Saturday, September 7, 2013

Sepotong Doa dan Setangkup Lelah

 Bagaimana jika kelelahanmu adalah jawaban dari doamu?


Stasiun Tebet. Sekitar pukul 21.20.

Kereta terakhir menuju Tanah Abang belum juga menunjukkan moncongnya. Lima belas kemudian, saya baru menjejakkan kaki di kerta yang penuh dengan wajah-wajah lelah manusia ibukota. Lekas-lekas, kaki setengah berlari menuju kereta terakhir arah Serpong seketika tiba di stasiun tanah Abang. Hop. Terlambat satu menit saja memasuki kereta baru buatan PT INKA ini lenyap sudahlah kesempatan pulang dengan kereta terakhir. Fyuh. Nafas lega terhembus begitu melihat bayangan stasiun Pondok Ranji, tempat dimana saya akan turun.

Setiap kalimat adalah doa. Yang terlintas saja, amat mudah bagi Allah untuk mengabulkan, apalagi keinginan yang memang diniatkan sebagai doa. (Barangkali ada yang berkenan mampir tulisan saya berjudul Selintas)

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah berdoa, "Ya Allah, saya ingin menjadi sibuk," Sibuk dalam arti memiliki banyak kegiatan bermanfaat, jujur saya masih merasa kurang memberdayakan diri.

Ya, demikianlah. Salah satu alasan saya mengejar kereta paling akhir setiap Sabtu malam adalah mengikuti pertemuan redaksi sebuah media yang diadakan setiap Sabtu malam di Tebet. Tiba-tiba, seorang ukhty menghubungi menawari bergabung dengan tim redaksi tersebut *saya bahkan hampir lupa pernah menyatakan berminat karena sudah berbulan-bulan lamanya. Menjadi tim redaksi artinya bersiap atas ketersediaan materi penulisan dan hal yang utama adalah konsistensi. Tugas kuliah penulisan paper yang menumpuk, ajakan berkumpul dengan komunitas ini dan itu, ajakan mengajar dan lain-lain. Hal-hal yang menambah kesibukan dengan cara yang tak terduga.

Beberapa teman bertanya, "Kamu nggak capek, kesana-kesini?" Ya, kalau capek sih pasti capek tapi sungguh saya menikmati semua lelah ini. Menikmati melakukan banyak hal dan bertemu dengan banyak orang. Semakin banyak beraktivitas artinya semakin banyak kesempatan untuk menuai dan menebar kebaikan. Insya Allah.

Allah Maha Baik. Sungguh.

4 comments:

  1. semangat hidup itu emang penuh perjuangan

    kunjungin balik ya di www.kursusmembuatgame.com

    ReplyDelete
  2. Siapkan stok energi yang banyak mbak... semoga lelah itu berbuah jannah :)

    ReplyDelete
  3. semoga lelah itu berbuah jannah ... SEMANGAT mon ...

    ReplyDelete