Monday, September 7, 2015

Tips Menjadi Penulis Bestseller dan Go National


Siapa yang tak kenal  A. Fuadi dengan trilogi Negeri 5 Menara yang begitu fenomenal, siapa pula yang tak kenal dengan Asma Nadia atau siapa yang tak tahu Ippho Santosa? Ketiga penulis ternama Indonesia dengan penjualan terbaik (bestselling). Apa saja tips menulis dari mereka? Berikut catatan dari seminar “Menjadi Penulis Best Seller dan Go National yang diadakan di kantor Kompas Gramedia pada hari Ahad 6 September 2015 lalu. 

Menulis Membukakan Semua Pintu Kemungkinan untuk Saya
Anda pasti tahu dengan ‘mantra’ Man Jadda Wajada yang menjadi ‘ruh’dari kisah Alif dkk di Negeri 5 Menara. Ya, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Lalu, bagaimana kesungguhan A. Fuadi sang penulis sendiri dalam mengikat huruf demi huruf?

Laki-laki peraih sepuluh beasiswa luar negeri ini menerangkan bahwa menulis membutuhkan tiga hal yakni sebatang pulpen, secarik kertas dan sebongkah hati. Ya, semua kejadian dalam hidup kita bisa jadi tulisan. Contohnya, pada awalnya A. Fuadi berat hati menuruti perintah sang amak (ibu) untuk menuntut ilmu di pesantren Gontor yang terpisah ribuan kilometer jauhnya dari kampung halaman. Namun, kemudian buah mengikhlaskan keterpaksaan -begitu ia menyebutnya- amatlah manis. Ia tak hanya berhasil meraih pendidikan akademis dengan kualitas tinggi tetapi juga kisahnya mampu menjadi buku dan film yang menginspirasi jutaan orang di negeri ini. 

Proses menulis A. Fuadi terdiri dari empat pertanyaan besar yakni :
1.         WHY
Luruskan niat dalam menulis. Mengapa menulis? Niat yang tulus merupakan suntikan semangat yang tidak putus.
2.         WHAT
Apa yang hendak dituliskan? Kenal, peduli, familiar dan tahu akan apa yang ditulis merupakan “obat kuat tulisan”.
3.         HOW
Lakukan riset tentang apa yang hendak ditulis. Baca buku, kamus, tesaurus untuk memperkaya khazanah penulisan. Referensi berharga A. Fuadi adalah surat yang dikirimkannya kepada sang amak ketika masih menimba ilmu di pesantren yang masih tersimpah rapi. Selain itu, ia membaca banyak buku sebelum menulis, salah satunya adalah buku tentang kehidupan di asrama (yang mirip dengan kehidupan di pesantren).
4.         WHEN
Kapan Anda hendak menulis? Cicil setiap hari, begitu sarannya. Sedikit-sedikit lama-lama bisa menjadi buku bukan?

Tak lupa, A Fuadi berbagi tips agar bisa mendunia :
1.         Tema Indonesia
2.         Gali budaya, bahasa, agama, orang, legenda, alam
3.         Terjemahkan karya ke bahasa lain
4.         Aktif kenalkan karya di acara internasional seperti UWRF (Ubud Writers and Readers Festival)
5.         Gunakan social media
6.         Pelajari jalan penulis-penulis ternama seperti Pramoedya Ananta Toer, Andrea Hirata, dsb

Gambar diambil dari twitter @ipphoright
Serta tentu saja, “Terus belajar, terus membaca,” begitu pesan pemungkasnya. Menulis mampu membukakan semua pintu kemungkinan. Misal keliling dunia atau buku yang berubah medium menjadi film.

Saya Senang Jika Buku Saya Dibajak
Kalau Anda mendengar tentang Ippho Santosa, bisa jadi Anda akan teringat dengan ‘otak kanan’. Namun, jangan salah, laki-laki kelahiran Pekanbaru ini merupakan salah satu penulis mega bestseller di Indonesia. Karya fenomenalnya yang berjudul “7 Keajaiban Rezeki” berhasil menorehkan tinta emas dengan penjualan di atas satu juta eksemplar, sebuah angka yang teramat fantastis. Edisi bajakan juga dapat dijumpai dengan harga 20rb. Namun, sang penulis menegaskan bahwa ia senang jika bukunya dibajak, karena tidak semua buku dibajak, hal itu menunjukkan bahwa karyanya diakui.

Ippho mengisahkan bahwa pada awalnya ia ‘dipaksa’ menulis selaras dengan pekerjaannya di bidang marketing. Tak dinyana, tulisannya disukai. Ia kemudian menulis untuk surat kabar sebelum menerbitkan bukunya. 

Berikut tips agar go National ala Ippho Santosa :
1.         Start with the RIGHT
Awali dengan right intention alias niat yang benar dan kuat.
2.         Differentiation
Terdiri atas mencari a) segmen atau kesempatan, b) sesuai passion dan kompetensi hingga c) appearance dan wording
3.         Leverage
a)      Print and broadcast media, b) website and social media, c) certification, award and celebrity

Selanjutnya, agar buku bestseller berikut tipsnya :
1.         Meluruskan niat
2.         Menentukan big picture
3.         Memilih judul, subjudul dan gambar
4.         Mempertimbangkan judul seminar (judul buku bisa dijadikan judul seminar)
5.         Memilih cover depan dan belakang yang menarik
6.         Menyusun paragraf di cover belakang
Gunakan kata-kata yang menarik perhatian seseorang ketika melihat cover belakang dari buku. 

Gambar diambil dari twitter @ipphoright
Kata-kata bang Ippho yang amat terngiang adalah “Potensi besar akan dianugerahkan kepada mereka yang bermisi besar,” dan pesannya yang tak terlupakan adalah “Hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan”. Jadi, ukurlah tulisan Anda

Jika Belum Yakin Memegang Tiket ke Surga, Maka Menulislah
Siapa yang tak kenal dengan Asma Nadia? Penulis produktif ini akan segera menerbitkan bukunya yang ke-50.  Serial Catatan Hati begitu menguras emosi dan disukai, beberapa karyanya juga telah diangkat ke layar lebar. Karya fenomenal terbarunya adalah Surga yang Tak Dirindukan yang mampu meraih lebih dari 1,5 juta penonton. Sebuah angka yang amat fantastis.

Asma Nadia menceritakan tentang proses kreatif di balik sebuah buku bahwa 1) bukan sekadar memiliki ide bagus saja, 2) buku lahir dari keresahan sang penulis, 3) buku sebagai kebutuhan bukan bacaan/hiburan waktu luang semata.
Menulis baginya adalah sebuah perjuangan. Menulis itu berjuang, menulis itu berbagi. Contohnya, catatan hati seorang istri merupakan kumpulan kisah nyata yang ia tuliskan dan mampu menginspirasi para pembaca.

Mengapa menulis?

Asma Nadia menceritakan mengapa ia menulis. Yang pertama, ia menulis untuk ibunya yang amat menyayangi dan mengasihinya. Yang kedua, ia menulis untuk anak-anaknya, buku-bukunya akan terus menemani anak-anaknya dalam perjalanan hidup mereka. Yang ketiga adalah jika belum yakin memegang tiket ke surga maka menulislah. Setiap orang yang mendapat kebaikan dari tulisan kita, maka kita akan mendapat kebaikan meski raga kita telah didekap tanah.

Kesamaan A. Fuadi, Ippho Santosa dan Asma Nadia
Apa kesamaan di antara ketiga orang hebat tersebut? Berdasarkan perjumpaan saya dengan mereka (saya sudah pernah mengikuti seminar A. Fuadi tiga kali, Ippho Santosa 2 kali dan Asma Nadia 3 kali), berikut hal yang saya pelajari :
1.         Mereka memiliki niat yang lurus
Ingatkah Anda tentang hadits arbain pertama bahwa seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya?
2.         Mereka bersungguh-sungguh dan mengupayakan segala kemampuan terbaik
Orang-orang melihat kisah sukses mereka, tetapi tidak semua orang mengetahui perjuangan mereka. Mereka bersungguh-sungguh, gigih dan tidak mudah menyerah. Cara berbicara mereka amat powerful dan menginspirasi tentunya.
3.         Mereka tidak pelit untuk berbagi
A.    Fuadi mendirikan Komunitas 5 Menara, Ippho Santosa menyedekahkan nominal yang amat besar dari penjualan 7 Keajaiban Rezeki, sementara Asma Nadia telah mendirikan 170 rumah baca dari mimpinya mendirikan 1.000 rumah baca. The more you give, the more you get, right?

Jadi, siapa saja yang telah terinspirasi dari mereka?


19 comments:

  1. Mba, saya cuma pernah sama A. Fuadi aja, blum ippho dan asma nadia. Asik yaaaah. Bener bgt itu the more you give, the more you get...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba insya Allah demikian ya.. Makasih mba kunjungannya ^^

      Delete
  2. Kalo menurut saya, bestseller itu takdir. Hanya beberapa orang saja yg ditakdirkan jadi penulis best seller, karena banyak penulis yg sudah melakukan hal2 di atas tp bukunya tetap ga bestseller :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, semua ikhtiar bermuara pada garis takdir yang ditetapkan Allah hehe..

      Delete
  3. Cuma bunda Asma Nadia yang udah berapa kali ketemu. Pengen juga ketemu sama A. Fuadi sama Mas Ippo. Mereka bertiga emang hebat :)

    ReplyDelete
  4. Aku belum pernah ikut workshop atau seminar ketiganya Mon, baru pernah ikut workshop menulisnya Dewi Lestari. Kayaknya musti makin rajin ikut seminar ginian nih kalau mau nambah ilmu. Biasanya dapat info eventnya dari mana Mon?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, I see. Aku kebetulan belum follow beliau2 ini :D

      Delete
  5. Terima kasih Mbak untuk sharingnya ^^

    ReplyDelete
  6. Postingan yang membakar semangat. Kata teman saya yang bukunya best seller, selain memang isi yang bagus, mereka juga aktif promo ... jadi ada usaha untuk menjual karya dengan cara yang tidak biasa. Wah,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba.. Misal Ippho Santosa sebelum menulis buku (masi menulis artikel d surat kabar) aktif menawarkan tulisan ke berbagai surat kabar di berbagai provinsi

      Delete
    2. Betul mba.. Misal Ippho Santosa sebelum menulis buku (masi menulis artikel d surat kabar) aktif menawarkan tulisan ke berbagai surat kabar di berbagai provinsi

      Delete
  7. Bakat nulisnya kurang, makane blognya postingannya direktori, belajar nulis dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kata Edison 1% bakat, 99% kerja keras mas hihi

      Delete
    2. kalau kata Edison 1% bakat, 99% kerja keras mas hihi

      Delete