Friday, September 11, 2015

Kamu yang Kutunggu

Kamu percaya bahwa hati adalah panglima? Aku percaya itu. Aku akan melakukan sesuatu ketika hatiku mantap untuk melakukannya dan aku meyakini sepenuh hati apa yang ku lakukan. Sesederhana itu.  

Aku belum tahu siapa kamu jika ada yang bertanya siapa calonku. Karena bagiku definisi calon adalah ketika ia telah datang meminang dan lamarannya sudah diterima olehku dan keluargaku. Berasal dari suku apa, di mana kamu tinggal sekarang, dan sebagainya. Namun, apakah kamu rasakan bahwa kita sedang berjalan ke arah yang sama, di mana kita akan bertemu di satu titik dan kemudian melangkah beriring. Kamu percaya bahwa selama jalan kita sama cepat atau lambat kita pasti berjumpa?1

Perkara menikah amatlah sakral bukan? Tak hanya sekadar menikah dengan siapa saja, tetapi banyak hal yang akan terjadi dengan pernikahan itu. Kamu harus yakin bahwa kamu akan mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah bersamanya. Ia yang menimbulkan kenyamanan dan ketenteraman bagimu. Tak hanya untuk cinta yang menghasilkan hormon oksitosin sementara tetapi kamu yakin kamu akan mampu bersamanya dalam susah dan senang seumur hidupmu. Ya, seumur hidupmu. Kamu harus menikahi seseorang yang dengannya surga menjadi lebih dekat2. Ia yang mampu mengingatkanmu pada siapa yang menciptakanmu, ia yang akan berjuang bersamamu merengkuh rida penciptamu.

Apakah doa yang kukirimkan bisa kamu rasakan? Apakah ia menjelma menjadi  serupa isyarat yang berbisik kala hening menyapamu?

Doa tanpa nama penerima. Cukup ku namakan ‘dia’. Tuhan tahu segala bukan? Bahkan Dia yang menggerakkan hatiku menyebutmu.

Apakah kamu juga mendoakanku? Entah dari mana kamu mengirimkannya.

Kamu tahu kamu adalah tambahan daya untuk memperbaiki diriku. Karena, katanya, jodoh adalah cerminan diri. Mungkin Tuhan membiarkan kita untuk tumbuh cukup kuat sendiri dahulu sebelum kemudian dipertemukan dalam sebaik-baik keadaan. 

Di saat yang paling tepat. 

Mungkin kamu di sana sedang menyelesaikan pendidikanmu, mungkin kamu di sana sedang menunggu kakakmu menikah terlebih dahulu, mungkin kamu di sana perlu waktu untuk mempersiapkan dirimu... Begitu juga denganku... Tuhan yang lebih tahu...

Kamu bukanlah eskapisme dalam riuh Jakarta menghempasku. Seperti lirih nabi Zakariya berdoa, izinkan aku berucap, ”Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsin”. Percayalah di sini aku menunggumu, dengan sebaik-baik upayaku.
---

Barangkali ada yang berkenan mendoakan, semoga segera dipersatukan dengan 'dia', yang baik dalam urusan agama lagi cocok dan sesuai kriteria, hehe... barangkali doanya lah yang diijabah atau sedang berada di saat yang diijabah.. karena doa kebaikan akan kembali pada sang pelantun doa bukan? :)





 

1 Selama jalan kita sama cepat atau lambat kita pasti berjumpa adalah kata-kata yang didapat dari tweet @felixsiauw
2(menikahlah dengan) seseorang yang dengannya surga menjadi lebih dekat adalah kata-kata yang dipopulerkan oleh Asma Nadia




13 comments:

  1. Semoga segera dipertemukan dengan jodoh terbaiknya ya, mba Mon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Makasi mba Ila.. doa yg sama untukmu ^^

      Delete
  2. Semoga dipertemukan dengan jodoh yang terbaik. Semua akan indah pada waktunya :)

    ReplyDelete
  3. Semoga ditemukan jodohnya dan disatukan dalam ijab qabul. Aamiin

    ReplyDelete
  4. Bagus sekali doanya Mon, semoga kita segera didekatkan sama jodoh ya. Amiin :D

    ReplyDelete
  5. doanya :D

    hmm.. ada yang nungguin. bulan september :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha.. semoga dateng di bulan september ini gt ya :p

      Delete
  6. Manis sekali :)
    Semoga segera dipertemukan dg jodoh terbaiknya ya mbak :)

    ReplyDelete