Sunday, September 1, 2013

Laos di Kancah Asia Tenggara



Sumber : Lonely Planet
Laos merupakan salah satu dari lima negara komunis yang ada di dunia. Luas wilayahnya sekitar 236.800 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 6,6 juta jiwa. Bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, tetapi negara yang terkurung daratan (landlocked country) ini baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004. Langkah pertama yang diambil Laos dalam membuka diri adalah menarik modal asing. Laos berkali-kali merevisi undang-undang investasi asing, serta mengizinkan perusahaan asing mentransfer keuntungan keluar Laos. Investor asing juga diizinkan mendirikan perusahaan dengan modal murni atau patungan. Pemerintah Laos bahkan tidak memungut pajak terhadap perusahaan asing untuk lima tahun pertama bisnis di Laos.

Untuk meningkatkan perekonomian, Laos menetapkan beberapa zona ekonomi, meningkatkan perdagangan internasional dan meningkatkan kerjasama regional. Mata pencaharian utama penduduk Laos pada sektor pertanian. Hasil pertanian utamanya berupa padi, jagung, tembakau, kapas, kopi dan buah jeruk. Daerah pertanian umumnya berada di daerah dataran rendah terutama di tepi sungai Mekong. Sungai Mekong merupakan urat nadi perekonomian Laos yang dimanfaatkan Laos untuk menghasilkan tenaga hydroelectric. Tenaga hydroelectric yang dihasilkan kemudian dijual oleh Laos ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Pada tahun 2012, pemerintah Laos membentuk portal Laos Trade Center yang memberikan informasi terkait impor dan ekspor negara tersebut. Seiring keterbukaan ekonomi yang dilakukannya, perekonomian Laos meningkat sebesar 7,1% dari tahun 2001-2010 dan diharapkan meningkat sebesar 7,6% dari tahun 2011-2015. Bukan angka yang mustahil jika menilik pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) Laos pada tahun 2012 mencapai 8,1%.

Investasi Diplomatik Laos di Kancah Asia Tenggara

Pemerintah Laos telah menjalin hubungan diplomatik dengan 134 negara. Hubungan diplomatik Laos secara umum dijalin erat dengan Cina, Thailand dan Vietnam. China, negara yang memiliki kesamaan ideologis dengan Laos, merupakan negara yang paling banyak memberikan beasiswa pada penduduk Laos. 

Dalam sudut pandang Asia Tenggara, hubungan diplomatik Laos terbagi menjadi dua jenis :
1.    Kerjasama regional ASEAN
Dari segi kerjasama regional, Laos bergabung dengan ASEAN dan mulai menunjukkan partisipasinya secara perlahan-lahan, misalnya melalui KTT ASEAN tahun 2004, menjadi ketua ASEAN pada tahun 2012 dan menyelenggarakan ASEAN Tourism Forum pada bulan Januari 2013.

2.    Hubungan bilateral dengan sesama negara Asia Tenggara
Selain menjalin kerjasama dengan ASEAN secara umum, Laos juga menjalin kerjasama bilateral dengan negara Asia Tenggara sebagai berikut :
a.       Kerjasama bilateral dengan Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan dukungan besar bagi Laos saat bergabung dengan Asia Tenggara. Laos dan Indonesia menjalin hubungan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Selain itu, pemerintah Indonesia memberikan beasiswa pendidikan serta pelatihan kepada para pelajar Laos.

b.      Kerjasama bilateral dengan Thailand
Laos dan Thailand sepakat menyelesaikan masalah perbatasan serta meningkatkan kerja sama bilateral di bidang perdagangan, pariwisata dan pertanian. Perdagangan Laos diantaranya mencakup penjualan tenaga hydroelektrik secara masif ke Thailand. Selain itu,  Laos dan Thailand juga terhubung dengan Jembatan Persahabatan Thailand-Laos serta sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan visa tunggal Thailand-Laos.

c.       Kerjasama bilateral dengan Vietnam
Seperti halnya dengan Thailand, kerjasama Laos dan Vietnam didominasi melalui perdagangan yang dilakukan lantaran kedekatan wilayah serta penjualan tenaga hidroelektrik.


Menuju Komunitas ASEAN 2013, mengenakan kacamata Laos, investasi diplomatik yang diharapkan dapat diperoleh oleh Laos akan bermanfat di berbagai bidang :
a.       Ekonomi dan Perdagangan
Perekonomian dan perdagangan Laos masih bergantung secara kuat pada tiga negara yakni Thailand, Vietnam dan Cina. Peningkatan hubungan diplomatik diharapkan akan meningkatkan pasar perdagangan Laos ke negara-negara lain, khususnya di wilayah Asia Tenggara

b.       Infrastruktur
Sebagai negara yang terkurung daratan, Laos tidak memiliki perairan. Infrastruktur merupakan salah satu isu utama di negara tersebut. Jaringan kereta api yang dimiliki Laos hanyalah jaringan kereta api pendek yang menghubungkan Thailand-Laos. ASEAN diharapkan dapat membantu membangun infrastruktur di negara Laos.

c.     Pendidikan
Hanya sepertiga penduduk Laos yang mengenyam pendidikan lepas SMA, menunjukkan perlunya Laos memberikan perhatian lebih pada sektor pendidikan. Pada tahun 2010, tingkat ileterasi Laos hanya sebesar 73%. Dengan kerjasama diplomatik,  penduduk Laos dapat memperoleh bantuan beasiswa dan pelatihan dari negara Asia Tenggara dan diharapkan akan lebih meningkat lagi melalui Komunitas ASEAN 2015. 

d.     Lingkungan
Isu deforestasi merupakan salah satu ancaman serius bagi Laos yang perlu diselesaikan. Kerusakan alam akan berdampak luas bagi perekonomian. ASEAN dapat berkontribusi dalam memecahkan isu lingkungan dengan memberikan bantuan pendanaan maupun saran konstruktif kepada Laos.

e.       Pariwisata
Sektor pariwasata Laos menunjukkan geliatnya. Laos disebut-sebut sebagai negara Asia Tenggara yang paling ‘asli’, merujuk pada budaya yang masih terjaga kuat. Namun, sektor pariwisata belumlah cukup kuat untuk menjadi sektor unggulan Laos. Peningkatan hubungan diplomatik diharapkan akan meningkatkan sektor pariwisata dengan gencarnya promosi pariwasata yang dapat dilakukan oleh pemerintah Laos. 

f.        Keamanan
Militer Laos dianggap masih belum memiliki kemampuan yang unggul. Peningkatan kemampuan militer dapat diperoleh melalui kerjasama militer dengan negara lain, misalnya melalui pemberian pelatihan militer.

Investasi diplomatik akan memberikan manfaat bagi Laos sekaligus mengeratkan hubungan antar negara di wilayah Asia Tenggara.

---

Referensi :
1.  http://en.wikipedia.org/wiki/Laos
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Foreign_relations_of_Laos
3. http://www.lonelyplanet.com/laos
4. http://www.worldbank.org/en/country/lao
5. http://www.ipotnews.com/m/article.php?jdl=Ekonomi_Laos_Berkembang_Pesat&level2=newsandopinion&level3=&level4=economy&id=1175802

3 comments:

  1. wah bahas negara yang jarang ada bahasannya nih, mbak momon...
    tugas kuliah atau memang ada writting challenges ya?

    ReplyDelete
  2. Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak
    pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya
    adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan
    pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan
    suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun
    yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH JONGGOL dan saya
    meminta nomor MBAH JONGGOL pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi
    MBAH JONGGOL dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH JONGGOL ingin membantu saya asalkan saya
    bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah
    itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH JONGGOL berkat bantuan beliau,
    sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,
    bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONGGOL di No 0852-1654-8879 Atau KLIK DISINI MBAH JONGGOL memang para normal yg paling
    terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,
    jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH JONGGOL dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,
    ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya.

    ReplyDelete