Wednesday, October 21, 2015

Apa Saja Penggunaan EYD yang Sering Diabaikan?


Pentingkah penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam penulisan blog? Bagi saya penting, kecuali penggunaan kata baku, agar tulisan tak terlalu kaku. Menurut saya, tulisan yang menggunakan EYD dengan baik dan  benar akan terlihat lebih rapi dan nyaman dibaca. Fungsi utama EYD sendiri adalah sebagai alat pemersatu dan menjadi tolok ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang.
 
Pada tulisan kali ini saya mau berbagi penggunaan EYD yang sering diabaikan dalam tulisan yang dipublikasikan di dunia maya :
1.         Penulisan kata dalam bahasa asing
Penulisan kata dalam bahasa asing yang ditulis dalam artikel berbahasa Indonesia seyogianya menggunakan huruf cetak miring. Begitu juga halnya jika ingin ‘mencampur’ bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, contoh : di-handle

2.         Penulisan di-  sebagai kata depan dan di- sebagai imbuhan
Sederhananya, di- yang diikuti oleh nama tempat ditulis berspasi, sedangkan di- yang diikuti kata kerja ditulis menyambung (tanpa spasi). Contoh : di sekolah, di atas, ditulis, dibayangkan.

3.         Penulisan huruf kapital pada awal kalimat
Sering saya jumpai penggunaan huruf kecil pada awal kalimat. Sepele nampaknya, tetapi sedikit mengusik kenikmatan membaca.

4.         Penggunaan huruf kapital
Selain digunakan sebagai unsur pertama pada awal kalimat, huruf kapital digunakan untuk nama, nama gelar kehormatan dan huruf pertama nama jabatan yang diikuti oleh nama orang, huruf pertama petikan langsung, huruf pertama nama bangsa, dsb. Contoh : 1) Ayahnya bernama Haji Muhammad Ilyas, 2) Tahun ini ayahku menunaikan ibadah haji.


5.         Penggunaan tanda baca
a.       Tanda baca dalam percakapan menggunakan tanda petik yang mengapit percakapan langsung. Sebelum tanda petik kedua, terdapat tanda baca (titik, koma, atau tanda tanya). Contoh : 1) ”Kapan kita sampai?” tanya Mila, 2) “Tunggu sebentar!” seru Dina.
b.      Tanda titik (.) kadang terlewatkan di akhir kalimat.
c.       Tanda koma sebelum kata sambung "dan" jika terdapat lebih dari dua hal yang dihubungkan. Misal : Barang bawaanya terdiri dari buku, pena, baju, dan sepasang sepatu. 

6.         Penggunaan kata yang mubazir
Misal : Walaupun hari hujan, tetapi ia tetap berangkat sekolah (cukup memilih salah satu : walaupun atau tetapi).

Tentu, keenam hal di atas di luar penggunaan kata baku (silakan cek di KBBI, hehe). Silakan dikoreksi ya jika dalam tulisan ini juga terdapat penulisan yang tak sesuai dengan EYD. Mari sama-sama belajar. Penggunaan EYD (selain penggunaan kata baku) rasa-rasanya tidak akan membuat tulisan menjadi kaku, justru akan membuat tulisan menjadi lebih rapi dan estetis. Anda setuju?

---
KBBI daring bisa dilihat pada situs kbbi.web.id, ada juga KBBI dalam format PDF yang siap diunduh (silahkan googling, hehe). Untuk penggunaan EYD sendiri bisa dicari di Google dengan kata kunci "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan"

11 comments:

  1. Penulisan di-- memang agak susah yah. Harus dipahami dan dijadikan kebiasaan saat menulisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah engga susah kalau udah terbiasa hehe.. Salam kenal mba ^^

      Delete
  2. Setuju jika tulisan memedomani EYD
    Terima kasih tipsnya yang bermanfaat
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  3. penggunaan kata mubazir kayaknya sering hehe :D

    ReplyDelete
  4. hmmm... langsung ngecek postingan blog yg EYDnya salah. hihihihi

    ReplyDelete
  5. Terima kasih, Mbak, sangat mencerahkan dan menggugah semangat kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  6. EYDku kayaknya nggak karuan hahahaa
    auk ah :D

    ReplyDelete
  7. nambahin: hindari kata dimana (di mana, yang mana) sebagai kata hubung atau kata sambung...

    ReplyDelete
  8. terimakasih banyak, sangat menarik sekali..

    ReplyDelete