Sunday, September 13, 2015

The Best is Yet to Come

Jika wanita semulia Maryam saja diperintahkan Allah untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma selagi kepayahan hendak melahirkan, maka ia memiliki pengharapan akan datangnya karunia setelah ia berupaya. Jika Thomas Alva Edison berhasil menciptakan lampu pijar pada percobaannya yang ke-9999, maka selama lebih dari sembilan ribu percobaan ia lalui dengan memeluk erat harapannya.
Jika Walt Disney mempercayai perkataan editor surat kabar tempatnya bekerja bahwa ia tidak memiliki imajinasi yang bagus, apakah dunia akan mengenangnya seperti sekarang?

Rabbana innana amanna faghfirlana zunubana waqina azaban-nar (Q.S.3:16)
Rabbana amanna bima anzalta wattaba 'nar-Rasula fak-tubna ma'asy-Syahidin (Q.S. 3:53)
Rabbana amanna faktubna ma 'asy-syahidin (Q.S. 5:83)
Rabbana amanna faghfirlana war-hamna wa-anta khairur-rahimin (Q.S. 23:109)

Ada harap yang terucap setelah amanna (kami beriman). Ada harap akan ampunan, perlindungan dari api neraka, serta dimasukkan ke dalam golongan orang yang menjadi saksi (akan keesaan Allah). Adakah yang lebih indah dari memiliki harapan pada Tuhanmu?

Maka, atas hari-harimu, detik demi detik yang kau lalui, di sana lah kau berdiri. Atas pengharapan yang kau bangun di atas keyakinan dan upayamu. Bahwa sisa umur yang kau lalui akan semakin menjadikanmu makhluk yang bergigih mengupayakan kebaikan. Untuk duniamu, untuk akhiratmu. 

Seperti kata Sapardi Djoko Damono, “Yang fana adalah waktu. Kita abadi

Maka, inginku bersimpuh. Luruh.
Tuhanku, ridai aku dengan kemahaanMu

----

Dua puluh enam

---

selftalk

5 comments: