Wednesday, August 6, 2014

Perempuan yang Mengajariku Arti Syukur

Langit yang cerah pada siang itu tak selaras dengan apa hendak yang dikatakan perempuan di depanku ini. Berbasa basi setelah sekian lama tak berjumpa, aku menanyakan kabarnya.

“Alhamdulillah, Allah beri aku cobaan,”

“Cobaan apa, Mbak?” sergahku tak sabar

“Beberapa hari lalu dokter memvonisku terkena kanker rahim,” ia berkata lirih, dua bulir air mata jatuh perlahan.

Aku mengusap punggung tangannya, lidahku tercekat demi mendengar apa yang baru saja disampaikannya. Udara seperti tertahan di dekat kami, memberikan ruang. Lalu setelah beberapa saat ia pun bercerita tentang tanda-tanda yang dirasakan sebelumnya hingga ia akhirnya ia mengetahui bahwa ia menderita kanker rahim stadium dua. Kali ini, sama sekali tak ada air mata mengalir, yang kudengar adalah kata demi kata yang ia sampaikan dengan penuh ketegaran.

“Alhamdulillah, Allah beri aku penyakit ini, Dek……”

“Alhamdulillah, mungkin ini cara Allah menegurku agar semakin mendekat padaNya, aku nggak boleh capek-capek sehingga aku akhirnya keluar kerja, alhamdulillah dengan penyakit ini suamiku juga makin sayang padaku………..”

Dan tak ku dengar perkataan lain darinya selain ungkapan pujian kepada Allah.

“Dek Monika, Mbak aja yang dikasih sakit begini saja bersyukur. Kamu harusnya bisa lebih bersyukur dari Mbak ya. Kamu kuliah gratis, lulus langsung dapat kerja, ditempatkan di Jakarta sementara saudara Mbak pengen dapet Jakarta malah dapet di luar Jawa, kamu dapet kesempatan lanjut kuliah lagi nggak usah disambi kerja, kamu udah punya usaha sendiri,…….”

 “Dua doa yang tak lepas kupanjatkan pada Allah, Dek. Semoga Allah memberikan aku kekuatan untuk senantiasa memperbaiki diri dan semoga aku senantiasa menjadi hambaNya yang bisa bersyukur dalam setiap keadaan…….”

Perkataannya membuatku tergugu. Aku menundukkan kepala di pangkuannya. Terkubur dalam-dalam sudah curhatanku yang tadinya hendak kusampaikan padanya jika ia menanyakan kabarku.

---


Teruntuk seorang perempuan hebat yang amat ku sayangi dan ku hormati. Semoga Allah senantiasa memberimu kekuatan untuk melewati semua ini....


12 comments:

  1. Masyaa Allah..Mbaknya benar-benar sabar, yaa, Mon.. Mensyukuri atas cobaan yang diterima... Tak semua perempuan bersyukur apabila ditimpa penyakit seperti itu. Kebanyakan pasti berucap omelan atau keluhan...
    Bersyukur, yaa, Mon, bisa berkenalan dengan Mbaknya..
    Titip salam untuknya apabila kau ketemu lagi, yaa..

    ReplyDelete
  2. Masya Allah... Ini pelajaran yang sangat tinggi nilainya.
    Semoga kesabaran melingkupi kita semuanya. aamiin.

    ReplyDelete
  3. Di setiap coba, pasti ada hikmah mbak. Oleh karena itu, jauhkan diri dari keluh kesah dan maksiat/makar dari hukum Alloh Ta'ala.

    ReplyDelete
  4. amiin. Alhamdulillah ya Robb. Perjumpaan yang tiada pernah bertepi kecuali haya Engkaulah yang menepikannya untuk sementara. terima kasih adekku sayang, Monika.... Terima kasih atas supportnya selama ini pada mbak apalagi pada ponakan mbak. Semua ini atas ridho Allah, pertemuan kita......ponakan mbak bisa menemukan jati dirinya sampai dia bisa menjadi terbaik di antara yang baik. Pendidikannya, karirnya sampai di Jepang, Vietnam dan promosi jabatan lain. Dengan kenikmatan itu dia semakin sayang dengan Ibu tante, om dan semua keluarga. Dia bisa menjadi contoh anak yatim sholihah. Doa teh ma semoga kita bisa menjadi insan yang khusnul khotimah.

    ReplyDelete
  5. De monika, Teh ma ikut nimbrung di blognya ya.... soale blogku belum siap nongol...


    MUDAHKANLAH AKU UNTUK BISA SELALU BERSYUKUR


    Luapan kasih sebagai anak terlahir bungsu telah masuk dalam relung tulang di tubuhku. Aku tumbuh menjadi anak yang mandiri walaupun sifat manja itu masih terkadang terlihat oleh orang lain. Kenikmatan demi kenikmatan aku rasakan, sekolah favorit, mahasiswa berprestasi, finalis lomba ilmiah nasional sampai mudahnya Kau tempatkan diriku pada dunia kerja di perusahaan besar dengan karyawan 10.000 orang. Kau tempatkan posisiku sebagai tangan kanan owner.....


    Doa Nabi Yunus selalu terlantun di bibir ini sehingga dengan takdirmu aku bisa berpindah sampai 13 tempat kerja dengan posisi kunci perusahaan. Engkau selalu kabulkan doa hambamu ini, hamba ingin kerja tidak ngantor di jakarta pun Kau turuti. Teman kerja dalam ruangan hanya laptop, mesin scan, fax, fotocopy. Walaupun status kerja tetap sebagai pimpinan. Manajemen, marketing, lobbying itu sudah mengalir dalam darahku. Sebagai wanita karir aku masih memegang prinsip suami tetep harus diutamakan tetapi nomer 2. Ya karena no 1 adalah Engkau. Berapa karir kutinggalkan demi suami karena hanya ingin mengejar RidhoMu. Sampai hobby menulisku agak terlupakan.
    Maafkan saya Pak Rayendra L Toruan waktu itu Editor Gramedia di Palmerah Jakarta, Ya kira-kira 10 th yang lalu kutawarkan konsep buku yang akan aku tulis, dia tertarik dan mengajariku trik2 menulis serta memberi hadiah 2 buah buku yang tidak pernah aku lupakan. Dan tulisan itu sampai kini belum terwujud.
    Ya Allah dengan nikmat yang Engkau berikan sekarang ini, mudahkanlah aku untuk bisa menuangkan ide, pikiran dan tulisan yang bisa bermanfaat buat orang lain. Tulisan yang BUKAN BEST SELLER tujuanku tapi tulisan yang bisa menggugah, mencerahkan, memotivasi untuk semua orang. Dengan tulisan itu bisa semakin mendekatkan diri padaMu. Ijinkanlah hamba untuk bisa menulis buku sebelum Engkau jemput ajalku. Amiin

    .........................................

    Makasih ya sayyyy.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoooo teh ditunggu tulisannyaaaa... love u :*

      Delete
    2. itu tulisan tentang sapa de? hehehe. sinioooo.

      Delete
  6. Jazakumulloh atas komentar dan doa teman2 semua ^^

    ReplyDelete
  7. Subhanallah, ternyata masih ada orang yang benar-benar bersyukur atas cobaan. Jadi malu kalo sering ngeluh akan hal kecil. Boleh dishare nggak ini mon?

    ReplyDelete
  8. Semua tulisan di blog ini bebas dibagikan :)

    ReplyDelete
  9. FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan), Sungguh rugi orang yang lupa bersyukur atas semua nikmat yang Engkau berikan. Padahal kalau kita tahu kebodohan kita..'.......menyesal..........semakin kita bersyukur maka nikmat itu akan semakin ditambah. 'Subhanallah

    ReplyDelete