Friday, May 3, 2013

People Around Me : Perempuan yang Paling Dicintai Suaminya



Salah satu perempuan paling dicintai suaminya bisa jadi adalah istri Shah Jehan, sang permaisuri Mumtaz yang dibangunkan bangunan semegah Taj Mahal sebagai peristirahatan terakhirnya. Tetapi melihat secara langsung tentulah memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan dengan hanya mendengar cerita saja. Salah satu perempuan dalam kehidupan nyata yang paling inspiratif bagi saya adalah salah seorang yang saya panggil dengan Tante yang merupakan istri dari salah satu adik kandung Mama (Om).

Setiap kali saya bertandang ke rumah beliau, saya harus ‘bersiap-siap’ tak boleh iri dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh keduanya misalnya Om yang kerap memuji Tante sehingga tersipu malu. Usia Om sudah lebih dari setengah abad tetapi rasa-rasanya cara Om memperlakukan Tante seakan tak luntur oleh waktu.

Usia Tante masih dua puluh empat tahun ketika ia menikah dengan Om. Kariernya di bidang akuntansi pada sebuah perusahaan swasta sedang bagus-bagusnya ketika ia memutuskan untuk mengundurkan diri setelah melahirkan anak pertamanya. Beliau pun resmi menjadi ibu rumah tangga sembari merintis butik busana Muslim. Lalu apa yang istimewa dengan Tante untuk diceritakan kali ini?

Selain cantik, Tante adalah salah seorang perempuan paling cerdas yang pernah saya kenal. Beliau mampu melihat segala sesuatu dari berbagai sisi sehingga amat menyenangkan untuk dimintai pendapat. Selain itu, nada bicara beliau halus, khas orang Sunda. Beliau memang ibu rumah tangga biasa, tetapi di mata saya beliau perempuan yang luar biasa. Masakannya lezat sekali, Om kerap memuji masakan istrinya dan menyuruh saya belajar dari Tante, yang lebih istimewa kecepatan Tante memasak di atas rata-rata. Sreng sreng, dalam waktu tak terlalu lama jadilah masakan yang menggugah rasa. Ia juga gemar berkebun, lahan kosong di depan rumahnya penuh dengan tanaman, mulai sayur hingga tanaman obat. Jadi jika mau memasak sayur atau memerlukan obat, sering kali tinggal memetik saja. 

Tak ketinggalan, Tante pun kursus kecantikan dan kosmetik. Selain untuk menjaga penampilan, beliau juga bercita-cita mendirikan spa rumahan di rumahnya. Tante ingin berkarya dengan tanpa berjauhan dari keluarga. Selanjutnya, Tante juga mengikuti kursus bekam dan akupuntur, semua yang diikutinya untuk keluarga. Jadi jika Om atau anak-anaknya mengeluh sakit Tante tinggal mengeluarkan jarum akupuntur atau alat bekamnya. 

Tak hanya itu, Tante juga mengikuti program hafizhah di masjid dekat rumahnya. Sembari memasak, ia melantunkan hafalannya. Ia juga mengikuti program tahsin dan bahasa Arab. Buku-buku agama menumpuk di perpustakaan mini rumah Om dan Tante, hampir setiap hari (ketika saya libur beberapa hari dan menginap di sana) saya tak pernah melihat Tante melewatkan waktu tanpa membaca buku.

Yang saya sukai adalah nasihat-nasihat Tante yang disampaikan dengan halus, tegas dengan sudut pandang yang selalu positif. Pantang ia menggunakan kata ‘tidak bisa’ jika mendengar keponakannya ini mulai mengeluh. Tak heran jika pernah suatu hari saya melihat salah seorang anak laki-lakinya bisa menangis tersedu-sedu sambil memeluk ibunya dengan hanya mendengar beberapa kata nasihat Tante yang disampaikan dengan amat halus, nyaris tak pernah saya melihat beliau marah.

Pendek kata, kalau ada gelar ibu rumah tangga terhebat salah satunya hendak saya sematkan kepada Tante. Ibu rumah tangga paket komplet. Perempuan hebat yang rela meninggalkan puncak kariernya demi menghebatkan keluarganya, perempuan yang memiliki semangat amat tinggi dalam belajar dan mengembangkan diri dengan berorientasi pada kepentingan keluarga. Bersyukur mengenal beliau dan bisa belajar banyak darinya.

Jadi tak berlebihan kan kiranya saya sebut beliau sebagai salah satu perempuan yang paling dicintai suaminya? Hehe

3 comments:

  1. Wah, salut deh dengan tantenya, beliau sungguh perempuan hebat, pantes saja sangat disayang dan dicinta oleh suaminya yaaa. :) Semoga langgeng hingga akhir hayat nanti yaaa. :)

    ReplyDelete