Sunday, August 30, 2015

Catatan Sembilan Tahun Berhijab : Berhijab adalah Berjuang

Apakah berhijab itu susah? 
Tentu berbeda antara perempuan Muslimah yang sedari kecil telah dibiasakan untuk menutup aurat atau perempuan Muslimah yang tinggal di negara Islam yang mewajibkan untuk berhijab dengan perempuan Muslimah yang tinggal di negara majemuk seperti Indonesia. Hijab sendiri bisa dibilang baru ‘populer’ pada tahun 2000an seiring dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat. Dan saya sendiri baru sadar bahwa berhijab adalah wajib ketika SMP (dulunya saya menganggap bahwa berhijab itu sunnah).

16 Agustus 2006. Momen pertama saya mengenakan hijab secara umum adalah ketika saya mengunjungi rumah seorang teman karib perempuan. Tampilan saya waktu itu adalah kaos manset untuk melengkapi kaos pendek C-59 hitam disertai dengan kerudung milik Mama. Di sana, teman saya yang telah lebih dahulu mengenakan hijab mengajari saya memasang kerudung segi empat dengan berbagai variasi model. Esok harinya pada saat upacara hari Kemerdekaan adalah saat pertama kali saya mengenakan hijab di depan umum.

Tahukah apa yang terjadi pada saat itu?

Tatkala saya berada di kamar mandi rumah teman, hawa panas sejenak melingkupi tubuh saya. Pertanyaan demi pertanyaan menghujam kepala saya, “Yakin Mon kamu mau berhijab? Yakin Mon?”. Hingga ada bisikan “Yakin Mon Islam adalah agama yang benar? Nanti kalau nggak terus kamu terlanjur berjilbab gimana?” *ta’awudz

Tak gentar dengan bisikan setan itu, saya pun memantapkan niat. Bismillah. Saya mau berhijab mulai besok hari. Titik.

Berhijab adalah berjuang untuk melawan bisikan setan...

Sebelum memutuskan berhijab, perasaan saya berkecamuk...
“Ih masak berjilbab sih? Berjilbab nanti keliatan tua,”
“Ih masak berjilbab sih? Aduh nanti kepanasan gimana,”
“Aduh baju-baju lucu-lucu. Kalau berjilbab nggak bisa pakai baju lucu-lucu”
“Berjilbabnya nanti saja... Kalau udah dapet kerja,”
“Berjilbabnya nanti saja.. Kalau udah punya suami,”
Dan sebagainya....

Yakinkah Anda bahwa perempuan adalah salah satu godaan terbesar laki-laki? Dan tahukah Anda bahwa ketika seorang perempuan berhijab sejatinya ia berusaha berjuang melawan hawa nafsunya? Menutup rambut cantik itu perjuangan, menutup kulit yang halus itu perjuangan, tidak memakai baju-baju lucu (yang seringkali lengan pendek atau rok pendek) itu perjuangan. Perempuan adalah makhluk yang suka dipuji cantik (sebagian suka dipuji seksi) bukan?

Berhijab adalah berjuang untuk melawan hawa nafsu membuka aurat....

Apakah semua sudah selesai ketika memutuskan untuk berhijab? Tentu tidak. Lulus satu ujian akan datang ujian berikutnya. Misal, ketika berkunjung ke rumah tante untuk mendapatkan perawatan salon (alhamdulillah punya tante yang ahli kecantikan), seorang teman perempuan tante yang kebetulan sedang berkunjung juga berkata, “Monik, kamu nggak usah berjilbab dulu aja, sayang lho rambut kamu bagus ditutupin. Lebih cantik nggak berjilbab kali,”

Atau

Ucapan-ucapan yang didengar tatkala berusaha menyempurnakan hijab dengan memanjangkan hijab hingga menutup dada dan mengenakan gamis, ”Kamu kayak ibu-ibu aja pakai gamis,” “Pakai jilbab yang modis dikit dong. Dimodel dikit kek. Nggak usah panjang-panjang,”

Berhijab adalah berjuang untuk mengesampingkan omongan orang

Perempuan Muslimah berhijab belum tentu lebih baik daripada perempuan Muslimah yang tak berhijab. Namun, ia berusaha untuk melaksanakan salah satu perintah dalam agama Islam. Berhijab adalah suatu kewajiban. Perintah berhijab tidak diikuti oleh sudah bisa membaca Al Qur’an atau belum (konon, malu berjilbab karena belum bisa membaca Al qur’an), sudah baik hatinya atau belum (konon, menjilbabi hati dulu baru menjilbabi kepala), atau berbagai pembenaran lainnya. Mengenakan hijab adalah suatu bentuk ketaatan, yang tentunya harus diiringi ketaatan demi ketaatan lainnya bukan? Berhijab tapi masih suka membicarakan orang, berhijab tapi sholatnya masih suka menunda-nunda, atau berhijab masih blabla. Yang salah bukan hijabnya bukan? Let’s remind that Islam is perfect, its people are not...

Berhijab adalah berjuang untuk taat...

Apakah sama antara orang yang mau melaksanakan perintah dan tidak? Apakah sama antara orang yang mau menjemput hidayah atau tidak?Apakah sama antara orang yang mau berjuang dan tidak?

Semoga Allah memantapkan hati kita dalam keimanan....
Semoga Allah melembutkan hati kita dalam ketakwaan...

Yang belum berhijab, semoga dimudahkan untuk berhijab...
Yang sudah berhijab, semoga dimudahkan untuk menyempurnakan hijabnya...
Dan semoga kita semua senantiasa dimudahkan untuk taat...
Yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbii ‘alaa diinika
(Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu)” - HR Tirmidzi

---
Adakah yang ingin berbagi kisah perjuangannya berhijab? Silahkan :)









12 comments:

  1. Masyaa Allah

    Keep spirit
    Keep istiqomah, Ukhti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Allah senantiasa memantapkan hati kt dlm keimanan ya ukh.. Aamiin ^^

      Delete
  2. “Pakai jilbab yang modis dikit dong. Dimodel dikit kek. Nggak usah panjang-panjang,”
    Sebelumnya, beberapa kali aku dapet komen seperti ini. Khimar lebar bakal susah dapet kerjaan, ga pasang selfie bakal susah dapet jodoh, dst.

    Perjuangan masing-masing muslimah emang beda-beda ya ukh :) aku pun sampe sekarang masih suka ngerasa munafik dan busuk banget ketika memakai khimar yang lebar. Merasa ga pantas. Tapi pikiran-pikiran itu harus ditepis. Seperti yang ada di gambar yang ukhti cantumkan, berhijab bukan berarti bebas dosa, tapi sebagai muslimah rasanya ingin menyenangkan Allah dgn kemampuan yg kita miliki, yg bisa diusahakan dari keterbatasan dan ketidaksempurnaan niat maupun ibadah.

    Semoga kita senantiasa diberi petunjuk dan kemampuan untuk istiqomah, aamiin aamiin aamiin ^^
    Nice post ukh, thanks for sharing...

    Assalamualaikum warrahmatullah wabarokatuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam.. Aamiin aamiin aamiin ya Rabb...

      Iya bener, kadang saya juga ngrasa gt ketika pake jilbab yg cukup panjang.

      Makasi ukhty kunjungannya ^^

      Delete
  3. Replies
    1. wa'alaikumsalam.. aamiin.. begitu jg doa untukmu ukhty ^^


      Makasih atas kunjungannya ^^

      Delete
  4. Saya ketika memutuskan berhijab syari juga byk cobaanya...cobaann serasa terus menggoyahkan..tp gpp dengan begitu kita bisa terus memperbarui niat kita :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget ukh... Semakin kt meyakini sesuatu akan ada aja cobaannya untuk menguji kt.. Smga kt smua selalu istiqomah ^^

      Delete
  5. Iya mbak, saya juga merasa bahwa berhijab itu sebuah perjuangan. Bukan karna lingkungan atau orang2 di sekitar saya, tapi dari dalam diri saya sendiri. Untuk istiqomah berhijab syar'i itu perjuangan melawan ego yg luar biasa :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak.. sy jg ngrasa demikian... godaan terbesar adalah mengalahkan diri kt.. smga kt selalu istiqomah di jalan-Nya

      Makasi kunjungannya ukh ^^

      Delete
  6. aku seneng banget baca postmu yang ini monsskuu *peluk

    ReplyDelete
  7. berhijab memang perjuangan sekali ya mbak,semoga kita semua tetap istiqomah :)

    ReplyDelete