Friday, February 26, 2016

Resensi Buku : Ayat-Ayat Cinta 2

Sumber gambar : Penerbit Republika
Resensi Novel Ayat Ayat Cinta 2 - Lebih dari sepuluh tahun berlalu sejak meledaknya novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta. Jika pada sekuel pertama pembaca disuguhi  dengan perjalanan Fahri menemukan sang pujaan hati, sekuel kedua ini jauh lebih memikat. Fahri kini telah menjelma dari seorang mahasiswa Indonesia berkantong pas-pasan di  negeri piramida menjadi seorang dosen dan pengusaha mapan di kota Edinburgh, Skotlandia. Hidupnya nyaris sempurna kalau saja Aisha, gadis bermata biru blasteran Turki-Jerman, ada di sampingnya. Ya, Aisha menghilang bak raib ditelan bumi pasca memasuki bumi Palestina demi menjalankan sebuah misi.

Ia adukan segala gundah gelisah ke haribaan Allah. Berkali-kali tawaran untuk memperistri perempuan sholehah menghampiri, tetapi ia bergeming. Hingga, pada akhirnya ia mantap memilih Yasmin, cucu dari Syaikh Ustman yang amat ia hormati. Namun, permasalahan belum usai, pernikahan itu tak pernah terjadi.

Di sisi lain, Fahri mendapatkan ancaman teror dari sosok misterius. Kata-kata penuh kebencian terhadap Islam dilayangkan kepada Fahri. Betapa mengejutkan ketika ia mendapati penebar kebencian itu adalah Keira, seorang gadis muda penduduk asli tetangga sebelahnya. Paman Hulusi, lelaki Turki paruh baya yang setia menemani Fahri, serta merta hendak memberikan pelajaran. Namun, Fahri memiliki cara tersendiri yang membuat Keira yang mengubah sikap dan menyadari perbuatannya. Dengan kelembutan hati Fahri, ia juga berhasil meluluhkan Jason, adik Keira, yang pada mulanya teramat membenci Islam.

Sosok misterius lain adalah Sabina, seorang gelandangan yang tak diketahui asal usulnya yang kemudian mengubah hidup Fahri secara drastis. Sabina adalah kunci untuk mengetahui keberadaan Aisha. Di mana Aisha berada? Tabir yang menyelimuti kisah Aisha baru dibuka di penghujung cerita

Thursday, February 25, 2016

Menguak Sisi Menarik Kehidupan Tambang di Newmont



Kehidupan di area tambang laiknya sebuah ‘misteri’ yang hendak disibak, apalagi pada perusahaan sebesar Newmont. Seperti apa dan bagaimana kehidupan di lingkungan tambang? Apa saja hal-hal menarik yang ada? Berikut tulisan pertama saya dari serangkaian catatan tentang Newmont Bootcamp batch V yang diselenggarakan pada tanggal 14-22 Februari 2016. Newmont Bootcamp merupakan sebuah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (selanjutnya akan saya sebut dengan Newmont saja), yang mana para pesertanya berkesempatan untuk mengamati dan menjadi bagian dari area tambang Batu Hijau, sebelah barat daya dari Pulau Sumbawa.

Disiplinnya Kehidupan di Batu Hijau

Apa yang membuat lebih dari lima ratus orang mengirimkan karya tulis mereka ke Newmont dan MetroTV News demi meraih kesempatan merasakan kehidupan di dalam area tambang selama sembilan hari? Mungkin, salah satunya adalah kehidupan tambang yang memberikan kesan ‘eksklusif’, tak semua orang bisa masuk ke dalamnya. Jangan harap bisa masuk ke wilayah Batu Hijau jika tak memiliki kartu akses dan jangan harap bisa memiliki kartu akses jika tak memiliki sponsor, orang dalam Newmont yang memiliki posisi dan kemudian bertanggung jawab atas tamu yang dibawa. Untuk memasuki area tambang Batu Hijau, pengunjung harus menunjukkan kartu akses dan kemudian menge-tap-nya pada pintu masuk setelah melalui screening oleh pihak sekuriti. Begitu juga ketika keluar, kartu akses akan diperiksa. Selain itu, untuk memasuki ruang makan, kartu akses juga diperlukan.

Kartu akses
Hal yang menarik yang saya amati di wilayah Batu Hijau adalah kedisiplinan dan keteraturan yang ditunjukkan. “Seperti di luar negeri,” begitu komentar salah satu peserta bootcamp mengomentari keteraturan bangunan dan juga suasana sekitar. Selain itu, lalu lintas kendaraan begitu tertib. Lampu merah tak ada yang berani melanggar meskipun tidak ada yang melihat, hal itu dikarenakan terdapat kamera pengawas yang merekam pelanggaran. Tiga kali melanggar, surat izin mengemudi khusus yang diterbitkan oleh Newmont bisa dicabut.



Setiap bagian dari area Batu Hijau memiliki akses tersendiri dan hanya orang tertentu yang memiliki akses tertentu merupakan salah satu indikator sistem pengendalian internal yang bagus diimplementasikan di Newmont. Misalnya, jika sebuah pintu berakses di area concentrator terbuka dalam waktu sekian detik, alarm akan otomatis menyala dan pihak sekuriti akan datang. Proses operasional dilakukan dari satu komando Control Room, operator mesin hanya akan menjalankan mesin sesuai dengan instruksi dari para analis. Mesin yang ada telah terotomasi dengan canggih, setiap proses terdapat pemantauan monitor. Misalnya, pada proses penghancuran dan pengolahan bahan tambang menjadi konsentrat atau pada saat dilakukan uji sampling yang oleh Environmental Marine Department, sampel air dapat terdeteksi secara otomastis pada layar monitor.

Wednesday, February 24, 2016

Jodohmu Cerminanmu

Bagaimana kita memantaskan diri agar pada saat jodoh datang kita melakukan hal-hal yang benar-benar ibadah?

Jodoh cerminan diri
Foto diambil di Pantai Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat
Tak selamanya pernikahan menjadi sebuah karunia, bisa jadi berubah menjadi musibah, misalnya ketika terjadi perceraian. Memantaskan diri adalah upaya menjaga agar pernikahan menjadi sebuah karunia (rahmat). Bagi yang belum bertemu jodohnya, bisa jadi memang belum ‘pantas’ jika diberikan saat ini. 

Belajar dari Nabi Zakariya
Belajarlah dari kisah Nabi Zakariya as yang tak berputus asa dalam meraih rahmat Tuhannya. Tatkala ia begitu menginginkan seorang putra sementara usianya saat itu telah merambat senja, 80 tahun. Tatkala sang istri dikatakan tak mampu memiliki keturunan. 

Nabi Zakariya as tak berputus asa meminta kepada Tuhannya. Ia memiliki keyakinan yang amat kuat, tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. Seruan kesungguhan doanya diabadikan dalam Q.S. Al Anbiyaa (21):89,

“Rabbi, laa tadzarni fardan wa anta khoirul waaritsin,”
Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau sebaik-baik pewaris