Sunday, September 27, 2015

Yuk, Berjualan dengan Lebih Elegan

Siapa sih yang tak suka berjualan? Apalagi di era digital ini yang mana banyak media pendukung seperti aplikasi chatting atau media sosial. Namun, berjualan tetaplah harus memiliki etika dan seni, bukan?

1. Jangan berjualan di lapak orang
    Ketika orang membuka lapak dunia maya, jangan berjualan di lapaknya. Misal dengan berlapak melalui komen di lapak orang lain. Have your ethics, please. Buat lapak sendiri itu selain menghargai orang lain juga menunjukkan bahwa penjual tersebut memiliki etika.

2. Don't spam
    Bagi pengguna instagram, pasti tak asing dengan komentar seperti, "Cek ig kami, sis," "Hijab murmer" blabla yang ada di postingan para selebgram (pengguna Instagram yang memiliki banyak followers). Entah apapun fotonya, selalu saja ada komentar spamming berjualan. Malah, ketika akun almarhumah pramugari Air Asia terekspose dan kemudian banyak diikuti, ada juga yang spamming jualan di akun almarhumah. Tidak sopan dan tidak berempati. Kalau saya melihat olshop 'berpromosi' dengan cara seperti itu, saya justru tak tertarik beli sama sekali di tempatnya. Begitu juga di blog, ada saja komentar spamming, cukup klik 'spam'.

3. Jangn berbohong
    Kalau Anda suka bermain Instagram dan mengikuti akun selebgram, Anda akan sering juga menemui komentar seperti, "Makasih ya kak (nama artis), berkat direkomendasikan kakak di (akun jualan) penampilanku makin oke," atau bahkan akun yang mengatasnamakan agama juga "Semenjak dikasih tau kakak tentang akun XX, pengetahuan agamaku makin bertambah,". Duh, beneran si artis merekomendasikan? Udah spamming, bohong pula.

4. Jangan broadcast sering-sering
    Pengguna BBM pasti sering menerima broadcasted message. Bolehlah broadcast sesekali tapi kalau setiap hari atau bahkan sehari beberapa kali tentu membuat orang yang melihat menjadi 'eneg'. Kalau saya sih hampir tidak pernah membaca BC jualan, atau menghapus kontak yang mengganggu seperti itu.

5. Do softselling
    Lebih menarik mana membaca judul BC "Sampo Unya Unyi, menghaluskan rambut" atau "9 Tips Merawat Rambut Mudah dan Murah". Judul pertama menunjukkan hardselling atau gampangnya jualan tanpa tedeng aling-aling. Judul kedua berisi tips merawal rambut yang diakhiri dengan kalimat seperti ini misalnya,"Salah satu solusi untuk memiliki rambut halus adalah sampo Unya Unyi, cukup 20rb saja bisa beli di kami,". Yes, berikan manfaat terlebih dahulu kepada pembaca, tak sekadar jualan. Dalam sebuah seminar bisnis yang saya ikuti, konten softselling yang bagus terdiri dari 80% sesuatu yang bermanfaat/menarik bagi calon pembeli, 20% di bagian akhir konten baru jualan. Apalagi di Facebook, sering kita jumpai artikel yang dibagikan dari akun jualan. Orang yang membagikannya tak peduli siapa yang mengunggah artikel tersebut tetapi peduli pada isinya. Kalau di blog, contoh penulis yang jago melakukan softselling menurut saya adalah Alit Susanto (shitlicious).

6. Bikin berbagai promo menarik, alih-alih 'spamming'
    Menjadi penjual yang baik tentu memerlukan 'seni'. Daripada spamming, lebih baik buat kuis/giveaway yang salah satu syaratnya adalah follow/like/share. Biarkan pembeli memutuskan apakah dia ingin mengikuti aturan main lomba. Atau bisa juga membuat diskon/free ongkir  dan berbagai kreasi berjualan lainnya.

7. Ungkit produk dengan tokoh ternama
    Promosi yang paling efektif dalam berjualan adalah melalui testimoni/review dari para pengguna. Dan selebgram/artis/influencer memiliki pengaruh cukup besar. Cari tokoh yang membuka peluang endorse atau menerima paid-promote.

So, here are my tips. Ada yang ingin menambahkan?

1 comment:

  1. hmmm tampilan baru aura lebih kuat
    tapi aku lebih suka kemanisan yang lama :D

    posting mons rajin banget sekarang haihaii
    back to jakarta lagii

    ReplyDelete