Saturday, March 18, 2017

7 Tips Traveling Bareng Balita



7 Tips Traveling Bareng Balita. Traveling bareng balita? Kenapa engga? Beberapa waktu lalu, saya dan dua orang sahabat melakukan trip bareng ke Batu-Malang dan Pulau Lombok. Yang istimewa, (tentu saja) dua sahabat saya bersama istri dan anak mereka. Sahabat yang satu, Zuman, dengan istri yang saat itu sedang mengandung enam bulan dan putra mereka yang waktu kami jalan kemarin berusia tiga tahun kurang dua bulan. Sahabat kedua, Rahmad, dengan istri dan putri mereka yang waktu kami jalan kemarin berusia tujuh bulan. Kami memang bertekad untuk mengagendakan traveling bareng setiap tahunnya. Bisa dibayangkan kan gimana serunya?

Sempat ada yang berkomentar (selain ngomentarin saya yang masih sorangan tentunya) bahwa traveling dengan balita, apalagi bayi itu ribet, dan sebagainya. Kalau menurut saya sih, selama dipersiapkan dengan matang dan dibawa senang, insya Allah seru dan menyenangkan. Enam hari liburan kami merupakan salah satu perjalanan yang paling berkesan bagi saya yang cukup sering traveling. Maklum, baru pertama ini traveling dengan balita dan ibu hamil. 

Nah, ini tips-tips traveling dengan balita versi saya :
1.    Pilih destinasi liburan yang ramah buat balita
Karena rombongan kami merupakan keluarga dengan anak kecil, kami cenderung memilih destinasi wisata keluarga yang sebisa mungkin nggak melelahkan dan kira-kira bisa bikin anak kecil happy (selain orang dewasanya yang happy, tentu saja). Mulai dari museum angkut di Batu, Batu Park Zoo, hingga berbagai pantai cantik di Lombok.

2.    Sewa alat transportasi yang nyaman
Karena traveling dengan anak-anak, tentu nggak bisa liburan gaya backpacker yang seringkali meminimkan biaya transportasi, misal dengan ‘ngeteng’ angkutan. Kami menyewa Avanza dan Innova selama perjalanan. Selain itu, ketika menyeberang menuju Gili Trawangan, kami menyewa kapal yang besar yang lebih stabil untuk perjalanan. 

3.    Bawa ricecooker buat bayi yang masih MPASI
Ketika kami traveling, si cantik Nasywa masih berusia tujuh bulan kurang beberapa hari, artinya dia sedang mengalami tahap awal membutuhkan Makanan Penunjang Air Susu Ibu (MPASI). Saya dengan suka rela membawakan rice cooker kecil agar Nasywa terpenuhi kebutuhannya. Mulai untuk mengukus umbi sebelum dilumerkan, hingga membuat nasi tim super lembut.

4.    Sadari bahwa anak-anak pasti rewel. Sabar
Ya, namanya juga anak-anak, di dalam suatu perjalanan pula, wajar banget kalau pasti ada rewelnya.  Hal tersebut harus disadari baik-baik. Jadi, ya dibuat enjoy aja kalau anak sedang rewel. Kalau Fadhil, bocah menggemaskan berumur tiga tahun kurang beberapa bulan, mulai ‘merajuk’ hingga menangis, ditenangkan dulu dan ditunggu hingga reda tangisannya. Perjalanan akan ‘terganggu’ beberapa saat dan terulang beberapa kali, tapi sabar-sabar saja. Dibuat enjoy saja.
Fadhil mau maen air dulu ya

Thursday, March 16, 2017

5 Benda Penunjang Penampilan Muslimah


Tak dapat dipungkiri bahwa perempuan berhijab itu merupakan cerminan dari seorang muslimah. Oleh karena itu, tak heran bahwa penampilan kita sudah selayaknya diperhatikan. Apa saja sih lima benda yang bisa mendukung penampilan Muslimah?

1.        Kerudung
Kerudung sudah pasti jadi benda wajib pertama perempuan berhijab. Yuk, bikin checklist terkait kerudung :
a.       Apakah kerudung yang dikenakan sudah memenuhi ketentuan syariat? Nggak tipis atau menerawang dan bisa digunakan menutup dada?
b.      Apakah kerudung nyaman digunakan? Bahannya nggak licin, nggak bikin gerah, nggak lari kemana-mana pas dipakai?
c.       Apakah kerudung sudah sesuai dengan situasi? Nggak pas kan kalau kerudung buat di rumah dipakai untuk acara pesta.
Nah, kamu bisa beli aneka kerudung di Tokopedia dengan pilihan model dan bahan banyak. Sepertinya, segala jenis kerudung ada saking banyaknya pilihan. 

2.        Dalaman kerudung
Dalaman kerudung atau ciput tak hanya digunakan untuk menutup rambut sebelum mengenakan kerudung, tetapi juga bisa digunakan untuk mendukung penampilan. Apalagi saat ini ciput sudah tersedia dalam berbagai bahan dan model. Mulai dari ciput topi, ciput renda, ciput arab, ciput model Risty Tagor, hingga ciput rajut. Kalau kamu suka ciput model yang mana?

Jangan Lihat Orang dari Luarnya (Saja) : A Tribute to Cumi Lebay


Kabar kepergian Cumi Lebay, salah seorang travel blogger papan atas Indonesia, pada tanggal 3 Maret 2017 lalu terasa mengejutkan. Mas Cumi merupakan salah satu blogger yang paling berkesan bagi saya selama mengikuti Newmont Bootcamp Batch V pada 14-23 Februari 2016 lalu. Kepulangannya ke haribaan Sang Pencipta mengingatkan tentang kenangan-kenangan dari almarhum. Ingatan saya melayang ke status Path yang saya tulis tepat setelah selesainya Newmot Bootcamp.
"Sembilan hari ini kami menjelajah NTB bersama salah seorang travel blogger terkenal. Di balik pembawaannya yang 'nyablak' dan ketidakrisihannya hanya memakai (maaf) celana dalam berwarna gonjreng saat di pantai atau air terjun, terdapat fakta menarik tentangnya. 
Di tengah padatnya jadwal #NewmontBootcamp, di antara godaan lezatnya santapan bercita rata pedas menggoda dan di bawah teriknya panas matahari Sumbawa yang membuat keringat bercucuran deras, ia berpuasa. Ya, puasa Senin dan Kamis.
Tergelitik, saya pun bertanya, "Serius puasa?", ia menjawab, "Iya, puasa Senin Kamis udah kebutuhan buat gw, gak bisa gw tinggalin. Dulu gw malah puasa Daud,"