Sunday, February 3, 2013

When Your Smartphone Is Not Smart


Smartphones atau si telepon pintar merupakan benda yang tak asing dari kehidupan kita sehari-hari. Sebut saja Blackberry, ponsel Android dan iPhone. Tapi pernahkah menyadari bahwa bisa jadi handheld tersebut tak lagi smart alias tak membuat hidup kita lebih ‘pintar’. Kok bisa?

1.    Ketika berbicara dengan seseorang tetapi Anda sibuk memainkan handphone
Pernahkah duduk bersama di sebuah meja makan dan semua orang sibuk memencet keypad handphones? Memandang layar telepon genggam bisa jadi lebih menarik dibanding dengan menatap wajah sang lawan bicara. Atau saat reuni, alih-alih bernostalgia tetapi semua orang nampak sibuk sendiri-sendiri. Padahal bisa jadi tak ada urusan yang penting-penting amat, hanya sekadar membuka situs jejaring sosial. Bagi sebagian orang, hal tersebut merupakan hal yang kurang sopan. Hargailah lawan bicara dengan tak asyik sendiri saat ia mengajak berbincang.

2.    Ketika segala aspek kehidupan diceritakan
Berbagai aplikasi menarik yang ada pada si telepon pintar membuat orang membuka kehidupan pribadinya. Sebut saja apa yang ia pikirkan, sedang dimana, dengan siapa dan sedang apa. Situs jejaring sosial populer seperti Facebook dan Twitter, Foursquare, Instagram menjadikan kehidupan sosial sedikit demi sedikit bergeser dari dunia nyata ke dunia maya. Ada hal-hal yang sebaiknya disimpan sendiri atau hanya diceritakan kepada orang-orang tertentu saja bukan? Baru-baru ini imej artis perempuan sekaligus anggota dewan pun sempat tercoreng lantaran ia kedapatan berada di sebuah tempat hiburan malam melalui foto yang diunggah oleh temannya. 

3.    Ketika ponsel adalah benda pertama yang dibuka setelah bangun tidur
Keunggulan utama ponsel pintar adalah menawarkan konektivitas tak terbatas melalui dunia maya sekaligus banyaknya aplikasi menarik di dalamnya. Kalau membuka ponsel adalah hal yang pertama Anda lakukan setelah bangun, hati-hati bisa jadi Anda telah kecanduan. Email atau notifikasi facebook tak akan hilang jika ke kamar mandi dan berwudlu bukan? Hehe.
gambar dari sini

4.    Ketika ponsel pintar menghabiskan waktu produktif Anda
Niatnya membuka Facebook atau Twitter lima menit eh jadi lima belas menit, saling berbalas komen eh tahu-tahu sudah setengah jam. Setelah Facebook, ada Twitter, ada instagram, ada Path. Lalu permainan-permainan mengasyikkan pun sayang dilewatkan, video di youtube pun begitu menarik. Tahu-tahu tak terasa sudah dua jam memegang ponsel. Waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk melakukan hal yang lebih produktif.

5.    Ketika Anda tak bisa melepaskan diri dengan ponsel barang sekejap
Berada di sebuah forum, tetapi ponsel tak pernah lepas dari tangan. Ada saja hal yang dilakukan. Ketika di dalam kelas, ketika sedang rapat.  Ada saatnya untuk meletakkan ponsel dan keep it away. Menunduk memandang layar membuat seseorang tak memperhatikan sekitar. Pernah suatu ketika, saya sedang berada di dalam taksi dan asyik memperhatikan twitter, tahu-tahu sang sopir memutar-mutar jalan yang seharusnya dekat, walhasil argo yang dibayar pun jauh lebih mahal. Akibat tidak memperhatikan tentu saja.

Jadi apakah smartphone Anda benar-benar smart? Tergantung yang menggunakan tentu saja. The man behind the gun is the matter, isn’t it?

17 comments:

  1. Sangat menarik, saya gak punya yang smatr Mbak, HP saya gak smart2.. dipencet malah diam aja :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha, klo dipencet ngomong malah serem mas :p

      Delete
  2. Hp-ku dr dulu gak bisa buat fb-an, twitteran, e-mailan, BBM-an, atau whatsapp-an. Bisanya cm dua, sms-an atau telpon-an. Itupun kalo pas ada pulsanya. Hiks2.. :D

    ReplyDelete
  3. Setuju dengan semua poin yang Anda sampaikan, Mbak. Walaupun ponsel saya bukan tergolong smartphone, tapi kadang2 saya masih terkonsumsi oleh keberadaannya. Yang paling bahaya adalah tergerusnya waktu produktif kita oleh kegiatan sia-sia di ponsel kita. Khusus untuk poin ke-5, para ahli belakangan menyebutnya nomophobia alias fobia ga bisa berjauhan dr ponsel. Ihh, ngerii...

    Saya paling sebel sama poin pertama; sering bercakap dengan beberapa temen, eh ladalah mereka malah asyik dg Bebeh-nya. Rasanya komunikasi jd percuma...Ada seorang mahasiswa S2 menyinggung dalam tesisnya, bahwa ponsel, dalam kadar tertentu, justru menjauhkan yg dekat dan mendekatkan yg jauh. Kehadiran fisik kadang tak lebih penting daripada kesibukan berhaha-hihi tanpa sadar sambil mengumbar hal-hal yang bukan merupakan wilayah privat--atau lebih parah lagi, terjebak pada ghibah :(

    Kalau khitbah sih enak, hahaha...Makasih dah diingetin Mbak :) Salam sehat selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha, ane bisa nulis karena sempet ngrasain juga.. lama2 udah 'tobat' :p

      salam mas, makasih kunjungannya ^_^

      Delete
  4. terkadang hapenya yang terlalu smart, tapi yang pakai nggak smart amat :-D

    ReplyDelete
  5. Itu kriteria "Ponsel Addicted" ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba.. smartphones membuat orang cenderung 'addicted' soalnya hehe

      Delete
  6. bukan handphonenya yang ngga smart ya mba, tapi kitanya saja yang kurang smart dalam menggunakannya ^^
    terima kasih sudah mengingatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener :D

      ini nulis karena pernah ngrasain semua kyknya *semoga udah 'insyaf' hihi

      Delete
  7. wah monika emang pinter :D
    seneng deh bacanya heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini sih pengalaman pribadi nur *malu.. tp udah 'sembuh' :p

      Delete
  8. saya setuju sama yg diatas. komentarku muncul kepotong duh payah aku hehe..

    ReplyDelete
  9. wah,, kalau terlalu smart bisa di bodohi gadget ya mbak,.. hmm.. hmm,,.

    ReplyDelete
  10. Yang mbak tulis di sini benar semua Mbak. Makasih buat tulisannya Mbak, jadi ngingetin. Pengen mengurangi sedikit demi sedikit sekarang. Sayang kalau waktu terus terbuang tiap harinya..

    ReplyDelete