Wednesday, April 20, 2016

Ikut Komunitas Blogger, Bagaimana Caranya?

Sebagai seorang blogger, saya akui saya tak terlalu 'meleburkan' diri dalam komunitas blog. Bagaimana ya? Bukannya kenapa-kenapa, kadang saya hanya bingung saja. Semisal, saya masuk grup Facebook sebuah komunitas blog, saya belum ada kenalan dan kadang bingung mau kenalan gimana. Takut nggak asik atau gimana. Hehe.

Atau, ketika melihat komunitas blog yang terkadang menurut saya isinya blogger itu-itu saja sementara yang lain hanya seperti penggembira (seperti saya). Saya sudah jiper duluan.

Belum lagi kegiatan komunitas blog yang kerapkali diadakan di hari kerja yang notabene saya nggak bisa ikutan. Di situ kadang saya merasa 'tersisih'.

Namun, secara pribadi, sebenernya saya lebih suka berada di 'kerumunan kecil' dibanding 'kerumunan besar'. Lebih suka ngobrol intens dan dalam dengan sedikit orang dibandingkan obrolan selintas lalu dengan banyak orang. Hehe.

Kadang, saya kagum dengan blogger yang eksis di mana-mana, ikut banyak komunitas, ikut banyak kegiatan. Punya banyak teman blogger yang dikenal di dunia nyata. Contohnya mba Reh Atemalem yang aktif berkegiatan dan membuat reportasenya di blog. Ulasannya menarik untuk disimak.

Bukan berarti saya nggak suka bersosialisasi lho ya. Saya suka banget, sebagai seorang sanguinis ekstrovert. Cuma ya kadang-kadang, bingung bagaimana agar bisa melebur, sering nggak bisa ikutan acaranya di hari kerja (apakah memang didesain untuk ibu rumah tangga atau full time blogger?).

Anybody wants to share opinion? Do you like to join blogger community?

Thursday, April 7, 2016

Lima Hal yang Bisa Dipelajari dari Travel Blogger


Kerjanya jalan-jalan dan dibayar. Begitu mungkin pandangan sebagian orang tentang seorang travel blogger, sebuah profesi yang semakin menjamur seiring dengan semakin populernya dunia traveling. Lalu, apa saja sih yang bisa dipelajari dari seorang travel blogger?
  
1.        Konsistensi
Bagaimana tidak konsisten jika telah menahbiskan diri sebagai seorang travel blogger? Berani mengambil niche tertentu artinya akan konsisten menulis dalam satu tema. Pembaca tentu mengharapkan cerita-cerita perjalanan menarik yang diperbaharui secara berkala. Berbeda halnya dengan blog gado-gado yang mana semua hal bisa saja dituliskan, menulis travel blog membutuhkan konsistensi lebih.

2.        Keahlian Fotografi
Menulis perjalanan tanpa menyertakan foto tentu bagaikan sayur tanpa garam yang hambar. Tak heran jika para travel blogger rata-rata memiliki kemampuan fotografi yang mumpuni. Foto tak hanya berfungsi sebagai sebuah dokumentasi, tetapi juga memperkuat kisah perjalanan yang disajikan.

3.        Keahlian Videografi
Ya, tak hanya memanjakan pembaca dengan foto ciamik, travel blogger juga kerap menyajikan video-video perjalanan untuk memberikan efek visual lebih. Belajar videografi dari travel blogger oke juga lho.

4.        Kemampuan Komunikasi yang Jago
Bagaimana tidak jago komunikasi jika traveling memberikan kesempatan bertemu banyak orang dengan beragam latar belakang. Kemampuan komunikasi amat membantu ketika berinteraksi dengan masyarakat lokal dan juga ‘mengorek’ informasi yang mungkin tak serta merta bisa diperoleh dari apa yang terlihat saja.

5.        Kemampuan Memaksimalkan Panca Indera
Agustinus Wibowo, salah seorang travel blogger terkemuka Indonesia, pernah mengatakan dalam sebuah workshop bahwa seorang travel writer harus memiliki kemampuan untuk memaksimalkan panca indera. Bukan hanya menuliskan apa yang dilihat oleh mata atau apa yang didengar oleh telinga, panca indera lain dapat digunakan untuk mempertajam tulisan. Misal deskripsi dari rasa lelah setelah mendaki gunung yang tinggi atau deskripsi hembusan angin sepoi-sepoi yang terasa di kulit.

Salah satu bidikan Danan Wahyu
Salah satu travel blogger yang bisa diintip ilmunya terkait lima hal di atas adalah Danan Wahyu. Konsistensinya dalam menuliskan cerita perjalanan patut diacungi jempol. Setidaknya terdapat sepuluh tulisan perjalanan baru yang dibagikan di www.dananwahyu.com setiap bulannya. Mulai dari perjalanan menjelajahi bumi Nusantara hingga ke luar negeri seperti Singapura atau Nepal dituliskannya dengan renyah. Ia juga melengkapi tulisannya dengan foto dan video yang ‘bercerita’. Selain itu, laki-laki yang berdomisili di Batam ini tak segan-segan membagikan ilmu fotografi yang dimilikinya di blog. Tak heran jika ia telah berulang kali memenangkan berbagai lomba dan menjadi partner berbagai media.
Jadi, bagaimana? Tertarik belajar dari mas Danan?