Wednesday, March 2, 2016

Bagaimana Segunung Tembaga dan Emas Dihasilkan?

Kaki saya berjejak dengan antusias memasuki gudang perusahaan besar sekelas PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT). Apakah sebentar lagi saya akan melihat bongkahan logam mulia yang berkilat-kilat? Ternyata saya keliru. Yang saya lihat di gudang dengan kapasitas maksimum 80 ribu ton itu sekilas layaknya gunungan pasir berwarna hitam, jika didekati baru nampak kilapnya. Ya, produk akhir dari area tambang Batu Hijau adalah berupa konsentrat yakni mineral berharga yang dipisahkan dari bijih setelah mengalami pengolahan tertentu.

Ngomong-ngomong, dalam konsentrat sendiri masih bercampur antara berbagai mineral seperti tembaga, emas, perak dan besi. Sebagai gambaran besar : kandungan tembaga sebesar 26-29%, kandungan emas sebesar 40 ppm atau sekitar 40 gram per ton. Jika satu ton metrik konsentrat senilai sekitar 2.000 dolar Amerika dan ketika kami berada di gudang kemarin terdapat sekitar 54ribu ton konsentrat, maka sejatinya kami berdiri di depan gunungan hitam senilai triliunan rupiah.

Perjalanan Panjang  Area Tambang

PT Newmont Nusa Tenggara merupakan perusahaan tambang tembaga dan emas yang beroperasi berdasarkan Kontrak Karya yang ditandatangani pada tanggal 2 Desember 1986. Penandatanganan kontrak karya bukan berarti bisa langsung melakukan produksi, proses penambangan masih panjang. Cebakan tembaga porfiri yang kemudian diberi nama Batu Hijau baru ditemukan pada tahun 1990. Lalu, dilakukan pengkajian teknis dan lingkungan selama enam tahun, hingga pada tahun 1996 Pemerintah Indonesia mengesahkan dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Pembangunan proyek Batu Hijau sendiri baru dimulai pada tahun 1997 dan kemudian operasi penuh Newmont dimulai pada tahun 2000.

Area tambang Batu Hijau merupakan open pit mining yang memiliki arti “bukaan yang dibuat di permukaan tanah, bertujuan untuk  mengambil bijih dan akan dibiarkan tetap terbuka (tidak ditimbun kembali) selama pengambilan bijih masih berlangsung”. Sebagai gambaran tentang open pit, terdapat satu buah lubang tambang (open pit) di area tambang Batu Hijau dengan diameter 2,8 km dan elevasi bawah -435 mRL.

Mengintip Open Pit
Terdapat tujuh fase (tahapan) penambangan, sederhananya, fase 1 merujuk pada fase awal dan semakin tinggi bilangan fase berarti semakin dalam penambangan telah dilakukan. Saat ini, fase penambangan Batu Hijau berada di fase 6 yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2019 dan fase 7 akan dimulai pada tahun 2024. Selanjutnya, akan dilakukan pengolahan bijih batuan yang tersimpan di stockpile hingga tahun 2037, satu tahun sebelum kontrak karya PT NNT berakhir.

Bagaimana Konsentrat Dihasilkan? Begini Proses di Concentrator

Proses penambangan dimulai dengan kegiatan pengeboran dan peledakan. Batuan yang terlepas dari tanah akan dimuat ke dalam truk raksasa yang disebut sebagai haul truck dan diangkut menuju crusher (mesin penghancur) untuk diperkecil ukurannya sehingga diameter batuan menjadi kurang dari 15 cm. Selanjutnya, bijih batuan akan dikirimkan dari crusher menuju pabrik pengolahan (disebut sebagai concentrator) menggunakan overland conveyor yang memiliki panjang enam kilometer, lebar 1,8 meter dan kecepatan 4,6 meter per detik.
Penampakan Haul Truck
Overland conveyor
Concentrator Area (tampak depan)

Terdapat dua proses utama yang terjadi dalam pabrik pengolahan. Pertama adalah crushing and grinding (penghancuran penggerusan) yang merupakan proses untuk mengecilkan ukuran bijih batuan. Alat yang digunakan adalah SAG (Semi Autogenous) Mill dan Ball Mill. Urutannya adalah bijih batuan masuk ke dalam SAG Mill untuk dihancurkan lalu kemudian digerus di Ball Mill. Dari batuan berdiamter 17 sentimeter akan dihaluskan menjadi berdiameter 250 mikron saja. Selanjutnya, partikel halus yang terkandung dalam bubur bijih akan dipompa ke tangki siklon untuk pemisahan akhir partikel bijih. Bubur bijih halus dari tangki siklon dialirkan ke sejumlah tangki yang disebut dengan sel flotasi. Dari sini, dimulailah proses flotasi.
Penampakan Ball Mill

Proses flotasi (pengapungan) merupakan sebuah proses fisika untuk memisahkan mineral berharga dan tidak berharga di dalam bijih batuan dengan menggunakan gelembung udara dan reagen dalam jumlah kecil. Jadi, gelembung udara yang diselimuti oleh mineral berharga yang berbentuk seperti pasir naik ke permukaan (mengapung) dalam  sebuah sel flotasi, mengalir lagi ke sel kedua, bijih batuan yang mengandung mineral berharga mengapung lagi, begitu seterusnya hingga sel kesepuluh. Lapisan yang mengapung disebut sebagai konsentrat. Terdapat sepuluh sel flotasi berkelanjutan dalam satu kali proses, dengan total sel flotasi sejumlah 50 buah.

(Ngomong-ngomong, selain menghasilkan konsentrat, proses pengolahan juga menghasilkan limbah yang disebut dengan tailing. Limbah tambang akan ditampung sementara sebelum ditempatkan di dasar laut Senunu. Lebih jelas tentang tailing akan ada pada tulisan selanjutnya, insya Allah).
Concentrator Area
Sel flotasi

Kemudian, konsentrat dikirimkan ke tangki penghilangan kadar garam. Di dalam tangki tersebut akan terjadi proses pembuangan air laut dan pengentalan konsentrat dengan cara mengalirkan air tawar secara berlawanan arah hingga konsentrat mengendap di dasar tangki. Pipa sepanjang 17,6 km akan mengalirkan konsentrat tersebut menuju area filtrasi.

Pasir Berharga dari Proses Filtrasi

Konsentrat yang dihasilkan pada pabrik pengolahan masih mengandung kadar air sebanyak sekitar 30%. Untuk menghasilkan konsentrat tembaga dengan kualitas bagus, kadar air maksimal adalah sebesar 9%. Proses pengurangan kadar air ini lah yang disebut dengan proses filtrasi (penyaringan). Dua mesin filtrasi yang dimiliki oleh PT NTT mampu menyaring sembilan ton konsentrat setiap enam menit. Proses filtrasi menggunakan udara bertekanan tertentu dan membran berupa kain. Hasil akhir dari proses filtrasi adalah konsentrat berupa pasir atau bubuk.
Proses Filtrasi

Konsentrat tersebut nantinya akan diangkut oleh loader yang memiliki kapasitas angkut maksimal 240 ton menuju conveyor yang kemudian menyalurkannya ke lambung kapal pengangkut. Hasil tambang Batu Hijau kemudian diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, dsb. Dalam satu hari bisa dihasilkan 100.000-140.000 ton batuan. Akan tetapi, dari jumlah tersebut konsentrat yang dihasilkan sebanyak 2.000-4000 ton per hari.  Sekitar 20% di antaranya dikirimkan ke smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian mineral) yang berada di kota Gresik, Jawa Timur.


Jadi, bisa dikatakan tidak ada bongkahan emas yang dihasilkan di Batu Hijau. Tidak ada pula bahan merkuri yang digunakan selama proses penambangan, karena proses yang digunakan dalam pengolahan tambang adalah proses fisika berupa proses flotasi  Ya, proses panjang penambangan menghasilkan pasir halus yang lembut di tangan. 
konsentrat bagai pasir

23 comments:

  1. Emas2 dari jawa banyak tuh mbak,,
    Bhaakkss ��

    ReplyDelete
  2. Yuuhhuuu aku berkunjung *ga penting*

    Mantabh kaliiii ... post-mu detil bingit ya :3

    ReplyDelete
  3. Jadi ga menemukan emas segunung di Newmont? Wah ternyata saya juga keliru

    ReplyDelete
  4. wah begitu ya caranya, sangat panjang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul panjang prosesnya mba hehe.. Makasi kunjungannya mba Tira :)

      Delete
  5. Tulisannya runtun dan mudah dicerna, monika. Proses secara teknis bisa dijelaskan dengan sederhana. Nice sharing, dear.
    Seneng ya bisa dapat pengetahuan begini di tempatnya langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bu Dos, bersyukur banget dapet kesempatan langka ^_^

      Delete
  6. Waaa... mba mon ikut juga ke NNT to kemarin ternyata

    ReplyDelete
  7. mataku bersinar demi melihat emas *idih haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha... Klo masih dalam bentuk konsentrat kurang blink blink cyin :p

      Delete
  8. Mbak, tulisanmu apik dan jelas betul lho. Walah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba... Nantikan kisah selanjutnya ya hehe

      Delete
  9. itu emasnya diambil segenggam aja mbak, buat dibawa pulang haha

    ReplyDelete
  10. wih...memang benar lama sekali prosesnya

    ReplyDelete
  11. makasih gan infonya dan salam sukses selalu

    ReplyDelete
  12. terimakasih gan tentang infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  13. mantap bos buat infonya dan salam kenal

    ReplyDelete