ia telah berakhir, mudah-mudahan menjadi stimulus para muslimah untuk lebih bersemangat beribadah, karena telah merasakan betapa tak enaknya ketika tak boleh sholat, mengaji dan berpuasa… Jiwa yang hampa membutuhkan penyembuhnya.

Dan di atas itu semua adalah mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada para perempuan melalui menstruasi. Betapa Allah sayang dengan hamba-hambaNya. Ia yang Maha Mengetahui telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dan sesuai kadarnya. Konon katanya, rasa sakit saat hari pertama menstruasi adalah rasa sakit pada saat pembukaan pertama perempuan yang hendak melahirkan. Dan dikatakan pula bahwa perempuan lebih kuat dibandingkan laki-laki karena ia mampu melewati sakitnya proses melahirkan (sakit di atas sakit) yang salah satunya dipersiapkan melalui menstruasi bulanan.

Wallahu a’lam.

3 comments:

  1. Betuul sekalii, Mon.. like this!
    Muslimah yang lagi halangan juga tak terhambat untuk beribadah dzikir (mengingat) Alloh, muraja'ah, mendengarkan kajian, serta berbuat positif lainnya..

    bukan sebagai ajang malas-malasan ^_^

    ReplyDelete
  2. nah itu dia,,,, egeheheh semoga para wanita bisa berpikir dengan demikian.
    Karena setiap detiknya kita Ibadah lho. Apabila kita taat pada aturan yang berlaku. Semoga kita terhindar dari maksiat saat datang tamu mulia hehe..

    pa kabar MOn. dan Maharani...?

    ReplyDelete