Wednesday, September 7, 2016

Publikasi Survei Muslimah dan Hijab : Apa dan Bagaimana Pengalaman Serta Pandangan Para Muslimah Berhijab?

hijab, jilbab, muslimah

Apa alasan rata-rata Muslimah mantap berhijab?
Apa keraguan yang dihadapi rata-rata Muslimah sebelum ia memutuskan berhijab?
Bagaimana pandangan rata-rata Muslimah terhadap mereka yang belum berhijab?
Bagaimana pandangan rata-rata Muslimah terhadap Muslimah lainnya di Indonesia?


Beberapa pertanyaan menggelitik saya sehingga memutuskan untuk menyusun sebuah survei kecil-kecilan berjudul “Survei Muslimah dan Hijab” sekaligus menulis postingan dalam rangka memperingati satu dasawarsa berhijab. Saya membuka survei selama lima hari dan memperoleh 118 responden. Saya menuliskan prasyarat “sudah mengenakan hijab” kepada responden sehingga pertanyaan pertama yang diajukan adalah “Sudah berapa lama mengenakan hijab?”. Sebanyak 51,7% responden mengatakan sudah lebih dari sepuluh tahun berhijab, 22,9% responden mengatakan sudah berhijab selama 7-10 tahun, sementara jawaban lainnya bervariasi. Artinya, sebagian besar responden bisa dikatakan Muslimah yang sudah cukup lama mengenakan hijab.

Berhijab Kebanyakan Berasal dari Dorongan dalam Hati

69,5% dari responden mengatakan bahwa motivasi berjilbab timbul karena adanya dorongan dalam hati. Sebanyak 9,3% dari responden mengatakan berhijab karena disuruh orang tua, sementara hanya empat orang (3,4%) yang mengatakan berhijab karena kewajiban sekolah. Jawaban menarik berasal dari responden yang memilih lainnya (17,8%). Mulai dari melaksanakan kewajiban syariat, nazar karena memperoleh suatu hal, hingga lantaran budaya di daerahnya yang ‘mengatur’ bahwa saat masuk SMA adalah saat menggunakan jilbab. Responden lain menuliskan,
“Takut jadi penyebab ayah masuk neraka karena putrinya nggak menutup aurat. I love my dad too much!”
Ga yakin kalo karena dorongan hati, tapi tanpa paksaan kok,”
“Ingin menutupi potongan rambut yang salah,”
Keraguan yang Dihadapi untuk Berhijab? Tidak Ada Keraguan tentang Kewajiban Berhijab

Dari 118 responden, hanya dua responden (1,7%) yang memilih ‘keyakinan akan perintah berhijab’ sebagai alasan keraguan yang dihadapi untuk mengenakan hijab. Artinya hampir seluruh responden mengamini bahwa berhijab adalah sebuah kewajiban, bukan pilihan.  Sebanyak 33 responden memilih jawaban “takut tidak konsisten ke depannya” sebagai sebuah keraguan yang harus dihadapi untuk mengenakan hijab, sementara  27,1% responden mengakui bahwa “masih ingin mengenakan/berpenampilan secara ‘bebas’” sebagai keraguan yang harus dihadapi. Hanya 10 responden (8,5%) yang mengatakan bahwa kurangnya dukungan keluarga merupakan keraguan sebelum berhijab dan 11 responden (9,3%) mengatakan bahwa “takut tidak mendapatkan pekerjaan/mengalami kesulitan karena mengenakan hijab” merupakan alasan yang membuat mereka sempat ragu untuk berhijab.

Menariknya, sebesar 28% atau persentase yang sama dengan responden yang memilih “takut tidak konsisten ke depannya” sebagai alasan memilih menuliskan jawaban lainnya. Sebanyak 18 orang (15,3%) menuliskan jawaban “tidak ada keraguan” dengan memilih opsi ‘other’. Jawaban lain bervariasi seperti berikut :
“Saat itu masih dilarang,”
“Saya dulu miskin, jadi takut blm punya uang untuk membeli jilbab dan pakaian panjang,”
“Panas”

Nikmatnya Berhijab? Sungguh Banyak!

Menjawab pertanyaan terbuka (bukan pertanyaan pilihan) “Nikmat apa yang paling kamu rasakan setelah memutuskan mengenakan hijab?”, sebagian besar responden (91  dari 118 responden) menjawab bahwa mereka merasa lebih aman, nyaman, dan terlindungi setelah berhijab.
“Nyaman. Dipertemukan dengan orang orang baik. Pergaulan terjaga,” 
“Hati jadi makin adem, perilaku diusahakan menyesuaikan dengan rasa 'dilindungi' oleh hijab tersebut,”
“Hijab seperti alarm bagi diri saya untuk makin dekat pada Allah dan menjaga sikap,”
“Nikmat taat tunduk dan patuh pada hukum-Nya. Lebih tenang, terlindung dan percaya diri,”
Tenang, tidak disibukkan dengan perubahan mode,”
“Saat jalan ke daerah yang muslim minoritas. Lebih mudah untuk menghindari makanan tidak halal karena orang-orang akan langsung memperingati terlebih dahulu. Jadi nggak perlu dijelaskan dulu,”
“Memperoleh pergaulan islami yang secara langsung mengajarkan saya tentang agama Islam secara detail,”
Hijab Mengubah Dirimu

Hampir 90% (106 dari 118) responden mengatakan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah mengenakan hijab.  





Ya, terdapat perbedaan sebelum dan sesudah mengenakan hijab. Apa saja? Berikut jawaban pertanyaan terbuka selanjutnya.

Yang Berubah Setelah Berhijab

Banyak perubahan yang dirasakan Muslimah setelah memutuskan untuk berhijab. Rata-rata menjawab tentang kehati-hatian dalam bertindak, pandangan kaum Adam yang lebih sopan, pembawaan diri menjadi lebih kalem dan lebih dihormati orang lain.
“Semakin giat ingin menimba ilmu tentang Islam, lebih memahami hakikat mengapa saya hidup dan harus bgmana agar mendapatkan akhir kehidupan yg baik (khusnul khotimah), merasa ingin terus semakin dekat dg Alloh,”
“Setelah pakai jilbab jadi lebih kalem.. malu sama jilbab kalau bertingkah aneh-aneh,”
“Menjadi lebih cantik,” 
Cara berperilaku seiring waktu menyesuaikan pakaian begitupun dengan bagaimana orang berperilaku terhadap kita. lebih menjaga, termasuk enggan saat masuk ke restoran yang menjual minuman keras di menunya walaupun tidak mengkonsumsi. Juga saat ke restoran/tempat yang mengandung bahan makanan haramnya, akan diperingati/ diberi tahu oleh pelayan restoranya bahwa ada beberapa makanan yang mengandung babi misalnya di restoran tersebut, sehingga alhamdulillah menjadi lebih terjaga dengan mengenakan identitas wanita muslim ini,”
Sikap dan tutur kata lambat laun menjadi lebih baik/lembut, contohnya saja merasa tidak pantas berkata2 kasar walaupun sedang bercanda dengan teman.  Setelah berhijab juga insya allah dipertemukan dengan teman2 yang lebih baik dari sebelumnya,”
“Lebih dihormati oleh lawan jenis dalam pergaulan sehari-hari,” 
“Lebih rajin ibadahnya dibanding sebelum berhijab, lebih menjaga sikap sebagai muslimah,”

Hijab Para Muslimah Masa Kini Semakin Beragam

Merespon pertanyaan terbuka “Menurutmu, bagaimana hijab para Muslimah masa kini?” nyaris semua responden mengatakan bahwa ragam hijab semakin bervariasi dan modis.  Terhadap hal tersebut, para responden memandangnya secara beragam.\
“Anggun,”
“Hijab wanita masa kini lebih trendy sesuai perkembangan zaman sekarang,”
“Lebih berani memakai warna yang mencolok dan lebih berani menggunakan berbagai gaya hijab,”
“Banyaknya model hijab cantik ada plus minusnya. Di satu sisi semakin banyak muslimah yang tertarik untuk berhijab. Namun di sisi lain, seringkali yg diutamakan hanyalah penampilan lahiriah saja, bagaimana tampil cantik di mata manusia, jadi ada beberapa ketentuan syariat yang dilanggar baik sengaja atau tidak. Ke depan semoga bertambahnya jumlah muslimah yg berhijab disertai peningkatan kapasitasnya sebagai muslimah sejati,”
“Lack of identity. Hijab kehilangan stigma bahwa ia adalah identitas seorang muslimah. Fashion hijab boleh saja berkembang, sangat baik malahan ketika hijab telah menjadi keseharian dan mudah diperoleh. Sayangnya, hal ini bertolak belakang dengan perangai muslimah berhjab itu sendiri. jadinya paradoks, Jilbab lebar membumi, tapi akhlak muslimahnya turun. Jadinya makin turun "perasaan' bahwa hijab adalah identitas muslimah,”
“Saya sedih namun juga bercampur bahagia. Sedih melihat betapa banyak perempuan berhijab belum memahami secara utuh bagaimana aturan berhijab sesuai tuntunan islam..Namun juga bahagia karena begitu mudahnya sekarang mrmakai hijab..jika dibandingkan perjuangan memakai hijab 15 tahun yang lalu.. Semoga semua muslimah diberi hidayah ..Allohumma aamiin”
“Terlalu ribet, dan banyak gaya serta aksesoris, padahal esensi berhijab adalah sederhana, bersih, nyaman dan tak menarik perhatian mata lelaki,”

Muslimah Bergaul Tanpa Membedakan

Sebanyak 108 responden (91,5%) menyetujui untuk bergaul tanpa membedakan antara Muslimah yang sudah berhijab atau belum. Sisanya menyatakan memilih berteman dengan sesama Muslimah berhijab.

Muslimah yang Lepas Pasang Hijab = Tidak Konsisten?


Sebesar 35,6% responden menyatakan bahwa muslimah yang lepas pasang hijab tidak konsisten dan tidak berkomitmen, sementara 27,1% menyatakan hal tersebut adalah hal yang biasa saja karena semua orang membutuhkan proses.  Sebesar 34,7% menuliskan pendapat lainnya. Sebagian besar yang menuliskan pendapat lainnya menyatakan sedih, prihatin dan menyayangkan apabila ada Muslimah yang masih lepas pasang hijab.
“Berarti dia belum memahami izzahnya sebagai muslimah. berarti tugas kita sesama muslimah untuk mengingatkan dan mengajak pada kebaikan,”
“Sedih, tapi mungkin hatinya belum dibuka sama Allah tentang nikmat menutup aurot secara konsisten. Ya dibantu doanya aja,”
“Miris, mereka butuh perhatian lebih, bukan butuh ‘judgement’”
Belum dewasa/belum paham,

“Kecewa pasti, karena akan lebih bahagia jika si wanita yg berhijab konsisten, cuma mungkin masih kurang ilmu, semua memang butuh proses tpi tidak mesti harus melepas jilbab dan berpakaian tak sesuai kaidah islam. Takut jika di akhirat Allah akan menghisab kelalaian diri akibat membiarkan teman menanggalkan kembali jilbabnya,"

Sesama Muslimah Saling Mengingatkan

Rupanya, para Muslimah setuju untuk mengingatkan Muslimah lainnya yang masih lepas pasang hijab. Sebanyak 60 orang responden (50,8%) memilih mengingatkan secara halus, 31,4% responden yang memilih menuliskan sikapnya sebagian besar mengatakan akan mendoakan Muslimah tersebut, mengingatkan apabila hubungan pertemanan cukup dekat, ada yang memilih mengingatkan secara tidak langsung melalui ‘sindirian terselubung’. Hanya  17,8% yang memilih tidak peduli dan tidak mau ikut campur urusan orang lain.
Didekati, dinasihati, jika memang tidak mempan ya didoakan,”
“Lebih suka mencontohkan ga lepas pasang,”
“Jika kenal saya akan bertanya alasannya dan mengingatkan dengan halus, jika tidak kenal dan tidak dalam kapasitas saya untuk menasihati (contoh public figur) maka saya memilih untuk tidak ikut campur,”
“Tergantung orgnya, situasi dan kondisi. Jika kondisi memungkinkan akan selalu diingatkan, jika jauh disesuaikan. Jika tipenya tidak suka diingatkan maka hanya bisa mendoakan agar kembali kepada jalan yang seharusnya,” 
Berhijab Bukan Tentang “Aku Sudah Baik,” Melainkan “Aku Ingin Lebih Baik”

Nyaris seluruh responden (114 dari 118) tidak setuju dengan pernyataan “Nggak usah berhijab ‘kalau masih ‘bandel’, mendingan nggak berhijab tapi sopan daripada berhijab tapi urakan,”. Hal tersebut secara tak langsung menunjukkan sebagian besar responden berhijab menyetujui bahwa perilaku yang baik bukanlah ‘syarat’ seseorang berhijab, melainkan berhijab akan mendorong seseorang berperilaku lebih baik.   
Dalam pertanyaan selanjutnya, para responden menjelaskan alasan setuju atau tidaknya dengan pernyataan “Nggak usah berhijab ‘kalau masih ‘bandel’, mendingan nggak berhijab tapi sopan daripada berhijab tapi urakan,”. Rata-rata responden menuliskan bahwa perintah berhijab merupakan kewajiban untuk ditaati, berhijab bukanlah sebuah pilihan. Adapun hijab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda.  Lainnya berpendapat bahwa justru dengan berhijab, perilaku seorang Muslimah akan menjadi lebih baik karena mengenakan hijab merupakan sebuah upaya ‘pengingat’ perilaku.

“Hijab adalah wajib, tidak peduli tingkah laku kita. sama seperti sholat, apapun sifat atau kelakuan tidak akan merubah sholat menjadi pilihan, tapi adalah sesuatu yang harus kita kerjakan,”
“Kewajiban berhijab tidak berkaitan dengan akhlak,”
“Perintah yang terpampang nyata macam berjilbab aja sulit dilakuin.. apalagi hati yang ga keliatan.. ngelesnya bisa lebih panjang daripada jarak matahari ke bumi.. :')
Berhijab sebaiknya dipahami sebagai salah satu upaya untuk mentaati perintah Allah, terlepas dari seseorang tersebut sopan, urakan, atau bandel...disamping itu hijab dapat digunakan sebagai pengingat diri.
“Berhijab sebaiknya dipahami sebagai salah satu upaya untuk mentaati perintah Allah, terlepas dari seseorang tersebut sopan, urakan, atau bandel...di samping itu hijab dapat digunakan sebagai pengingat diri.”
“Ketika beralasan belum pantes berhijab karna masih urakan kurang tepat. Karena akan selalu ada alasan untuk menunda berhijab. Kadang utk urusan ibadah memang harus dipaksakan. Banyak yang justru mendapat hidayah saat memulai latihan berhijab,”
“Menutup aurat itu langkah pertama untuk kebaikan-kebaikan selanjutnya,” 

Tantangan Terbesar yang Dihadapi Muslimah Indonesia Saat Ini

hijab, jilbab, muslimahMenjawab pertanyaan tantangan apakah yang dihadapi Muslimah di Indonesia saat ini, sebagian besar jawaban mengemukakan pendapat bahwa fashion adalah tantangan terbesar, manakala hijab kini bergeser fungsinya dari ‘pelindung diri’ ke arah ‘mode’.  Lainnya menjawab mengenai bebasnya pergaulan laki-laki dan perempuan, gaya hidup, adanya pekerjaan yang menghalangi Muslimah berhijab, adanya pandangan negatif tentang hijab, pemahaman agama yang masih kurang, hingga perang pemikiran.
“Model hijab yang tidak sesuai dengan syariah , berhijab hanya untuk mengikuti tren misal : tidak menutupi bagian dada, seperti punuk unta, berhijab tapi  seperti orang yang telanjang,”
“Di zaman modern saat ini, orang-orang masih melihat hijab penghalang produktivitas sehingga tidak jarang banyak perusahaan yang masih berat hati untuk menerima karyawati yang berhijab di perusahaan mereka,”
“Tetap berhijab tanpa harus merasa diri yang paling sholeha ketimbang muslimah yang belum berhijab,”
“Terlalu mengikuti tren membuat muslimah lupa kalau hijab itu untuk agama dan sang pencipta bkn hanya tren,”
 “Perang pemikiran. Muslimah digiring dengan opsi yang menjauhkan dari agama, secara perlahan,”
“Sejak dahulu menurut saya tantanganya hanya satu, yaitu bagaimana untuk tetap istiqomah dalam menggunakan hijab. Adapun faktor-faktor yang menggoyahkan setiap perempuan pada dasarnya berbeda-beda. Untuk saat ini, pengaruh media sosial dunia barat yang cenderung menampilkan aurat, sangat mudah untuk terakses dan mempengaruhi cara berpakaian serta cara pandang seseorang mengenai apa yang baik dan buruk,”
“Masih ada nya pengkotakan, antara mereka yang berjilbab syari dan belum syari,, harusnya hal ini tidak ada, bukan kah semua sama di mata Allah, biarlah Allah yang menentukan apakah jilbab kita diterima atau tidak,”
“Kehilangan keagungan makna berjilbab gara2 kelakuan kita2 sendiri, jadi kurang dihormatin. diperlakukan sama seperti yg ga pake jilbab. Bandingkan sama wanita berjilbab masa dulu yang anggunnya kemana2.. :((“

Demikian pandangan Muslimah tentang hijab. Bagaimana pandanganmu terhadap hasil survei tersebut? Yuk, berbagi.

Semoga hasil survei ini semakin menguatkan syukur atas nikmat berhijab bagi para Muslimah berhijab yang membacanya dan bagi yang belum, semoga semakin mantap untuk segera berhijab.

***

Terima kasih banyak atas partisipasi seluruh responden. Hanya Allah yang bisa membalasnya dengan sempurna. Sebagai suatu bentuk apresiasi, saya hendak memberikan hijab kepada tiga orang responden beruntung (dipilih secara random dengan fungsi random Excel). Ketiganya adalah Ade Anita (bergo Ratu Bilqis Syari), Dera Dwi (bergo Zizara) dan Erlinda Sukmasari (pashmina Heavenlights). Ketiga pemenang akan saya hubungi.








22 comments:

  1. Wah lengkap banget ini surveinya..

    ReplyDelete
  2. akhirnya kelaaarrr ya cyin hahahhaa
    sumpah effortmu 5 jempol deh, yang satu pinjem orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya cin.. baca ratusan jawaban berparagraf perlu ekstra effort hihi

      Makasih banyak ya cin bantuannya :)

      Delete
  3. Wah salah satu komennya ada komen saya. Makasih, mba :D Semoga tulisan ini menjadi syiar di antara sesama muslimah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Rabb.. Jika berkenan mohon membagikannya biar lebih luas syiarnya :)

      Delete
  4. Bagus banget surveinya mbak, jd tau alesan2nya hehe TFS :D

    ReplyDelete
  5. Sukaaa deh dg tulisan ini, aktual pake survei2an segala lho, hihi. Bisa kali mba utk studi lanjut bidang sosial

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba Tia, bisa buat studi lanjutan hihi

      Delete
  6. Datanya beragam dan benar-benar aktual. Jadi tahu pandangan muslimah di Indonesia dan sebagian jawaban seakan mengingatkan kembali tentang hakikat hijab sesungguhnya.

    ReplyDelete
  7. udah survey, laporan, lulus deh mon. hehe...

    ReplyDelete
  8. wah surveynya aktual, padat dan jelas.... sipppp dah ulasannya... salam kenal, untuk menambah pertemanan... baru di blog soalnya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba, semoga bermanfaat.. Salam kenal juga :)

      Delete
  9. Alhamdulillah... sewaktu SD kelas 5 trgerak buat brhijab mski sering lepas jilbab, tapi hanya smentara waktu. selanjutnya berhijab hingga saat ini. alhamdulillah. dorongan trsebut krena salahatu saudara utk berhijab :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga kt semua istiqomah ya mba.. Terima kasih jejaknya :)

      Delete
  10. kalo saya waktu kuliah pernah pake hijab dan kemudian dilepas. namun setelah menikah saya memutuskan untuk mantap berhijab dan insyaallah gak akan dilepas-lepas lagi, amin..:)

    ReplyDelete
  11. mantap surveinya, ini aq masih juga belum konsisten tentang hijab

    ReplyDelete