Saturday, October 3, 2015

Cerita di Balik Blog : Yakin Nggak Menulis Nih?



http://www.uniekkaswarganti.com/2015/09/giveaway-cerita-di-balik-blog.html

Berapa postingan yang bisa Anda hasilkan setiap bulan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum postingan terpampang di blog? Kalau untuk saya sendiri, menulis itu membutuhkan waktu yang tidak lama. Setengah jam untuk tulisan sebanyak satu halaman Microsoft Word, satu jam untuk tulisan standar. Yang lama adalah memikirkannya! Iya, memikirkan mau menulis apa, memikirkan apa saja yang ditulis untuk satu tema yang sudah ditetapkan, memikirkan ini tulisan sudah layak masuk blog belum, memikirkan apakah tulisan yang udah jadi dipublikasikan atau disimpan sendiri saja. Namun, terlalu banyak memikirkan, ujung-ujunglah malah akan membuat tidak-jadi-menulis. Jadi, apa saja proses dalam membuat satu postingan agar postingan tersebut bisa ‘jadi’?

1.         Yakin nggak ada ide? Yuk kumpulkan!
Saya adalah salah seorang yang percaya dengan sepenuh hati bahwa ide menulis itu tak akan pernah habis. Malah semakin digali, akan semakin meletup ide bermunculan. Semua hal bisa menjadi ide tulisan, misalnya mulai dari hobi, keahlian, kebiasaan, dsb. Bahkan Anda bisa menuliskan ‘hal-hal yang menghalangi menulis’ bukan? Setiap ide, selintas apapun dalam pikiran, saya catat di Microsoft Excel. Lalu saya simpan file berjudul ‘Writing List’ di Google Drive. Jadi setiap ide muncul, saya tulis ide baru dengan mengedit dokumen itu dan memperbaharuinya di Google Drive agar bisa dibuka sewaktu-waktu. 

2.         Yakin nggak ada bahan menulis? Yuk dokumentasikan!
Menulis itu mungkin tidak memerlukan waktu lama, yang lama adalah proses sebelumnya. Mengendapkan ide menjadi sebuah tulisan tentu memerlukan ‘bahan bakar’. Misalnya, Andrea Hirata mengaku memerlukan sebelas hari saja untuk menuliskan “Padang Bulan”, tetapi di balik itu ada empat tahun riset. Mudahnya akses internet sekarang tentu menjadikan arus informasi deras, catat informasi yang menarik atau kira-kira mendukung ide tulisan. Bisa disimpan melalui bookmark, screenshot atau copy paste bahan pendukung tulisan dan kemudian disatukan di satu folder “Bahan Menulis” dengan subfolder ide judul. Bahan-bahan itu akan berguna untuk mendukung terciptanya tulisan. 

3.         Yakin nunggu mood baru menulis? Yuk buat poin-poin tulisan!
Kalau menunggu mood bagus baru menulis, yakinlah bahwa Anda akan lebih sering tidak-jadi-menulis. Membuat poin-poin tulisan akan membuat Anda semakin semangat untuk menulis, karena sudah memiliki gambaran jelas akan dibawa kemana. Saya biasanya menggunakan aplikasi Evernote yang berguna sekali untuk menulis dan menyimpan poin-poin (calon) tulisan. Misal, tema tulisan selanjutnya ‘tips hidup hemat tanpa susah di Jakarta’, saya menuliskan poin-poin tulisan di Evernote dari ponsel. Begitu ada ide yang mendukung judul tulisan itu langsung saya perbaharui file (calon) tulisan di Evernote. Mengapa Evernote? Karena Evernote berbasis cloud sehingga data terintegrasi. Kalau menulis secara manual, takut buku catatan tertinggal dan selain itu tak bisa di copy-paste ketika menulis di Microsoft Word. Jadi, ketika saya membuka laptop, saya tinggal membuka file (calon) tulisan di Evernote, dan mengembangkan poin-poin (kerangka tulisan) yang sudah saya buat sebelumnya.
Contoh tampilan Evernote, pilih yang Textnote
4.         Yakin tulisanmu jelek? Yuk nulis saja!
Saya lupa siapa yang bilang, tetapi perkataannya amat membekas, “You can’t edit empty paper,” Artinya, apa yang diedit kalau tidak ada yang ditulis. Jadi, kalau tak kunjung menulis karena merasa tulisan (masih) jelek, maka Anda tak akan mulai menulis. Tulis saja dahulu apa yang ingin Anda tulis, revisi/editing itu urusan berikutnya. Biasanya, saya ‘mengalirkan’ dulu tulisan hingga selesai, baru membaca ulang setelah tulisan mentah jadi. Jangan khawatir menulis jelek, Agustinus Wibowo sang penulis terkenal berkata, “90% of your first draft is rubbish,”. Ngomong-ngomong, dia memerlukan waktu dua tahun untuk menghasilkan buku ketiganya “Titik Nol”, menulis ulang belasan kali sebelum dipublikasikan. Hasilnya luar biasa tentu saja. 

5.         Yakin tulisanmu untuk diri sendiri saja? Posting saja!
Sudah jadi tulisan tapi tak percaya diri mempublikasikannya di blog? Ah, ‘hajar’ saja perasaan itu. Anda tak akan pernah tahu siapa yang akan memperoleh inspirasi atau manfaat dari tulisan Anda jika tulisan itu hanya tersimpan di komputer saja. Kalaupun tidak ada, ya paling-paling tak ada feedback atau umpan balik, bukan? Kalau benar-benar tak yakin dengan tulisan yang sudah dipublikasikan di blog, sederhana saja, tak usah dibagikan di media sosial. Mempublikasikan tulisan di blog akan menghasilkan suatu kepuasan tersendiri, misalnya mengalahkan berbagai halangan menulis yang menghampiri.  

6.         Yakin sudah selesai ketika sudah posting? Yuk lengkapi dengan berbagai atribut!
Tulisan sudah jadi, saatnya untuk dilengkapi. Pertama, lengkapi dengan gambar. Ratusan atau ribuan huruf tanpa gambar tentu akan amat membosankan. Biasanya, saya mencari gambar di folder foto yang kira-kira sesuai, atau jika tak ada maka mencari di Google (jangan lupa mencantumkan sumber situs tempat gambar diambil, jangan cuma dari Google yah). Lalu, sesudah itu mengeditnya, entah menambahkan judul tulisan atau sekadar mempercerah saja. Setelah menambahkan gambar, langkah berikutnya, adalah melengkapi berbagai teknik SEO di postingan. Misalnya, dari yang sederhana seperti kata kunci ditebalkan, menambahkan kata kunci di gambar, dsb. 

7.         Yakin tulisanmu tak ada yang baca? Bagikan saja!
Setelah selesai dengan tulisan, langkah selanjutnya adalah membagikan di media sosial. Baik di beranda Facebook atau linimasa Twitter. Kadang-kadang dibagi di berbagai grup Facebook, atau promo di Instagram. Usai mempublikasikan, ya sudah biarkan saja, biarkan setiap tulisan menemukan ‘takdir’nya masing-masing. Ada tulisan yang membuat orang tak dikenal curhat, ada tulisan yang membuat orang minta dicarikan jodoh, ada tulisan yang membuat menang giveaway/lomba, dsb.  

Jadi, demikianlah proses di balik sebuah postingan bagi saya. Intinya, tidak menunggu untuk menulis. Menunggu ada ide, menunggu mood, menunggu tulisan bagus dan menunggu hal-hal lain yang akan menggagalkan terciptanya tulisan. Singkat kata, ciptakan peluangmu.

Jadi, yakin masih nggak menulis?

---

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog

19 comments:

  1. Bukan nggak ada ide, bukan nggak ada waktu, penyakit malas itu susah banget ngilanginnya :D
    Buka dashboard kadang males. Kalau pun buka, nulis sebentar, malah jadi draft bukan langsung dipublish.
    Malesnya sih lebih karena keasyikan blogwalking atau ngesosmed lainnya :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahihi.. bener mba.. sosmed bikin ga produktif :(

      Delete
  2. Kalo aku kadang kalau postingnya kalau terlalu seeing jadi buntu mikirnya dan rulisan berasa kaya ga asik gitu hihihi :D

    Xoxo,
    http://www.leeviahan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi. Iya mba.. btw salam kenal ya mba makasi udah mampir ^^

      Delete
  3. Nah.. bener banget tuh tipsnya. Ide itu sebenarnya bukan ngga ada, cuma kita yang harus jeli dan siap nangkepnya. Satu lagi, hilangin rasa malas untuk nulis itu yang kadang susah banget. Kalau saya pribadi, saat nulis di ms. word itu ngga boleh sambil bukan sosmed. Karena, sosmed jadi racun yang bikin tuilsan kita ngga kelar-kelar. CMIIW

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba.. klo sy lagi nulis matiin hape matiin sosmed hehe

      Delete
  4. Insya allah.. Mudah-mudahan masih akan terus menulis :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn.. mba Leyla salah satu yg plg aktif d blog ^^

      Delete
  5. ah pass banget lagi agak ilang mood buat nulis, trus mampir sinih.
    makasyiii sharingnya, duuh itu judul kayak diciptakan buat sayah hehehehe...
    baiklah back to lap top, menulis aja!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaaaat mba *nyemangati diri sendiri jg.. hehe.. salam kenal ya mba ;)

      Delete
    2. Semangaaaat mba *nyemangati diri sendiri jg.. hehe.. salam kenal ya mba ;)

      Delete
  6. Banner di artikel itu bagus banget, aku belum pernah nyoba bikin.
    Tulisannya bagus, sangat inspiratif :D

    ReplyDelete
  7. Yakin ga mau ikutan GA nya Mak Uniek? hehehe, nice post maak, mau ikutan GA ini jugak ahhh

    ReplyDelete
  8. Setuju ttg takdir tulisan kita mba... klo udah publish mah yakin aja takdir tulisan kita akan berjalan dg sendirinya.
    Terima kasih ya sudah ikuan giveawayku :)

    ReplyDelete
  9. makasih gan infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  10. mantap bos artikenya dan salam sukses

    ReplyDelete
  11. terimakasih mas infonya dan salam sukses

    ReplyDelete