Sunday, June 23, 2013

Tuhan, Inilah Proposal Hidupku




“Bagaimana bila kita mendapatkan warisan perusahaan? Tentu akan senang apabila perusahaannya bagus, tetapi bagaimana bila diberi warisan perusahaan bangkrut dengan menanggung utang besar? Sanggupkah untuk mengembalikan perusahaan dan membuatnya kembali berjaya?”

                Jamil Azzaini membuka seminar Sabtu 22 Juni lalu dengan menceritakan kisah hidup lelaki terkaya ke-21 di dunia. Azim Premji, laki-laki berkebangsaan India yang terkenal dengan kesederhanaannya. Ia masih menempuh pendidikan di Universitas Stanford ketika telpon dari rumah membawanya pulang. Kematian sang ayah dan pesan yang ditinggalkan agar ia meneruskan bisnis keluarga membuatnya memilih meninggalkan kuliah. Orang-orang di sekitarnya mencemooh keputusannya. Laki-laki muda belum lulus kuliah bisa apa sementara ayahnya yang sudah berpengalaman bisnis saja gagal?  Waktu membuktikan bahwa ia mampu untuk tak hanya sekadar membayar utang tetapi juga membawa perusahaan berjaya. Ketika ia ditanya apa resep keberhasilannya, ia menjawab, “Karena saya membuat proposal hidup dan berusaha keras untuk mewujudkannya,”

                Tak ada yang tak menertawakan anak laki-laki yang berasal dari keluarga miskin di provinsi Lampung ini ketika ia menyatakan bahwa cita-citanya adalah menjadi seorang insinyur pertanian. “Mimpi jangan tinggi-tinggi, kalau jatuh sakit,”. Hanya pesan sang ayah yang sanggup terngiang-ngiang di benaknya dan menjadi salah satu motivasi terbesar di hidupnya, “Dunia tidak akan melihat yang baik-baik, dunia hanya akan melihat yang terbaik. Jika sudah ambil sesuatu, maka lakukan yang terbaik!”. Puluhan tahun kemudian, ia menjadi komisaris di enam perusahaan, enam bukunya menjadi buku dengan penjualan terbaik (best-selling), ia menjadi salah satu inspirator dan motivator paling sukses di negeri ini, ia juga memiliki pondok pesantren dan sekolah gratis serta sederet pencapaian lainnya. Kesuksesan yang diraihnya sesuai dengan proposal yang diajukannya kepada Tuhan. Apa-apa yang ditulisnya dalam proposal hidupnya menjadi kenyataan, lebih cepat dari yang ia perkirakan. Maka tak salah jika kemudian membaginya dengan ribuan orang.  Ia lah Jamil Azzaini.

                Suatu penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard menyatakan bahwa 3% orang yang diteliti membuat proposal hidupnya secara tertulis, 13% memiliki proposal hidup tetapi tidak ditulis, 84% tidak mempunyai proposal hidup atau dengan kata lain membiarkan hidupnya mengalir. Beberapa tahun kemudian diteliti kembali bahwa 13% orang tersebut memiliki penghasilan dua kali lipat dibanding 84% orang yang tak memiliki proposal hidup serta 3% orang yang membuat proposal hidupnya secara tertulis memiliki penghasilan sepuluh kali lipat dibanding 97% orang lainnya. Laki-laki yangdijuluki Inspirator Sukses Mulia ini kemudian menambahkan, “Saya, orang-orang sukses yang saya kader dan orang-orang sukses yang saya temui hampir semuanya membuat proposal hidup (dengan berbagai nama seperti dream book, Resolusi Hidup, jalan hidupku, inilah hidupku, dsb),”

                Jadi siapkah untuk membuat proposal hidup Anda? Ini dia langkah-langkahnya :
1.    Sadarilah bahwa Anda adalah SPESIAL
Jangan lakukan hal yang murahan, cari hal yang spesial yang dapat Anda lakukan lebih dari orang lain. Tulis keahlian/keterampilan sebanyak-banyaknya yang Anda miliki. 

2.    Tetapkanlah PRESTASI TERBAIK yang ingin anda raih
Tentukan prestasi terbaik yang ingin diraih, apa yang akan Anda banggakan di hadapan Allah, orang tua, keluarga dan masyarakat?
Tuliskan sebanyak-banyaknya alternatif prestasi terbaik yang ingin diraih dengan syarat :
a.       Spesifik
Prestasi harus spesifik, misal pak Jamil di usia 60 tahun ingin memiliki 9 perusahaan dan menginspirasi 25 juta orang.
b.      Terukur
Apa ukuran dari keberhasilan, misal 9 perusahaan
c.       Jelas waktunya
Kapan akan tercapainya, misal di usia 60 tahun
d.      Menghasilkan 4-ta (harta, tahta, kata atau cinta)
Bagaimana kita melihat seseorang disebut sukses? Mungkin apabila ia memiliki harta, tahta (kedudukan), kata (apa yang diucapkan didengar orang), atau cinta (dicintai orang-orang di sekitarnya). 

3.    Tentukan anda ingin AHLI di bidang apa
Jamil Azzaini misalnya ahli di bidang story telling, gaya bahasanya sanggup memukau orang yang mendengarnya. Salah satu syarat ahli di bidang sesuatu adalah menikmati pekerjaan. Pekerjaan apa yang Anda nikmati dan ingin menjadi AHLI di didang tersebut?
Tipsnya adalah tuliskan kegiatan/keterampilan dengan kriteria :
a.       Anda cintai, misal : menulis,
b.      Anda kuasai, misal : menulis,
c.       Menghasilkan, misal : menulis
Lingkari kegiatan/keterampilan yang memenuhi ketiga unsur di atas (cintai, kuasai dan menghasilkan) lalu ASAH hal-hal tersebut. Cari guru agar cepat maju :)

4.    Tetapkan TARGET TAHUNAN
Target apa yang ingin Anda capai di tahun berjalan.

5.    Sempurnakan LINGKUNGAN anda
Lingkungan memiliki pengaruh yang besar atas kesuksesan seseorang. Kutu anjing misalnya. Ia memiliki kemampuan melompat 300 kali dari tubuhnya tetapi ketika pada suatu eksperimen ia dimasukkan ke dalam kotak korek api selama tiga minggu, ia kemudian hanya akan lompat setinggi kotak korek api, padahal ia MAMPU melompat jauh lebih tinggi dari itu. ‘Kotak korek api’ yang ada di sekitar kita dapat berupa keluarga, lingkungan, gaji dan sebagainya.

Hal yang tak kalah penting dalam mewujudkan proposal hidup adalah membiasakan sikap dan perilaku positif. Penelitian yang dilakukan oleh Masaru Emoto menyatakan bahwa air mampu merespon lingkungannya, ketika air diberi doa+ucapan+tulisan positif ia mampu membentuk kristal yang indah, ketika air diberi kata-kata yang negatif bentuk kristalnya menjadi rusak. Dan ingat bahwa tubuh manusia 70% terdiri dari air :)

Hidup tak akan kokoh bila mengabaikan hal yang kecil. Bersihkan hal-hal negatif pada diri. Bisa juga dilakukan dengan membuat daftar:

No
Hal yang Ingin Dihilangkan
Hal yang Ingin Dikurangi
Hal yang Ingin Ditingkatkan
Sikap dan Perilaku Positif Baru

Sejatinya, membuat proposal hidup adalah kita meletakkan keyakinan pada Sang Maha Kuasa. Bahwa Ia sesuai dengan prasangka hamba-Nya, bahwa mudah saja baginya mengabulkan segala pinta. Berniatlah yang besar, berniat jangan yang kecil-kecil karena seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Jadi sudah siapkah untuk menuliskan proposal hidup Anda dan mengatakan pada Tuhan : Tuhan, inilah proposal hidupku? :)

Catatan : Tuhan, Inilah Proposal Hidupku merupakan salah satu judul buku yang ditulis oleh Jamil Azzaini. Inspirasi lain dari beliau bisa didapatkan di situs www.jamilazzaini.com atau twitter @JamilAzzaini.

Saturday, June 1, 2013

People Around Me : Seseorang yang Melakukan Lebih




Saya mengenal sosoknya pertama kali di kampus STAN. Awalnya ia nampak biasa-biasa saja, tetapi semakin saya mengenalnya semakin saya mengagumi sosok perempuan Jawa ini. 

Semangat belajarnya (belajar apa saja, ilmu agama maupun ilmu secara umum) amat luar biasa, begitu juga semangat berorganisasinya. Kalau ada kegiatan sosial atau kegiatan bermanfaat apapun itu, dapat dipastikan ia nyaris selalu menjadi orang yang memberikan informasi pertama kalinya (setidaknya bagi saya). Ia juga yang mempertemukan saya dengan Al Manar, salah satu tempat terbaik dalam hidup saya. 

sumber gambar klik
Nyaris tak pernah saya melihatnya lelah, mengingat saya tahu aktivitasnya yang seabrek. Mulai dari kerja, kuliah, kursus, kegiatan sosial, menjadi istri, dll. Antusias dan semangatnya melakukan sesuatu tinggi, itu pula yang ia tularkan. Rasa-rasanya semangat saya meningkat berkali lipat setiap dekat dengannya, mulai melihat wajahnya yang menyenangkan (bersemangat dan antusias) hingga kata-katanya yang memotivasi.  Tak pernah sekalipun saya mendengar ia mengeluh. Ia juga pendengar yang amat baik setiap saya curhat. Hehe. Saat saya menanyakan apa resepnya agar selalu bersemangat dan tidak mengeluh, ia merendah dan berkata,”Ah, kamunya aja yang nggak tahu, Mon,”

Yang paling membuat saya mengaguminya adalah hal lebih yang dilakukannya. Misalnya saya menanyakan informasi tentang sesuatu kepada seorang teman dan ia tidak tahu, amat wajar jika kemudian ia berkata “oh, saya tidak tahu,” dan kemudian selesai. Tetapi teman yang saya ceritakan kali ini berbeda, jika saya bertanya dan ia tidak tahu, ia akan mencari tahu tentang hal tersebut dan kemudian memberitahukannya kepada saya. Tanpa diminta. Misal saat saya tanya alamat penerbit jurnal gratis yang bisa akses tanpa harus register, ia tidak tahu, beberapa saat kemudian ia memberikan alamat beberapa penerbit jurnal yang sesuai, rupanya ia menanyakan kepada temannya yang lebih tahu. Dan sudah sekian banyak kali saya mendapatinya melakukan sesuatu secara lebih, di berbagai kesempatan. Ia kerap menawarkan bantuan, tanpa diminta, begitu tanggap ia dengan apa yang kira-kira dibutuhkan oleh orang lain.

Karena melakukan lebih itu tak semua orang mampu melakukannya, lebih banyak orang yang memilih bersikap biasa. Itulah yang menjadikannya istimewa. Semoga Allah selalu menguatkan langkahnya di atas kebaikan untuk terus menabur kebaikan. Uhibbuki fillah. Thanks for inspiring me, sista!