Monday, December 4, 2017

Impian untuk Terbang dan Tiket Pesawat yang Mahal

Naik pesawat itu cuma buat orang kaya,”
Saya tertunduk, perkataan Ibu terngiang-ngiang dengan amat jelas. Monika kecil harus tahu diri, hampir seluruh keluarganya ada di sekitar Semarang, kota kelahirannya. Tak perlu menggunakan moda transportasi pesawat untuk berkumpul. Satu-satunya kemungkinan ia bisa naik pesawat adalah apabila keluarganya pergi berekreasi ke luar Jawa Tengah, hal yang nyaris mustahil mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang sederhana. Tiket pesawat itu mahal, mahal sekali.

Di depan layar televisi antik berkaki kayu, mata gadis berusia tujuh tahun itu mengerjap-ngerjap menyaksikan sebuah pesawat membelah langit. Bagaimana rasanya ‘terbang’ di angkasa? Bagaimana sensasinya ketika tubuh berada sepenuhnya di udara? Apakah nanti tubuh akan mual-mual bila naik pesawat? Berbagai pertanyaan menemani angan tentang terbang. Setiap ada pesawat yang melintasi langit, saya berhenti sejenak. Memandangnya dengan penuh khidmat sebelum jejak putih pesawat menghilang di angkasa.

Enam belas tahun berlalu, kesempatan pertama mengangkasa akhirnya tiba pada bulan Februari 2012. Setelah satu tahun bekerja, mengumpulkan rupiah demi rupiah dari gaji pegawai negeri golongan dua. Bali, here I come! Promo tiket murah dari sebuah maskapai penerbangan adalah sebuah kesempatan emas.

Apakah kamu ingat bagaimana rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya? Saya ingat betul. Beberapa hari sebelum berangkat, saya sibuk bertanya kepada beberapa orang. “Nanti di bandara harus bagaimana? Nanti di pesawat merasa pusing atau mual tidak? Nanti di pesawat dapat makanan tidak?”. Bagaikan anak kecil yang memiliki mainan baru, begitulah antusiasme saya demi mengetahui bahwa dalam beberapa hari ke depan saya akan naik pesawat untuk pertama kali. Bolehlah dibilang norak, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa salah satu impian sederhana adalah bisa merasakan sensasi ‘terbang’ di udara.

Saya menarik nafas panjang. Kedua telapak tangan basah, dada terasa berdebar. Beberapa saat lagi, pesawat lepas landas meninggalkan bandara Soekarno Hatta. Aih, begini rasanya.

***

Ngomong-ngomong, pada akhir tahun 2011 ketika saya membeli tiket pesawat pertama, situs pencarian pesawat di Indonesia belum terlalu popular dan aktivitas traveling belum menjamur seperti sekarang. Informasi terkait promo tiket murah maskapai penerbangan masih tersebar via Google Talk (sekarang Google Hangouts), Whatsapp belum lazim digunakan di Indonesia, ponsel berbasis Android belum banyak beredar. Praktis, informasi tentang tiket murah bukanlah hal yang mudah diperoleh pada saat itu. Jika ingin memesan tiket, calon penumpang harus ke bandara, menghubungi agen travel, atau membuka situs maskapai satu per satu.

Bagaimana cara menjawab berbagai keinginan calon penumpang pesawat untuk membeli tiket pesawat dengan harga terbaik (best deals), proses pemesanan mudah, praktis dan tak perlu repot, transaksi aman sekaligus nyaman?

Traveloka adalah situs pencarian pesawat yang membuat saya jadi bisa meyakini jawaban atas pertanyaan tersebut. Pada Oktober 2012, peluncuran situs Traveloka resmi dilakukan. Awalnya, Traveloka hanyalah situs pembanding pencari dan pembanding harga tiket pesawat. Pada pertengahan tahun 2013, Traveloka melebarkan sayapnya menjadi situs reservasi tiket pesawat dengan sistem online.

Saya ingat, pengalaman pertama saya membeli tiket pesawat melalui situs reservasi tiket adalah melalui Traveloka. Situs ini membuat saya jadi bisa yakin bahwa harga tiket pesawat yang ditampilkannya adalah harga yang jujur (honest price). Tidak ada biaya transaksi yang dibebankan kepada calon penumpang dan tidak ada biaya tersembunyi (hidden charges). Bisa dibilang bahwa Traveloka adalah pencari harga terbaik (best price finder). 

Pertimbangan kedua memilih Traveloka adalah saya jadi bisa bertransaksi tanpa menggunakan kartu kredit. Ya, beberapa situs maskapai atau pencarian tiket pesawat pada waktu itu tidak memberikan opsi pembayaran selain menggunakan kartu kredit. Terdapat banyak opsi pembayaran yang disediakan oleh Traveloka seperti pembayaran melalui kartu kredit, transfer ATM, BCA Klikpay, hingga melalui Indomaret. Mudah sekali bukan?
berbagai pilihan pembayaran

Bagi traveler dengan sensitivitas harga yang tinggi seperti saya ini, fitur “Price Alert” di aplikasi mobile Traveloka sangat berguna. Jadi, fitur ini merupakan alat pemantauan harga tiket pesawat yang menelusuri harga tiket dan menyampaikan informasi tren harga tiket dari penerbangan yang kita tuju, langsung ke kotak masuk kita. Dengan fitur ini, kita jadi bisa memperoleh notifikasi seketika harga tiket pesawat sesuai dengan anggaran yang kita miliki. 
Fitur "Price Alert" yang saya aktifkan untuk mencari tiket murah ke Bali

Dengan Traveloka, saya jadi bisa memiliki referensi harga tiket yang bisa diandalkan. Apalagi, saya sudah terdaftar sebagai anggota (member) Traveloka yang memperoleh berbagai keuntungan, semisal kemudahan menjadwalkan ulang (easy reschedule). Apabila perlu melakukan pengembalian dana (refund) karena tak bisa melakukan penerbangan di tanggal seharusnya, terdapat jaminan "30 days refund guarantee" dari Traveloka. Saya jadi bisa merasa lebih aman dan nyaman. 

***


Impian sederhana untuk dapat merasakan sensasi naik pesawat sudah terkabul.
Impian berikutnya adalah bisa menjejakkan kaki di lima benua yang ada di muka bumi.
Seperti halnya Traveloka yang memudahkan saya untuk jadi bisa pulang ke kota kelahiran dan jadi bisa menikmati keindahan alam Pulau Belitung, semoga nanti Traveloka membuat impian saya melihat berbagai sudut bumi lainnya jadi bisa saya wujudkan.




***


Gadis itu selalu memejamkan matanya setiap kali lepas landas. Ia membayangkan bahwa sebentar lagi ia akan berada di sebuah tempat baru yang belum pernah ia datangi dan menemui orang-orang yang belum pernah ia temui atau sebentar lagi ia akan bertemu dengan orang-orang yang selama ini dirindui. Setiap kali pesawat mendarat, sang gadis berucap syukur. Berterima kasih pada Tuhan bahwa ia diberikan kesempatan satu kali lagi. Kesempatan atas pertemuan dan rindu yang tersampaikan. Hatinya terasa hangat. 
Pesan tiket ke Belitung via Traveloka


5 comments:

  1. Saya baru tahu ada fitur price alert itu mbak. Asyik juga ya jadi dikasih tahu kalau ada tiket sesuai budget kita. Benar banget mbak, dulu saya beli tiket pakai agen travel. Agak susah buat mantau harga. Hehehe... semenjak kenal Traveloka semua jadi mudah. Alhamdulillah :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulillah mba, sekarang praktis dan mudah :)

      Delete
  2. baru tau ada fitur price alert mba :) semuanya jadi bisa yah aku ga ngalamin sih ngantri ke agen klo untuk pesawat kenalnya lewat traveloka :)

    ReplyDelete
  3. Sekarang semuanya jadi bisa lebih praktis, aman, dan nyaman ya, Mbak...

    ReplyDelete