Wednesday, August 30, 2017

Inilah 8 Barang Pribadi yang Paling Harus Kamu Bawa Saat Mendaki Gunung

Mari mendaki bersamaku. Lokasi : Gunung Papandayan
Mendaki gunung adalah salah satu cara menghabiskan waktu liburan yang paling seru. Banyak pengalaman menarik yang akan sulit untuk dilupakan seumur hidup. Rasanya sangat disayangkan sekali kalau kamu belum pernah mencoba mendaki gunung meskipun cuma satu kali. Kalau saya sendiri sudah (atau baru?) dua kali mendaki gunung. Yuk, mencoba mendaki gunung mumpung masih musim kemarau.

Untuk mendaki gunung, ada perlengkapan khusus yang wajib dibawa. Ada perlengkapan yang diperuntukan untuk banyak orang, ada juga barang-barang yang diperuntukan untuk diri sendiri. Bagi kamu yang belum pernah mendaki gunung, mungkin belum tahu perlengkapan pribadi apa saja yang harus kamu bawa saat mendaki gunung. Apa saja daftar barang yang wajib kamu bawa di gunung? Yuk, check them out!

Carrier
bunga Edelweis di Gunung Papandayan (dok. pribadi)
Carrier atau keril adalah tas khusus yang punya daya tahan dan daya tampung yang besar. Dalam tas ini, kamu bisa menyimpan tenda, pakaian, obat-obatan, keperluan konsumsi, item gunung lainnya, dan masih banyak lagi. Ukuran dan jenis keril juga berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan kemampuan pendaki saat membawanya. Merek keril yang paling terkenal antara lain Deuter The North Face, Jack Wolfskin, Eiger, Karimor, Consina, Avtech, dan Lowe Alphine. Harga keril yang bagus biasanya dibanderol mulai dari harga 350 ribu - jutaan rupiah.

Matras
Jangan remehkan benda tipis yang satu ini. Fungsi matras saat berada di gunung sangat signifikan untuk untuk membuatamu tetap nyaman dan lebih hangat saat tidur di dalam tenda. Matras juga bisa membuat alas tidurmu menjadi lebih empuk.

Tuesday, August 8, 2017

7 Tips Menjaga Kesehatan untuk Pegawai Kantoran


Well, pegawai kantoran yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan komputer (bahkan bisa sampai lebih dari 9 jam sehari) rentan terkena berbagai penyakit, semisal lantaran kurang bergerak. Nah, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan?

1. Nggak sempet lari? Nggak ada salahnya naik turun tangga
Kalau ruang kantor di lantai atas, alih-alih menggunakan lift, nggak ada salahnya menggunakan tangga. Kadang-kadang, saya naik tangga sampai lantai 6 sebelum melanjutkan menggunakan lift untuk mencapai ruangam kerja di lantai 11.

2. Minum air putih dengan cukup
Minimal delapan gelas sehari untuk menjaga kesehatan ginjal. Jumlah ini seyogianya lebih apabila kita meminum air yang bercita rasa.

3. Mengalihkan pandangan dari monitor setiap berapa menit
Terlalu banyak menatap monitor bisa menyebabkan sakit mata, sakit kepala, dan sebagainya. Jangan lupa untuk menatap sudut lain setiap 20 menit.

Monday, August 7, 2017

Berjilbab Lebar Ternyata Tak Cukup bagi Perempuan Single

Saya pikir, berjilbab lebar akan cukup untuk membentengi diri dari fitnah akibat masih menjadi seorang perempuan single (belum menikah). Tentu, selain berusaha menjaga sikap dan perkataan dari hal-hal yang sekiranya bisa mengundang fitnah, seperti berkata-kata dengan nada manja, dsb. Namun, ternyata, berusaha menjaga penampilan dengan senantiasa mengenakan hijab lebar (minimal menutup dada dengan sempurna) serta menjaga sikap dan perkataan itu tidak cukup. Ada saja 'cibiran' orang.

Suatu sore, ada anak seorang rekan kantor yang ikut ibunya ke ruangan. Bocah lelaki berusia tiga tahun itu sungguh menggemaskan. Saya pun dengan gemas menggendongnya. Menggendong layaknya seorang ibu menimang anaknya.

Sunday, August 6, 2017

If I Were You

If I were you, would I make the decision you've made?
.
If I were you, would I act the way you do?
.
If I were you, would I still blame you for what you've done?
.
If I were you, would I be strong enough to overcome your problems?
.
The older I am, the more I try not to judge :)

Saturday, August 5, 2017

When I Was Younger

I lived my life with no fear. Taking a lot of risks. Doing many adventures in life. Taking chances. Not thinking much about what people would say.

As I get older, I become more prudent. Worrying a lot of things. Let overthinking be with me in many days. Then, just staying at my comfort zone.

Is it what it should be?

Friday, August 4, 2017

Berbuat Baik kepada Orang Tua Itu Bukan Balas Budi

Berbuat baik kepada orang tua bukan merupakan balas budi. Namun, birrul walidain (berbakti kepada orang tua) adalah bagian dari tauhid, karena hal tersebut diperintahkan oleh Allah. Perintah berbuat baik kepada orang tau kerap kali merupakan perintah Allah yang disebut setelah tidak menyekutukan-Nya artinya betapa besar dan mulia perbuatan tersebut.

Taati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat, berikan apa yang bisa diberikan kepada orang tua, senangkan hatinya, luangkan waktu dan temani mereka. Jangan sampai menyesal ketika orang tua telah tiada, karena satu pintu surga tertutup. 

Jadikanlah berbuat baik kepada orang tua sebagai ladang pahala kita. Niatkan karena Allah.

***

Intisari ceramah ustadz Bendri di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jumat 4 Agustus 2017

Thursday, August 3, 2017

Follow Back, Pentingkah?

Kalau seseorang yang kamu kenal tidak mem-follow back akun sosialmu seperti Twitter dan Instagram, apakah kamu masih tetap follow atau kamu memilih unfollow? Seberapa penting bagimu bahwa seseorang yang kamu kenal seharusnya melakukan follow back? Jika ia tidak mem-follow back akunmu, apa yang kamu lakukan? Apakah akan meminta folbek (bahasa gaulnya follow back)?

Kalau saya sendiri punya tiga alasan follow akun seseorang :

1. Saya kenal di dunia nyata

Bagi saya, kalau teman dunia nyata tanpa mikir dua kali langsung pencet tombol follow. Beda soal jika postingannya kemudian mengganggu seperti ngomongin politik secara ‘kasar’, saya akan unfollow kemudian. Kalau dia nggak folbek? Biasanya saya like atau komen agar dia menyadari saya sudah follow *eh. Meski demikian, saya anti banget minta difolbek. Biarlah follow dan follow back itu atas kemauan seseorang. Karena itu, saya juga paling males kalau ada yang minta difolbek. Karena ya, kalau menurut saya dia masuk tipe pertama, kedua atau ketiga maka saya akan otomatis follow back.

2. Saya memang suka postingannya walau nggak kenal orangnya

Saya suka cuitannya di Twitter atau foto-fotonya di Instagram bagus. Kalau yang tipe kedua ini, nggak papalah nggak difolbek. Yang mau dibaca kan pemikirannya, yang mau dilihat karyanya.

3. Saya pernah baca namanya walau belum pernah kenal langsung

Tipe ketiga saya follow jika di-follow duluan. Semisal, rekan blogger. Kalau saya follow akunnya duluan dan nggak di-folbek, biasanya saya unfollow untuk tipe yang ketiga ini (karena tidak memenuhi dua syarat di poin pertama atau kedua). Ribet? Ya, kadang-kadang perempuan begitulah.
Nah, iseng-iseng, saya bikin survey kecil-kecilan di Twitter. Pertanyaannya adalah “Masih follow teman/orang yang kamu kenal yang unfollow atau nggak folbek kamu nggak?” dan ternyata jeng-jeng, 21 dari 30 orang menjawab “Ya” sementara 9 orang menjawab, “Nggak”. Artinya, bagi sebagian besar orang, hubungan di dunia maya nggak harus selalu mutual.


Wednesday, August 2, 2017

I Know Life is Hard, but Please Don’t Harm Yourself

Bunuh diri seakan menjadi berita yang popular beberapa minggu ini. Mulai dari vokalis grup band terkenal dunia, mantan pacar selebgram, hingga terbaru seorang putra pejabat di Sulawesi Selatan yang melakukan gantung diri secara live di media social Facebook.

I know life is hard

Ada yang diuji dengan keluarga, kondisi finansial, kisah percintaan, penyakit, dan ujian lain kehidupan. Ada yang tangguh, kuat, tabah menjalani. Ada yang merasa bahwa dirinya merupakan makhluk yang paling menderita sedunia.

Everyone we know is fighting the battles we know nothing about

Dan saya juga pernah merasakan… Merasa begitu menderita, merana, dan tidak bahagia.

And, guess what?

Seperti ada suara yang membisiki saya “Udah bunuh diri aja,” ketika secara tak sengaja saya melihat pisau atau gunting. No, no. Saya tak pernah memiliki keinginan bunuh diri sama sekali, tetapi setan itu bersuara di kepala saya. Berbisik.

Dan kamu tahu? Salah satu pekerjaan setan adalah memberikan bisikan demi bisikan untuk membuat manusia jauh dari Tuhannya, melakukan apa yang dilarang dan meninggalkan apa yang diperintahkan.

Lalu kalau bunuh diri masalah selesai begitu?

Tuesday, August 1, 2017

Sudahkah Anda Menambah Saldo Rekening Bank Emosi?


Siapakah rekan kerja yang paling berkesan bagi Anda? Bagi saya, seorang sekretaris eselon II di tempat bekerja merupakan sosok yang menginspirasi. Ia bisa saja ‘hanya’ mengerjakan apa yang menjadi tugasnya seperti administrasi persuratan, mengagendakan rapat, dan sebagainya. Namun, ia memberikan sentuhan ‘lebih’.

Setiap pagi, sekitar pukul 6 atau kurang, ia menuliskan seluruh jadwal rapat direktorat (unit eselon II) untuk hari itu di grup Whatsapp direktorat. Baik undangan rapat dari luar maupun agenda rapat yang dijadwalkan salah satu sub direktorat. Diawali dengan waktu, tempat, dan agenda rapat, serta sub direktorat yang menjadi unit yang bertanggung jawab. Menariknya, ia selalu menyisipkan satu kutipan dari tokoh terkenal atau perkataan dari pegawai di direktorat kami. Setiap pagi, sebelum berangkat kerja, saya menunggu pesannya itu.

Tak hanya itu, ia juga menginisiasi kuis yang juga ditampikannya di grup Whatsapp. Mulai dari pertanyaan yang tampak remeh seperti “Berapakah jumlah dispenser di direktorat?” hingga pertanyaan yang terkait dengan pekerjaan. Setiap pemenang kuis akan mendapatkan hadiah.