Saturday, August 31, 2013

Secangkir Kopi Indonesia dan Kopi Vietnam di Pasar Internasional

Hampir semua orang menyukai kopi. Setiap harinya, sekitar 2,5 juta cangkir kopi dikonsumsi per hari oleh masyarakat dunia. Pada dasarnya, kopi terdiri dari dua jenis yakni kopi Arabica dan kopi Robusta. Tujuh puluh persen kopi merupakan jenis kopi Arabica dan memiliki cita rasa yang tinggi dibandingkan dengan kopi Robusta.

Kopi merupakan komoditas yang memiliki skala perdagangan nomor dua setelah minyak. Tak heran jika dalam jangka waktu satu tahun penjualan kopi secara global mencapai angka lebih dari 70 juta dolar. Secara berturut-turut, tiga negara produsen kopi terbesar di dunia adalah Brazil, Vietnam, dan Indonesia. Total produksi kopi Indonesia pada tahun 2012 sendiri mencapai 748 ribu ton atau 6,6% dari total produksi kopi dunia.

Kopi Indonesia, Kopi Vietnam

Kopi Java, salah satu kopi unggulan Indonesia
Beruntungnya, Indonesia merupakan surga bagi para pecinta kopi. Beraneka jenis kopi unggulan dihasilkan di negara tropis ini. Sebut saja beberapa di antaranya seperti  kopi Luwak, kopi Java (Jawa), kopi Toraja, kopi Mandailing, kopi Lintong, kopi Gayo dan kopi Wamena. Secara umum, kopi Indonesia memiliki tingkat keasaman rendah dengan strong body.  Aroma kopi Indonesia memiliki kekhasan tersendiri nan eksotis sehingga membuatnya mampu bersaing di pasar dunia. Tak heran jika permintaan kopi Indonesia di Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 20% dari tahun 2012 ke 2013.

Namun ternyata Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan Vietnam, sesama negara Asia Tenggara, produksi kopi Vietnam jauh melampaui Indonesia yakni 2,5 kali lipat lebih tinggi, berdasarkan laporan International Coffee Organization di tahun 2012. Bedanya 97 persen produksi kopi Vietnam merupakan kopi jenis robusta sedangkan produksi Indonesia berjenis Arabica dan Robusta. Padahal, perkebunan kopi di Vietnam hanya berkisar di sekitar Sungai Mekong, tak seperti Indonesia yang memiliki perkebunan kopi tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, dahulu petani Vietnam belajar produksi kopi di Indonesia dan biji kopi Vietnam sendiri pun banyak berasal dari Indonesia.

Sinergi Indonesia dengan Vietnam

Kopi di Vietnam ditemani teh (Wikipedia)
Sebagai dua negara produsen kopi terbesar di dunia, sinergi Indonesia dan Vietnam pada industri kopi akan menghasilkan banyak keuntungan. Jika produksi kopi Indonesia mencapai 6,6% kopi di dunia dan produksi kopi Vietnam sebanyak 2,5 kali produksi kopi Indonesia atau berarti sekitar 16,5% produksi kopi dunia, sinergi Indonesia dan Vietnam akan mampu menguasai pasar global sebesar 23,1%. Komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 nanti merupakan momentum yang tepat untuk memulai sinergi kedua negara secara resmi. Kurun waktu setahun dapat digunakan untuk saling berbagi pengetahuan mengenai keunggulan kedua negara sekaligus menguatkan pengaruh kedua negara di pasar internasional. Vietnam dapat berbagi mengenai cara-cara mengoptimalkan produksi di tengah keterbatasan lahan dan dukungan pemerintah terhadap industri kopi dalam negeri serta Indonesia dapat berbagi pengetahuan mengenai kopi Arabica yang notabene belum mampu diproduksi massal oleh Vietnam.

Sebagai dua negara produsen kopi terbesar di dunia, sinergi kedua negara menguatkan pengaruhnya di pasar global dapat dilakukan dengan metode price leadership. Artinya, menggunakan keunggulan produk yang dimiliki. Para pecinta kopi rela membayar mahal demi menikmati kopi dengan kualitas terbaik.

Selanjutnya, kolaborasi Indonesia-Vietnam dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mendorong pendirian kedai kopi bersama di seluruh dunia. Hmm, kedai kopi Indonesia dan Vietnam bisa sama-sama mendunia, sejajar dengan Starbucks. Indonesia dan Vietnam sebagai dua negara yang memiliki kultur budaya unik akan mampu menciptakan suasana menikmati kopi yang khas disamping kualitas kopi itu sendiri. 

Pemberian nilai tambah dalam suatu industri akan mampu meningkatkan nilai industri secara keseluruhan.
Penetrasi pasar global juga harus semakin ditingkatkan dengan semakin memperluas pangsa ekspor kopi kedua negara yang selama ini masih didominasi ke pasar Amerika Serikat. Langkah inovatif Starbucks menciptakan budaya minum kopi di China yang notabene merupakan negara pecinta teh melalui penjualan permen kopi mungkin tak akan tampak hasilnya dalam jangka pendek. Namun, dampak jangka panjangnya kini Starbucks semakin berkembang di negara Tirai Bambu tersebut.



Friday, August 30, 2013

Asyiknya Melancong Tanpa Visa



Bepergian ke luar negeri kini semakin mudah. Semakin banyak negara yang telah memberlakukan bebas visa bagi penduduk negara lain yang hendak berkunjung ke negaranya. Dengan pemberlakuan kebijakan bebas visa artinya memasuki negara tersebut cukup hanya bermodalkan paspor, tidak perlu mengurus visa atau dokumen imigrasi tertentu untuk masuk ke negara tersebut. Artinya, bisa langsung berangkat dan tak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Asyik bukan?

Selain kebijakan bebas visa, juga terdapat kebijakan Visa on Arrival (VoA) yang diterapkan oleh sebagian negara. VoA artinya wisatawan tak perlu mengurus visa di negara asalnya tetapi bisa mengurusnya saat telah memasuki negara yang dituju di pos imigrasi setempat. Tentunya, proses yang dibutuhkan lebih singkat daripada mengurus visa di negara asal wisatawan yang membutuhkan waktu berhari-hari dengan berbagai kelengkapan administrasi yang terkadang ribet seperti surat keterangan bank yang mensyaratkan penduduk asing yang hendak berkunjung ke negaranya untuk memiliki sejumlah nominal tertentu di rekening aktif miliknya.

Pemberlakuan kebijakan bebas visa amatlah menyenangkan bagi para turis. Asyiknya, hampir semua negara di Asia Tenggara memberlakukan kebijakan bebas visa antar negara Asia Tenggara sejak tahun 2011. Lama izin tinggal yang diberikan bervariasi antar negara. Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Laos memberikan izin tinggal selama tiga puluh hari, Brunei Darussalam memberikan izin tinggal selama empat belas hari dan Filipina memberikan izin tinggal selama dua puluh satu hari. Kalau Anda jeli, ada satu negara Asia Tenggara yang belum disebutkan. Yap, Myanmar tepatnya. Hingga hari ini Myanmar belum mau memberlakukan kebijakan bebas visa kepada para ‘tetangganya’. Jika kita ingin mengunjungi Myanmar, kita harus terlebih dahulu mengurus visa ke kedutaan Myanmar di Jakarta. Syarat pengajuan visa Myanmar antara lain :
1.  Formulir Visa yang ditandatangani sendiri
2. Foto berukuran 4×6 sebanyak dua lembar
3. Fotokopi KTP
4. Surat Keterangan Kerja (menunjukkan pemohon visa tidak akan mencari kerja di Myanmar)
5. Disarankan untuk menambah fotokopi rekening tabungan untuk memperkuat bukti bahwa
kita sudah mempunyai penghasilan tetap di Indonesia. 
6. Paspor
 
Biaya pengajuan visa sebesar Rp200.000 dan visa akan jadi dalam waktu tiga hari. Melihat salah satu syarat yang diminta yakni surat keterangan kerja, Myanmar mungkin tak ingin para tenaga kerja asing ‘menyerbu’ negaranya menilik geliat perekonomian Myanmar yang baru membuka diri melalui pendirian banyak perusahaan. Selain itu, rezim yang berkuasa dikenal ketat dan tertutup sehingga hingga saat ini Myanmar masih belum memberlakukan kebijakan bebas visa.
Berkunjung ke Menara Petronas di Malaysia : bebas visa (Sumber gambar : wikipedia)

Berkunjung ke Angkor Wat di Kamboja : bebas visa (Sumber gambar : Wikipedia)
Bagi para pelancong, kebijakan bebas visa tentulah amat menguntungkan. Namun, negara tujuan memiliki sudut pandang yang berbeda. Bagi negara yang memberlakukan kebijakan bebas visa, kebijakan ini akan mendorong para wisatawan memasuki negaranya, baik untuk tujuan bisnis maupun tujuan wisata, sehingga tentu akan meningkatkan pendapatan negara dan mendorong perekonomian. Adapun bagi negara yang belum memberlakukan kebijakan bebas visa, pengajuan visa merupakan salah satu negara untuk menilai ‘kelayakan’ pemohon visa memasuki negaranya melalui berbagai syarat administrasi yang diberikan. Misalnya, surat keterangan kerja, negara tujuan tak ingin kedatangan tamu yang akan menjadi tenaga kerja ‘ilegal’ di negaranya yang nantinya dapat menimbulkan permasalahan atau misalnya, negara tujuan tak ingin ‘kecolongan’ dimasuki oleh para penjahat.

Bagi saya sebagai wisatawan sendiri sih, tentunya ingin semua negara memberlakukan kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Terutama Saudi Arabia, China dan Turki, ketiga negara yang amat ingin saya kunjungi. Hehehe.
Tiga negara impian saya : Arab, Turki dan Cina ^^ (Sumber gambar : Wikipedia)

Hmm, melancong tanpa visa asyik sekali ya sepertinya :D


Referensi :
1. http://afastar.wordpress.com/2013/04/07/visa-myanmar/
2. http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/01/05/daftar-negara-bebas-visa-dan-menerima-visa-on-arrival-bagi-pemegang-paspor-ri-428171.html
3. http://id.berita.yahoo.com/8-hal-tentang-perjalanan-murah-ke-myanmar-170504444.html#more-id

Thursday, August 29, 2013

The Dazzling Indonesia : A Whole Pampering Beauty




Indonesia bukan hanya sekadar Bali. Indonesia adalah gugusan tujuh belas ribu pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Indonesia bukan hanya tentang keindahan alam yang memukau, Indonesia adalah kesatuan pesona yang akan memanjakan siapa saja yang datang.

Catatan : Borobudur, Prambanan, Pijat dan Raja Ampat diambil dari internet. Lainnya milik pribadi

The Dazzling Indonesia


1.    The Dazzling Cultural Heritage

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, warisan sejarah nenek moyang berupa candi-candi peninggalan kerajaan Hindu Buddha merupakan bukti bahwa Indonesia kaya akan sejarah bangsa. Datanglah ke Selatan pulau Jawa dan nikmatilah kemegahan Candi Borobudur dan keindahan candi Prambanan.

Berkunjunglah dari ujung barat hingga ujung timut Indonesia. Indonesia merupakan negeri dari ratusan kelompok etnis. Indonesia begitu kaya akan warisan budaya : mulai dari rumah adat, pakaian adat, hasil kesenian budaya hingga pertunjukan adat. Keindahan kain tradisional Indonesia merupakan kerajinan yang begitu memesona, mulai ribuan jenis motif batik yang tersebar di seluruh penjuru negeri, kain songket hingga kain tenun. 

Ingin menikmati pertunjukan tradisional yang memanjakan mata? Indonesia memiliki Pertunjukan si Gale-gale di Tanah Batak, Lompat Batu di pulau Nias, Karapan Sapi di Pulau Madura, pertunjukan musik tradisional seperti wayang dan karawitan, pertunjukan wayang hingga ribuan jenis tarian tradisional. Ah, siapa yang tak kenal keindahan Tari Kecak di pulau Bali?

Pendek kata, jika Anda menginginkan melihat dan menikmati warisan budaya yang tak habis-habis, Indonesia adalah tempatnya.

2.    The Dazzling Natural Beauty 

Bepergianlah ke Indonesia dan temukan keindahan alam yang akan memanjakan indera penglihatan Anda. 
 
Sebagai negara kepulauan, Indonesia begitu kaya dengan pesona bahari. Sebut saja Danau Toba yang merupakan danau terbesar di Asia Tenggara, Raja Ampat yang merupakan keindahan alam bawah laut Indonesia dan sering disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di dunia, hingga pantai-pantai yang memukau akan keindahannya, sebut saja Pantai Senggigi di Lombok, pantai Kuta di Bali, dan masih banyak lagi.

Indonesia juga memiliki beraneka pulau dan gunung yang menakjubkan. Pulau komodo dan pulau Derawan hanyalah dua di antara pulau indah di Indonesia. Indonesia memiliki pegunungan Kerinci, pegunungan Jaya Wijaya, gunung Rinjani dan masih banyak lagi. Tak lupa goa yang konon terindah se-Asia Tenggara pun ada di Indonesia,Goa Gong namanya.

Tak heran jika pada tahun 2012, World Economic Forum memberikan peringkat enam dunia bagi keindahan alam Indonesia.

3.    The Dazzling Many More
Belum cukup dengan keindahan budaya dan keindahan alam? Hmm, saatnya memanjakan anggota tubuh lainnya di Indonesia. Nikmati beraneka perawatan kecantikan khas Indonesia yang akan memanjakan tubuh Anda yang lelah, nikmati pijat tradisional Indonesia yang kaya akan rempah-rempah.

Jangan lupa memanjakan lidah Anda jika berada di Indonesia. Dua masakan Indonesia yakni rendang dan nasi goreng dinobatkan sebagai dua dari masakan terenak di Indonesia. Masakan Indonesia begitu kaya akan bumbu yang akan membuat lidah Anda bergoyang.

Keramahan penduduk Indonesia adalah salah satu poin plus yang akan membuat perjalanan Anda menyenangkan.

Jadi tunggu apa lagi?

Visit the Dazzling Indonesia, a whole pampering beauty!


Wednesday, August 28, 2013

Dari Borobudur ke Angkor Wat



Saya masih ingat benar teriknya matahari di Candi Borobudur, tiga belas tahun silam tatkala karya wisata Sekolah Dasar. Candi Borobudur amat memukau dengan kemegahannya. Tak henti-hentinya saya memandang kagum bangunan yang sudah lebih dari dua belas abad berdiri itu. Dengan antusias, tangan kecil saya berusaha merogoh patung Buddha yang ada di dalam stupa melalui celah-celah stupa, katanya jika berhasil menyentuh maka keinginan akan terkabul. 

Borobudur (Sumber: Wikipedia)
Angkor Wat (Sumber: Wikipedia)
Keindahan Candi Borobudur kerapkali dibandingkan dengan keindahan Angkor Wat yang ada di kota Siem Reap, Kamboja. Angkor Wat sendiri dibangun sekitar tiga abad setelah Candi Borobudur ada yakni pada abad 12M oleh Raja Suryavarman II. Bedanya, Angkor Wat merupakan kawasan candi dengan banyak candi yang ada di dalamnya sehingga Angkor Wat jauh lebih luas dibanding Borobudur (konon katanya butuh tiga hari untuk memutarinya). Angkor Wat sendiri dibangun dengan berlandaskan pada agama Hindu  sebagai sebuah penghormatan kepada Dewa Wishnu meskipun pada perkembangannya dialihfungsikan menjadi candi Buddha seiring dengan kemenangan tentara Siam yang memeluk agama Buddha pada akhir abad 13M. Baik Candi Borobudur maupun Angkor Wat telah diteliti oleh para ahli sejarah memiliki kesamaan dalam bentuk arsitektur maupun relief.

Kok bisa sama ya?

Berdasarkan penelusuran saya melalui Om Google, baik Candi Borobudur maupun Angkor Wat dibuat oleh seorang arsitek bernama Gunadharma. Kerajaan Sriwijaya yang merupakan salah satu kerajaan terhebat di zamannya mempunyai pengaruh yang luas hingga ke negara-negara Asia Tenggara lain seperti Kamboja. Raja Jayavarman II sebagai pendiri kerajaan Khmer dengan ibukota Angkor Wow. Artinya dua bangsa ini telah menjalin hubungan sejak lama.

Persamaan arsitektur candi hanyalah merupakan salah satu bukti bahwa bangsa-bangsa di wilayah Asia Tenggara memiliki akar rumpun yang sama. Dari segi bahasa misalnya, Bahasa Melayu dari rumpun bahasa Austronesia banyak digunakan di negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Tak bisa dipungkiri, dari segi wajah penduduk Asia Tenggara memiliki bentuk wajah mirip-mirip. Tentu saja, mengingat konon berasal dari ras yang sama yakni Mongoloid.
Mari bersinergi 

Kesamaan rumpun sebagai suatu warisan kebudayaan merupakan salah satu modal yang bagus untuk membina hubungan kekerabatan yang erat. Ibaratnya, negara-negara di wilayah Asia Tenggara bersaudara sepupu. Komunitas Ekonomi ASEAN yang akan ada pada tahun 2015 nanti merupakan salah satu sarana yang tepat untuk bersinergi, bahu membahu bergandeng tangan menyongsong persaingan global yang semakin ketat.

Jadi, sudah siapkah bersinergi? :)


Referensi :