Wednesday, July 24, 2013

Change Your Words, Change Your World



Kata orang, menulis adalah sebuah keterampilan. Semakin rajin mengasah maka akan semakin tajam dan bagus tulisan. Namun demikian, keterampilan tetaplah memerlukan ilmu. Beruntung, beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk belajar dari para piawai menulis : Iwan Januar, Arif Rahman Lubis, Rindu Ade dan Felix Siauw di seminar 'Ayo Menulis' yang diselenggarakan oleh @PejuangSubuh.

Mengapa Harus Menulis?
Hal yang pertama ditekankan pembicara yang terkenal dengan tulisannya yang dekat dengan dunia remaja ini adalah “Siapapun bisa menulis!”. Apapun bisa dipelajari oleh setiap orang, yang berbeda hanyalah tingkat kecepatan seseorang dalam mempelajari sesuatu. Menulis adalah salah satu cara untuk merekam jejak pemikiran. Jika melihat foto, orang hanya akan mampu untuk menangkap suasana. Adapun dengan menulis siapapun bisa membaca dan hanyut dalam tulisan.
Scripta Manent, Verba Volant
(Apa yang kita tulis akan abadi, apa yang kita ucapkan akan cepat dilupakan)
Kemudian, pemilik akun twitter @iwanjanuarcom ini menayangkan sebuah video menarik tentang bagaimana kekuatan kata-kata bisa mengubah orang –orang yang ada di sekitar kita. 

 Change Your Words. Change Your Worlds.

 
Iwan Januar berbagi lima alasan mengapa kita harus menulis :
1.    Menulislah untuk merekam jejak pemikiran kita
2.    Menulislah untuk mentransfer pemikiran kita kepada orang lain
3.    Menulislah untuk mengubah pemikiran dan perasaan orang lain
4.    Menulislah untuk mengubah dunia, bukan untuk mencari kekayaan
Mengharapkan perubahan bagi orang yang membaca
5.    Menulislah untuk mengalirkan pahala hingga ke liang lahat

Kunci Sukses Memulai Menulis : Mulai!
Menulis adalah sebuah keterampilan. Kunci sukses utama untuk memulai menulis adalah mulai. Secara mendetail, pemilik akun @ArifRahmanLubis ini memberikan kiat-kiat sukses mulai menulis :
1.    Temukan Motivasi Menulis
Temukan jawaban atas dua pertanyaan : mengapa saya harus menulis dan mengapa buku ini harus ditulis?
Mood menulis bangkit karena adanya keinginan yang kuat untuk menyampaikan ilmu dan kebenaran. Terkadang, penghambat terbesar seseorang dalam menulis adalah ketakutan untuk dinilai. Pemilik akun @TeladanRasul ini juga menyatakan bahwa pengendali terbaik adalah ketakutan menebar kebatilan.
2.    Gigih Berlatih
Tanpa bakat orang bisa menjadi penulis hebat tetapi tanpa kegigihan orang berbakat tidak berarti apa-apa. Tidak ada kata gagal bagi orang yang terus berusaha. Contohnya adalah Joni Ariadinata yang telah 550 kali ditolak sebelum karyanya dimuat.
3.    Belajar dari yang terbaik
Siapa penulis yang menulis dengan baik menurutmu? Contohnya Buya Hamka yang terinspirasi oleh Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi.
4.    Selalu Haus Membaca
Jika engkau malas membaca, bagaimana mungkin menyuruh orang lain rajin membaca tulisanmu? Darimana seseorang mendapatkan ilmu jika ia tidak haus untuk mencari ilmu?

Laki-laki yang telah menerbitkan tiga buku ini kemudian berpesan untuk meluangkan waktu setiap harinya dengan membaca atau menulis. Tidak mungkin menulis jika tidak membaca lebih banyak.  Merupakan suatu ketetapan jika semakin banyak seseorang berlatih maka semakin mahir ia dalam suatu hal yang ditekuninya.
Tulisan yang Berasal dari Hati akan Sampai ke Hati
Sudah lama saya ingin menemui perempuan berjilbab hitam ini. Buku pertamanya, Perempuan Pencari Tuhan 1 sukses membuat mata saya basah secara diam-diam di Gramedia. Tulisan-tulisan di blog Kebun Hikmah terasa begitu menyentuh. Tak heran bila pemilik akun twitter @rindu_ade ini berbagi tips tentang ‘Bagaimana Menulis dengan Hati?’.
Saat kita menulis, sejatinya kita mengabadikan kenangan demi kenangan yang tidak ingin kita lupakan. You write simply because it feels right. Teh Rindu menambahkan bahwa menulis itu seperti berlibur, menikmati perjalanan hati. Tulisan yang berasal dari hati akan sampai ke hati. Tulisan dari hati yang sehat akan sehat dan menyehatkan para pembaca. Tulislah apa yang ada di hatimu.

Beberapa hambatan menulis dan cara mengatasinya :
1.    Sulit menuliskan ide ~~ Tenang, hati selalu bersuara
2.    Banyak pikiran ~~ Cari waktu yang tepat
3.    Bingung memulai ~~ Dengan hati, apa saja bisa kita tulis
4.    Tidak percaya diri ~~ Anggaplah minimal ada satu pembaca yakni kita sendiri
5.    Tidak ada waktu ~~ Pilih-pilih waktu yang bisa kita bagi
Tak lupa, tips-tips menulis pun dibagikan perempuan berdarah Aceh ini :
1.    Jangan takut salah
Karena tulisan yang baik adalah tulisan yang belum ditulis (sempurna/tak ada salah sedikitpun di dalamnya)
2.    Hadirkan kondisi ruhiyah ketika menulis
Beri ‘nyawa’ pada tulisan kita
3.    Hidupkan imajinasi
4.    Gunakan konsep ikhlas menulis
Bukan karena ingin royalti atau ketenaran. Biarkan saja pembaca yang menilai dan menangkap isi tulisan kita.
5.    Hilangkan perasaan ingin dipuji atau ingin dikomentari
Yang kita baca akan tercrmin dari tulisan kita, yang kita tulis adalah cerminan diri kita. Ia menutup pemaparannya dengan mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib ra, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,”
Menyempatkan Diri untuk Menulis, Bukan Menulis Ketika Sempat
Berapa lama waktu yang Anda habiskan setiap harinya untuk menulis? Laki-laki berkulit putih ini membuka presentasinya dengan mengatakan bahwa pelajaran favorit para ulama dan khalifah ada dua yakni bahasa dan sejarah. Menulis adalah bagian dari kemampuan berbahasa. Untuk terus menulis hanya dua hal yang diperlukan : mau menulis dan terus menulis.
Seluruh keahlian, termasuk menulis, merupakan bagian dari kebiasaan (habits) yang merupakan hasil dari latihan dan pengulangan (silahkan baca reviu buku How to Master Habits karya ustad Feliz). Jadikan menulis sebagai sebuah kesibukan. Khusus, kesempatan kali ini, pemilik akun @felixsiauw berbagi tips tentang bagaimana menulis di tengah kesibukan.
Pada intinya, cara menulis di tengah kesibukan adalah : menyempatkan diri untuk menulis, bukan menulis ketika sempat, jadikan menulis sebagai kesibukan itu sendiri.
Ustadz Felix menekankan bahwa 99% kegagalan disebabkan karena banyak beralasan, termasuk alasan untuk tidak menulis. Padahal menulis merupakan suatu perkara yang melebihi ruang dan waktu. Dengan berbicara, orang mungkin akan segera lupa apa yang kita katakan, tetapi dengan membaca tulisan kita, orang akan mampu untuk lebih mengingatnya. Ucapan hanya akan didengar oleh lawan bicara di tempat tertentu pada waktu tetapi menulis menembus batas ruang dan waktu.
Yang tak kalah penting adalah menulis merupakan suatu hal yang berkaitan erat dengan membaca, bahkan dikatakan bahwa ciri seorang penulis adalah selalu mebawa buku di dalam tasnya. Seorang editor senior mengatakan bahwa seseorang akan mampu menghasilkan satu buku dengan setidaknya membaca 11/12 buku. Saat menulis karya Muhammad Al Fatih yang fenomenal itu, ustad Felix bahkan telah membaca 40 buku terkait sebelumnya. Wow.
Mengutip pepatah Melayu,
“Nak atau tak nak. Kalau nak 1000 daye, kalau tak nak 1.000 daleh”
“Mau atau tidak mau. Kalau mau 1.000 daya (upaya). Kalau tak mau 1.000 dalih”
Jadi, mengutip pesan sang ustadz, sudah siapkah untuk menulis selama tiga jam sehari dan kemudian mempublikasikannya?  :)

Catatan : 
- Judul tulisan ini merupakan sebuah judul buku luar negeri yang ada di video di atas
-Yang meringkas ini juga sedang belajar, untuk tidak mencari alasan dalam menulis. Hihi.

25 comments:

  1. sudah siap untuk menulis mbakkkkkkkkk!!!!! semangat.!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah saya mah sekarang kalah sama dek Awal, ngeri euy rajinnya :D

      Delete
  2. Waaaah, mak jleb banget nih
    Banyak dalih banyak alasan
    Dari mulai gak mood, capek, gak ada ide...hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat mbak, postingan ini terutama untuk aku T_T

      Delete
  3. Saya senang kepada orang yang suka menulis, berharap suatu saat saya juga bisa menulis :-!

    ReplyDelete
  4. Makasih mba share nya :D
    Semangat menulis! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kunjungannnya.. semangat :D

      Salam kenal ya :D

      Delete
  5. Aku mau nyoba tips nya ya mbk,,,,, semoga aku tidak lagi kaku nantinya dalam membuat suatu paragraf
    Nice blog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Follow ke 203 di tunggu follow back nya yah :)

      Delete
  6. Mon, minta waktu buat ditentirin dunia per-blog-an dan tulis menulis donk :3

    ReplyDelete
  7. saya dulu berfikir menulis adalah susah, tapi sekarang semuanya mengalir begitu saja...
    yang penting menulis sajaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuulll mba,,, makasih ya kunjungannya.. salam kenal mba Lulu :D

      Delete
  8. jadi gimana MOn? semangat yuk... hehehe.. meskipun novelku yg kamu baca ancur2an dan gak bngdt. Tapi aku berusaha menulis daripda gak, tapi yg penting ada usaha dan kemauan untuk lebih maju. Aku yakin bgd meski hanya melalui blog kita juga sudah menulis unutk dunia. coba contohnya yg kek gini kamu posting, itu sesuatu lho nilainya karna bagus bgd memotivasi kita2 ini.
    Menulis itu mengalir sesuai dengan daya cipta kita... sesuatu..
    tkz Mon.

    ReplyDelete
  9. jadi makin semangat nulis ^^
    follback ys mbak ^^

    ReplyDelete
  10. Tanpa bakat orang bisa menjadi penulis hebat tetapi tanpa kegigihan orang berbakat tidak berarti apa-apa.

    Suka banget kata2 ini;) Tulisan kamu selalu bermanfaat, Mon. Teruskan!

    ReplyDelete
  11. kalo ramadhan sy hampir kehilangan waktu untuk menulis, lebih banyak waktu untuk membaca dan hal2 lain yg sederhana. menulis masih sangat rumit untuk sy kerjain

    ReplyDelete
  12. siap mon ... cek di blog, udah ada beberapa ... meski masih belum bagus... hihi

    ReplyDelete
  13. Waah pengalaman berharga ya, dapat kiat2 keren itu ^__^
    Saya setuju sama semuanya. TErlebih sama: Tulisan yang Berasal dari Hati akan Sampai ke Hati. Memang terasa ya.

    ReplyDelete
  14. sebenarnya siapapun memang bisa menulis, mba monik. hehe. apalagi pengalaman tiap orang dalam hidupnya pasti berbeda satu sama lain yang bisa diambil hikmahnya. :)

    ReplyDelete
  15. pengen baca buku 'Change Your Words, Change Your World', di sini udah ada belum ya?

    ReplyDelete
  16. setuju.. jadi termotivasi setelah baca tulisan di atas.. terimakasih..

    ReplyDelete