Monday, January 11, 2016

Tak Akan Lari Jodoh Dikejar



Image source : Pexels. Edited

Jodoh merupakan suatu hal yang terkait dengan pemahaman terhadap takdir, terutama takdir azali yakni takdir yang ditetapkan lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. 

Manusia ditakdirkan memiliki pasangan

Dalam berbagai ayat Al Qur’an disebutkan perihal ‘pasangan’. Seperti dalam Q.S. An-Naba’:8, “Dan kami jadikan kamu berpasang-pasangan,” dan Q.S. Adz-Dzariyat:49, ”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah,”.

Sejatinya, Allah telah menciptakan pasangan untuk kita, Allah telah menetapkan jodoh kita. Hal tersebut seyogianya menimbulkan ketentraman bagi hati bahwa rizki yang ditetapkan untuk kita tak akan diambil oleh orang lain.

Jika kita mengimani ini, kita harus berupaya sungguh-sungguh, seperti halnya rizki, ada yang dipercepat dan ada pula yang diperlambat. 


Sebelum berbicara jodoh, hendaknya berbicara keimanan kita terlebih dahulu

Kemaksiatan yang dibisikkan setan pertama kali adalah was-was. Ketika dihembuskan was-was, maka syariat akan dipinggirkan. Ketika was-was, manusia bisa mengambil jalan pintas, secara zahir dia mendapatkan sesuatu tetapi sejatinya hal tersebut mengundang murka Allah. Contohnya adalah pacaran. Jodoh kita telah ditetapkan, apakah akan diambil dengan jalan pacaran atau jalan yang diridai Allah adalah pilihan kita. Satu jalan bahwa jodoh diberikan sambil dimurkai, satunya diberikan dengan cinta.

Jodoh merupakan takdir mukhayyar yang mana manusia memiliki intervensi ‘memilih’ di dalamnya. Kita ditakdirkan memiliki sesuatu, tetapi pilihan kita akan dihisab dan dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan takdir musayyar yakni takdir yang membuat manusia tidak memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak seperti dilahirkan di negara mana, takdir ini tidak dimintai pertanggungjawaban. 




Apa yang menyebabkan jodoh menjadi jauh? Dan apa yang dapat mengundang jodoh?

Berbicara tentang filosofi jodoh, kita dapat  mengambil ibrah dari kisah Adam dan Hawa. Dosa Adam atau dosa pertama manusia adalah tentang ‘salah makan’, ia memakan buah Khuldi yang dilarang oleh Allah untuk memakannya sehingga ia dikeluarkan dari surga dan dipisahkan dari pasangannya, Hawa, sejauh jarak Saudi Arabia dan India. 

Maka, yang pertama kita lakukan untuk mengundang jodoh adalah membersihkan apa yang haram dari diri kita. Jangan cuek dengan urusan makan, baik secara zat maupun sumber (semisal dari harta yang diperoleh dari pekerjaan yang mengandung unsur riba). Dengan membersihkan apa yang haram dari diri kita, maka hal tersebut akan mengundang rahmat Allah.

Lalu, hal kedua yang dapat kita pelajari dari kisah Adam dan Hawa adalah Adam melakukan dosa karena ia bergaul dengan iblis, ia bercakap dan mendengar nasihat iblis tentang buah keabadian. Maka, patut ditelusuri apakah ada perjanjian antara keluarga dengan setan, atau apakah terdapat jin yang bersemayam dalam dirinya tanpa disadari. Karena tugas jin adalah menghalangi pernikahan dan prestasi terbesar iblis adalah menceraikan pasangan. 

“Demi (Allah) yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah dua orang saling mencintai, lalu terceraikan antara keduanya, kecuali karena dosa yang dilakukan salah satunya.” (HR. Ahmad dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih At-Targhib: 3495)

Lalu, hal ketiga yang dapat dipelajari dari kisah Adam dan Hawa adalah keduanya dipersatukan setelah memohon ampun kepada Allah. 
Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamna lana kunnana minal khosirin (Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi),” - QS. Al A'raf: 23
Dalam doa nabi Adam tersebut terkandung pernyataan i’tirof yakni mengakui dosa yang bisa jadi tidak kita ketahui, menunjukkan bahwa sang hamba merendahkan diri di hadapan Allah. Tidak ada alibi dalam dosanya, karena jika kita beralibi dalam dosa, taubat yang dilakukan belum sempurna.
Maka kita memohon ampun atas maksiat yang telah kita lakukan, karena jika tidak, kita akan rugi tidak mendapatkan rahmat Allah. 

Jodoh merupakan urusan yang sepele bagi Allah, jika Allah cinta akan diberi. Maka berikhtiarlah untuk menjemput keridaan Allah. Karena jika Allah rida dan sayang kepada hamba-Nya, kebutuhan makhluk akan dipenuhi.

Wallahu a’lam

***
Ringkasan kajian Ustadz Bendri Jaisyurrahman di masjid Sunda Kelapa pada hari Jum’at, 8 januari 2015 lalu. Kajian tentang jodoh di atas adalah sesi pertama, insya Allah dilanjutkan pada bulan Februari nanti. Mudah-mudahan berkesempatan hadir dan kemudian menuliskannya kembali.


22 comments:

  1. Banyak yang nunggu sesi berikutnya nih. Penting untuk diketahui para lajang :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.. semoga bisa hadir dan meringkas isi materinya lagi :)

      Delete
  2. Alhamdulillaahnya saya diberikan kemudahan bertemu jodoh :D

    ReplyDelete
  3. Yaps..jodoh itu bukan perkara "siapa" (karena sudah tertulis di lawh mahfud) tapi perkara "dengan cara seperti apa" yang akan diminta pertanggung jawaban (y)(y)(y)

    ReplyDelete
  4. Tulisannya sangat mencerahkan...apalagi kpd saya yg masih lajang.. smga bisa istiqomah dalam taat pd aturannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. semoga segera dipertemukan dg jodoh terbaik :)

      Delete
  5. Tulisan yang bermanfaat.

    Saya minta ijin tulis ulang di web Baselo. Mohon konfirmasi nya :)

    ReplyDelete
  6. Jodoh itu rahasia Allah yang fenomenal. :D Seperti rezeki dan mati.

    ReplyDelete
  7. Waaa aku baru tau lho tentang takdir mukhayyar dan takdir musayyar :O Alhamdulillah, bermanfaat sekali artikelnya. Jazakallah khair :D

    ReplyDelete
  8. hikksss..hikkss..boleh peluk dirimu mba? huuwwooo

    ReplyDelete
  9. jadi inget kalo nggak cocok lagi sifatnya memang akan terpisah. apalagi kalau seseorang melakukan dosa yang tak termaafkan. jadi ga jodoh lagi.

    ReplyDelete
  10. Jodoh memang misterius ya...Teringat masa-masa mencari jodoh beberapa tahun lalu :)

    ReplyDelete
  11. jodoh gak dikejar. bagi perempuan, dijemput. bisa dengan meminta tolong orang yang dipercaya untuk memintakan dst

    ReplyDelete
  12. Yang kajian februari aku ikut. Januari gak. Makasih yaaaa :). Semoga kajian maret bisa ketemu :)

    ReplyDelete