Sunday, May 4, 2014

Grand Launching One Day One Juz : Dahsyat!


Apa yang menggerakkan lebih dari tiga puluh ribu pasang kaki para Muslimin dan Muslimah melangkah menuju Istiqlal pagi ini? Dari berbagai penjuru negeri, menempuh ribuan kilometer untuk menggelorakan salah satu masjid kebanggaan Indonesia ini. Grand Launching Komunitas One Day One Juz merupakan jawabannya. 

Apa Itu One Day One Juz?

Gerakan One Day One Juz (ODOJ), seperti dikutip dalam situs resminya, merupakan sebuah gerakan yang memiliki visi membudayakan (terbiasakan) tilawah sehari sejuz di seluruh lapisan masyarakat muslim dari berbagai kalangan serta memiliki misi menyebarluaskan One Day One Juz dengan memaksimalkan program kerja kepengurusan. Yang menarik, gerakan ODOJ ini bukan digagas oleh alumni Perguruan Tinggi Agama Islam melainkan oleh para alumni Perguruan Tinggi Negeri. Gerakan yang pada awalnya merupakan gelombang kecil kini menjelma menjadi gerakan masif yang menggerakkan negeri.

Secara teknis, melalui grup whatsapp/BBM program ini dijalankan. Tiga puluh orang dalam satu grup memiliki target bacaan masing-masing satu juz berbeda setiap harinya, sesuai dengan urutan masing-masing. Tiga puluh orang dari seluruh penjuru negeri, dengan latar belakang yang berbeda-beda, semuanya bertekad menyelesaikan tilawah satu juz perharinya. Tercatat hingga saat ini, komunitas ODOJ telah memiliki lebih dari 95.000 anggota. Dalam pemberian award ODOJ pagi tadi disebutkan bahwa anggota ODOJ tertua berusia 78 tahun dan anggota termuda berusia delapan tahun. 

Grand Launching ODOJ dihadiri oleh Ustadz Yusuf Mansyur (Pendiri PPPA Darul Quran), Prof Nasarudin Umar (Wakil Menteri Agama), Dr. Amir Faishol al-Fath (Pakar Tafsir Al-Quran), Ust Fadyl Usman Baharun (Muhdhir Rumah Al-Quran Daarut Tarbiyah) serta para pesohor negeri yang merupakan anggota komunitas ini, sebut saja Dimas Seto, Dhini Aminarti, Oki Setiana Dewi, Baim Wong, Teuku Wisnu, Dude Herlino dan Alyssa Soebandono.

Apa Kata Para Pesohor Negeri tentang ODOJ?

Dude Herlino menyatakan bahwa pada awalnya terasa berat membiasakan membaca satu juz dalam satu hari tetapi dalam ibadah adalah niat, tentang keikhlasan bacaan kita karena Allah. Membaca Al Qur’an merupakan cara agar kita lebih dekat kepada Allah. Efek membaca Al Qur’an sangat memberikan keuntungan seperti langkah-langkah yang dimudahkan, ditenangkan pikiran hingga diberikan jalan atas permasalahan kehidupan. 

Tak kalah dengan Dude Harlino, Baim Wong menuturkan pengalaman berkesannya selama bergabung dengan Komunitas ODOJ. Ia pernah terpancang dengan target selesai satu juz lantaran tidak enak dengan anggota grupnya hingga ia pun takut bahwa ibadahnya berbumbu riya’. Selanjutnya, ia mulai membaca arti dari apa yang telah ia lafalkan dan apa hikmah dari bacaannya. Hal penting dalam membaca Al Qur’an adalah dilakukan setiap hari, diserap di dalam hati hingga memahami arti dan merenunginya. Bukan dilakukan secara terburu-buru maupun hanya mengejar target selesai, melainkan juga menikmati setiap huruf yang dibaca.

Membumikan Al Qur’an, Melangitkan Manusia

Tak berlebihan kiranya jika diharapkan dengan gerakan ini membaca Al Qur’an mampu menjadi budaya di Indonesia, di mana saja. Seperti dalam video pendek berjudul “Aku Kembali Padamu” yang diputarkan pagi tadi, berkisah tentang seorang pria (diperankan oleh Teuku Wisnu) yang kehilangan arah setelah kematian sang istri. Ia berjudi dan berkelahi. Di sebuah gang ia bertemu dengan seorang perempuan (diperankan oleh Oki Setiana Dewi) kemudian ia membawa lari tas sang perempuan lantaran perempuan tersebut menolak menyerahkan uang. Namun, ‘nahas’ baginya, alih-alih uang yang didapatkan, ia hanya menemukan Al Qur’an dan sejumlah buku. Ia kemudian membuka Al Qur’an tersebut dengan asal dan menemukan surat Thoha sesuai dengan nama pria tersebut. Tertarik dengan namanya, ia mulai membaca dan kemudian tergugu.
Thaa Haa
Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah
tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) “
(QS Thaahaa: 1-3)
Hal yang menarik, dalam pelarian sang laki-laki setelah mengambil tas si perempuan, ia bertemu dengan berbagai orang di berbagai tempat yang semuanya melakukan aktivitas sama : memegang mushaf Al Qur’an dan membacanya. Mulai dari tukang ojek hingga warga yang sedang duduk-duduk di depan rumah. Bisa jadi, hal tersebut bukanlah suatu hal yang berlebihan. Dalam sebuah gambar yang dibagikan seorang teman, tampak seorang ibu penyapu jalan beristirahat dengan membaca Al Qur’an.

Pecahkan Rekor Dunia
Dalam rangkaian kegiatan acara akbar ini disiarkan pula taushiyah on air “Damai Indonesiaku” TV One dengan tajuk “Membumikan Al Qur’an, Melangitkan Manusia”.  Acara kemudian ditutup dengan deklarasi gerakan Indonesia Cinta Al Qur’an dengan duta ODOJ Teuku Wisnu dan Oki Setiana Dewi. Yang patut dicatat, dalam acara Grand Launching ODOJ kali ini dihadiri pula oleh Ketua Yayasan Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana yang menyerahkan tiga rekor kepada Komunitas ODOJ yakni membaca Al Qur’an oleh Peserta Terbanyak, komunitas pecinta Qur’an terbanyak. Sebelumnya, pada pukul 09.30 hingga setengah jam berikutnya, lebih dari tiga puluh ribu hadirin diminta untuk secara bersama-sama membaca Al Qur’an. Betapa indahnya tatkala lantunan ayat-ayat suci berdengung merdu.



Bila Al Qur’an Bukan Sekadar Mahar

Indah bukan? Bila Al Qur’an bukan sekadar kitab yang menjadi mahar pernikahan, bukan pula sekadar penghias ruangan. Membaca Al Qur’an dilakukan setiap hari. Bukankah Allah menyukai amalan yang dilakukan secara konsisten? Bisa jadi awalnya dipaksakan melalui gerakan ODOJ, kemudian menjadi sebuah kebiasaan lalu bertransformasi menjadi sebuah kebutuhan. Tak malu para Muslimin membaca Al Qur’an di tempat umum, tak takut dibilang riya’ jika niatnya hanyalah Allah semata.  Saat berada di Commuter Line, saat berada di pesawat seperti ibu dalam gambar di bawah ini.

Dan tentu saja, betapa indahnya bila negeri ini berisi orang-orang yang gemar mengaji. Indonesia Mengaji. Tak hanya sekadar membaca, tetapi memahami dan kemudian mengaplikasikan ayat-ayat illahi dalam kehidupan sehari-hari. Betapa rahmat dan hidayah Allah akan semakin tercurah untuk negeri ini. Semoga Allah meridhoi.



Sumber gambar :
1. Akun twitter @onedayonejuz
2. Akun twitter @oki_setiana
4. Gambar beredar via whatsapp (khusus gambar ibu penyapu jalan)

5 comments:

  1. ***SALUTE ... !!!

    Saya sarankan agar peristiwa yang luar biasa itu dibahas kembali, spy tergali kedalaman maknanya dan terungkap keluasan hikmahnya. Insya ALLAH ... akan merintis Kebangkitan ISLAM yang "kaffah".

    ReplyDelete
  2. Insyaallah aku ikut ODOZ,,,semoga istiqomah :)

    ReplyDelete
  3. Hebat euy komunitas ODOJ sampe artis-artis banyak yg berpartisipasi
    Semoga umat muslim makin mencintai Al Qur'an dg ikhlas bukan hanya sekadar target. Insya Allah

    ReplyDelete
  4. Salam Odoj 564, semoga kita semakin Istiqomah :)

    ReplyDelete