Thursday, September 3, 2015

8 Fenomena Sosial dengan Adanya Whatsapp


Tak dapat dipungkiri, aplikasi Whatsapp dapat dikatakan sebagai aplikasi messenger terpopuler dewasa ini.  Sebelum adanya Whatsapp, orang biasa mengirimkan SMS (Short Message Service) atau BBM (Blackberry Messenger) dalam mengirimkan pesan. BBM (sebelum dapat diunduh bebas melalui Play Store) membentuk citra eksklusif karena hanya orang-orang yang menggunakan Blackberry yang dapat saling berkirim pesan melalui BBM. Whatsapp semakin populer dengan semakin populernya ponsel cerdas berbasis Android. Ngomong-ngomong, apa saja fenomena sosial masyarakat yang nampak dalam Whatsapp? Simak hasil pengamatan penulis berikut 

1.       Mengobrol sendiri di grup
Whatsapp memungkinkan penggunanya untuk melakukan percakapan secara personal ataupun dalam sebuah grup. Namun, seringkali pengguna Whatsapp dalam sebuah grup hanya merujuk pada satu orang anggota grup lainnya. Misal, dua orang saling bercakap di grup membicarakan hal yang hanya dimengerti oleh mereka berdua atau satu orang anggota grup mengajak ngobrol satu orang anggota grup lainnya di dalam grup. Jika demikian mengapa tidak menggunakan jalur pribadi saja? Bisa jadi digunakannya jalur umum (grup) tersebut dimaksudkan a) untuk memancing respon anggota grup lainnya, b) karena jika menggunakan jalur pribadi terasa terlalu personal  sementara jika menggunakan jalur umum (grup) dapat meminimalkan perasaan personal  karena menganggap semua orang tahu, atau?

2.       Fenomena left
Sering kita dapati notifikasi ‘Mr. X left’ dalam sebuah grup. Orang meninggalkan grup bisa jadi lantaran a) tidak nyaman dengan percakapan dalam grup, b) tersinggung ketika berinteraksi dalam grup, c) sudah tidak merasa ‘bagian’ dari grup, atau?

3.      Timbulnya asumsi dan emosi lantaran fitur Whatsapp
Jadi begini. Whatsapp menyediakan fitur ‘read’ dan ‘last seen’. Pertanda centang biru menunjukkan bahwa chat kita telah dibaca oleh orang yang dituju (read) dan fitur ‘last seen’ menunjukkan kapan terakhir kali seseorang membuka Whatsapp. Pernah suatu kali seseorang marah kepada saya lantaran saya tak membalas chat nya padahal sudah ada tanda centang biru (artinya saya telah membacanya). Atau seorang teman beranggapan temannya tidak menghargai karena tidak membalas chatnya padahal sedang dalam status ‘online’ (padahal online belum tentu sudah membuka percakapan dengan dia, bisa jadi sedang chatting dengan yang lain bukan). Atau ketika Anda sedang bersemangat membicarakan suatu hal dalam grup Whatsapp dan hanya sedikit yang menanggapi, Anda marah karena Anda tahu teman Anda membaca tetapi tidak menanggapi (berdasarkan info pada chat Anda dapat diketahui  siapa yang telah membaca dan siapa yang belum). Jadi saya memutuskan untuk tidak mengaktifkan fitur ‘read’ dan membatasi ‘last seen’. Sudah tahu caranya bukan?

Read receipts tak dicentang biar tak keluar centang biru

4.       Dimasukkan grup tanpa persetujuan
Pernahkah tiba-tiba Anda dimasukkan begitu saja dalam sebuah grup Whatsapp? Hanya bermodal nomor ponsel Anda yang telah terdeteksi menggunakan Whatsapp, seseorang dapat memasukkan Anda ke grup tanpa persetujuan Anda. Berbeda dengan BBM group yang mana membutuhkan persetujuan Anda sebelum bisa bergabung dalam grup tersebut.

5.       Copas komen
Copas atau copy paste chat orang lain merupakan hal yang jamak dilakukan anggota grup Whatsapp lainnya. Semisal mengucapkan selamat ulang tahun, selamat atas pernikahan, bela sungkawa atau ucapan lainnya. Fenomena copas komen tersebut dilakukan lantaran a) merasa komen orang lain cukup bagus dan telah mewakili, b) malas mengetik komen sendiri, c) tidak ingin merasa terlalu personal dengan mengirimkan pesan sendiri, atau d ?

6.       Terlalu banyak informasi
Adanya Whatsapp (atau grup Whatsapp) memungkinkan informasi berkembang dengan cepatnya. Selang beberapa detik setelah kejadian misalnya, kejadian tabrakan yang dikabarkan oleh salah seorang anggota grup menyebar ke anggota grup lain yang tinggal berbeda provinsi atau malah berbeda negara. Atau misal hal-hal menarik di media sosial dengan cepatnya dapat menyebar melalui perantara Whatsapp (contohnya, postingan Path Dinda yang marah-marah kepada pengguna KRL yang hamil). Grup Whatsapp juga memungkinkan rumor berkembang dengan cepatnya. Misal, ada yang mengikuti rapat lalu menyebarkan informasi yang masih rahasia atau memotret surat edaran yang masih rahasia lalu menyebarkannya di grup. Belum lagi, informasi yang banyak beredar sebagian besar tanpa sumber sehingga diragukan kevalidannya. Bagaimana menurut Anda dengan banyaknya informasi yang diperoleh melalui Whatsapp?
 
7.       People get more reachable
Dulu sebelum adanya Whatsapp, mengirim SMS jam sembilan malam bisa jadi dianggap ‘terlalu malam’. Kini, dengan adanya Whatsapp,  jam berapapun kita masih bisa saling bertukar chat, apalagi jika saling bercakap di grup. Selain itu, notifikasi Whatsapp mendorong orang membalas dalam hitungan detik (apalagi dengan adanya fitur ‘read’ atau ‘online’). Jika dahulu tidak membalas sms satu jam dianggap biasa, sekarang tidak membalas chat Whatsapp setengah jam bisa dianggap lama balas. Bagaimana dengan Anda?

8.       Munculnya grup demi grup Whatsapp
Contoh fenomenal dari grup Whatsapp adalah grup atau komunitas One Day One Juz (ODOJ). Satu grup terdiri dari 30 orang yang masing-masing orang memiliki ‘jatah’ membaca Al Qur’an satu juz tiap hari, sehingga dalam satu hari dapat diselesaikan 30 juz Al Qur’an oleh anggota grup tersebut. Grup ODOJ berkembang menjadi komunitas yang kuat melalui silaturahim dunia nyata dan kemudian menggerakkan munculnya grup-grup lain. Selain itu, kini sedikit sedikit membentuk grup. Grup pengajian, grup teman kuliah, grup rekan kerja, dan grup lainnya. Tak sedikit yang juga eksis di dunia nyata. Apakah berada dalam satu grup Whatsapp yang sama membuat Anda merasa lebih akrab dengan seseorang?

Demikian fenomena sosial yang penulis ‘baca’ dari Whatsapp. Layaknya teknologi lainnya, adalah pilihan kita bagaimana menggunakan teknologi tersebut. Adakah yang ingin menambahkan fenomena sosial dalam Whatsapp?

11 comments:

  1. Kalo saya, enakan pake whatsapp gak hbisin pulsa buat sms. Gitu aja sih hehehe

    ReplyDelete
  2. whatsapp juga ada fitur tlpnya,jadi enak kalo tlp keluarga pake fitur dari whatsapp aja ,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo pengalaman sy kok jaringan telp via wasap kurang bagus ya mba hehe

      Delete
  3. Aku belum punya whatsapp mbak, hehee

    ReplyDelete
  4. Dimasukin grup tanpa persetujuan...ini banget. Grup whatsapp gua udah ada 20 lebih nih, pusing...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha... aku juga udah 40an.. lumayan pusing hehe

      Delete
  5. whatsapp bikin sibuk sendiri dan jadi ga peka sama lingkungan sekitar :D

    ReplyDelete
  6. wabah no 5 lagi gencar2nya di grub temen2ku -__- dan bikin sebel bgt... kyk g bisa bikin kalimat sendiri...kdg jdnya males gabung lg, tp ngerasa ga enak mw kluar

    ReplyDelete