Monday, February 2, 2015

Berjuang

Kamu tahu rasanya sangat menginginkan sesuatu dan kamu bersedia melakukan hal-hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkannya dalam genggamanmu?

Hari-hari sebagai mahasiswa tingkat akhir. Apalagi jika bukan mengenai skripsi. Proposal pertama yang saya ajukan tidak bisa dilanjutkan karena suatu hal, dan begitu juga dengan proposal kedua. Hingga, di sinilah, saya masih berkutat dengan proposal ketiga, sementara detik demi detik semakin berlalu dan waktu yang saya miliki kira-kira sebulan saja. 

Sekelebat bayangan untuk menyerah
Tapi saya tak ingin kalah

Salah satu hal terindah di muka bumi ini adalah Allah tidak menilai manusia berdasarkan hasil, tetapi melalui proses yang dijalani. Semua peluh, semua lelah, semua getir, tetes demi tetes dari apa yang disebut dengan ‘berjuang’ tidak akan sia-sia.

Jatuh bangun. Jika terjatuh maka bangun, jika terjatuh maka bangun.

Seperti ketika berpuasa, semua lapar dan dahaga serta lelah yang dirasa terbayar lunas tatkala teguk air membasahi kerongkongan begitu azan dikumandangkan.

Bersabarlah duhai diri. Berjuanglah hingga kau benar-benar tak sanggup lagi...
Bersabarlah duhai diri. Pertolongan Allah amatlah dekat...
Berjuanglah. Berjuanglah. Sungguh Allah bersama orang-orang yang berjuang...
Bagi-Nya mudah.. Bagi-Nya teramat mudah...

--
Kepada semua orang yang membaca tulisan ini, dengan segala kerendahan hati, mohon kiranya berkenan mendoakan agar saya bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu dan bisa lulus pada akhir Maret nanti. Kiranya ada yang mendoakan merupakan orang yang mustajab doanya, ada yang sedang berada pada masa-masa mustajabnya doa, atau doanya lah yang diperkenankan Allah. Tak ada kebaikan kecuali berbalas kebaikan dari Allah.