Friday, April 12, 2013

Nyilaturahim



Tante : “Kita punya keluarga di kota X lho, namanya mas A, anaknya adeknya Eyang,”
Aku : “Oiya ya tante, udah lama ga ketemu ya?”
Tante : “Iya, dia nggak pernah main ke rumah sih. Kalau ada pertemuan juga nggak pernah dateng,”
Aku : “Lha, tante yang silaturahim ke rumahnya aja,”
Tante : “Lho harusnya dia dong yang ke rumah tante, dia kan yang lebih muda,”
~~~

Dulu saya pikir kata ‘menyambung tali silaturahmi’ itu artinya berbuat baik sama orang, tidak melakukan hal-hal yang membuat hubungan pertemanan atau kekerabatan menjadi buruk. Seiring berjalan waktu dan semakin ‘tua’ sekadar menjaga hubungan agar tidak buruk itu tidak cukup. Seperti dialog pembuka di atas, Tante merasa bahwa bahwa om A yang harusnya sowan dulu lantaran beliau lebih muda. Seorang teman pernah berkata bahwa dia tidak akan tersenyum sama temannya jika berpapasan di jalan apabila temannya tidak tersenyum duluan

Teman akrab dulu saat di sekolah, kemudian melanjutkan pendidikan di universitas yang berbeda ketika bertemu bisa berubah menjadi orang asing. Istilahnya lost contact. Si A mungkin beranggapan si B kok tidak sms duluan, tidak nanya kabarnya duluan sementara si B mungkin berpikiran sebaliknya. Akhirnya ya tak bertemu. Saya juga pernah merasakan ketika teman yang akrab saat di sekolah, awalnya masih sering smsan atau telpon kemudian jarang dan akhirnya tak pernah. Ketika itu saya ingin ditanya duluan, ingin dihubungin duluan. Mungkin teman juga beranggapan demikian.Saling menunggu. Akhirnya tak bertemu

Waktu jalan-jalan ke Bali tahun lalu, saya teringat bahwa Mama punya Om (adik Eyang) yang tinggal di Denpasar dan sudah puluhan tahun tak ditemuinya. Akhirnya saya mengajak teman-teman ke rumah Eyang tersebut. Eyang sempat kaget tiba-tiba kedatangan tamu yang tak disangkanya sebelum kami berbincang-bincang dengan akrab seolah sudah lama kenal. Menyambung silaturahim rasanya nikmat sekali.

Rasa-rasanya poin terpenting dari menyambung silaturahim adalah menghilangkan siapa yang lebih dulu dan menunggu didahului. Tidak menunggu orang lain senyum duluan (ya dia diam saja ya saya juga diam), tidak menunggu disapa duluan dan tidak menunggu didatangi duluan. Pernah dulu ada penghuni baru di kosan dan dia tidak tersenyum atau menyapa saat bertemu saya. Saya pun akhirnya tidak tersenyum sama dia (karena saya merasa sebagai penghuni lama, “harusnya yang baru senyum duluan dong”) akhirnya kami pun tidak saling bertegur sapa untuk beberapa lama. Tak enak dengan situasi demikian, saya akhirnya tersenyum dan menyapa dia terlebih dahulu. Semenjak itu baru kami bertegur sapa.

Dulu saya enggan senyum ke orang yang tak membalas senyuman saya (masak disenyumin tak membalas sih pikir saya) tetapi kemudian saya sadar kalau saya berbuat baik kan mengharapkan balasan dari Yang Maha Penyayang bukan mengharap sama manusia. Sudut pandang itu akhirnya membuat saya bisa senyum dengan leluasa, dibalas ataupun tidak tak saya pikirkan lagi. Senyum, gerbang pertama dari silaturahim bukan? :)

Yuk, sama-sama belajar. Nyilaturahim. Semoga makin dilancarkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya*. Jumuah Mubarokah ^_^


*"Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi". (Muttafaqun 'alaihi).

14 comments:

  1. arogansilah yang kerap menjadi pemutus tali silaturrahim, bahkan antar sesama saudara. :(
    Semoga kita tak sombong tuk memulai sebuah persaudaraan :)

    ReplyDelete
  2. Deh...nohok banget.

    Aku jg sering mikir kalau si A udh jrg sms berarti mgkn udh lupa, atau udh tll sibuk, atau no.kontakku udh hilang. Trus gak mau mulai tanya kabar, khawatir dicuekin. Pdhl jangan2 di seberang sana tmn2 lama berpikiran sama. Jadinya hilang kontak deh...

    ReplyDelete
  3. Yang punya waktu longgar lebih banyak, ada baiknya mengunjungi dulu ya, Mba. :)

    ReplyDelete
  4. iya ya, tapi kadang kalo saudara jauh agak canggung gitu, mba monik. apalagi mungki udah lama ga interaksi, tau2 dateng hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. canggung di awal2 wajar mba, nanti lama2 juga akrab hehe :D

      Delete
  5. Benar, untuk menyambung silaturrahim, tak perlu menunggu siapa yang harus duluan, justru memulai terlebih dahulu, akan memberikan kebahagiaan tersendiri lho. Bukan begitu Monique? :)
    APa kabar nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba Alaika, plus pahalanya lebih besar :)

      Alhamdulillah baik mba, sukses buat Srikandi blogger nya :)

      Delete
  6. iya ya mon, sekarang sama temen juga seringnya gitu.. kalo mau nyapa di socmed bingung juga, mau ngomong apaaa hihihihi...
    tapi ya bener juga, kalau niatnya silaturahim nggak perlu deh tunggu2an :D

    ReplyDelete
  7. Silaturami memang sangatlah penting apalagi mengunjungi keluarga, ya meskipun jarak yang sangat jauh butuh kesabaran untuk mencapai tempat tujuan. Dengan pengorbanan yang kita lakukan tak lepas dari kita yang ingin bersilaturahmi dan itu akan mempererat tali persaudaraan :)
    Niche blog

    ReplyDelete
  8. bener tuh. setuju aja ah...

    ReplyDelete