Saturday, September 19, 2015

The More You See, The More You Hear (8 Tips To Be More Open-minded)


Are you an open-minded one?
Bertemu orang baru, pernahkah begitu mengasyikkan?

Siang sampai malam, lebih dari enam jam saya habiskan bersama Ninda, mengelilingi Mal Kelapa Gading lebih dari sepuluh ribu langkah (setidaknya hitungan di aplikasi S Health). Pada awalnya, saya tahu Ninda karena dia temannya teman kuliah. Eh, ternyata sepantaran dan kami sama-sama suka nulis di blog. Saling berkunjunglah. Lama-lama, kami kopdar (lupa siapa yang ngajak duluan :p) dan kemudian berlanjutlah, ini kopdar kami ketiga. Obrolan kami hari ini begitu seru, saya jadi dapat info merk-merk lipstik bagus, tas branded dan hal-hal menarik lainnya. Talking with her absolutely broadens my mind. Maklum, kami punya latar belakang yang cukup berbeda. Saya yang kuliah kedinasan dan kemudian menjadi PNS dengan dia yang bekerja swasta. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar teman yang saya punya berasal dari latar belakang yang sama, yang secara tak langsung memiliki pola pikir yang tak jauh berbeda.

Ngomong-ngomong, di postingan kali ini saya ingin berbagi tips untuk menjadi orang yang lebih open-minded atau berpikiran terbuka :
1.         Meet new people
Seperti berkenalan di dunia maya dengan Ninda kemudian janjian bertemu. Berada di antara orang dengan latar belakang sama itu mengasyikkan karena kita tak perlu banyak penyesuaian. Namun bergaul dengan orang baru (yang memiliki beraneka perbedaan) itu penting, selain untuk menambah koneksi juga menambah wawasan. Misal saya yang berlatang belakang keuangan jadi dapat wawasan baru berkenalan dengan dokter. Dulu, saya nggak mau kalau makan bareng teman dan dia mengajak temannya yang nggak saya kenal. Lambat laun saya menyadari, justru ajang dikenalin dengan temannya temen itu kesempatan yang bagus untuk mendapatkan teman baru. Ya, temannya teman berarti orang baru yang terpercaya bukan? Bukan asal kenalan juga :D

2.         Read more books
Buku jendela dunia. Yes. Membaca buku tak hanya yang sesuai selera tetapi sesekali perlu juga melihat sudut pandang berbeda, dari pengarang yang berbeda. Misal, membaca buku dengan genre yang bukan favorit kamu.

3.         Watch more movies
Film merupakan sebuah dokumentasi yang bagus akan suatu tema. Ia tak hanya menggambarkan cerita sang tokoh tetapi juga memberikan berbagai pandangan, entah dari segi latar atau pesan yang tersirat disampaikan.

4.         Travel and wander
Well, bagi saya traveling memegang peranan besar dalam membentuk saya sekarang, memberikan pandangan dan pemahaman yang berbeda. Misalnya, ketika saya menjelajah pulau Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu atau ketika saya menjelajah Pulau Flores selama sembilan hari yang mana mayoritas penduduk Flores beragama Katolik. Atau, misal, tatkala berkelana ke kampung Badui Dalam dengan adat istiadatnya yang begitu kental. Traveling membuat saya lebih menerima dan menghargai perbedaan serta lebih mudah beradaptasi. Pikiran saya jauh lebih terbuka dengan traveling.


5.         Say yes to opportunity
Don’t stay on your comfort zone. Tangkap kesempatan yang ada. Saya pernah menjadi orang yang mudah gugup tetapi kemudian berlatih keras mengatasinya. Caranya? Menantang diri. Takut berbicara di depan umum? Majulah. Pada awal ikut lomba debat bahasa Inggris, dari jatah waktu 7 menit hanya saya gunakan 3 menit, lama-lama 7 menit itu kurang. Feel your fear and realize that things are not as bad as you think before. Yah, walau kadang risikonya malu sih. But, conquering fear is one big thing that worths, isn’t it?

6.         Listen people’s story
Banyak hal yang akan didapatkan dengan menjadi pendengar yang baik. Seorang rekan kantor yang usianya beberapa tahun di atas saya tampak kaget saat saya menyebutkan beberapa pengetahuan yang cukup spesifik tentang bayi. Well, rahasianya sih saya rajin mendengarkan ibu-ibu ngobrolin anaknya. Atau, misal, tatkala naik taksi dengarkan saja cerita sopir taksinya, kadang banyak hal menarik yang bisa diketahui lho. Belum atau tidak mengalami sesuatu bukan berarti tak tahu bukan?

7.         Don’t be afraid
Jangan takut berkenalan dengan orang baru, jangan takut menjelajah tempat yang belum pernah kamu kunjungi, jangan takur melewati jalan yang berbeda. Everything starts from mindset, right? 

8.         Open your mind but stick on your principles
Pikiran boleh seterbuka apa, tetapi seorang Muslimah akan tetap mempertahankan prinsipnya tidak akan membiarkan auratnya terbuka misalnya. Atau, berada di negara yang bermusim dingin tak akan menggoyahkan iman seorang Muslim untuk menenggak bir. Prinsip adalah prinsip yang digigit erat dengan geraham. Mempertahankan apa yang diyakini sebagai prinsip bukan berarti tak bisa berpikiran terbuka, kan? 

Kira-kira ada yang ingin berbagi tipsnya? :D

3 comments:

  1. Saya pribadi lagi berjuang nih buat jadi orang yang open-minded. Tiga tips pertama itu lagi saya lakuin dengan gencar-gencarnya sih, doakan semoga berhasil ya;D

    Btw, saya ga ada tips lain nih, mungkin lain kali bisa share film yang bisa bikin(?) open-minded? Hehehe (y)

    ReplyDelete
  2. glad to know you looveee our date as much as me hihi :* gimana udah di pake the balm charmingnya? enyak nyaman... terutama untuk seharga itu. hyahahaha aku move on dari limecrime nih kayaknya


    dan soal tas branded hahahahhaa cantik dan super awet diabusenya yang bikin keiket :P

    ReplyDelete
  3. Tips2nya boleh banget di catet di otak trus dipraktekin :))

    ReplyDelete