Thursday, August 3, 2017

Follow Back, Pentingkah?

Kalau seseorang yang kamu kenal tidak mem-follow back akun sosialmu seperti Twitter dan Instagram, apakah kamu masih tetap follow atau kamu memilih unfollow? Seberapa penting bagimu bahwa seseorang yang kamu kenal seharusnya melakukan follow back? Jika ia tidak mem-follow back akunmu, apa yang kamu lakukan? Apakah akan meminta folbek (bahasa gaulnya follow back)?

Kalau saya sendiri punya tiga alasan follow akun seseorang :

1. Saya kenal di dunia nyata

Bagi saya, kalau teman dunia nyata tanpa mikir dua kali langsung pencet tombol follow. Beda soal jika postingannya kemudian mengganggu seperti ngomongin politik secara ‘kasar’, saya akan unfollow kemudian. Kalau dia nggak folbek? Biasanya saya like atau komen agar dia menyadari saya sudah follow *eh. Meski demikian, saya anti banget minta difolbek. Biarlah follow dan follow back itu atas kemauan seseorang. Karena itu, saya juga paling males kalau ada yang minta difolbek. Karena ya, kalau menurut saya dia masuk tipe pertama, kedua atau ketiga maka saya akan otomatis follow back.

2. Saya memang suka postingannya walau nggak kenal orangnya

Saya suka cuitannya di Twitter atau foto-fotonya di Instagram bagus. Kalau yang tipe kedua ini, nggak papalah nggak difolbek. Yang mau dibaca kan pemikirannya, yang mau dilihat karyanya.

3. Saya pernah baca namanya walau belum pernah kenal langsung

Tipe ketiga saya follow jika di-follow duluan. Semisal, rekan blogger. Kalau saya follow akunnya duluan dan nggak di-folbek, biasanya saya unfollow untuk tipe yang ketiga ini (karena tidak memenuhi dua syarat di poin pertama atau kedua). Ribet? Ya, kadang-kadang perempuan begitulah.
Nah, iseng-iseng, saya bikin survey kecil-kecilan di Twitter. Pertanyaannya adalah “Masih follow teman/orang yang kamu kenal yang unfollow atau nggak folbek kamu nggak?” dan ternyata jeng-jeng, 21 dari 30 orang menjawab “Ya” sementara 9 orang menjawab, “Nggak”. Artinya, bagi sebagian besar orang, hubungan di dunia maya nggak harus selalu mutual.



Facebook dan Path (walau sekarang sudah ada fitur follow di keduanya) merupakan media sosial yang bersifat mutual. Ketika kita mengirimkan permintaan pertemanan ke seseorang dan kemudian ia menyetujuinya, secara otomatis kita akan saling melihat postingan satu sama lain. Sementara, Twitter dan Instagram memang sedari awal diatur agar hubungan pertemanan nggak bersifat mutual secara otomatis.

Bagi saya, mem-follow back akun yang saya kenal adalah bentuk menjaga pertemanan (selain memang karena saya suka postingannya). Ya, pasti kita senang lah kalau seseorang mem-follow back akun kita? Hal kecil yang akan menambah saldo Rekening Bank Emosi. Apa itu? Baca di postingan ini ya.

Jadi, kamu tipe yang mana?

**


Boleh ya sekali-kali bikin tulisan super cheesy begini, di tengah-tengah kemacetan dan hiruk pikuk Jakarta dan beban sebagai pegawai kantoran, menulis ringan semacam ini anggaplah sebagai pelampiasan daripada belanja nggak jelas di olshop. Hihi. 

10 comments:

  1. Tipe keduaaa.. hehee jadi following emang menggendut, kalau lagi gabut saya iseng buka followingnya ngecek-in kalau postingannya udah ga menarik ya di unfollow lagi ehehe. Simpel apa ribet tuh mbak masuknya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha.. sy juga suka iseng gitu.. toss.. perempuan emang kadang ribet :p

      Delete
  2. Saya nggak pernah minta difolbek sih meskipun ngarep. Dulu sering baper kalo nggak difolbek sama temen yang kenal di dunia nyata, jadi unfol deh. Sekarang sih malah males follow meskipun kenal di dunia nyata. Cuma follow kalo twitnya menghibur :D
    Kalo yang difollow emang nggak kenal saya, terima2 aja lah kalo nggak folbek saya.

    ReplyDelete
  3. Selama postingnya masih bisa diambil manfaat mah... Nggak perlu sampe unfollow sih... Dan jarang minta folback an... Hehe dan kadang follow akun tertentu pas emang lagi rame aja selanjutnya kadang tetep follow kadang kalau akunnya ternyata jayus ya unfollow lagi hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba.. tetep follow trus klo jayus di-unfollow ;p

      Delete
  4. Aku ga pernah minta folbek, sadar diri bukan sapa2 heuheu

    Trus ga pernah add duluan,

    yg sering kejadian adalah akunya yg diadd blogger, uda kuapprove n kufolbek e akunya diunfol,...ya akhirnya kuunfolbek lagi, haha sebenernya gini ginian aku biasa aja mon, makanya aku lebih suka saling mengunjungi antar blog aja karena pengen baca tulisan blognya (khusus yg blogger) tanpa perlu add add an ato approve approvan medsos lain. Takutnya ada yg salah paham

    ReplyDelete
  5. ngosngosan baca berapa nih 3 apa 4 postingan baru

    ReplyDelete
  6. kayak begini emang cheesy ya?
    blog" kita suka" lah mau nulis apa

    ReplyDelete