Saturday, August 10, 2013

Jadi Kapan Kamu Nikah? Sudah Hamil Belum?


Pada momen-momen sosial tertentu seperti pertemuan keluarga besar saat lebaran atau berkumpul dengan teman-teman, pertanyaan “Kapan kamu nikah?” adalah pertanyaan yang lazim ditanyakan, frequently asked question. Bahkan pernah setelah lama tak berjumpa dengan seorang teman kuliah, pertanyaan pertama yang ia lontarkan adalah “Kamu kapan nikah, Mon?” bukan “Gimana kabarmu?”. Bagi saya sendiri, pertanyaan seperti itu wajar-wajar saja, entah yang bertanya sekadar basa-basi atau memang ia perhatian atau hanya sekadar ingin tahu. 

Namun, pertanyaan yang sering ditanyakan bisa saja tak biasa bagi sebagian orang.  Bagi perempuan yang baru ditinggal menikah seseorang yang pernah ia harapkan, pertanyaan kapan menikah bisa jadi bagai menyiram garam ke lukanya *duile. Atau bagi seseorang yang telah menikah sekian lama dan belum dikaruniai momongan, pertanyaan kapan punya anak bisa jadi menyakitkan.

Pernah suatu ketika saat saya sedang berjalan bertiga dengan dua orang teman (perempuan), kami berpapasan dengan seorang teman lama (laki-laki), salah satu teman perempuan ini saat itu sudah (atau bisa disebut ‘baru’) menikah sekitar lima bulan. Sang teman laki-laki bertanya dengan enteng, “Eh, apa kabar? Kamu dah hamil belum?”, sang teman perempuan diam saja lalu teman laki-laki itu melanjutkan,”Oh, belum hamil ya?” sambil senyum-senyum. Deg. Saya dan teman perempuan satunya berpandang-pandangan. Tak tahu sang teman laki-laki bahwa teman perempuan kami itu baru saja mengalami masa sulit dalam hidupnya, ia baru saja kehilangan yang sudah empat bulan dikandungnya. 

Pernah juga saat saya jalan berdua dengan seorang teman perempuan lain, ia menanyakan kabar salah seorang teman perempuan kami yang sudah lama tak ia temui. “Baik mbak, kabarnya,” jawab saya singkat. “Sudah hamil?”, lanjutnya. “Setauku belum,” jawab saya.  “Oh, kok belum sih ya? Dia kan sudah enam bulan nikah?” sambil melanjutkan celotehannya. Saya diam saja tak menanggapi. Beberapa hari kemudian saya bertemu dengan teman yang kami bicarakan itu, mbak X bercerita bahwa ia saja keguguran, lantaran jatuh terpeleset. Hiks. Kalau saja teman saya kemarin mendengar cerita itu.

Sumber gambar : klik
Buat saya pribadi, saya memilih untuk tidak menanyakan pertanyaan seperti kapan menikah atau sudah hamil belum kepada teman yang tak terlalu akrab. Kecuali sudah ada pembahasan atau tampak tanda-tanda ke arah sana. Takut jika pertanyaan tersebut yang tampak biasa itu sensitif dan melukai orang yang ditanya. Apalagi jika pertanyaan hanya disampaikan melalui pesan yang mana saya tak tahu bagaimana mimik muka teman tersebut. Sederhana saja, jika mimik muka seseorang berubah, kemungkinan besar ia terganggu dengan pertanyaan itu. Ingin sekali memang saya menanyakan kabar seorang teman yang sudah bertahun-tahun menikah dan pernah curhat usaha-usaha yang ia lakukan untuk memperoleh momongan, tapi jemari saya tak kuasa mengetik pertanyaan apakah ia telah berhasil atau belum, kalau ia memiliki hal penting untuk diceritakan pasti ia bercerita sendiri tanpa diminta bukan? ^^

Jadi, rasa-rasanya lebih bijak jika pertanyaan biasa-tapi-bisa-jadi-sensitif tidak ‘sembarang’ dilontarkan. Lihat-lihat kondisi dan karakter teman yang ditanya serta tingkat kedekatan bisa membantu. Apalagi jika hanya sekadar ingin tahu. Kecuali mungkin yang bertanya memang perhatian atau ingin membantu. Hehe. 

22 comments:

  1. harus ekstra jaga mulut meski kadang kelepasan juga *uhuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf br bls koneksi kembang kempis hehe..

      bener mbak, nasihat buat diri saya juga.. makasih kunjungannya ^^

      Delete
  2. begitulah. kadang niatnya menunjukkan kepedulian, tapi caranya bikin bete.

    kalo lebaran begini siap2 ditanyain macem2 -_-

    ReplyDelete
  3. jadi, Kamu kapan nikah? (hehe piss)

    ReplyDelete
  4. Pertanyaan2 ini sebenarnya adalah pertanyaan2 dari org2 yg paling tidak kreatif di dunia? :)))) Kalau saya yg ditanya dgn pertanyaan2 tsb maka akan saya jawab "Kamu yakin bahwa kamu lebih bahagia dari saya?" atau "Kapan bercerai?" hahaha...pengen tahu jawaban mereka spt apa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh jgn dbls gt mb, kasian hihi

      Salam kenal ya :D

      Delete
  5. Basa-basi tapi nusuk ya...gua juga paling sebel kalo ditanya kayak gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi,kalo ak bw sante aja..
      "mau tau aja atau mau tau bgt? XD

      Delete
  6. Naaahh.. harus liat sikon ... kadang BeTe-in sih pertanyaan2 seperti yg kita tak pernah tau "kapan" .. , well keep khusnudzan saja ^_^

    ReplyDelete
  7. hehe, pertanyaan yang terkesan wajar tapi berjuta reaksi tergantung situasi orang yang dimaksud :)

    ReplyDelete
  8. Jomblo ditanya "kapan nikah?". Sudah nikah ditanya "belum hamil?". Sudah punya anak ditanya "kapan nambah adek lg?". Walahh..yo ga slesai2. Mbok ya skali2 ditanya "kapan sampean mau tak kasi duit?" Kan enak dengernya :D

    ReplyDelete
  9. Pertanyaan2 yang mungkin bakalan gua dapat pas sudah berkepala dua entar --?
    nyesek banget ya kalau dintanya kayak gitu, rasanya mau mati.

    salam kenal yaa, kunjungan perdana nih.
    kunjungin balik hhe :D

    ReplyDelete
  10. Kalau saya sih lebih ke santai saja menghadapi pertanyaan seperti itu.. :)
    Dua tahun ini sudah saya alami pertanyaan itu..

    Salam kenla.. Sama seperti si Adittya Regas.. :)

    ReplyDelete
  11. bukan cuma pertanyaan itu saja sebenarnya kak, masih ada pertanyaan lain yang kadang say alontarkan tanpa memikirkan hasilnya... ya, dari tulisan ini bisa diambil pelajaran, jaga lisan yang baik

    ReplyDelete
  12. hahhahai, kemarin tanya tapi jawabnya balik tanya sama sepupu.. tapi klo sama orang laen saya mah gak berani... hihihi.. malah jadi bulan-bulan adikku..
    hikmahnya adalah bismillah smw kembalikan padaNYA. Allah itu sudah yakin akan menyiapkan selama kitapun siap. Insha Allah

    tapi lama tak ketemu saodara ditanya, kerja dimana? hohoo... sorry gak ada THR hehhe

    ReplyDelete
  13. iya bener banget setuju, pertanyaan itu kadang membuat hati orang sakit

    ReplyDelete
  14. sebaiknya dalam pergaulan memang harus membatasi pertanyaan2 yang membuat orang sensitif

    ReplyDelete
  15. hehe.. itu mah pertanyaan masa depan yang bisa dijawab: Insya Allah :)

    ReplyDelete