Saturday, August 24, 2013

Catatan Tujuh Tahun Berjilbab : Biarlah Jilbab Ini Menjagaku



Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

Sebelum memutuskan berjilbab pada tanggal 17 Agustus 2006 silam, aku masih belum memahami makna ayat di atas. Pikiran bodohku waktu itu : kok mudah untuk dikenal ya, sementara kan saat menggunakan jilbab, emblem nama di baju seragam tertutup, jadi nama tak terbaca. Haha. Kelak, aku pelan-pelan memahaminya seiring berjalannya waktu.

Nyaman dan Aman dengan Mengenakan Jilbab...
Ada hal yang sangat berbeda yang dirasakan sebelum dan setelah berjilbab. Setelah berjilbab, pandangan orang menjadi ‘berbeda’. Aku merasa lebih aman dan nyaman dengan pakaian yang menutup seluruh aurat kecuali muka dan telapak tangan. Perbedaan sama juga kurasakan saat ‘mengganti’ penampilanku dari yang biasanya menggunakan jilbab seleher, kaos panjang yang terkadang ketat dan celana jeans menjadi jilbab minimal menutupi dada, baju yang tidak ketat, rok panjang. Aku merasa jauh lebih aman dan nyaman.

Pernah suatu waktu, seorang teman laki-laki menanyakan hal yang membuatku tersinggung, “Mon, kamu pernah lepas jilbab nggak?” . Rasa-rasanya aku ingin marah mendengar pertanyaannya, apa aku terlihat seperti perempuan yang suka melepas jilbab sehingga dia bertanya seperti itu kepadaku.

Membuka jilbab di tempat wudlu wanita saja nyaris tak pernah ku lakukan, karena aku merasa tak aman membuka jilbab selain di rumah, cukup melepaskan peniti dan melonggarkan jilbab bagiku bila berada di tempat umum. 

Jilbab dan Perubahan Perilaku
Mengenakan jilbab bukan berarti membuat perilaku menjadi tanpa cela. Semua orang pasti membuat kesalahan dan dosa, lepas apakah ia berjilbab atau belum berjilbab. Namun, bukan berarti hal itu menjadikan perempuan berjilbab dan tidak berjilbab menjadi ‘sama saja’. Semua kebaikan tak ada yang sia-sia, bahkan kebaikan sekecil apapun pasti dicatat.

Jilbab adalah salah satu kontrol atas perilaku Muslimah. “Tak pantas jika seperti ini, seperti itu dilakukan seseorang yang berjilbab,” hati kecil seorang Muslimah pasti -setidaknya pernah- mengingatkannya. Misalnya, seorang perempuan berjilbab pasti berpikir ribuan kali dan menolak jika diajak ke tempat dugem, ia akan malu dengan jilbab yang dikenakannya.

Tak sempurna, pasti. 

Jilbab Bukti Cinta Tuhanmu...
Setiap kali memandang diri dengan jilbab dan pakaian Muslimah yang dikenakan, rasa haru terkadang menyelimuti. Betapa Allah sayang kepada para Muslimah, Islam memuliakan wanita dengan perintah menutupi aurat yang mana aurat wanita terlalu berharga untuk diumbar-umbar dan dinikmati oleh laki-laki yang tak berhak. 

Betapa Allah sayang padaku, dengan memberi hidayah ini

Hidayah iman dan islam yang amat mahal, melebihi langit dan bumi. Allah menggerakkanku dan memantapkan hatiku untuk menutup aurat.  Menganugerahkanku pemahaman utuh bahwa menutup aurat adalah wajib. Hidayah menutup aurat yang sebenarnya merupakan kewajiban. 

Jilbabku Memerdekakanku....
Sebagian orang mengatakan, “Ah, nanti-nanti saja berjilbab. Berjilbab bikin nggak bebas,”. Tak bebas mengenakan baju apa saja, tak bebas memilih pekerjaan bahkan tak bebas memilih pasangan, katanya. Ah, kebebasan seperti apa yang dicari? Justru setelah berjilbab, aku merasa menemukan kebebasanku secara utuh. 

Aku terbebas dari kewajiban menutup aurat, aku bebas mencari pekerjaan yang tidak menghalangiku menunaikan kewajibanku ini, aku bebas menunjukkan identitasku sebagai muslimah...

Biarlah Jilbab Ini Menjagaku....
Jilbabku adalah identitasku sebagai muslimah. Identitas tentulah merupakan sesuatu yang melekat secara mutlak dalam diri seseorang. Jilbabku adalah kehormatanku yang harus aku jaga, jilbabku adalah salah satu simbol ketaatanku, jilbabku adalah kontrol perilakuku dan jilbab ini akan menjagaku...

Saksikan bahwa aku seorang muslimah.  Dengan jilbabku, dengan identitasku....



24 comments:

  1. Assalamualaikum.
    Alhamdulillah, setelah membaca postingan ukhti. Saya kagum, rupanya di zaman seperti yang sekarang ini ada yang bangga menjadi seorang muslimah sejati. Semoga Allah memberikan berkah dan petunjuk untuk ukhti.

    wassalamualaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaykumsalam. mohon doanya agar istiqomah

      Delete
  2. Dulu ada juga yg nanya, buat apaan berjilbab? Tapi saya jawab dng senyum doang. Meski blum bener, jilbab menjadi pagar kalo mau pecicilan

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mba... :)

      salam kenal ya, thanks for visiting :)

      Delete
  3. jaman sekarang yg seperti mbak Mon mungkin jarang. Yg ada mah berjilbab untuk mengikuti trend busana muslim yg makin keren tp jauh dari syar'i kayaknya.

    Saya dapat hidayah untuk berjilbab waktu masih di Hk. Kalo lagi musim panas bnyk yg bilang saya gila. Panas2 pake jilbab apa ga gerah katanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba,bersyukur bgt dg hidayah dr Allah :)

      Delete
  4. sudah 7 tahun lama juga yah MOn, saya belum ada 7 tahun, mungkin baru 4tahunan.

    semoga tetp ietiqomah dan tetp mengenakan jilbab itu ya. Karena Jilbab dan kerudung adalah simbol muslimah sejati

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya rabb.. saling mendoakan ya ukh :)

      Delete
  5. wah sama ya, aku juga udah hampir 7 tahun belajar memakai jilbab. Itu dimulai waktu kelas 1 SMP.
    Aku setuju banget sama tulisannya. Jilbab itu ga mengengekang, tapi menjaga :)

    Aku juga suka gerah kalo dikasih pertanyaan, "Kamu pernah buka kerudung ga kalo keluar?" atau "Ga panas emang pake kerudung?". Ngeselin banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba.. ngeselin banget.. saba2 ketemu org kayak gt :(

      Delete
  6. ada ungkapan bahwa agama bukanlah terletak dari simbol-simbol dan pakaian-pakaian khas yang mencirikannya namun terletak di dalam hati..
    ya hati yang penuh kecintaan melaksanakan apa yg agama dan Tuhannya perintahkan...
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul... jilbab adalah salah satu bentuk kepatuhan.. nice words, Dihas hehe

      Delete
  7. aamiinn.. semoga selalu istiqomah dg jilbabnya :-)

    ReplyDelete
  8. Subhanallah, alhamdulillah ya. Jadi inget, saya dulu memutuskan berjilbab di tahun 2000, gara-garanya ketakutan denger mentor saya cerita soal bakal masuk neraka kalo muslimah gak ngikutin perintah Allah untuk berhijab. Biasa-biasanya saya gak ngaruh kalo dengerin tausyiah sejenis, tapi gak tau kenapa waktu itu bener-bener bisa sampe ketakutan. Hidayah juga kali, ya.

    Hampir 13 tahun berhijab, jujur, tetap ada masa-masa berbuat dosa kecil/besar, tapi alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk memperbaiki terus, insya Allah.

    Semoga MOnika bisa lebih istiqamah daripada saya, amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba... alhamdulillah banget T_T

      aamiin

      Delete
  9. Jadi ingat kata seorang ulama bahwa sebaik-baik pakaian itu adalah pakaian takwa.. ketika hidayah telah tiba, hijab menjadi pelindung raga dan takwa pelindung jiwa....

    ReplyDelete
  10. Maaf baru sowan ya dek.. alhamdulillah semoga qt istiqomah menutup aurat dengan jilbab dan khimar nan syar'i.. :)

    ReplyDelete
  11. semoga tetep istiqomah. dan share juga tulisan ini di banyak tempat, siapa tahu banyak yang tersadar setelah membacanya lalu mengikutinya. kalo boleh, aku juga mau ngikut ngeshare...

    ReplyDelete
  12. mon, ikutan share tulisan ini ke tumblrku yaa.. boleh kah?

    ReplyDelete