Sunday, September 8, 2013

Kalau Tak Ada Dia



Pernahkah bertemu dengan satu orang yang keberadaannya begitu berarti dalam suatu komunitas? Yang jika tak ada dia maka akan ada satu hal yang berjalan secara berbeda.

Sebut saja namanya Ani. Seorang perempuan yang tinggal satu rumah dengan saya. Berbulan-bulan tinggal bersamanya, saya menyadari ada satu hal yang istimewa dari perempuan yang usianya terpaut tiga tahun ini. Ia tak lelah untuk mengajak teman-teman satu kos berjama’ah. Kalau saya paling-paling berteriak “Ada yang mau jama’ah nggak?”, Ani dengan sukarela mengetuk pintu kamar satu-satu dan mengajak sang penghuni kamar “Sholat yuk”.  Kalau ia sedang di kosan dan dengan ‘kerajinannya’ mengajak sholat berjama’ah, banyak anak yang ikut berjama’ah. Jika tidak ada dia (kebetulan ia anak Jakarta yang sering pulang ke rumahnya), hanya segelintir yang berjama’ah.

Aih...

Yang dilakukannya mungkin tak susah, mengetuk pintu dan mengajak. Semua orang bisa kalau mau. Pantaslah jika Allah menyediakan pahala bagi orang yang mengajak kepada kebaikan karena tak semua orang bersedia untuk menjadi perintis atau orang yang memulai. Banyak orang yang memilih untuk menunggu ajakan orang atau jikapun ia baik, kebaikannya hanya untuk diri sendiri, ia tak mau bersusah-susah mengajak orang lain.

Yang dilakukannya mungkin tak susah, mengetuk pintu dan mengajak. Namun, sekecil apapun kebaikan tak ada yang sia-sia. Sekecil apapun kontribusi atas suatu kebaikan, ia akan membuat perbedaan. Bahkan jika satu buah tusuk gigi saja amat berharga mengambil sisa makanan yang terselip, apalagi perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia. Sekecil apapun itu. Membuangkan bungkus permen yang tertinggal di atas meja, memberikan senyuman,menyapa dengan hangat, apa saja. Bukan tentang besar kecilnya kebaikan tetapi setiap kebaikan pasti akan meninggalkan jejak, entah di hati sang penerima kebaikan atau pada lingkungan yang sempat merasakan sentuhan tangannya.

Mewarnai, bukan sekadar diwarnai. :)

*notetomyself

4 comments:

  1. Subhanallah, mba monik.. tulisan yg menginspirasi..

    ReplyDelete
  2. sepakat sekali. berbuat baik itu tidak hanya pada hal yang besar... dari hal yang terkecilpun kita bisa membiasakan diri untuk berbuat baik...
    salam

    ReplyDelete
  3. ihiy jadi mbak Ani.. colek.. dia lebih muda apa lebh tua tiga tahun MOn?
    salam yah buat mba ani

    ReplyDelete